Claim Missing Document
Check
Articles

Hypertension as a Determinant of Elevated Stress Among Hajj Pilgrims: A Cross-Sectional Study Faridj Maulana Amir; Elman Boy; Ahmad Handayani; Nurhasanah
Saintika Medika : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol. 22 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol22.SMUMM1.44313

Abstract

Introduction: The Hajj pilgrimage involves physically and mentally demanding rituals under extreme conditions, including heat, crowding, and long travel, which can increase psychological stress. Hypertension may worsen this stress due to higher risk of complications and altered stress responses. This study aimed to evaluate hypertension as a determinant of stress among Hajj pilgrims in Medan in 2024. Methods: An analytic cross-sectional study was conducted on 56 pilgrims, divided into two groups: 28 with hypertension and 28 without. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10) and analyzed using the chi-square test. Results: There was a significant association between hypertension and stress levels (p < 0.05). Pilgrims with hypertension had higher stress levels compared to those without hypertension. Discussion: Hypertension is associated with increased stress among Hajj pilgrims. Concerns about health risks during demanding rituals may heighten psychological burden. Proper hypertension management and psychological support before and during Hajj are important to reduce stress and improve pilgrims’ well-being.
Analysis of the Phytochemical Composition of Papaya Root (Carica papaya L.) and Its Potential as an Anticarcinogenic Agent: A Preliminary Study Shabila Rizka Azzahra; Elman Boy; Yulia Afrina Nasution
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v7i3.771

Abstract

Background: Cancer remains a major global health problem with high morbidity and mortality. Conventional treatments often cause serious side effects and require high costs, encouraging the exploration of natural products as alternative anticarcinogenic agents. Carica papaya L. contains various secondary metabolites, but studies on its root are still limited. Objective: This study aimed to conduct phytochemical screening and simplicia characterization of papaya root (Carica papaya L.) and preliminarily assess its potential as an anticarcinogenic agent. Methods: This descriptive laboratory study used an exploratory approach. Papaya roots were processed into simpliciathrough drying, grinding, and sieving, followed by ethanol maceration. Simplicia characterization included moisture content, total ash, acid-insoluble ash, and water- and ethanol-soluble extractive values. Phytochemical screening was conducted using specific reagents to identify secondary metabolites. Results: The results showed that papaya root contained glycosides, saponins, and triterpenoids/steroids, while alkaloids, flavonoids, and tannins were not detected. The highest characterization value was water-soluble extractives at 19.38%, while acid-insoluble ash was the lowest at 5.07%, indicating relatively good simplicia quality. Conclusion: Papaya root contains secondary metabolites with potential anticarcinogenic relevance. Further in vitro and in vivo studies are required to confirm its pharmacological activity.
Edukasi Kesehatan tentang Hipertensi terhadap Warga Lingkungan 3 Kelurahan Siterejo -I Dawang - Wicaksono; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11886

Abstract

Abstrak: Tingginya angka kejadian hipertensi dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya. Hipertensi yang dikenal sebagai the killer disease dan the heterege group of disease . Penyakit yang selalu menjadi masalah masyarakat di Indonesia. Hipertensi menyerang diberbagai umur, sosial dan ekonomi. Dengan bertambahnya umur resiko hipertensi akan semakin besar dikarenakan perubahan struktur pembuluh darah besar dan menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku. Sebagai akibat dari tekanan darah sistolik meningkat. Edukasi yang dapat diberikan dengan memodifikasi gaya hidup salah satunya penurunan berat badan, membatasi penggunaan garam NaCl, tidak mengonsumsi alkohol berlebih dan olah raga secara teratur minimal 30 menit per hari. Metode yang dilakukan dalam bentuk pendekatan edukasi atau penyuluhan kesehatan tentang hipertensi kepada warga selingkungan 3. Hasil: Warga selingkungan 3 minim terhadap kesadaran dan kewaspadan dalam bahaya serta tingginya tingkat hipertensi.
Manifestasi Klinis pada Pasien Hipertensi Urgensi Jody Yusuf; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i1.12448

Abstract

Abstrak: Krisis hipertensi adalah suatu kondisi klinis yang ditandai dengan tekanan darah yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan atau telah terjadi kelainan target organ. Biasanya ditandai dengan tekanan darah 180/120 mmHg. Hipertensi urgensi peningkatan tekanan darah menjadi 180/120 mmHg tanpa kerusakan organ target. Secara umum prevalensi hipertensi di Indonesia antara tahun 1997 sampai dengan tahun 2014 cukup tinggi yaitu antara 32% sampai dengan 42%, pada periode tersebut prevalensi hipertensi pada pria meningkat antara 32% sampai dengan 36% dan 35% sampai dengan 42% pada wanita.Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi manifestasi klinis pada pasien krisis hipertensi, khususnya pasien dengan urgensi.Presentasi Kasus: Seorang pasien berusia 66 tahun menjalani pemeriksaan kesehatan rutin berupa pengukuran tanda vital dan pemeriksaan fisik umum didapatkan tekanan darah tinggi dengan 2 pemeriksaan yaitu 180/120 mmHg. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang lama dan enggan untuk kontrol atau minum obat antihipertensi. Ayah pasien juga didiagnosis menderita hipertensi sejak lama. Saat dilakukan anamnesis lanjutan, pasien tidak ada gejala sama sekali dan hanya sesekali merasa pusing atau sakit kepala, pusing atau sakit kepala pada pasien ini dipicu atau diperparah saat pasien sedang stres atau kurang istirahat.Kesimpulan: Deteksi gejala dini pada pasien hipertensi urgensi sangat penting agar dapat dilakukan pemantauan, pemeriksaan tekanan darah rutin, dan terapi pada pasien agar tidak terjadi komplikasi atau kegagalan organ.
Meningkatkan Kesadaran dan Edukasi Bahaya Penyakit Diabetes Melitus di Lingkungan 3 Sitirejo I Syifa Nadya Azzahra; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11891

Abstract

Abstrak: Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik, yang melibatkan peningkatan kadar glukosa darah. DM memiliki beberapa kategori, termasuk tipe 1 dan tipe 2. Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolik yang di tandai dengan tingginya kadar glukosa darah (hyperglikemia) sebagai akibat dari kekurangan sekresi insulin, gangguan aktifitas insulina atau keduanya. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik,timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan kerusakan jangka panjang, disfungsi atau kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah.Metode : Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat Lingkungan 3 Kelurahan Sitirejo I pada hari Kamis, 01 September 2022 mengenai meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan penyakit diabetes mellitus. Kegiatan ini dilakukan dengan interaksi aktif antara pembicara dan juga masyarakat dengan metode pendekatan tanya jawab. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan gula darah dan dilanjutkan dengan melukukan edukasi kepada masyarakat.. Hasil terdapat peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya mengontrol berat badan dalam upaya pencegahan diabetes mellitus.
Penyuluhan Mengenai Sindrom Geriatri dan Edukasi Pentingnya Caregiving di Lingkungan 02 Kelurahan Sei Mati Putri Hamama; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i1.16791

Abstract

Sindrom geriatrik merupakan sekumpulan gejala atau kondisi kesehatan yang mempengaruhi para lansia. Kondisi ini tentu saja secara langsung mempengaruhi kualitas hidup dengan dampak yang signifikan. Sehingga, diperlukan adanya caregiving atau pengasuhan. Hal ini merupakan pengasuhan yang diberikan kepada lansia dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Pada Kecamatan Medan Maimun, Kelurahan Sei Mati, Lingkungan 02, dijumpai salah satu warga yang merupakan seorang lansia, tidak memiliki pendamping dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Dengan demikian, permasalahan tersebut menimbulkan tantangan dalam mengatasi keluhan yang terjadi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan KKN ini adalah persiapan atau pembekalan, penyuluhan, dan pemeriksaan kesehatan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan terdiri dari beberapa tahapan, yakni dimulai dari pembekalan, penyuluhan, dan pemeriksaan kesehatan. Dimana semua proses dan alur kegiatan ini menjadi penentu sejauh mana kegiatan tersebut berhasil.
Edukasi Diabetes Mellitus pada Keluarga Binaan Keluarga Fakultas Kedokteran UMSU di masa Pandemi COVID-19 Ainur Rofiq; Elman Boy; Ria Wilan Permata Sari; Detti Destya Ayu; Ulva Koto; Irmadayanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i2.11274

Abstract

Abstrak: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi di dunia, tidak hanya menyerang para lansia namun pada usia yang lebih muda. Riwayat keluarga, aktivitas fisik, umur, stres, tekanan darah serta nilai kolesterol berhubungan dengan terjadinya DM tipe 2, dan orang yang memiliki berat badan dengan tingkat obesitas berisiko 7,14 kali terkena penyakit diabetes mellitus tipe 2 jika dibandingkan dengan orang yang berada pada berat badan ideal atau normal. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ciri-ciri pengidap penyakit Diabetes Mellitus dan faktor-faktor pencegahannya. Metode: pengabdian masyarakat dilakukan dengan cara edukasi online berbasis zoom meeting dengan menggunakan power point. Pre test dilakukan sebelum edukasi dimulai, post test dilakukan setelah pemaparan edukasi selesai dilakukan. Materi edukasi terdiri dari definisi, etiology, klasifikasi, faktor-faktor resiko, gejala klinis, pemeriksaan penunjang, diagnosis, terapi farmakologi dan non farmakoterapi serta cara pencegahannya Hasil: 50 audiens telah mendapatkan informed consent sebelum mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat, 27 audiens mengikuti pre test dan 41 audiens mengikuti post test. Didapatkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai definisi diabetes mellitus dari 74,1% di pre test dan sesudah post test 100%, Penyebab diabetes mellitus dari 48,1% pre test dan sesudah post test 92,7%, Kebiasaan yang menyebabkan diabetes mellitus dari 40,7% di pre test dan sesudah post test 87,8% , Pencegahan diabetes mellitus dari 55,6% di pre test dan sesudah post test 85,4 %, faktor pencegahan diabetes mellitus dari 81,5 % pre test dan sesudah post test 92,7 % Kesimpulan: terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang penyakit diabetes mellitus
Sistem Imun dan Virus: Upaya Meningkatkan Pengetahuan tentang Kekebalan Tubuh terhadap Virus Elman Boy; Ainur Rofiq; Ria Wilan Permata Sari; Detti Destya Ayu; Ulva Koto; Irmadamayanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i3.11282

Abstract

Pendahuluan :sistem imun adalah kumpulan sel, jaringan, dan molekul yang membantu pertahanan tubuh melawan infeksi dari zat asing lain. Sedangkan virus merupakan bebarapa kumpulan partikel yang tersusun atas elemen genetik (genom) dan mengandung salah satu asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA) yang dapat berada dalam dua kondisi yang berbeda, yaitu secara intraseluler dalam tubuh inang dan ekstrseluler diluar tubuh inang. Virus memiliki sifat hidup dan mati. Tujuan : meningkatkan pengetahuan peserta tentang menjaga sistem imun terhadap virus. Metode: pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode survei dengan rancangan pretest-posttest sebelum dan sesudah edukasi dilakukan pre test dan post test melalui google form. Edukasi dilakukan secara online menggunakan zoom meeting dan dipresentasikan menggunakan PowerPoint. Hasil : 28 audiens telah mendapatkan informed consent sebelum mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat, 26 audiens mengikuti pre test dan 21 audiens mengikuti post test. Didapatkan peningkatan pengetahuan audiens mengenai fungsi sistem pertahanan tubuh dari 46,2% di pre test dan sesudah post test 66,7%, cara meningkatkan imun tubuh dari 88,5% di pre test dan sesudah post test 95,2%, cara penularan virus dari 46,2% di pre test dan sesudah post test 80,0%, Kesimpulan: Meningkatnya pengetahuan audiens tentang menjaga sistem imun terhadap infeksi virus atau benda asing.
Edukasi Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Masyarakat Kelurahan Sitirejo I Seintya Gimi Lestari; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11901

Abstract

Abstrak: Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2008, menunjukkan prevalensi DM di Indonesia membesar sampai 57%. Untuk menurunkan kejadian dan keparahan dari Diabetes Melitus maka dilakukan pencegahan seperti modifikasi gaya hidup dan pengobatan seperti obat oral hiperglikemia dan insulin. Kegiatan ini dilakukan dengan pemeriksaan dan edukasi kesehatan kepada warga Kelurahan Sitirejo I Kota Medan pada Kamis 1 September 2022 yang berlokasi di Posyandu Mawar Lingkungan 1. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memberikan edukasi tentang definisi diabetes melitus, faktor risiko dan pencegahannya. Upaya dalam menjaga pola makan sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 2, yaitu dengan membatasi konsumsi makanan atau minuman yang memiliki kadar gula yang tinggi. Selain itu mengontrol berat badan agar tidak terjadi obesitas dan olahraga teratur juga merupakan cara untuk mencegah dari penyakit diabetes melitus tipe 2. Untuk itu penting bagi masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah sebagai skrining awal untuk mengetahui ada atau tidak risiko terkena penyakit diabetes melitus tipe 2. Dengan adanya kegiatan pemeriksaan dan edukasi tentang pencegahan dan edukasi penyakit diabetes melitus ini diharapkan masyarakat lebih memaharmi dan lebih peduli terhadap kesehatannya agar terhindar dari penyakit diabetes, karena penyakit diabetes melitus ini merupakan penyakit yang sering diderita oleh masyarakat di Indonesia.
Cek Kesehatan Dan Penyuluhan Pada Lansia di Kelurahan Sei Mati Lingkungan II Medan Shabila Rizka Azzahra; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i4.16790

Abstract

Penuaan adalah tahap alami dalam perjalanan kehidupan, tetapi juga merupakan fase ketika risiko terhadap berbagai masalah kesehatan meningkat. Di antara risiko-risiko tersebut, tekanan darah tinggi, kadar asam urat yang tinggi, gula darah yang tidak terkendali, dan kolesterol yang tinggi adalah masalah utama yang dapat memengaruhi kualitas hidup para lansia. Kami menjelaskan bahwa pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat, gula darah, dan kolesterol dapat mendeteksi dini risiko-risiko kesehatan yang seringkali tidak memiliki gejala yang jelas. Dengan demikian, pencegahan menjadi fokus utama dalam upaya menjaga kesejahteraan lansia. Kami juga membahas bagaimana masing-masing parameter ini dapat memengaruhi kesehatan lansia, serta mengapa pengelolaan yang tepat sangat penting. Dalam konteks ini, kami menyoroti peran penting perubahan gaya hidup, diet seimbang, dan pengobatan jika diperlukan. 
Co-Authors Achsanudin, Muhammad Rijal ADE NOVI FRESILA LUBIS Adinda Nadira Larasati Adinda Sabina Ahmad Handayani AINUN ULFAH SA’ADIAH HARAHAP Ainur Rofiq Ainur Rofiq Albi Maulana ALIYYUL HALIM SARAGIH Alya Lailatu Assziva ANDRE FADILLAH Andre Pramudia Krisna Arisa Atika Meliala Aurel Valiziah Pohan AYU WULANDARI Aznan Lelo Azzahra Sinta Azzahra Sinta Azzahra Sinta Balemun Kaisar Harahap Brigita Ramayanti Brigita ramayanti Dana Rizki Adila Sitepu Dawang - Wicaksono Debby Mirani Lubis Des Suryani Desi Isnayanti Detti Destya Ayu Dharma, Utari Septia Erlan Pradan Fadhilla Qudsi Ramadhani Fadhillah, Rana Farida Utami Siregar Faridj Maulana Amir Filia Amanda FILIA AMANDA LUBIS Fitri Hafianty Fortuna, Jelita Freeman, Cindy Azzahra Fujiati, Isti Ilmiati Furqon, Al Furqoni, Aminullah Gusbakti Rusip Harahap, Juliandi Hasanul Arifin Hasanul Arifin Hasibuan, M Affandy Humairah, Humairah Ibnu Afif Armadi Ilham Hariaji Intan Tiara Adetya Ira Monica Irfan Darfika Irma, Irma Irmadamayanti Siregar Irmadayanti Siregar Izzatus Hilmi. Z JELITA FORTUNA JODY YUSUF KAISAR BALEMUN HARAHAP Karina Ramadhani Khaira Ummah, Zahdatul L.Tobing, Yuni Valentri Laksono Trisnantoro Lestari, Lestari Lubis, Debby Mirani Lubis, Hamidah Syukriah MAULIDA SHAFI Muhammad Fikri Muhammad Ikhsan Muhammad Pany A.A Mukhtasor, Ahmad Shidqi Munthe, Zakiyah Darajat Nasya Dara Nabila Nasya Dara Nabila Nasya Dara Nabila Novi, Novi Novita Sari Nur Hasanah Nuralita, Nanda Sari Nurfadly, Nurfadly Nurhasanah Nursodik, Muhammad Nurul Riani Siregar Putri Agma Putri Hamama Putri, Putri Rahmadayani, Annisa Raisa Kamila Regina, Regina Ria Wilan Permata Sari Rita Zahara RIZKY ADITYAS WARA Roijatul Mardiah Sahara Miranda Santi Syafril, Santi Seintya Gimi Lestari Sembiring, Rosita Juwita Shabila Rizka Azzahra Shabila Rizka Azzahra Shahrul Rahman SHOFIYATUZZAHRA RIZQIPUTRI M. SIREGAR Siagian, Fitri Dyana Siregar, Nur Fitriani Siti, Siti Sri Sumartiningsih Sukraini Annisa Malau Syakinah Amilina Syifa Nadya Azzahra Syukraini Annisa Malau Syukraini Annisa Malau Tarigan, Amira Permatasari Taufiqul, Taufiqul Ulfa Khairani Lubis Ulva Koto Vivi Eprillia Rosares Widya Yustika Yetty Machrina Yulfi, Hemma Yulia Afrina Nasution Yusni Yusni Zuhra Aqila Rangkuti