Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Integrasi Berpikir Kritis dalam Pendidikan Agama Kristen: Membentuk Karakter dan Moral Kristiani melalui Pendekatan Interdisipliner Tnunay, Paulus; Boiliu, Noh Ibrahim
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i2.448

Abstract

The formation of students’ character and morality represents a central challenge for Christian Religious Education (CRE) in the context of globalization and secularization, which have led to a profound crisis of values. Integrating critical thinking into CRE is essential to help students comprehend the Christian faith reflectively and contextually. This study aims to explore the integration of critical thinking within CRE as a strategy for shaping Christian character and morality through an interdisciplinary framework. Employing a qualitative library research design, the study analyzes theological, philosophical, and pedagogical sources to construct a conceptual synthesis. The findings reveal that critical thinking serves as a vital pedagogical tool for evaluating faith doctrines, internalizing Christian moral values, and addressing ethical dilemmas with wisdom and discernment. The interdisciplinary approach highlights the dynamic interaction between reason and spirituality in faith-based learning. Conceptually, the study contributes an integrative model linking critical thinking with theological and moral formation. Practically, it provides implications for reflective learning, ethical dialogue, case-based pedagogy, and digital engagement as strategies for teachers, churches, and Christian schools to foster critical and faithful learners capable of engaging global realities. AbstrakPembentukan karakter dan moralitas peserta didik menjadi tantangan utama Pendidikan Agama Kristen (PAK) di tengah arus globalisasi dan sekularisasi yang menimbulkan krisis nilai. Untuk menjawab tantangan ini, kemampuan berpikir kritis perlu diintegrasikan dalam pembelajaran PAK agar peserta didik mampu memahami iman Kristen secara reflektif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi berpikir kritis dalam PAK sebagai strategi pembentukan karakter dan moralitas Kristen melalui pendekatan interdisipliner. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis kualitatif terhadap sumber-sumber teologis, filosofis, dan pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir kritis berperan penting sebagai sarana pedagogis dalam menilai ajaran iman, menginternalisasi nilai-nilai moral Kristen, serta menanggapi persoalan etis secara bijaksana. Pendekatan interdisipliner menegaskan perlunya sintesis antara akal budi dan spiritualitas dalam proses pembelajaran. Secara konseptual, penelitian ini memberi kontibusi integrasi berpikir kritis dalam PAK sebagai  fondasi teologis dan pedagogis bagi pembentukan karakter dan moralitas Kristiani yang transformatif di era modern. Secara praktis, penelitian ini memberi kontribusi penerapan pembelajaran reflektif, studi kasus, dialog etis, dan teknologi digital bagi guru, gereja, dan sekolah untuk menguatkan kemampuan berpikir kritis serta relevansi iman dalam konteks global.
Christian Religious Education Teacher’s Understanding of Humanist Education: Case Study in Kanaan Jakarta Junior and Senior High School Samosir, Christina Metallica; Boiliu, Noh Ibrahim
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v4i1.159

Abstract

Kanaan Junior High School and Senior High School in Jakarta are Christian schools whose teachers are Christian. Christian teachers must understand humanist education and apply it according to the Christian faith. Christian teachers at Kanaan Jakarta Junior School and High School are not limited to knowledge. The learning process is part of developing human values. Teachers should understand children as unique individuals. This view of the uniqueness of the individual leads teachers to emphasize education as an effort to find personal meaning in students. Education functions to help individuals become independent and responsible human beings in choosing. This study was to determine the understanding of the Christian faith so that Christian teachers at Kanaan Jakarta Junior School and High School about humanist education based on Deuteronomy 6:5 in the learning process. The method used is the descriptive qualitative method. Christian teachers at Kanaan School Jakarta have understood Deuteronomy 6:5 as the basis for humanist education in the learning process, applied the principle of love in the learning process, implemented humanist-based education, and taught technology, to use communicative methods in the teaching and learning process. In learning, the teacher has acted as an evaluator and facilitator.
Pembelajaran Transformatif Pendidikan Agama Kristen di Era Teknologi Digital Darti, Darti; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot; Boiliu, Noh Ibrahim
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 8, No 2: September 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v8i2.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan khususnya Pendidikan Agama Kristen. Menghadapi era teknologi digital, guru Pendidikan Agama Kristen harus dapat melakukan transformasi dalam pembelajaran khususnya di sekolah. Upaya transformasi tersebut harus mampu memahami karakteristik generasi milenial dan generasi Z untuk menentukan strategi mengajar yang efektif. Melalui teori pembelajaran transformatif, guru Pendidikan Agama Kristen dapat mengadaptasi pemebelajaran transformatif bahwa dalam konteks Indonesia, transformasi pendidikan Kristen memiliki tujuan yaitu, mempromosikan ciri dari kewarganegaraan yang berilmu, serta menghayati identitas kebersamaan secara kolektif dalam satu kesatuan. Hal ini didasari karena pendidikan Kristen berasal dari, oleh dan untuk warga gereja dan pada saat yang sama merupakan warga negara, yang bersifat publik. Adapun metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah metode literatur yaitu dengan menggali ide dan mengutip pendapat dari penulis buku serta artikel yang dapat menjadi acuan tulisan ini. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa tujuan utama PAK adalah membawa peserta didik untuk mengenal lebih dekat kepada kasih Allah dalam Kristus.
Manajemen Pendidikan Agama Kristen dalam Konflik di Gereja dan Keluarga Tjandraputra, Edwin Nugraha; Rantung, Dyoys Anneke; Naibaho, Lamhot; Boiliu, Noh Ibrahim
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 8, No 2: September 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v8i2.196

Abstract

Manusia hidup tidak terlepas dari keberadaan orang lain, karena manusia akan terus berusaha untuk selalu menjalin interaksi dengan orang lain, baik itu berbicara, bertukar gagasan maupun berbagi pengalaman. Dalam interaksi manusia ini tidak jarang terjadinya konflik. Konflik ini bahkan bisa terjadi di dalam gereja dan juga dalam kehidupan keluarga. Konflik yang terjadi di dalam gereja dapat disebabkan oleh ketidakpuasan anggota jemaat (Internal) maupun disebabkan oleh orang lain (eksternal). Faktor internal misalkan manajemen/admistrasi gereja yang tidak jelas, laporan keuangan yang tidak transparan, program kerja dan kebijakan lainnya yang dianggap hanya menguntungkan individu atau kelompok tertentu. Faktor eksternal misalnya: masyarakat sekitar yang tidak setuju berdirinya gereja juga politik. Konflik yang terjadi di tengah gereja akan berdampak pada peribadahan yang tidak kondusif, anggota jemaat yang saling membenci, sampai akhirnya pelayanan di gereja tidak terlaksana dengan baik. Sedangkan konflik yang terjadi dalam keluarga misalnya konflik antara anak dan orang tua, konflik antara suami dan istri. Manajemen Pendidikan Agama Kristen memiliki peran untuk menghindari dan    menyelesaikan konflik yang terjadi dalam kehidupan gereja dan juga keluarga Kristen.