Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan Kalkulus Diferensial terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Sains Aktuaria pada Mata Kuliah Kalkulus Integral Wazithah, Mar Athul; Nasir, Norma
Journal of Mathematics, Statistics and Applications Vol. 2 No. 1 (2025): Mei
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/

Abstract

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki hasil belajar rendah pada mata kuliah kalkulus diferensial, maka hasil belajarnya pada mata kuliah kalkulus integral. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pengetahuan kalkulus diferensial terhadap hasil belajar kalkulus integral, serta besar kontribusi yang diberikan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa program studi sains aktuaria semester 2 yang terdiri dari 2 kelas. Teknik penga,bilan sampelnya yaitu purposive sampling dan terpilih kelas B2 dengan jumlah mahasiswa sebanyak 20 orang. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan nilai sig. 0,002 lebih kecil dari 0,05 yang berarti terdapat pengaruh pengetahuan kalkulus diferensial terhadap hasil belajar mahasiswa program studi sains aktuaria pada mata kuliah kalkulus integral. Adapun besar kontribusi pengetahuan kalkulus diferensial terhadap hasil belajar dalam mata kuliah kalkulus integral yaitu sebesai 49,1%.
PENGARUH MODEL PBL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA KELAS VIII SMPN 2 MAJENE T, Mar Athul Wazithah; Nasir, Norma
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2025): ELIPS, Maret 2025
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v6i1.1773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berpikir aljabar pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Majene, Kabupaten Majene. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Adapun populasi yang diteliti yaitu semua siswa kelas VIII di SMPN 2 Majene, Kabupaten Majene yang terbagi dalam 6 kelas kemudian dilakukan pemilihan sampel adalah simple random sampling. Dalam menganalisis data digunakan analisis deskriptif dan analisis statistik inferensial dimana hasilnya bahwa rata-rata kemampuan berpikir aljabar pada kelas kontrol adalah 55,47 dengan standar deviasi 11,734. Sedangkan rata-rata kemampuan berpikir aljabar dengan penerapan model probem based learning yaitu 79,69 dengan standar deviasi 10,075. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat terdapat perbedaan signifikan kemampuan berpikir aljabar antara siswa yang diajar dengan menerapkan model problem based learning pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Majene, Kabupaten Majene dengan hasil perhitungan nilai sig. 0,00 < 0,05 yang berati ditolak. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa kelas VIII SMPN 2 Majene.
Profile Metacognitive Scaffolding in Developing the Concept of Determinants to Enhance Mathematical Problem-Solving Skills of Low Ability Students Awi, Awi; Sutamrin, Sutamrin; Naufal, Muhammad Ammar; Nasir, Norma; Hassan, Muhammad Nasiru
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3803

Abstract

The low ability of students to understand the concept of determinants and apply it in mathematical problem-solving remains a serious challenge, particularly among low-achieving learners. These difficulties are often linked to limited instructional variation, the dominance of procedural teaching, and insufficient opportunities for developing metacognitive awareness. This study therefore explores how metacognitive scaffolding can support low-achieving students in strengthening their conceptual understanding of determinants and improving problem-solving skills. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving 30 tenth-grade students at MA Arifah Gowa, identified as low-achieving based on pretest results. Instruments included a mathematical problem-solving test, scaffolding observation sheets, and structured interviews. Data were collected through a pretest, classroom implementation of metacognitive scaffolding, observations, and a posttest. Findings revealed a significant improvement in problem-solving ability. The average score increased from 36.7 on the pretest to 74.8 on the posttest. Inferential analysis using a paired t-test confirmed the increase was statistically significant (t(29) = –12.34, p < 0.001), with a very large effect size (Cohen’s d = 1.80). These results highlight the importance of integrating metacognitive scaffolding into mathematics instruction as a means of fostering reflective thinking, enhancing student engagement, and strengthening higher-order thinking skills, particularly for low-achieving students. The findings align with the objectives of the Merdeka Curriculum, which emphasizes critical, reflective, and independent learning.
Pelatihan Efisiensi Penggunaan Canva sebagai Media Pembelajaran Digital untuk Meningkatkan Literasi Guru di Kabupaten Maros Zaki, Ahmad; Sutamrin; Nasir, Norma; Rahayu, Ayu; Eka Kartika, Andi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i2.3941

Abstract

The advancement of digital technology requires teachers to possess strong digital literacy skills to create learning experiences that are creative, efficient, and aligned with the needs of 21st-century students. However, many teachers in regional areas still face challenges in utilizing technology due to limited infrastructure and a lack of technical knowledge. This program was conducted to help teachers improve their skills in developing engaging and time-efficient digital learning media through training on the efficient use of Canva, aiming to strengthen teachers’ digital literacy and support the transformation of classroom learning. The training was implemented in four stages: needs analysis, face-to-face training, post-training mentoring, and evaluation. The needs analysis was carried out through an online survey to assess teachers’ initial digital skills. The face-to-face training was conducted for one full day at the SMPN 1 Maros auditorium and involved 15 teachers (11 mathematics teachers and 4 from other subjects). Using a hands-on approach, the training focused on introducing Canva’s features, strategies for utilizing templates, visual design principles, and integrating the media into online learning platforms. Post-training mentoring was conducted over two weeks via an online group and consultation sessions with facilitators. The results showed that all participants successfully created at least one digital learning product that was more visually appealing and efficient, and these products received positive responses from students. This program demonstrates that short, hands-on training combined with online mentoring is effective in enhancing teachers’ digital literacy and fostering their active participation in developing creative digital learning materials.
Pengaruh Kemandirian Belajar terhadap Literasi Matematika Siswa pada Pembelajaran Berbasis Google Site Nasir, Norma; Wazithah, Mar Athul
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1054

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered, di mana siswa dituntut untuk lebih mandiri dalam mengelola proses belajarnya. Salah satu media digital yang banyak digunakan adalah Google Site, yang memungkinkan penyusunan bahan ajar, tugas, dan evaluasi secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan literasi matematika siswa dalam pembelajaran berbasis Google Site. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 42 siswa kelas XI MIPA Madrasah Aliyah Arifah Gowa yang telah mengikuti pembelajaran matematika menggunakan Google Site. Data dikumpulkan melalui angket kemandirian belajar dan tes literasi matematika kontekstual . Data dianalisis menggunakan uji normalitas, linearitas, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian belajar siswa tergolong sedang hingga tinggi 85,7%, sedangkan kemampuan literasi matematika berada pada kategori baik hingga sangat baik 88,1%. Analisis regresi menghasilkan koefisien korelasi (r) = 0,698 dan koefisien determinasi R²=0,487, yang berarti kemandirian belajar memberikan kontribusi sebesar 48,7% terhadap kemampuan literasi matematika. Uji signifikansi menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kemandirian belajar dan literasi matematika siswa pada pembelajaran berbasis Google Site. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran digital berbasis Google Site tidak hanya memperluas akses terhadap sumber belajar, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan regulasi diri dan kemampuan berpikir matematis kontekstual yang lebih tinggi
Deskripsi Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Menggunakan Metode Determinan Nasir, Norma; Awi, Awi; Sutamrin, Sutamrin; Naufal, Muhammad Ammar
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78493

Abstract

Abstrak. Kesalahan siswa dalam memahami konsep determinan matriks berpotensi menghambat proses penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV), khususnya saat menggunakan metode Sarrus. Pemahaman konsep yang keliru tidak hanya berdampak pada ketidaktepatan prosedur, tetapi juga mencerminkan adanya miskonsepsi yang lebih dalam terhadap struktur dan sifat matriks itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa berdasarkan tingkat kemampuan matematika mereka, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek tiga orang siswa SMA yang dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik awal. Instrumen penelitian terdiri dari tes tertulis yang mengukur kemampuan menyelesaikan SPLTV menggunakan metode determinan, serta pedoman wawancara yang digunakan untuk menggali lebih dalam proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi masih melakukan kesalahan prosedural, seperti ketidaktepatan dalam penggunaan tanda positif dan negatif pada metode Sarrus. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan kesalahan konseptual dan prosedural, antara lain kesulitan memahami struktur matriks dan menentukan minor yang benar. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah mengalami kesalahan pada hampir semua aspek, termasuk konsep, prosedur, dan perhitungan numerik, serta menunjukkan miskonsepsi terhadap langkah-langkah penyelesaian SPLTV dengan determinan. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perbedaan tingkat kemampuan siswa, dengan penekanan pada penguatan pemahaman konsep dan pelatihan prosedural secara bertahap. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan intervensi pembelajaran yang lebih sistematis untuk meminimalisasi kesalahan siswa dalam memahami determinan dan aplikasinya dalam SPLTV Kata Kunci: Kesalahan Siswa; Determinan; Metode Sarrus; Kemampuan Matematika
Pelatihan Pemanfaatan Deepseek AI untuk Pengembangan Soal Literasi Matematika bagi Guru Sekolah Menengah di Kabupaten Maros Awi, Awi; Sutamrin, Sutamrin; Naufal, Muhammad Ammar; Nasir, Norma
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Keterampilan literasi matematika merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh siswa abad ke-21 untuk menghadapi tantangan global dan kebutuhan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari. Namun, banyak guru masih mengalami kesulitan dalam merancang soal-soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan soal literasi matematika dengan memanfaatkan aplikasi Deepseek AI, yaitu platform kecerdasan buatan yang mendukung proses penyusunan soal berbasis konteks dan analisis kemampuan berpikir kritis. Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dalam pengembangan soal literasi matematika berbasis teknologi. Kegiatan ini diikuti oleh 12 guru matematika dan dilaksanakan bekerja sama dengan MGMP Matematika Kabupaten Maros. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan guru merancang soal literasi matematika yang kontekstual, sistematis, dan sesuai dengan prinsip pembelajaran berbasis HOTS. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan profesionalisme guru sekaligus memperkuat literasi numerasi di lingkungan sekolah.Kata kunci: Deepseek, Artificial Intelegence, Literasi Matematika.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MAHASISWA PENDIDIKAN IPA ICP PADA MATA KULIAH BASIC MATHEMATICS T., Mar Athul Wazithah; Nasir, Norma
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7414

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis memiliki peran penting dalam pembelajaran sains karena menuntut mahasiswa untuk berpikir kritis, logis, dan sistematis dalam menghadapi persoalan baru. Dalam konteks perkuliahan Basic Mathematics, kemampuan ini menjadi dasar bagi mahasiswa Pendidikan IPA untuk memahami dan menerapkan konsep-konsep matematika dalam bidang kajian lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa Pendidikan IPA ICP dengan mengacu pada tahapan Polya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 29 mahasiswa semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah yang disusun berdasarkan indikator Polya. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat kemampuan mahasiswa pada setiap tahapan. Sebagian besar mahasiswa telah mampu memahami masalah dengan baik, tetapi masih lemah dalam merancang strategi dan melakukan pemeriksaan terhadap hasil penyelesaian. Mahasiswa dengan kemampuan tinggi menunjukkan ketepatan dalam prosedur penyelesaian, namun belum konsisten menuliskan langkah-langkah berpikirnya. Adapun mahasiswa kategori sedang dan rendah cenderung berfokus pada hasil akhir tanpa memperhatikan proses dan refleksi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa proses pembelajaran matematika di perguruan tinggi perlu diarahkan pada penguatan keterampilan berpikir strategis dan reflektif agar mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah secara menyeluruh dan berkesinambungan.