Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Generative Design dalam Transformasi Tongkonan Toraja: Menjembatani Nilai Tradisi dan Kebutuhan Arsitektur Modern Abidah, Andi; Jayadi, Karta; Djawad, Yasser Abd; Marsa, Ivan Fachrul; Marwan, Nurfaizah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi potensi generative design sebagai metode inovatif untuk mentransformasikan Arsitektur Vernakular Tongkonan di Toraja ke dalam konteks arsitektur modern yang adaptif dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan filosofisnya. Tongkonan merupakan manifestasi budaya Toraja yang kaya akan kosmologi dan simbolisme, berperan sebagai pusat kehidupan sosial dan ritual. Di tengah tuntutan modernitas, muncul kebutuhan untuk menjembatani kearifan lokal ini dengan efisiensi fungsional dan ekologis kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang diperkuat dengan eksperimen desain digital. Pengumpulan data awal dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan studi literatur untuk mendalami filosofi (kosmologi) dan simbolisme Tongkonan, termasuk elemen-elemen kunci seperti bentuk atap, struktur panggung, dan orientasi bangunan. Nilai-nilai kualitatif ini kemudian diterjemahkan menjadi sistem generative design menggunakan SketchUp dan plugin pendukung (Ruby Console, Parametric Modeling, dan Sefaira). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemodelan generatif mampu menghasilkan alternatif desain (misalnya Model B) yang mencapai keseimbangan optimal (78% efisiensi energi dan 1.1 m/s sirkulasi udara). Model ini mempertahankan proporsi ruang utama (banua) dan orientasi tradisional, yang terbukti secara performatif meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal. Evaluasi kualitatif dengan tokoh adat dan akademisi menegaskan bahwa rancangan yang dihasilkan tetap menghormati wujud dan nilai filosofis Tongkonan sambil mengadopsi fungsionalitas modern. Kesimpulan menunjukkan bahwa generative design berfungsi sebagai medium reflektif yang berhasil menerjemahkan kearifan lokal Tongkonan ke dalam paradigma digital. Transformasi ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang kuat untuk pelestarian budaya dinamis, memungkinkan arsitektur tradisional Indonesia berevolusi secara kontekstual, efisien, dan berpihak pada keberlanjutan.Kata Kunci: Arsitektur Vernakular, Generative Design, Kearifan Lokal,  Tongkonan Toraja, Transformasi Arsitektur
Integrasi Nilai Budaya dan Keberlanjutan dalam Arsitektur Vernakular: Studi pada Rumah Tradisional Toraja Natsir, Taufiq; Abidah, Andi; Marsa, Ivan Fachrul; Saragi, Alexander Adrian; Dwiasta, Andi Yusdy
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Arsitektur vernakular merupakan manifestasi harmonis antara manusia, lingkungan, dan nilai budaya yang diwariskan lintas generasi. Dalam konteks Indonesia, rumah tradisional Toraja atau Tongkonan menjadi representasi paling kuat dari kearifan lokal yang mengintegrasikan aspek sosial, spiritual, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan hubungan antara nilai budaya dan prinsip keberlanjutan dalam arsitektur Tongkonan, dengan menyoroti bagaimana transformasi material dan fungsi ruang mencerminkan adaptasi terhadap modernitas tanpa kehilangan makna simbolik. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka dan analisis tematik terhadap berbagai literatur mengenai arsitektur vernakular, nilai budaya, serta desain berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tongkonan berfungsi sebagai sistem pengetahuan hidup yang mengatur tatanan sosial dan spiritual masyarakat Toraja, sekaligus menerapkan prinsip arsitektur hijau melalui ventilasi alami, penggunaan bahan lokal, serta orientasi ruang yang responsif terhadap iklim tropis. Transformasi yang terjadi bukanlah degradasi budaya, melainkan bentuk pelestarian dinamis yang memungkinkan inovasi berbasis nilai lokal. Dengan demikian, Tongkonan tidak hanya menjadi artefak tradisional, tetapi juga model konseptual bagi praktik arsitektur berkelanjutan yang menyatukan efisiensi ekologis dan ketahanan budaya dalam satu kesatuan harmonis.Kata Kunci: Arsitektur Vernakular, Tongkonan, Kearifan Lokal, Keberlanjutan, Nilai Spiritual