Articles
Pre-services biology teachers: correlation of metacognition awareness with the ability to design experiments through vee diagram
H Handayani;
Rahma Widiantie
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13 No 1 (2020): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.077 KB)
|
DOI: 10.21009/biosferjpb.v13n1.143-154
Practice plays a role in explaining theory through the form of laboratory activities. Practice in the form of investigation, such as designing experiments, is a form of practice that focuses on the thought thinking process compared to the verification practice. Designing experiments in the form of the Vee diagram are a practice that develops the thought process and metacognition awareness, and it has been one of the factors associated with design experiments. This study aimed to analyze the correlation of metacognition awareness towards the ability to design experiments that are outlined in the form of a Vee Diagram. The method used was correlational research that measured the relationship between metacognition awareness indicators. It consisted of declarative knowledge, procedural knowledge, limited knowledge, and cognition regulation with the ability to design experiments. The sampling technique used purposive sampling with 28 students of the third semester of a private university in Kuningan. Instruments in this study consisted of the Vee Diagram rubric and the Metacognitive Awareness Inventory (MAI) for metacognition awareness. The results showed that there was a correlation between declarative knowledge, procedural knowledge, limited knowledge, and cognition regulation simultaneously with the ability to design experiments by 63.4%. The remaining 36.6% came from other factors.
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam Membuat Produk Berbasis Singkong di Desa Tenjolayar Kabupaten Kuningan
Ina setiawati;
Rahma Widiantie;
Ilah Nurlaelah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2022): JPMI - Juni 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.472
Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk dapat menambah pendapatan keluarga dengan membuar produk olahan berbahan dasar singkong. Diversifikasi produk berbasis singkong dapat menjadi peluang home industry khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga. Peluang usaha ini didasari dengan bahan baku yang mudah diperoleh serta dengan modal yang tidak terlalu besar. Singkong dapat dijadikan berbagai produk olahan yang kekinian yang banyak disukai konsumen sehingga dapat memiliki nilai jual dan daya saing di pasaran. Warga desa biasanya mengolah singkong hanya menjadi keripik singkong, tape, kerupuk beca. Namun kami memberi informasi pembuatan singkong dengan inovasi produk olahan singkong yang kekiniaan serta informasi analisis usahanya sehingga warga tenjolayar khusunya ibu rumahtangga tidak ragu untuk mengaplikasikannya. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi 4 tahapan diantaranya; pendahuluan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi. Kegiatan pendahuluan diawali dengan kegiatan observasi, perijinan kegiatan PKM ke desa. Kegiatan pelaksanaan diawali dengan sosialisasi, dan selanjutnya melakukan pelatihan pembuatan produk olahan serta analisis usaha produk olahan singkong. Selanjutnya kegiatan evaluasi dengan memberikan angket pada ibu ibu rumahtangga terkait pelaksanaan serta minat mereka untuk berwirausaha mandiri. Manfaat dari PKM adalah diharapkan ibu-ibu rumahtangga memiliki keterampilan membuat varian olahan dari singkong serta dapat membuka peluang home industry yang dapat menambah pendapatan keluarga. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh data sekitar 73 % dari jumlah Ibu-ibu rumahtangga yang ada di Desa ikut berperan serta dalam kegiatan PKM ini, dan kegiatan PKM ini bermanfaat serta memberikan pengetahuan yang baru bagi mereka.
PENINGKATAN KETERAMPILAN IBU PKK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI CAIR DAN SABUN MINYAK JELANTAH
Ina Setiawati;
Rahma Widiantie;
Anna Fitri Hindiana
Abdi Teknoyasa Volume 3, No.1, Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (775.005 KB)
|
DOI: 10.23917/abditeknoyasa.v3i1.397
Desa Tarikolot merupakan sebuah desa yang berada di daerah perbatasan kabupaten kuningan dengan kabupaten Cirebon. Sebagian besar masyarakat memiliki keterampilan membuat alat-alat kebersihan seperti sapu, sikat, keset dll, sehingga desa tarikolot mendapat julukan desa penghasil alat-alat kebersihan. Perlu adanya peningkatan keterampilan selain membuat sapu, salahsatunya adalah keteampilan membuat sabun pencuci piring bagi ibu ibu PKK di desa Tarikolot agar membantu membuat peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi 3 tahapan dianataranya; persiapan, pelaksanaan, evaluasi. Kegiatan persiapan diawali dengan; observasi ke desa tarikolot dan melakukan percobaan sederhana membuat sabun dengan melibatkan mahsiswa. Kegiatan pelaksanaan yaitu dengan melakukan penyuluhan pembuatan sabun pada ibu ibu PKK, serta melakukan sosialisasi produk sabun yang sudah dibuat kepada warga-warga desa tarikolot. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan memberikan angket kepada ibu-ibu PKK yang sudah mendapatkan pelatihan. Manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat diharapkan ibu ibu PKK memiliki keterampilan membuat sabun serta membuka peluang usaha baru yang dapat menambah pendapatan keluarga.
PENDAMPINGAN EKTRAKURIKULER KIR MELALUI PENGGUNAAN ASESMEN AUTENTIK BERBASIS MINI-RISET
Ina Setiawati Setiawati;
Rahma Widiantie;
Handayani Handayani
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LP3M STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52060/jppm.v4i2.1422
Education in the modern era demands the development of student competencies beyond the core subjects. One of the efforts to achieve this is extracurricular, especially the Adolescent scientific group (KIR). KIR provides students with opportunities to develop their research, problem-solving, and creativity skills. To maximize the benefits of this activity, effective KIR assistance is needed and the use of mini-research-based authentic assessments can help facilitate KIR assistance in achieving its goals. The KIR Assistance Method includes the stages of planning, implementation, and evaluation. The results of KIR's mentoring activities include helping to facilitate students to add insight academically and scientific paper writing skills, 60% of students have been able to make mini-research designs well, but 80% of students stated that students still experience problems in terms of time to do the mini research.
Upaya Pemilihan Makanan Sehat Melalui Deteksi Zat-Zat Berbahaya Pada Makanan
Handayani Handayani;
Ina Setiawati;
Rahma Widiantie
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PEKAMAS) Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PEKAMAS) JANUARI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46961/jpk.v2i2.609
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya memilih makanan sehat dan bergizi, macam bahan tambahan pangan (BTP) alami dan sintetis, dampak negatif bagi kesehatan dengan adanya penambahan bahan tambahan pangan sintetis dan ilegal yang dapat menurunkan kadar gizi pada makanan bahkan menimbulkan gangguan kesehatan. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan banyaknya masyarakat yang belum memperhatikan kandungan bahan tambahan pangan yang beredar dimasyarakat. Oleh karena itu, pentingnya pengetahuan tentang bahan-bahan tambahan pangan sintetis yang berbahaya dari segi jenis dan ciri, mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung zat atau bahan tambahan pangan berbahaya, dan mengidentifikasi kandungan bahan tambahan pangan berbahaya seperti formalin dan boraks pada makanan bagi masyarakat. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah warga Desa Sindangagung Kecamatan Sindangagung di Kabupaten Kuningan. Pelaksanaan mencakup penyuluhan, demonstrasi dan praktek identifikasi kandungan formalin dan boraks. Tim pelatihan terdiri dari tim dosen berjumlah tiga orang dan tiga orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan 88% peserta sangat setuju dan 12% setuju dengan kepuasan kegiatan identifikasi zat berbahaya pada makanan. Hasil 75% peserta menyatakan sangat setuju dan 25% setuju dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi zat berbahaya pada makanan. Sedangkan pada aspek solusi yang ditawarkan 100% peserta menyatakan setuju dengan solusi yang ditawarkan berkaitan dengan identifikasi zat berbahaya pada makanan yang dikonsumsi warga sehari-hari.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci dan Antiseptik Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga dan Peluang Usaha Baru Bagi Ibu-Ibu PKK Desa Cisantana
Rahma Widiantie;
Ina Setiawati;
Ilah Nurlaelah;
Nila Alifah;
Asshafa Roqiiqulqolby
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35877/454RI.abdiku1737
Penggunaan minyak goreng lebih dari 4 kali akan meningkatkan kadar asam lemak yang semakin jenuh dan berbahaya bagi kesehatan. Minyak goreng bekas yang dibuang ke tanah akan mencemari tanah dan menyebabkan tanah tidak subur, dan jika dibuang ke sungai akan mempengaruhi kandungan mineral pada air sungai. Limbah minyak jelantah dapat diolah menjadi berbagai produk salah satunya adalah sabun, karena sabun merupakan produk turunan dari minyak. Selain limbah minyak goreng, limbah lain yang dihasilkan setiap hari namun belum dimanfaatkan adalah air cucian beras. Air cucian beras dapat dimanfaatkan menjadi bahan tambahan dalam pembuatan sabun yang dapat digunakan pada tubuh, yaitu sabun cair antiseptic. Salah satu kandungan dari air cucian beras yaitu essential oil yang bermanfaat untuk melembutkan kulit, antimikroba, dan antiperadangan. Desa Cisantana adalah desa wisata di kabupaten Kuningan dengan jumlah penduduk yang sangat besar sehingga dapat diasumsikan menghasilkan limbah minyak goreng dan air cucian beras yang melimpah setiap harinya. Sehingga perlu diadakan pelatihan mengenai pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi sehingga dapat membuka peluang usaha baru khususnya untuk Ibu-ibu PKK di desa Cisantana. Hasil pelatihan adalah Ibu-Ibu memunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi sabun berbahan dasar limbah dengan alat dan metode yang sederhana serta dengan hasil yang memuaskan sebagai bentuk peluang usaha baru bagi Ibu-Ibu PKK Desa Cisantana.
Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan LKS Berbasis Mini Riset Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di SMAN 1 Luragung
Widiantie, Rahma;
Setiawati, Ina;
Nurlaelah, Ilah;
Chyntya, Elsa;
Wildani, Nanda
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35877/454RI.abdiku1987
Pengembangan bahan ajar harus memperhatikan tuntutan kurikulum yang ada, artinya bahan ajar yang akan dikembangkan harus sesuai dengan kurikulum. Guru dituntut untuk mempunyai kemampuan mengembangkan bahan ajar sendiri. Hasil observasi menunjukkan bahwa banyak Guru SMA masih kesulitan dalam mengembangkan bahan ajar dalam hal ini adalah LKS yang disesuaikan dengan tuntutan kurikulum dimana pembelajaran harus bermakna menggunakan model dan metode pembelajaran yang melatih keterampilan berpikir siswa. Di sekolah masih sangat minim pelatihan mengenai penyusunan LKS yang sesuai dengan karakteristik materi ajar sehingga guru sangat memerlukan adanya pelatihan dan pendampingan penyusunan bahan ajar berupa LKS yang sejalan dengan hasil penelitian sehingga telah terbukti dapat memberikan pengaruh positif dalam pembelajaran, yaitu meningkatkan hasil belajar siswa secara komprehensif. Hasil pelaksanan kegiatan pelatihan dan pendampingan penyusunan LKS berbasis mini riset berjalan lancer, dimana guru mempunyai keterampilan dalam Menyusun LKS mini riset dan tidak merasa kesulitan dalam penyusunan LKS mini riset sebagai bahan ajar untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi keterampilan berpikir mahasiswa. Berdasarkan hasil evaluasi angket peserta kegiatan memberikan respon positif dan merasa perlu dilakukan kegiatan tersebut secara berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi Guru.
Upaya Pemilihan Makanan Sehat Melalui Deteksi Zat-Zat Berbahaya Pada Makanan
Handayani, Handayani;
Setiawati, Ina;
Widiantie, Rahma
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46961/jpk.v2i2.609
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya memilih makanan sehat dan bergizi, macam bahan tambahan pangan (BTP) alami dan sintetis, dampak negatif bagi kesehatan dengan adanya penambahan bahan tambahan pangan sintetis dan ilegal yang dapat menurunkan kadar gizi pada makanan bahkan menimbulkan gangguan kesehatan. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan banyaknya masyarakat yang belum memperhatikan kandungan bahan tambahan pangan yang beredar dimasyarakat. Oleh karena itu, pentingnya pengetahuan tentang bahan-bahan tambahan pangan sintetis yang berbahaya dari segi jenis dan ciri, mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung zat atau bahan tambahan pangan berbahaya, dan mengidentifikasi kandungan bahan tambahan pangan berbahaya seperti formalin dan boraks pada makanan bagi masyarakat. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah warga Desa Sindangagung Kecamatan Sindangagung di Kabupaten Kuningan. Pelaksanaan mencakup penyuluhan, demonstrasi dan praktek identifikasi kandungan formalin dan boraks. Tim pelatihan terdiri dari tim dosen berjumlah tiga orang dan tiga orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan 88% peserta sangat setuju dan 12% setuju dengan kepuasan kegiatan identifikasi zat berbahaya pada makanan. Hasil 75% peserta menyatakan sangat setuju dan 25% setuju dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi zat berbahaya pada makanan. Sedangkan pada aspek solusi yang ditawarkan 100% peserta menyatakan setuju dengan solusi yang ditawarkan berkaitan dengan identifikasi zat berbahaya pada makanan yang dikonsumsi warga sehari-hari.
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Penyediaan Sumber Belajar Berkualitas di Desa Margajaya
Handayani Handayani;
Rahma Widiantie;
Agus Prianto;
Nur Hasanah;
Lela Siti Thohiryah
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2024): November: ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/aspirasi.v2i6.1144
The role of teachers is crucial in enhancing the competence and quality of learning in schools. The lack of learning resources, such as books and the unavailability of libraries, hinders teachers from accessing quality learning materials, which impacts the effectiveness of their teaching. Community service activities were conducted to address these challenges by providing books for teachers and establishing reading corners. This initiative aims to improve teachers' competencies to achieve quality learning and increase students' reading interest at SDN 1 Margajaya. The implementation of the activities involved interviews and observations with the teachers at SDN Margajaya. The community service resulted in the successful procurement of books for teachers, which enhances their knowledge and competencies for delivering higher-quality education. Another outcome of the initiative is the establishment of a reading corner that accommodates students' needs for accessing reading materials, thereby increasing their interest in reading. As a result, students' understanding of the importance of reading for expanding their knowledge has significantly improved.
Pelatihan Keterampilan Membuat Produk Berorientasi STEM bagi Siswa SMA Luragung
Setiawati, Ina;
Widiantie, Rahma;
Nurlaelah, Ilah;
Hindriana, Anna Fitri
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35877/454RI.abdiku2899
Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian ini yaitu meningkatkan pemahaman siswa SMA Luragung tentang konsep-konsep STEM melalui aktivitas project berbasis proyek, serta mengembangkan keterampilan praktis siswa dalam merancang dan membuat produk berorientasi STEM, seperti membuat sabun dari abahn alamai ataupun dari limbah rumah tangga, membuat produk ekoenzim dari sampah organik, Ada beberapa metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PkM ini diantaranya; observasi, pelatihan terstruktur, penggunaan teknologi, monitoring dan evaluasi. Kegiatan project berbasis STEM yang dilaksanakan pada pengabdian Masyarakat ini memberikan hasil yang efektif dalam memfasilitasi siswa secara akademis maupun sofskill mereka. Sebanyak 75% siswa sudah mampu melakukan aktivitas project dan membuat produk berorientasi STEM dengan baik, namun 25% siswa masih terkendala dalam hal waktu mengerjakan project serta membuat produk tersebut. Aktivitas project berbasis STEM ini membantu siswa-siswa dalam melatih keterampilan merancang project, keterampilan berkomunikasi serta kreativitas siswa dalam membuat produk yang bermanfaat serta memiliki nilai jual dimasyarakat.