Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Senam Lansia Pada Penderita Hipertensi Indra Indra; Maryadi Maryadi
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1695

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh lansia akibat perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup lansia apabila tidak dikelola dengan baik. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) senam lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas fisik, membantu pengendalian tekanan darah, serta meningkatkan kebugaran dan kemandirian lansia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Terapi Aktivitas Kelompok dengan pendekatan dinamika kelompok. Kegiatan senam lansia dilaksanakan pada lansia penderita hipertensi di Desa Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, dengan durasi sekitar 15–20 menit. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap orientasi, tahap kerja berupa senam lansia, dan tahap terminasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap partisipasi, kemampuan lansia dalam mengikuti gerakan senam, serta respon verbal dan nonverbal selama kegiatan berlangsung. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa lansia mampu mengikuti dan mempraktikkan gerakan senam lansia dengan baik sesuai kemampuan masing-masing. Lansia menunjukkan respon positif, antusiasme, serta merasa lebih rileks dan segar setelah mengikuti kegiatan. Terapi Aktivitas Kelompok senam lansia dapat disimpulkan sebagai salah satu intervensi keperawatan gerontik yang efektif dan bermanfaat dalam membantu pengendalian tekanan darah serta meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi.
Pengaruh Edukasi Diet Rendah Garam terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo Erwin Purwanto; Nurdiana Djamaluddin; Nirwanto K. Rahim; Maryadi Maryadi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1442

Abstract

Hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan global yang besar, dimana salah satu akar masalahnya yakni rendahnya pengetahuan pasien mengenai manajemen nutrisi berupa pembatasan asupan garam (natrium). Pengelolaan diet rendah garam sebagai strategi non-farmakologis untuk mengendalikan tekanan darah, karena konsumsi garam yang berlebih merupakan faktor utama yang dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi diet rendah garam terhadap tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test pada 64 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan media leaflet selama 60 menit. Pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner sebanyak 20 item pertanyaan, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan pre-test sebesar 58,75 meningkat menjadi 84,63 rata-rata skor pengetahuan post-test, dengan proporsi responden dengan kategori pengetahuan baik dari 20,31% menjadi 76,56% setelah intervensi dengan hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi diet rendah garam secara terstruktur memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi. Intervensi keperawatan ini terbukti efektif digunakan sebagai upaya promotif dan preventif pada pelayanan kesehatan primer.