Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi Pengembangan Pembelajaran PAI Berbasis Pendidikan Karakter di Era Digital Nasution, Juni Erpida
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v3i1.1787

Abstract

Era digital telah mengubah paradigma pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Pembelajaran PAI tidak hanya harus mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga harus menginternalisasi nilai-nilai karakter yang relevan di era digital. Artikel ini mengkaji strategi pengembangan pembelajaran PAI berbasis pendidikan karakter dengan memanfaatkan teknologi digital, meliputi integrasi teknologi dalam pembelajaran, penguatan pendidikan karakter berbasis nilai, serta pengembangan kompetensi guru di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI, namun perlu diimbangi dengan pengembangan kompetensi digital guru dan pembentukan karakter siswa yang tangguh dalam menghadapi tantangan era digital.
PENGARUH KECERDASAN BUATAN (AI) TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MAHASISWA PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Juni Erpida Nasution; Afrida Yanis; Annis Alfaina; Dwi Ramadanti; Muhammad Khoirul Imam; Rospita Desriani; Sintia Dewi
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v1i1.410

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pendidikan terhadap efektivitas pembelajaran mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di STAI Nurul Falah Air Molek. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data kuesioner, penelitian ini melibatkan 100 mahasiswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi berbasis AI meningkatkan efektivitas pembelajaran secara signifikan. Sebanyak 90% mahasiswa pada kelompok eksperimen merasa bahwa metode berbasis AI lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional yang hanya mencapai 83%. Selain itu, teknologi berbasis AI mempermudah akses materi tambahan, meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, serta memberikan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi digital menjadi perhatian dalam implementasinya. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan infrastruktur, peningkatan literasi digital, dan penyusunan kebijakan pendukung untuk mendukung adopsi AI dalam pendidikan tinggi.
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AL-QUR’AN DALAM PENGELOLAAN KURIKULUM DI LEMBAGA PENDIDIKAN Tania Arumsari; Juni Erpida Nasution; Tika Widiyan; Gita Kridayani; Juli Resdianto; Yolanda Apriliani
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v1i1.411

Abstract

Pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual yang terkandung dalam Al-Qur'an ke dalam berbagai aspek kurikulum pendidikan, mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks manajemen kurikulum, integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dapat memperkuat pengembangan kompetensi peserta didik yang selaras dengan kebutuhan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai religius. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur terkait guna mengeksplorasi konsep pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an, pentingnya pendidikan karakter dalam kurikulum, model integrasi berbasis Al-Qur'an, serta peran guru dalam implementasinya. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an berkontribusi pada pembentukan moral peserta didik. Selain itu, guru sebagai agen utama pendidikan memiliki peran sentral dalam memastikan implementasi nilai-nilai tersebut secara efektif. Guru bertindak sebagai teladan, motivator, dan inspirator yang mencerminkan nilai-nilai Qur'ani dalam perilaku, ucapan, dan tindakan. Mereka juga bertugas mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam materi ajar dan menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter Islami. Selain itu, guru bertindak sebagai evaluator untuk memantau perkembangan karakter siswa serta memberikan umpan balik untuk perbaikan.
STRATEGI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMANFAATKAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN Puspa Indah Hayati; Juni Erpida Nasution; Muli Prima Aldi M; Lestari; Muhammad Robi Purwanto; Peri Irawan; Silvia Zunita
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v1i1.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Teknologi AR mampu menghadirkan visualisasi interaktif yang mempermudah mahasiswa memahami konsep abstrak berbasis nilai-nilai Islam, meningkatkan motivasi belajar, dan mendukung pembelajaran yang lebih inovatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AR ke dalam kurikulum, pelatihan pendidik, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi strategi efektif untuk memaksimalkan manfaat AR. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi teknis pendidik, penerapan AR berpotensi meningkatkan mutu pembelajaran bagi mahasiswa MPI, menciptakan lulusan yang kompeten, serta relevan dengan kebutuhan era digital.
STRATEGI DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN UNTUK MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BAGI REMAJA Juni Erpida Nasution; Nia Novianti, Nia; Rani Ramadina; Tika Mandasari; Yesi Oktasari; Husni Waskito
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v1i1.413

Abstract

Strategi dan kebijakan manajemen dalam mengoptimalkan penggunaan media sosial bagi remaja, dengan fokus pada penciptaan lingkungan digital yang aman dan produktif. penulisan ini didorong oleh meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja dan tantangan yang muncul, seperti cyberbullying, kecanduan digital, serta penyebaran informasi yang salah. Penulisan ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang efektif dan kebijakan yang mendukung penggunaan media sosial secara positif. Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode studi kepustakaan, yang melibatkan studi literature, seperti buku, jurnal, dan teori-teori terkait dengan permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen yang efektif perlu melibatkan perencanaan konten yang relevan, pemahaman mendalam tentang audiens remaja, serta pengawasan terhadap dampak penggunaan media sosial. Selain itu, kebijakan yang diusulkan bertujuan untuk memberdayakan remaja dalam mengekspresikan diri secara positif sambil mengedukasi mereka tentang tanggung jawab digital. penerapan metode library research memberikan kebebasan kepada remaja untuk mengekspresikan diri sambil mengedukasi mereka tentang tanggung jawab dalam berinteraksi di dunia maya. Strategi dan kebijakan yang dirumuskan tidak hanya bertujuan untuk meminimalkan risiko, tetapi juga untuk memberdayakan remaja agar dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk pengembangan diri dan komunikasi positif.
PERAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN ORANG TUA PADA PENDIDIKAN ANAK Delya Eka Safitri; Juni Erpida Nasution; Afifa Nadiratun Najjah; Endrizal; Elien Herdianti
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v1i1.435

Abstract

Penelitian ini bertujuan buat menyelidiki kiprah manajemen pendidikan Islami pada menaikkan keterlibatan orang tua pada proses pendidikan anaknya. Melalui kajian pustaka & analisis data lapangan, penelitian ini memberitahuakn bahwasannya manajemen pendidikan Islam memiliki kiprah yg sangat strategis pada membentuk kemitraan melalui orang tua. Ha ini memberitahukan bahwa acara parenting Islami yg terintegrasi menggunakan kurikulum sekolah bisa menaikkan pemahaman orang tua mengenai pendidikan Islam, dan mendorong mereka buat lebih aktif terlibat pada aktivitas sekolah. Keterlibatan orang tua yg aktif dapat menaikkan kualitas pendidikan, prestasi akademik anak, dan pembentukan karakter yg islami. Beberapa taktik yg bisa dilakukan seorang manajemen pendidikan Islam antara lain membentuk komunikasi yg efektif, melibatkan orang tua pada acara-acara sekolah, & menaruh training pada orang tua.
Transformation of Islamic Religious Education Teaching Materials Based on HOTS and Religious Moderation Amin, Khairul; Nasution, Juni Erpida
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 3 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i3.8020

Abstract

This study aims to analyze and transform Islamic Religious Education (PAI) teaching materials based on HOTS and religious moderation as a strategy for building adaptive, inclusive, and digitally literate Islamic character. The research method uses a qualitative-descriptive approach through interviews, observations, and document analysis at two PTKIS (Islamic Higher Education Institutions) in Pekanbaru. The results show that the implementation of HOTS-based learning activities, such as problem-based learning, digital collaboration, and contextual case studies, combined with the values of tolerance, justice, and balance, can increase critical awareness and moral reasoning of students. The transformation of Islamic Religious Education (PAI) teaching materials based on HOTS and religious moderation not only strengthens the relevance of Islamic education in the digital era but also contributes to the formation of a generation of faithful, knowledgeable, and moderate morals. Thus, this study emphasizes the need for transformation of the curriculum, learning strategies, and pedagogical competencies of Islamic Religious Education lecturers.
Ecospirituality Islam: (Mengajarkan Cinta Lingkungan Melalui Pelajaran PAI) Nasution, Juni Erpida
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v3i2.1996

Abstract

Abstrak Krisis lingkungan global menuntut pendekatan pendidikan yang tidak berhenti pada aspek teknokratis, tetapi juga menyentuh transformasi nilai dan paradigma peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis integrasi ecospirituality Islam dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) agar siswa memaknai alam sebagai amanah dan ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah, bukan semata sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik di SDIT Sakinah Pekanbaru, melibatkan guru PAI, siswa, kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi serta analisis dokumen (RPP, kurikulum. kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun ecospirituality Islam melalui tiga konstruksi utama: tauhid ekologis, khilafah sebagai pemeliharaan, dan ibadah ekologis yang terwujud dalam praktik pembelajaran. Integrasi ecospirituality dilaksanakan melalui tiga model, yaitu infusi tematik pada materi PAI, proyek berbasis nilai dalam aktivitas nyata kepedulian lingkungan, serta pendekatan reflektif-kontemplatif melalui tadabbur alam. Dampaknya tampak pada perkembangan siswa secara holistik: penguatan pemahaman konseptual (khalifah–amanah dalam konteks lingkungan), peningkatan empati ekologis spiritual, dan terbentuknya perilaku ramah lingkungan seperti hemat air, menjaga kebersihan, serta menghindari tindakan merusak tanaman. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berpotensi menjadi wahana strategis untuk membentuk karakter peduli lingkungan berbasis nilai-nilai Islam.
Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Deep Learning: Model Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Juni Erpida Nasution; Lidya Larassati; Arfi Sholahuddin
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v4i1.1788

Abstract

Islamic education in the digital era faces significant challenges in improving the quality of learning and developing students' critical thinking skills. One promising solution is the implementation of deep learning-based Islamic education, which can facilitate the teaching of religious material more effectively and easily accessible via the internet. Deep learning has the potential to strengthen students' critical thinking skills and understanding of Islamic values ​​in a more interactive and personalized manner. This study used a literature review method to analyze various relevant literature sources. The results indicate that deep learning can increase student engagement, enable personalized learning, and provide real-time evaluation of learning progress. However, the implementation of this technology also faces challenges, particularly related to the availability and quality of relevant data. Therefore, efforts are needed to improve data quality and develop learning models tailored to student needs to achieve optimal results in technology-based Islamic education.
The Role of Madrasah Principal Leadership in Enhancing Institutional Quality in Islamic Senior High Schools Muli Prima Aldi M; Tika Widiyan; Juni Erpida Nasution; Leni Fitrianti; Farida Nur Hidayah
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i1.1624

Abstract

This study aims to analyze the leadership of madrasah principals in improving institutional quality at Islamic senior high schools. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observations, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that the principal’s leadership was categorized as optimal, achieving a performance score of 78.57%, which reflects effective practices in curriculum development, teacher supervision, school management, and student development programs. Supporting factors for institutional quality improvement include the principal’s strong commitment to quality enhancement, effective communication, and collaborative relationships within the madrasah community. However, several challenges were identified, particularly limited educational facilities, constraints in human resources, and insufficient monitoring of teacher performance. The implications of this study suggest that strengthening leadership capacity, improving resource allocation, and implementing systematic teacher performance evaluation are essential strategies for enhancing institutional quality in Islamic senior high schools. These findings contribute to the understanding of effective madrasah leadership practices and provide practical insights for policymakers and school leaders seeking to improve educational quality in Islamic educational institutions.