Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TREN MODEL PEMBELAJARAN PAUD DALAM KONTEKS BUDAYA LOKAL DAN KURIKULUM MERDEKA DI SULAWESI SELATAN Manga, Delvhina; Hasmawaty, Hasmawaty; Sidiq, Nurul Jamiah; Islami, Andi Nur Maharani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6497

Abstract

This study aims to review and analyze the various learning models used in Early Childhood Education (ECE) in South Sulawesi during the 2019-2024 period, as well as examine their relevance to local cultural values and their suitability for the policy direction of the Merdeka Curriculum. Using a systematic literature study approach, 11 articles that met the inclusion criteria were thematically analyzed. The study results show that the Project-Based Learning (PjBL) model is the most dominant approach used. The innovations found reflect the integration of local cultural values such as Bugis-Makassar culture, as well as religious values, through contextual activities such as social projects, traditional games, and worship habituation. Most models focused on strengthening children's affective and social-emotional aspects, with an emphasis on character traits such as empathy, responsibility and religiosity. However, most studies are still limited to the local context and have not presented comprehensive implementation or long-term evaluation strategies. This study recommends the need for local culture-based teacher training, contextual curriculum development and field research to empirically test the effectiveness of the model. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai model pembelajaran yang digunakan dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sulawesi Selatan selama periode 2019–2024, sekaligus menelaah relevansinya dengan nilai-nilai budaya lokal serta kesesuaiannya dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan studi literatur sistematis, sebanyak 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Project-Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan yang paling dominan digunakan. Inovasi yang ditemukan mencerminkan integrasi nilai budaya lokal seperti budaya Bugis-Makassar, serta nilai keagamaan, melalui aktivitas kontekstual seperti proyek sosial, permainan tradisional, dan pembiasaan ibadah. Sebagian besar model berfokus pada penguatan aspek afektif dan sosial-emosional anak, dengan penekanan pada karakter seperti empati, tanggung jawab, dan religiusitas. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian masih terbatas pada konteks lokal dan belum menyajikan strategi implementasi maupun evaluasi jangka panjang secara komprehensif. Kajian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru berbasis budaya lokal, pengembangan kurikulum kontekstual, serta penelitian lapangan untuk menguji efektivitas model secara empiris.
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL MA’BOY TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Multasam, Dewi; Bachtiar, Muhammad Yusri; Herman, Herman; Lismayani, Angri; Sidiq, Nurul Jamiah
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.1750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Permainan Tradisional Ma’boy Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Di TK Aisyiyah Sugitangnga. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak didik di TK Aisyiyah Sugitangnga yang berjumlah 35 anak. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sample dalam penelitian ini berjumlah 20 anak dengan pembagian kelompok eksperimen berjumlah 10 anak dan 10 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik non parametrik dengan menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan motorik kasar anak yang diberi perlakuan permainan tradisional ma’boy pada kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok kontrol. Nilai peningkatan rata-rata kemampuan motorik anak pada kelompok eksperimen yang diperoleh dari hasil analisis data yaitu sebanyak 24,80 sedangkan pada kelompok kontrol 14,50. Hasil pengujian menunjukkan sig. (2-tailed) 0.005 < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional ma’boy memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan motorik kasar anak usia dini.
PKM Positif Parenting untuk Memahami dan Merespon Perilaku Anak di TK Tarangati Kabupaten Takalar Sugiarti, Tri; Parwoto, Parwoto; Asti, A. Sri Wahyuni; Sidiq, Nurul Jamiah; Wahyuni, Maya Sari
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 02 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i2.5588

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan psikoedukasi mengenai pola asuh positif kepada orang tua di Kabupaten Takalar dengan latar belakang pendidikan di bawah SMA. Partisipan penelitian ini adalah 20 ibu rumah tangga berusia 25–45 tahun, bekerja sebagai petani musiman dengan pendapatan di bawah Rp1.000.000 per bulan. Sebagian besar partisipan cenderung menggunakan kekerasan fisik dan verbal dalam mendisiplinkan anak atau memanjakan anak secara berlebihan, sehingga anak sering menunjukkan perilaku agresif untuk memenuhi keinginannya. Psikoedukasi yang diberikan mencakup peningkatan pengetahuan tentang pola asuh, evaluasi pola asuh yang diterapkan, dan pengenalan pola asuh positif. Partisipan dilatih untuk mengelola emosi saat menghadapi tantrum anak dan diberikan panduan komunikasi yang efektif. Mereka juga mempraktikkan pendekatan dalam mengarahkan anak terkait perilaku yang diharapkan dan yang harus dihindari. Efektivitas program dievaluasi melalui dua tes, masing-masing terdiri atas 10 pertanyaan. Tes pertama mengukur pemahaman tentang pola asuh, sedangkan tes kedua mengevaluasi wawasan partisipan mengenai pola asuh positif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman, pengetahuan, dan kesadaran partisipan terhadap pola asuh yang diterapkan. Psikoedukasi ini membantu partisipan mengenali pendekatan pola asuh yang lebih konstruktif, memberikan dampak positif terhadap pengasuhan anak di lingkungan keluarga.
Seminar Parenting sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Hidup Bersih pada Orang Tua di TK Aisyiyah Sugitangnga Sidiq, Nurul Jamiah; Bachtiar, Muhammad Yusri; Sugiarti, Tri; Sakmawati, Sakmawati
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v5i2.75096

Abstract

Pendidikan kebersihan pada Anak Usia Dini (PAUD) merupakan isu krusial yang memengaruhi kesehatan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Fokus pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam membimbing anak menerapkan kebiasaan hidup bersih sejak dini melalui Seminar Parenting sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Hidup Bersih pada Orang Tua di TK Aisyiyah Sugitangnga. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pemahaman, motivasi, dan partisipasi aktif orang tua dalam membiasakan kebersihan anak. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, simulasi, dan latihan praktik dalam satu hari seminar. Hasil pengabdian menunjukkan mayoritas peserta memperoleh wawasan baru (95%), merasa percaya diri (90%) menerapkan kebiasaan bersih, aktif berdiskusi (82%), serta konsisten kebersihan (85). Seminar efektif membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pembentukan karakter anak. Rekomendasi penguatan program edukasi keluarga secara berkelanjutan dan dukungan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembiasaan hidup bersih pada anak.