Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Psychocentrum Review

An Analysis of Junior High School Students' Learning Stress Levels during the COVID-19 Outbreak: Review of Gender Differences Safena Ningsih; Hengki Yandri; Nuzmi Sasferi; Dosi Juliawati
Psychocentrum Review Vol 2, No 2 (2020): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.22321

Abstract

The spread of a COVID-19 pandemic has made restlessness, anxiety, stress even depression in society. It also encountered by the students who are undergoing an online learning process, the online learning systems with different learning weights than usual make students depressed and even stressed. Therefore, the purpose of this research is to reveal the level of Junior High School students' stress learning during the COVID-19 pandemic reviewed from gender differences. This research is a comparative quantitative study aimed to compare the difference in learning stress levels of students. This research involved 78 students of State Junior High School 24 Kerinci as respondents. The research data was obtained by using the learning stress scale developed by researchers and analyzed using the Mann-Whitney U test. The results of this study show that there is no difference in learning stress levels among male and female students during the COVID-19 pandemic.
Perbedaan Resiliensi Siswa Laki-laki dan Perempuan yang Menjadi Korban Bullying Eko Sujadi; Hengki Yandri; Dosi Juliawati
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.32665

Abstract

Resiliensi harus dimiliki oleh korban bullying sehingga dapat mencegah timbulnya depresi dan stres yang dapat berujung pada masalah yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi siswa yang menjadi korban bullying, serta membandingkan variabel tersebut antara siswa laki-laki dan perempuan. Studi cross sectional secara online mengukur 256 responden sehingga diperoleh sebanyak 106 siswa yang pernah mendapatkan perlakuan bullying. Peneliti menggunakan dua skala dalam penelitian ini yakni Multidimensional Peer-Victimization Scale & Resilience Quotient Test (RQ-Test). Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan korban bullying dan resiliensi, kemudian independent sample t-test untuk menguji perbedaan resiliensi ditinjau dari jenis kelamin. Baik siswa laki-laki maupun perempuan memiliki resiliensi yang relatif tinggi, namun skor yang diperoleh siswa laki-laki lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan. Pengujian secara statistik juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan resiliensi di antara dua kelompok tersebut. Resiliensi perlu dimiliki oleh korban bullying. Di lingkungan sekolah, program layanan bimbingan dan konseling harus dimaksimalkan. Pencegahan dan penanggulangan bullying membutuhkan sinergi dan keseriusan semua pihak..
Layanan Penguasaan Konten dengan Pendekatan Mujahadah untuk Mereduksi Kecanduan Smartphone pada Anak Agung Tri Prasetia; Dosi Juliawati; Suci Monitya Pratiwi
Psychocentrum Review Vol 4, No 2 (2022): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.42967

Abstract

Layanan Penguasaan Konten pendekatan Mujahadah melatihkan peserta layanan untuk bersungguh-sungguh memperbaiki kebiasaan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk Menguji perbedaan kondisi kecanduan Smartphone sebelum dan sesudah dilaksanakan layanan penguasaan konten. Metode yang digunakan di dalam peneltian ini yaitu  penelitian kuantitatif pendekatan eksperimen dengan desain one group prettest and posttest design untuk mengungkapkan data  sebelum ekperimen (01) dan sesudah eksperimen (02). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah anak-anak usia 7-12 tahun yang berdomisili di Desa Pelayang Raya. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proposive sampling yang berjumlah 10 orang anak. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala kecanduan Smartphone. Data hasil penelitian di analisis menggunakan uji wolcoxon. Dari hasil penelitian menunjukkan Perbedaan kondisi kecanduan Smartphone sebelum dan sesudah dilaksanakan layanan penguasaan konten dengan pendekatan mujahadah memberikan pengaruh yang positif dengan berkurangnya kecanduan Smartphone membuat anak mulai fokus dalam menjalankan pendidikan. Implikasinya dalam pelaksanaan layanan Bimbingan Konseling memperkaya gaya pelaksanaan layanan yang identik dengan studi keislaman.