Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Studi Perikanan Tangkap JaringInsangdengan Shortening Berbeda Di Perairan Tompo Pasi Waemputtang Poleang Selatan, Bombana Safriani, Irma; La Sara, La Sara; Alimina, Naslina
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i1.16267

Abstract

Jaring insang merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan di Kabupaten Bombana. Penentuan ukuran mata jaring dan shortening masih didasarkan pada pengalaman nelayan secara turun temurun, padahal ukuran mata jaring dan shortening yang tepat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penangkapan. Sehingga hal ini perlu adanya pengembangan alat tangkap jaring insang berdasarkan shortening yang optimum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi jenis, Indeks  Keanekaragaman (H), Indeks Dominansi (C), pendapatan usaha serta menentukan shortening yang lebih baik untuk mendukung keberlanjutan ekologi dan keberlanjutan usaha nelayan. Sampel dikumpulkan setiap 1 kali seminggu pada bulan Oktober 2018 – Desember 2018 menggunakan jaring insang shortening 30 persen dan shortening 40 persen. Data dikumpulkan dengan cara pengoperasian alat tangkap jaring insang dilakukan 1 kali seminggu selama 3 bulan baik yang menggunakan shortening 30 persen maupun  shortening 40 persen. Hasil tangkapan dianalisis komposisi jenis menggunakan rumus Odum, tingkat keanekaragaman jenis di analisis menggunakan Shannon-Wienner (H). Tingkat dominansi spesies dianalisis menggunakan Indeks Simpson (C). Pendapatan usaha dianalisis menggunakan analisis Revenue Cost Ratio dan Payback Period. Untuk menetukan shortening yang lebih baik menggunakan analisis uji t-independent. Hasil menunjukkan tingkat keanekaragam jenis masing-masing shortening 30 persen dan shortening 40 persen dikategorikan tinggi (1,110 dan 1,118). Indeks dominansi masing shortening tergolong rendah (0,499 dan 0,493). Hasil menunjukkan bahwa kelayakan usaha dari alat tangkap jaring insang untuk shortening 30 pesen dikategorikan untung dan layak untuk dikembangkan. Hasil Uji t menunjukkan ada perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan shortening 30 persen terhadap hasil tangkapan nilai sig 0,013 < 0,05. Berdasarkan hasil analisis dan tangkapan ikan masing-masing shortening maka shortening sebaikanya dibuat dengan ukuran 30 persen.
ESTIMASI TANGKAPAN PER UNIT UPAYA BAKU DAN PROPORSI YUWANA PADA PERIKANAN TUNA DI SULAWESI TENGGARA (Estimation of Standard Catch Per Unit Effort and Juvenile Proportion of Tuna Fishery in Southeast Sulawesi) Naslina Alimina; Budy Wiryawan; Daniel R. Monintja; Tri Wiji Nurani; Am Azbas Taurusman
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.961 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.1.57-68

Abstract

ABSTRACTTuna is an important fish commodity in Southeast Sulawesi. It valued as an export and interisland trade product as well as an important component of local fish consumption for coastal community around Southeast Sulawesi Waters (PSST). Indonesian fisheries management is currently adopting the concept of ecosystem approach to fisheries management (EAFM). EAFM implementation in Indonesia has continued by indicators establishment to assess the sustainability performance of fisheries. Catch per unit effort standard (Standard CPUE) and juvenile composition were implemented as indicators to assess resource sustainability. Data limitations are one of the issues in fisheries management at this time, however, management efforts remain to be implemented by utilizing the best available data. This study aimed to derived recent ten years coverage of standard CPUE and it trends as well as juvenile proportion in tuna fishery based on statistical data and field observation. Assessment results show that Standard CPUE in 2014 was 0,31 tons per trip and tends to increase in year coverage, while juvenile composition was 48,6%. Based on these results, the tuna fishery in Southeast Sulawesi is still sustainable. However, there is a need to have further control and monitoring, especially on a fishery that caught tuna under Lm. Management measure has to be selected carefully in line with social economic aspects of tuna fishery in this area.Keywords: EAFM, juvenile proportion, Standard CPUE, tuna-------ABSTRAKTuna merupakan komoditas perikanan penting di Sulawesi Tenggara baik sebagai produk ekspor, perdagangan antar pulau maupun pemenuhan kebutuhan lokal bagi masyarakat pesisir di perairan bagian selatan Sulawesi Tenggara (PSST). Untuk mempertahankan keberlanjutan perikanan tuna di daerah ini maka perlu adanya suatu upaya pengelolaan komprehensif yaitu pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem atau Ecosystem approach to Fisheries Management (EAFM). Implementasi EAFM di Indonesia terus dikembangkan dengan tersusunnya indikator penilaian kinerja pengelolaan. Tangkapan per Unit Upaya atau Catch per Unit Effort (CPUE) dan komposisi yuwana merupakan bagian dari indikator EAFM Indonesia khususnya dalam domain sumberdaya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai CPUE baku dan kecenderungannya selama sepuluh tahun terakhir, dan proporsi yuwana berdasarkan data statistik perikanan yang diintegrasikan dengan data yang diperoleh melalui pengamatan, wawancara dan pengisian kuesioner dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil penilaian menunjukkan bahwa CPUE baku tahun 2014 adalah 0,31 ton/trip dengan kecenderungan meningkat, sedangkan komposisi yuwana adalah 48,6%. Berdasarkan nilai CPUE baku dan proporsi yuwana, maka kinerja perikanan tuna Sulawesi Tenggara masih dinilai baik. Perlu adanya upaya pengendalian dan pemantauan lebih lanjut terutama pada perikanan yang menangkap yuwana tuna. Namun demikian, pemilihan tindakan pengelolaan harus dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi lainnya dari perikanan tuna di daerah ini.Kata kunci: EAFM, proporsi yuwana, CPUE baku, tuna
Temporal sex ratio, growth patterns and condition factor of the blue swimming crab (Portunus pelagicus) in Northern of Tiworo Strait waters, Southeast Sulawesi, Indonesia Oce Astuti; Naslina Alimina; Safilu Safilu; Emiyarti Emiyarti; La Sara; Wa Nurgayah; Ani Rahmadani; Ira Skel
Aceh Journal of Animal Science Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/ajas.5.2.16809

Abstract

Blue swimming crabs Portunus pelagicus occupied Tiworo Strait waters has been experiencing heavy pressure due to high exploitation and damaging its habitat caused by conversion to be a port or jetty particularly in the intertidal and subtidal zones closed to mangrove areas and river mouth. Those zones constitute main habitats of BSCs. The study aimed to analyze temporal sex ratio (SR), growth patterns and condition factor (CF) of BSCs in Tiworo Strait waters which was conducted in June–December 2018. The BSC samples were taken monthly using collapsible pot. Each sample taken was identified its sex, measured its CW and weighed its BW. Monthly SR of male and female was counted, while BW–CW relationship was analyzed using a simple linear regression. Growth patterns and CF were derived and analyzed from BW–CW regression. The results of study showed that monthly BSC SR of male and female showed females preponderated over males, except in November. The growth pattern of male and female was negative allometric (b 3). Data of BSCs CF were mostly influenced by growth coefficient (b), namely the higher b the lower CF. This condition is frequent happening in BSC population dominated by juvenile and mature stages. This study showed most BSCs found in this location were juvenile which indicated as their nursery ground in the intertidal zone dominated by sand substrate closed to mangrove forest.
EVALUASI KINERJA PANGKALAN PENDARATAN IKAN HIGIENIS KOTA KENDARI BERDASARKAN ASPEK SANITASI Fajri Subhany; Muslim Tadjuddah; Naslina Alimina
Jurnal Fish Protech Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Fish Protech Vol. 5 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jfp.v5i2.27838

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Kendari saat ini telah dimanfaatkan dalam kegiatan pembongkaran dan pemasaran ikan baik untuk lokal dan antar pulau, untuk itu mutu dan kualitas hasil tangkapan harus dapat terjamin dengan cara mengoptimalkan fungsi pelabuhan dari aspek sanitasi. Pemanfaatan Pelabuhan ini terus mengalami peningkatan termasuk didalamnya jumlah produksi. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu adanya suatu evaluasi kinerja PPI Kota Kendari yang berbasis tempat pemasaran ikan higienis. Diharapkan dari pelaksanaan penelitian ini dapat memberikan perbaikan pelayanan dalam hal ini peralatan sanitasi  dan peningkatan efisiensi agar kinerja PPI Kota Kendari dapat meningkat yang selanjutnya dapat berdampak pada peningkatan mutu hasil tangkapan dan mendorong peningkatan pengembangan sektor perikanan di wilayah ini. Penelitian ini tujuan mengevaluasi kinerja PPI Kota Kendari berdasarkan aspek sanitasi yang sesuai dengan standar teknis TPI Higienis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan sumbangan informasi dalam pengembangan pelabuhan perikanan yang di Kota Kendari berbasis TPI Higienis. Aspek Sanitasi yang dikaji dalam penelitian antara lain : optimalisasi sarana dan prasarana, kebutuhan fasilitas khusus, operator sanitasi, prosedur sanitasi menurut SOP. Dengan responden yang berasal dari UPTD dan Pengelola PPI, kelompok nelayan, pengurus kapal, pengguna PPI yaitu pengunjung atau pembeli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Hasil penelitian menujukkan fasilitas yang terdapat di PPI higienis Kota Kendari belum mendukung pelaksanaan kegiatan TPI  higienis berdasarkan aspek sanitasi,  dalam operasionalisasi sehari-hari belum melaksanakan sesuai arahan dengan petunjuk teknis TPI higienis
Pelatihan Penanganan Hasil Tangkapan Bagi Nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Naslina Alimina; La Sara; Asnani; Hasnia Arami; Ahmad Mustafa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.34 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2312

Abstract

Kualitas atau mutu hasil tangkapan sangat menentukan harga dan peluang bagi pemasaran produk. Pemeliharaan mutu komoditas perikanan di pelabuhan perikanan harus diawali lebih jauh mulai dari atas kapal. Sebagai mata rantai awal bisnis perikanan, nelayan dan tenaga-tenaga bongkar yang ada di pelabuhan perikanan memiliki peran penting dalam menjaga mutu ikan yang dihasilkan. Namun demikian, belum semua nelayan dan tenaga bongkar yang melakukan aktivitas di pelabuhan perikanan memiliki pemahaman tentang pentingnya menjaga mutu ikan dan bagaimana penanganan ikan yang baik. Peningkatan kapasitas nelayan dan tenaga bongkar dalam kegiatan ini dilakukan melalui pemahaman tentang pentingnya menjaga mutu hasil tangkapan mulai dari daerah penangkapan hingga ke pelabuhan dan peningkatan keterampilan cara penanganan ikan yang baik
OCEANOGRAPHIC OF THE FISHING GROUND FOR ANOCHVY (Stolephorus spp.) IN THE KOLONO BAY, SOUNTH KONAWE DISTRICT Resky Dwi Angraeni; Naslina Alimina; Muslim Tadjuddah
AQUASAINS Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v11i2.p1343 - 1354

Abstract

Kolono Bay is one of the waters in South Konawe Regency which has a large potential for fishery resources with an area of ± 9,400 hectares of water. One of the leading commodities in the waters of Kolono Bay is anchovy (Stolephorus spp). This study aims to determine the characteristics of oceanography, namely the parameters of pH, Salinity, DO (Dissolved Oxygen), current velocity, and depth of anchovy fishing area in the waters of Kolono Bay. This study uses a direct measurement method in the field. Data collection and analysis were carried out from January to March 2019 with ten research stations. The results showed that in January, February, and March in the waters of Kolono Bay, the water temperature ranged from 28.47-31.67°C. The current velocity has a range between 0.092-0.508 m/s. The value of water depth has an average value of 8.0-17 m, the average value of dissolved oxygen ranges from 4.91-7.07 mg/L, salinity with an average value of each station ranging from 32.90-35.63‰ and The degree of acidity of the water (pH) has an average of 8.00. The suggestion from this study is the need for further research on the study of status of anchovy utilization in Kolono Bay so that sustainable and sustainable management can be carried out.
Tingkat Pemanfaatan dan Penyediaan Fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan Mangolo, Kabupaten Kolaka Wahyuddin Hasan; Andi Irwan Nur; Naslina Alimina
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.73

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan Mangolo (PPI Mangolo) merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Kabupaten Kolaka yang diharapkan menunjang pengembangan perikanan tangkap di daerah ini. PPI Mangolo telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan direncanakan untuk dikembangkan sesuai dengan tingkat pemanfaatan dan penyediaan fasilitas saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pemanfaatan dan penyediaan fasilitas pokok dan fasilitas fungsional PPI Mangolo. Fasilitas pokok termasuk dermaga dan kolam pelabuhan, sedangkan fasilitas fungsional termasuk penyediaan es, air bersih, dan tempat pelelangan ikan. Penelitian dilaksanakan bulan Juli hingga September 2018. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan serta wawancara pihak pengelola, tokoh nelayan maupun pengguna jasa PPI Mangolo lainnya. Tingkat pemanfaatan diperoleh dengan membandingkan antara pemanfaatan atau kebutuhan saat ini kapasitas yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fasilitas yang diteliti tingkat pemanfaatannya belum maksimal, yaitu dermaga (24,74 persen), tempat pemasaran ikan (9,48 persen), air bersih (65,17 persen), dan es (15,75 persen). Selain itu, terdapat fasilitas yang memerlukan penambahan kedalaman yaitu kolam pelabuhan. Pengembangan PPI Mangolo sebaiknya mengarah pada upaya untuk meningkatkan kunjungan kapal ke pelabuhan baik melalui penataan fasilitas yang ada maupun melalui penawaran berbagai insentif bagi kapal yang mendaratkan hasil tangkapan di PPI Mangolo.
Analisis Beberapa Parameter Populasi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) pada Perairan WPPNRI 714 yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari: Analisis Beberapa Parameter Populasi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) pada Perairan WPPNRI 714 yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Budi Santoso; Andi Irwan Nur; Naslina Alimina
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 2 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i2.213

Abstract

Permintaan ikan Cakalang yang meningkat memiliki makna positif bagi pengembangan perikanan khususnya dari sisi ekonomi, terlebih bagi negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup luas dan potensial seperti di WPPNRI 714. Namun, tuntutan pemenuhan kebutuhan sumberdaya tersebut akan diikuti oleh tekanan eksploitasi sumberdaya ikan yang juga semakin intensif. Apabila tidak dikelola secara bijaksana, sangat dikhawatirkan pemanfataan sumberdaya secara intensif akan mendorong usaha perikanan ke dalam kehancuran dan terjadinya konflik dalam pemanfaatan sumberdaya ikan. Penguatan pengelolaan sangat memerlukan hasil penelitian tentang status stok terutama data parameter populasi dan tingkat eksploitasi untuk mendasarinya. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada wilayah penangkapan WPP 714 yang didaratkan di PPS Kendari selama periode Oktober 2020 s/d September 2021 dengan jumlah sampel total sebanyak 1.259 ekor. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter populasi cakalang meliputi struktur ukuran panjang cakalang yang tertangkap memiliki kisaran panjang cagak yaitu 150-770 mm, dan berat berkisar 40-10.820 g, dimana jumlah cakalang tertangkap dengan > 42 cm (63,07%) dan < 42 cm (36,93 %). Hubungan panjang berat menunjukan pola allometrik positif baik total maupun temporal dengan persamaan yaitu W = 0,000002L3,3998. Panjang asimtotik cakalang diperoleh yaitu 838,80 mm (83,88 cm) dan koefisien pertumbuhan yaitu 0,68 serta t0 yaitu -0,095.
Status Pengelolaan Perikanan Cakalang di Kabupaten Wakatobi Berdasarkan Indikator Domain Teknik Penangkapan Ikan Pengelolaan Perikanan Berpendekatan Ekosistem Wildayanti Wildayanti; Naslina Alimina; Ahmad Mustafa; Muslim Tadjuddah; Syamsul Kamri
PekaBuana : Jurnal Ilmiah Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 2, No 01 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wakatobi Waters are part of the Fishery Management Area (WPP) 714 which has potential resources for large pelagic fish including skipjack tuna (Katsuwonus pelamis). The purpose of this study was to determine the management status of the skipjack tuna fishery in Wakatobi District based on the fishing technique domain indicators set by the EAFM National Working Group. The research was carried out from October to December 2021 using a survey method, through interviews with questionnaires to stakeholders and literature studies. Data analysis uses the scoring method and the flag model. The results showed that indicators of destructive and/or illegal fishing methods indicated that >10 violations per years occurred but were not related to skipjack fisheries. The indicator of modification of fishing gear and fishing aids shows more than 50% of the size of the target fish produced < Lm. Fisheries capacity and fishing effort indicators show an average fishing capacity ratio in 2019 and 2021 of 1.47. The fishing selectivity indicator shows that 100% of the fishing gear used is classified as selective fishing gear. Indicators of suitability of the function and size of fishing vessels with legal documents show that all Tho line fishing vessels do not have legal documents. The results of the composite analysis of all indicators of the fishing technique domain yield a value of 220 which is classified as in good condition.
Produktivitas Dan Komposisi Jenis Hasil Tangkapan Bagan Apung Berdasarkan Fase Bulan Di Perairan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan Lusi Dwi Apriliani; Abdullah Abdullah; Hasnia Arami; Naslina Alimina; Ahmad Mustafa
PekaBuana : Jurnal Ilmiah Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 2, No 02 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Floating net is a fishing gear that is classified into the lift nets group. In addition to the light power factor, the moon phase factor is believed to affect the fish's response. The purpose of this study was to determine the effect of the phases of the moon on catches and the productivity of floating nets, as well as ti determine the composition of the species of fish caught according to the phases of the moon.  This research was conducted from May to June 2022 in Sampolawa waters, South Buton. This study used a survey method on the catches of the floating lift nets during 27 trips. Observations were made on the first light, early dark, and dark moon phases. The results of the study found that the total catch in the early bright moon phase was 2,659 individuals, the early dark moon phase was 2,312 individuals and the dark moon phase was 694 individuals. There were 14 species of fish caught in all phases of the month of observation, where three (3) species of fish were dominant in each phase of the month, namely anchovies (Stolephorus sp), then bigeye scad (Selar crumenophthalmus) and sardine (Sardinella Sp). The moon phase has a significant effect on the number of individuals caught, whereas the early bright moon phase is the moon phase that has the highest productivity (5.5 kg/trip).