Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Social Competence of Islamic Education Cluster Teachers in Improving Learning Quality during the Covid-19 Pandemic Nurfuadi, Nurfuadi; Nurkholis, Nurkholis
Jurnal Edusci Vol 1 No 3 (2024): Vol.1 No.3 Januari 2024
Publisher : Annpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/edusci.v1i3.171

Abstract

This research aims to find out the basic concept of PAI teacher expertise in improving the quality of learning in the Covid-19 era. This research is a qualitative descriptive study, which only describes the social competence of PAI group teachers in improving the quality of learning during the Covid-19 pandemic at Madrasah Aliyah NU Alqur'an Science Sumbang Banyumas and Madrasah Aliyah Negeri 1 Cilacap. The research results show that teachers really need a more mature preparation process regarding the implementation of teaching and learning activity schedules. In connection with the actualization of the social skills of PAI teachers, each teacher forms a communication network between the teacher and students, as well as between teachers and the students' guardians. Teachers' obstacles in the PAI group as an effort to improve the quality of learning in the Covid-19 era are seen from the perspective of students who lack understanding of the teaching material. Another obstacle is related to learning activities which are still mostly theory based so that there is still a lack of applying the material to everyday life. Thus, teachers must motivate students to always learn so that students' understanding of the material increases. As well as thinking about ensuring that learning does not run monotonously, leading to student boredom.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 1 KARANGTENGAH Nurul Khafiyyani; Aiman Faiz; Nurkholis
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 04 (2023): Volume 09 No. 04 September 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i04.1917

Abstract

The background of this research is the low critical thinking skills of students in Mathematics learning, aiming to improve the critical thinking skills of fourth grade students at SDN 1 Karantengah, Karangsembung District, Cirebon Regency through the Problem Based Learning (PBL) learning model. This research is a classroom action research in which the researcher collaborates with the class IV teacher at SDN 2 Kubangkarang as an observer. The research subjects were 13 students of grade IV SDN 1 Karangtengah, consisting of 7 male students and 6 female students. The techniques used in data collection are tests, observations, interviews, field notes and documentation. The data obtained are in the form of test results as primary data and results of observations, interviews, field notes, and documentation as support. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis to analyze the results of the final test for each action. The research was conducted in two cycles. The results showed that the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model in Mathematics subjects could improve the critical thinking skills of fourth grade elementary school students. This result is indicated by the increase in students' critical thinking skills by obtaining an average score in the initial conditions, namely 67.79, which experienced an increase in cycle I, namely 73 and cycle II, namely 86. Based on this research, it can be said that the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model can improve students' critical thinking skills in Mathematics in class IV elementary school.
Peran Konselor terhadap Anak Broken Home: Analisis Dampak Rahayu, Fanny Septiany; Nurkholis, Nurkholis
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 7, No 2 (2024): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v7i2.19437

Abstract

Broken home diartikan sebagai kondisi keluarga yang itdak serasi dan tidak berfungsi sebagai mana semestinya karena sering terjadi perselisihan yang berujung pada perrpisahan atau perceraian. Anak-anak yang broken home tidak hanya anak-anak yang berasal dari perceraian orang tua, tetapi juga anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak utuh atau tidak harmonis. Banyak faktor yang melatarbelakangi broken home, termasuk pertengkaran orang tua, perceraian, dan kesibukan orang tua sehingga memunculkan dampak broken home terhadap psikologis anak antara lain yaitu anak-anak mulai menderita kecemasan dan ketakutan yang tinggi. anak-anak merasa terjepit di tengah, karena harus memilih antara ibu atau ayah, anak sering memiliki rasa bersalah dan memungkinkan anak-anak dapat membenci salah satu orang tua mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan Konselor untuk mengatasi keluarga broken home adalah konselor dapat melaukukan konseling keluarga yaitu terdiri dari interaksi antar keluarga, kontrak awal sebelum melakukan konseling. Hal ini bertujuan untuk membantu keluarga berkomunikasi pada sesi awal, serta meningkatakan kesadaran dan dinamika keluarga, memadukan konseling individual dengan kerja keluarga keseluruhan. Konseling keluarga juga melibatkan seluruh anggota keluarga.
Implementasi Model Project Based Learning Pada Hasil Belajar Tria Lestari; Andi Ali Kisai; Nurkholis
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i2.2954

Abstract

Permasalahan yang melatarbelakangi penenlitian ini adalah rendahnya hasil belajar peserta didik di SDN 17 Kuningan. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang dicapai peserta didik berdasarkan nilai ulangan harian mencapai 63,4. Peserta didik yang tuntas belajar (mencapai KKM) terdapat 6 peserta didik (20,69%), sedangkan peserta didik yang tidak tuntas belajar (dibawah KKM) 23 peserta didik (79,31%). Metode penelitian dalam penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan II siklus yang terdiri dari siklus I dan Siklus II. Setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIB SD Negeri 17 Kuningan yang berjumlah 29 peserta didik. Hasi penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan setelah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan pada setiap siklus merupakan bukti keberhasilan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada proses pembelajaran. Berdasarkan hasil belajar peserta didik setiap siklus mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil ulangan harian peserta didik diperoleh 63,4 dengan jumlah 6 peserta didik (20,69%) tuntas belajar. Nilai rata-rata hasil belajar Siklus I diperoleh 76,2 dengan jumlah 18 peserta didik (62,06%) tuntas belajar, dan nilai rata- rata pada siklus II diperoleh 88,45 dengan jumlah 27 siswa (93,1%) tuntas belajar. Kesimpulannya maka pembelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Saran utamanya kepada guru agar lebih meningkatkan wawasan tentang model pembelajaran yang inovatif sehingga dalam pembelajaran menjadi tidak monoton.
Model Pembelajaran Problem Bassed Learning Pada Mata Pelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN 5 Cilimus Ajeng Aliya Nurlatipa; Ikariya Sugesti; Nurkholis
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i2.2955

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan model pembelajaran Problem Bassed Learning (PBL) sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V yang berjumlah 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data yaitu tes yang terdiri dari pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil tes yang didapat dari proses pembelajaran menggunakan model PBL pada mata pelajaran IPA, nilai peserta didik dari awal sebelum menerapkan model PBL menunjukkan hanya 30% peserta didik yang tuntas dalam tes awal tersebut. Namun setelah pembelajaran dilakukan dengan menerapkan model PBL hasilnya adalah terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik menjadi 80% peserta didik yang berhasil tuntas dalam pembelajaran. Dari data yang didapatkan menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA di kelas V sekolah dasar.
Efektivitas Penggunaan Alat Peraga Kereta Lompat dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Peserta Didik Mely Amaliyahkholis; Sati Sati; Nurkholis Nurkholis
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4748

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan pemahaman konsep matematika peserta didik yang kurang maksimal dalam pelajaran matematika. Keadaan tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang kurang menarik, dan guru yang kurang kreatif dalam mengembangkan alat peraga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan alat peraga kereta lompat dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas I SD Negeri 2 Mandala dengan jumlah sampel sebanyak 28 dengan menggunakan teknik One Grup Pretest Posttest Design. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimental. Instrument pengumpulan data penelitian ini berupa lembar tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitain ini adalah terdapat efektivitas penggunaan alat peraga kereta lompat terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik Kelas I SD Negeri 2 Mandala. Teknik analisa data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis (uji-t). Hasil penelitian diperoleh bahwa, nilai rata-rata pemahaman konsep peserta didik pada pelajaran matematika tidak menggunakan alat peraga kereta lompat adalah 45. Nilai rata-rata pemahaman konsep matematika peserta didik pada pelajaran matematika menggunakan alat peraga kereta lompat adalah 88. Hasil uji-t diperoleh taraf signifikan 0,000. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan alat peraga kereta lompat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik di Kelas I SD Negeri 2 Mandala.
Dampak Penggunaan Aplikasi Wordwall Terhadap Motivasi Belajar Siswa SDN 2 Tegaltaman Muhammad Nana Suryana; Nurkholis Nurkholis; Aliet Noorhayati Sutisno
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4986

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada masalah rendahnya motivasi belajar siswa di SDN 2 Tegaltaman. Peneliti tertarik untuk mengeksplorasi potensi penggunaan aplikasi Wordwall sebagai solusi untuk permasalahan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak penggunaan aplikasi Wordwall terhadap motivasi belajar siswa di SDN 2 Tegaltaman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian terdiri dari siswa kelas V SDN 2 Tegaltaman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket, sementara analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Wordwall secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa, terutama dalam hal partisipasi aktif dan minat terhadap materi pelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi aplikasi Wordwall dalam pembelajaran dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Penggunaan Media Pembelajaran Flash Card dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas II UPTD SDN 2 Cikedung Lor Kabupaten Indramayu Teguh Hamdani; Nurkholis Nurkholis; Aliet Noorhayati Sutisno
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4995

Abstract

Pembelajaran matematika semestinya menjadi kegiatan yang bermakna dengan bebas mengimplementasikan semua potensi. Namun pada kenyataannya pembelajaran matematika masih belum tercapai sepenuhnya, diantaranya dalam kemampuan kognitif, pemecahan masalah serta masih rendahnya hasil belajar peserta didik. Tujuan: Untuk meningkatkan hasil belajar matematika kelas II (dua) di UPTD SDN 2 Cikedung Lor. Metode: Metode penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Mc Taggart dengan media pembelajaran Flash Card. Solusi: Memilih penggunaan model pembelajaran yang tepat yaitu media pembelajran Flash Card, sehingga peserta didik termotivasi tinggi untuk belajar matematika. Hasil: Penelitian dengan menggunakan media Flash Card yaitu, meningkatkan hasil belajar hal ini dapat dilihat dari nilai persentase yaitu sebelum menggunakan media Flash Card 25%, siklus I pada saat menggunakan media Flash Card meningkat 50%, kemudian siklus II menjadi 94%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pembelajaran dengan media pembelajaran Flash Card dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas II (Dua) di UPTD SDN 2 Cikedung Lor.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDFERENSIASI DALAM PENDIDIKAN INKLUSI DI SD MUHAMMADIYAH 15 SURABAYA Nurkholis; Ayu Ghinadi; Jelita Vita Gunawan; Kusila; Rohaeni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23614

Abstract

Inclusive education is an approach in the education system that aims to provide equal learning opportunities for all learners, without exception. In inclusive education, every student, including those with different abilities, backgrounds or individual characteristics, has the same right to receive education in the same school environment as their peers. This concept emphasises the importance of a learning environment that supports the diversity of individual differences in obtaining quality education. SD Muhammadiyah 15 Surabaya has implemented inclusive education through an education unit operational curriculum that involves various parties and integrates local content subjects. This implementation aims to create a friendly and conducive learning atmosphere for all learners without discrimination. In addition, school culture is a major element in supporting inclusive education through programmes such as supporting inclusive education through programmes such as Al-Qur'an tadarus, Cheerful Morning, 5-S, Dhuha prayers, Islamic characteristics, congregational prayers, kultum, and various social and literacy activities. The implementation of this school programme has a positive impact on building discipline, improving academic and non-academic achievements, creating a harmonious environment for all students, and implementing the Pancasila Student Profile (P5). The success of this implementation is inseparable from the support of various stakeholders, including teachers, parents, communities and governments in creating an inclusive and competitive education environment. Keywords: Inclusive education, operational curriculum, flagship programmes, Pancasila Student Profile (P5).
Analisis Perkembangan Fisik Terhadap Keaktifan Siswa Kelas V di SDN 1 Karangmangu Susukan Lebak Cirebon Syahfa Azahra; Syifa Ummuhani; Nurkholis
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 7 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Juli 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i7.641

Abstract

This study aims to examine the physical development conditions of elementary school-aged students at SDN 1 Karangmangu, in order to support the creation of an optimal learning process through the strengthening of children's physical aspects. Physical development is understood as a biological change that includes the growth of muscles, the brain, and bones. The role of teachers and parents is crucial in stimulating and monitoring this development, so that children can grow into independent individuals in adulthood. The method used in this research is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research location is SDN 1 Karangmangu, with participants being the students of the school, and analysis is conducted based on child physical development theory. The results of the study show that, in general, the physical development of students is progressing well, although some children experience growth that is not in accordance with their age. These differences are suspected to be influenced by genetic and environmental factors. Therefore, parental involvement is essential in guiding children's physical development towards a more optimal direction.