Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) DENGAN MACROMEDIA FLASH PLAYER UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KUNINGAN Heti Widianingsih; Ondi Suganda; Rahma Widiantie
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v7i2.816

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah kualitas proses pembelajaran di kelas masih kurang optimal baik dari segi siswa, guru, media maupun metode pembelajarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Group Investigation (GI) dengan Macromedia Flash Player pada pembelajaran IPA terhadap Peningkatan Pengausaan Konsep Siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode Quasi (Quasi Eksperiment design). Untuk memperoleh data yang diperlukan, digunakan instrumen berupa tes obyektif untuk mengetahui penguasaan konsep, angket untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan Model Group Investigation (GI) dengan Macromedia Flash Player, dan lembar observasi siswa untuk melihat proses pembelajaran selama kegiatan beleajar mengajar berlangsung. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji statistik parametrik dan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa penguasaan konsep siswa kelas VIII sudah sangat memuaskan. Dengan normalitas data 1,76 dan homogenitas variansi 1,25 maka Fhit Ftab. Dan untuk uji t diperoleh data thitung ttabel yaitu 3,21 1,99. Ini menunjukan bahwa penggunaan Model Group Investigation (GI) dengan Macromedia Flash Playersangat berpengaruh terhadap peningkatan penguasaan konsep siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kuningan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA PADA KONSEP SISTEM PERNAPASAN Windaningsih Windaningsih; Ondi Suganda; Rahma Widiantie
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v8i1.822

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya keterampilan generik sains siswa saat mengikuti pembelajaran. Pembelajaran biologi tidak hanya dihadapkan pada teori-teori saja melainkan harus dihadapkan pada permasalahan yang ada di dunia nyata sehingga siswa hendaknya diarahkan kepada keterampilan generik sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan generik sains sisa pada konsep sistem pernapasan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen desain penelitiannya yaitu Nonequivalent Control Group Design. Jenis instrumen yang dipilih dalam penelitian ini adalah tes keterampilan generik sains, assessment kinerja, dan angket. Populasi penelitian adalah kelas XI  SMA Negeri 1 Kadugede tahun ajaran  2014/2015 dengan jumlah 152 siswa, pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Sampel yang digunakan untuk kelas kontrol 36 siswa dan kelas eksperimen 36 siswa. Hasil analisis tes keterampilan generik sains kelas eksperimen memiliki rata-rata 82% yang termasuk kategori baik sedangkan di kelas kontrol memiliki rata-rata 73% yang termasuk kategori cukup. Uji hipotesis yang didapat bahwa t hitung 3,82 t tabel 2,64. Hal ini berarrti H1 diterima  bahwa terdapat pengaruh  model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan generik sains siswa. Berdasarkan assessment kinerja yang dinilai pada saat melakukan praktikum memiliki rata-rata 2,1 dengan kategori cukup baik,  sedangkan analisis dari data angket yang menunjukan respon positif dengan presentase  97%. Hal ini menunjukan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat memudahkan siswa mengembangkan keterampilan generik sainsnya dalam menyelesaikan berbagai masalah melalui kegiatan eksperimen.Kata kunci       : Keterampilan Generik Sains, Model Pembelajaran Berbasis masalah,                            Sistem Pernapasan Manusia
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN KETERAMPILAN BERARGUMENTASI SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X Sindy Dewina; Ondi Suganda; Rahma Widiantie
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 9, No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v9i02.748

Abstract

ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah masih banyaknya guru yang menggunakan model konvensional (ceramah) dan kurangnya kemampuan menganalisis serta keterampilan berargumentasi yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan menganalisis dan keterampilan berargumentasi siswa pada konsep pencemaran lingkungan di kelas X SMAN 1 Cigugur. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Quasi Experimental dengan Posttest-Only Control Design yang diterapkan pada kelas X-6 sebagai kelompok kontrol dan X-2 sebagai kelompok eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Data kemampuan analisis dan keterampilan berargumentasi siswa dikumpulkan dengan tes uraian. Data respon siswa terhadap model pembelajaran PBL dikumpulkan dengan angket. Data dianalisis dengan uji t dan korelasi Product Moment. Hasil angket siswa terhadap model pembelajaran PBL yang digunakan menunjukkan respon positif 81,41%. Hasil uji t pada kemampuan menganalisis menunjukkan perbedaan yang signifikan dari kedua kelompok thitung ttabel  yaitu  3,14 2,65, begitu juga pada hasil uji t keterampilan berargumentasi thitung ttabel  yaitu  4,41 2,65. Hasil kualitas kemampuan menganalisis siswa berada pada level II dan keterampilan argumentasi siswa berada  pada level III. Uji korelasi menunjukan nilai koefisien korelasi 0,13 yang berkriteria sangat rendah. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran PBL terhadap kemampuan menganalisis dan keterampilan berargumentasi siswa pada konsep pencemaran lingkungan dan terdapat hubungan antara kemampuan menganalisis dengan keterampilan berargumentasi siswa melalui model pembelajaran PBL.Kata kunci : Keterampilan Berargumentasi, Kemampuan Menganalisis, Problem Based Learning (PBL).
Analisis Kesadaran Metakognisi Dan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Melalui Strategi Review Artikel Ilmiah Rahma Widiantie
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v13i1.3826

Abstract

Abstrak: Mahasiswa masih kesulitan dalam mengelola informasi baru dan menghubungkannya dengan materi yang telah diterima sebelumnya. Kondisi tersebut terlihat pada hasil belajar kognitif mahasiswa yang masih banyak dalam kategori cukup. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh strategi review artikel ilmiah terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar mahasiswa serta menganalisis hubungan kedua variable tersebut. Sampel adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Endokrinologi dengan desain penelitian one shot case study. Hasil penelitian terdapat peningkatan hasil belajar kognitif mahasiswa yaitu 25,9% kategori sangat baik, 51,9% kategori baik dan 22,2% kategori cukup. Kesadaran metakognisi adalah 79,8% dengan kategori baik dimana nilai tertinggi pada pengetahuan kondisional. Hasil uji statistic multivariant annova adalah pembelajaran menggunakan review artikel ilmiah berpengaruh terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar kognitif mahasiswa. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kesadaran metakognisi dengan hasil belajar kognitif dengan nilai korelasi 0,886. Hasil penelitian secara keseluruhan adalah terdapat peningkatan hasil belajar kognitif dan kesadaran metakognisi mahasiswa, terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran menggunakan review artikel ilmiah terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar kognitif serta terdapat korelasi yang positif antara kedua variable tersebut. metakognisi menekankan pemantauan dan tanggung jawab diri siswa, sehingga siswa dapat mengatur dirinya untuk merencanakan, memantau dan mengevaluasi tujuan pembelajarannya sehinggan dapat meningkatkan hasil belajar kognitifnyaKata- kata kunci: Kesadaran metakognisi; Hasil belajar kognitif; Review artikel ilmiah Abstract: Students still have difficulty managing new information and relating it to previously received material. This condition can be seen in the cognitive learning outcomes of students who are still in the sufficient category. The purpose of this study was to anlyze the effect of scientific article review strategies on metacognition awareness and student learning outcomes and the relationship between the two variables. The sample was students taking the Endocrinology course with a one-shot case study research design. The results of the study showed an increase in student cognitive learning outcomes, 25.9% very good category, 51.9% good category and 22.2% sufficient category. Metacognition awareness was 79.8% with the good category where the highest score was on conditional knowledge. The result of the Annova multivariant statistical test is that learning using scientific article reviews has an effect on metacognition awareness and cognitive learning outcomes of students. The results of the correlation test showed that there was a positive relationship between metacognition awareness and cognitive learning outcomes with a correlation value of 0.886. The results of the study as a whole are there is an increase in student cognitive learning outcomes and metacognition awareness, there is a significant effect of learning using scientific article reviews on metacognition awareness and cognitive learning outcomes and there is a positive correlation between the two variables. Metacognition emphasizes monitoring and self-responsibility of students, so that students can organize themselves to plan, monitor and evaluate their learning goals so that they can improve their cognitive learning outcomes.Keyword:  Cognitive learning outcomes, Metacognition awareness, Scientific article reviews
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TERPADU NESTED DENGAN MENGINTEGRASIKAN TOPIK SISTEM EKSRESI DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Ade Mira Nuraida; Rahma Widiantie; Ina Setiawati
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v11i1.1537

Abstract

Penyusunan pembelajaran terpadu nested yang mengintegrasikan topik sistem eksresi dan keterampilan proses sains penting dilakukan untuk memperbaiki kualitas hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiment, dengan desain penelitian posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMPN 1 Kuningan tahun ajaran 2017/2018 dengan sampel kelas VIII E sebagai kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran terpadu nested dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model discovery learning. Uji hipotesis dengan menggunakan uji statistik parametrik menggunakan uji t didapatkan thitung ttabel, yaitu 20,74 2,69, yang berarti terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara kelas eksperimen dan kontrol. Hasil posttest keterampilan proses sains siswa didapatkan persentase nilai rata-rata untuk kelas eksperimen yaitu 85,5 dan untuk kelas kontrol yaitu 70,47. Hasil analisis assesment kinerja KPS didapatkan nilai rata-rata adalah 74,4 dengan kategori baik. Hasil analisis keterampilan pada pembelajaran nested didapatkan nilai rata-rata adalah 84,4 dengan kategori sangat baik. Sebanyak 94% siswa setuju bahwa pembelajaran terpadu tipe nested dapat membantu siswa dalam melatih keterampilan proses sains siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan proses sains siswa yang menggunakan pembelajaran terpadu tipe nested dengan yang tidak menggunakan pembelajaran terpadu tipe nested.Kata Kunci : Keterampilan proses sains, Pelajaran IPA, Pembelajaran terpadu nested.
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Lilis Lismaya dan Rahma Widiantie
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v7i1.29

Abstract

Proses perkuliahan pada umumnya belum memfasilitasi mahasiswa calon guru biologi untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan belum dapat membantu mahasiswa meningkatkan penguasaan konsep terutama materi biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep spesiasi mahasiswa calon guru biologi melalui pembelajaran berbasis masalah.  Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian The Matching-only Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa calon guru biologi semester VI yang sedang menempuh mata kuliah Evolusi, dibagi menjadi kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran problem solving dan kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen dengan indeks N-Gain 0,47 dan kelas kontrol 0,30 yang keduanya termasuk kategori sedang, penguasaan konsep mahasiswa juga mengalami peningkatan dengan indeks N-Gain kelas eksperimen 0,37 termasuk dalam kategori sedang dan kelas kontrol 0,19 termasuk dalam kategori rendah. Hasil uji t menunjukkan hipotesis diterima, artinya bahwa terdapat pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep mahasiswa calon guru. Hasil analisis keterampilan berpikir kritis adalah kelas eksperimen temasuk dalam kategori cukup baik dengan rata-rata prosentase 59% dan kelas kontrol termasuk dalam kategori kurang dengan rata-rata prosentase 43%. Hasil analisis penguasaan konsep mahasiswa kelas eksperimen menunjukkan 93% mahasiswa kelas eksperimen tuntas dalam belajar, sedangkan kelas kontrol menunjukkan 71% mahasiswa tuntas dalam belajar. Penguasaan konsep mahasiswa menunjukkan mahasiswa kelas eksperimen cukup baik dalam memahami, mengaplikasi, menganalisis dan mengevaluasi konsep, sedangkan kelas kontrol termasuk dalam kategori kurang. Pembelajaran berbasis masalah dapat menjadi model pembelajaran alternatif yang digunakan oleh dosen untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep mahasiswa. Keyword: Keterampilan Berpikir Kritis, Penguasaan Konsep, Pembelajaran Berbasis masalah
KESADARAN METAKOGNISI DAN KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PENUGASAN INDIVIDU Rahma Widiantie; Handayani Handayani
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 10, No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v10i01.872

Abstract

AbstrakHasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahawa mahasiswa telah memiliki keterampilan memecahkan masalah baik namun masih terdapat kelemahan pada keterampilan menentukan solusi terbaik dan melakukan evaluasi, hal tersebut diasumsikan juga bahwa kesadaran metakognisi mahasiswa masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan keterampilan memecahkan masalah dan kesadarn metakognisi serta hubungannya  melalui pembelajaran berbasis masalah dengan penugasan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan memecahkan masalah dengan indeks N-Gain 0,40 termasuk kategori sedang. Hasil uji t menunjukkan hipotesis diterima, artinya bahwa terdapat peningkatan keterampilan memecahkan masalah melalui pembelajaran berbasis masalah dengan penugasan individu. Hasil analisis kesadaran metakognisi adalah 84,6% dalam kategori baik, sedangkan hasil analisis penugasan individu adalah dalam kategiru baik. Hasil analisis varian  adalah 0,6 0,5 artinya terjadi korelasi positif secara signifikan antara kesadaran metakognisi dan penugasan individu terhadap keterampilan memecahkan masalah. Pembelajaran berbasis masalah dengan penugasan individu dapat menjadi solusi alternatif yang digunakan oleh dosen untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah mahasiswaKata kunci: Kesadaran metakognisi, Keterampilan memecahkan masalah, Pembelajaran berbasis masalah, Penugasan Individu
PENERAPAN MODEL PBL (Problem Based Learning) BERBANTUAN DIAGRAM VEE TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA Endah Ratnaningrum; Ondi Suganda; Rahma Widiantie
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v8i1.818

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kemampuan memecahkan masalah siswa dinilai masih rendah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model PBL (Problem Based Learning) berbantuan diagram Vee terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa pada konsep Pencemaran Lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimen (eksperimen semu) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kadugede Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 312 siswa. Sampel diambil secara Cluster Random Sampling, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu  kelas eksperimen sebanyak 35 orang dan kelas kontrol sebanyak 31 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes uraian kemampuan memecahkan masalah dengan langkah IDEAL, lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen sebesar 80,32 sedangkan kelas kontrol sebesar 62,15. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung 3,06 dan nilai t tabel 2,66yang artinya H1 diterima maka terdapat pengaruh model PBL (Problem Based Learning) berbantuan diagram Vee terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa pada konsep Pencemaran Lingkungan. Respon siswa terhadap model PBL (Problem Based Learning) berbantuan diagram Vee sangat baik dengan keseluruhan rata-rata tiap indikator menghasilkan persentase sebesar 99,04%. Model PBL (Problem Based Learning) berbantuan diagram Vee dapat digunakan dalam pembelajaran untuk memudahkan siswa memecahkan masalah secara terarah dan sistematis. Kata kunci : Diagram Vee, Kemampuan memecahkan masalah, PBL (Problem Based Learning), Pencemaran Lingkungan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DIPADU METODE DEBAT TERHADAP KEMAMPUAN BERARGUMENTASI Fadlilah Siti Firdauzi; Rahma Widiantie; Handayani Handayani
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v11i1.1633

Abstract

Kemampuan berargumentasi siswa yang belum optimal dikarenakan proses pembelajaran yang dikembangkan lebih banyak menekankan pada pemberian materi dibandingkan memotivasi siswa dalam mengemukakan pendapat yang berkaitan dengan materi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu metode debat terhadap kemampuan berargumentasi pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian menggunakan metod Non-equivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dengan sampel sebanyak 30 siswa pada kelas eksperimen dan 30 siswa pada kelas kontrol melalui teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Berdasarkan uji hipotesis terdapat perbedaan kemampuan berargumentasi pada kelas yang menerapkan model PBL dipadu metode debat dengan kelas yang menerapkan model PBL tanpa dipadu metode debat. Hasil kemampuanberargumentasi siswa menunjukkan bahwa kemampuan berargumentasi siswa kelas eksperimen lebih tinggi yaitu berada pada level 3 dengan kriteria cukup,sedangkan kelas kontrol berada pada level 2 dengan kriteria kurang. Peningkatan kemampuan argumentasi didukung dengan indeks n-gain pada kelas eksperimen yaitu 0,43 termasuk kriteria peningkatan sedang dan pada kelas kontrol yaitu 0,20 termasuk kriteria peningkatan rendah. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dipadu metode debat dapat meningkatkan kemampuan berargumentasi siswa pada materi pencemaran lingkungan di kelas X SMA Negeri 1 Garawangi.
Analysis of chemical characteristics, flavonoids, and organoleptics on shallot skin (Allium cepa) kombucha Desvy Pebiyanti; Rahma Widiantie; Agus Prianto
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 6, No 2 (2021): November 2021
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v6i2.1137

Abstract

Shallots (Allium cepa) is an important aromatic plant, with a level of consumerity that is directly proportional to the increase in shallot skin waste. Whereas the skin of shallots contains flavonoids (quercetin) that are 3-5 times higher than the tubers. This research focuses on the use of shallot skin ingredients fermented by Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) into kombucha drinks. With the aim to explore the influence of long fermentation of shallot skin kombucha on the parameters of the chemical characteristics of pH and Total Titrable Acid (TTA); the presence of flavonoids; and organoleptic flavors, colors, aromas. The result is the length of fermentation affecting the decrease in the pH value, and had a very noticeable effect on the increase in the Total Titrable Acid value. Flavonoids were qualitatively tested by 3 reagents (10% NaOH, AlCl3 1%, H2SO4 judging by discoloration. At show all samples show positive results of flavonoid presence. The length of fermentation for organoleptic assessment has a significant effect on taste and aromas, but has no significant effect on the kombucha color. The recommendation for a good fermentation time with high acceptance is 8 days of fermentation.