Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EKONOMI KREATIF DAN PERAN BAHASA ASING DALAM PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI Mariah S, Enung; Damasinta, Alfiana; Wisudawaty, Ika
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.74426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengembangan ekonomi kreatif dan peran bahasa asing dalam pendidikan di perguruan tinggi. Di tengah globalisasi yang semakin pesat, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi modern, yang melibatkan industri-industri berbasis kreativitas dan inovasi, seperti seni, desain, teknologi informasi, dan media. Di sisi lain, penguasaan bahasa asing menjadi kompetensi kunci yang memungkinkan mahasiswa untuk berinteraksi di pasar global dan memperluas peluang kerja internasional. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana pendidikan bahasa asing di perguruan tinggi dapat berkontribusi pada pengembangan keterampilan yang diperlukan dalam sektor ekonomi kreatif. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui survei terhadap mahasiswa dan dosen di beberapa perguruan tinggi yang menawarkan program studi terkait ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa asing tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat daya saing mereka di pasar global, terutama dalam industri kreatif yang semakin bergantung pada kolaborasi internasional. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam mengintegrasikan pendidikan bahasa asing dengan program-program ekonomi kreatif. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar perguruan tinggi mengembangkan kurikulum yang lebih terintegrasi antara kedua elemen tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan karir mahasiswa di tingkat global.This research aims to explore the relationship between the development of the creative economy and the role of foreign languages in higher education. Amidst rapid globalization, the creative economy sector has become one of the important pillars in modern economic development, involving industries based on creativity and innovation, such as arts, design, information technology, and media. On the other hand, proficiency in foreign languages has become a key competency that enables students to interact in the global market and expand international job opportunities. Therefore, it is important to understand how foreign language education in higher education can contribute to developing the skills needed in the creative economy sector. This research adopts a quantitative approach by collecting data through surveys of students and lecturers at several universities that offer study programs related to the creative economy. The research results indicate that foreign language skills not only broaden students' perspectives but also strengthen their competitiveness in the global market, especially in the creative industry that increasingly relies on international collaboration. Furthermore, this study also highlights the challenges faced by higher education institutions in integrating foreign language education with creative economy programs. Based on these findings, this study suggests that higher education institutions develop a more integrated curriculum between these two elements to enhance the quality of education and students' career readiness at a global level.
Analysis of the Role of Financial Literacy and Financial Inclusion on the Financial Performance of MSMEs Wisudawaty, Ika; Nur Arisah
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 04 (2025): September - November, International Journal of Education, Vocational and Socia
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i04.2447

Abstract

This study aims to comprehensively analyze the role of financial literacy and financial inclusion on the financial performance of MSMEs in Indonesia through a literature review from various reputable national and international sources. The results show that good financial literacy encourages MSMEs to make more informed financial decisions, improve the quality of financial reports, and strengthen risk management capabilities. Meanwhile, financial inclusion expands MSMEs' access to capital, insurance, and digital payment services, thereby increasing business efficiency and competitiveness. However, challenges remain, particularly in the 3T (frontier and remote) regions, such as disparities in access, limited infrastructure, and a dominant cash transaction culture. Therefore, integrated policy interventions are needed in the form of contextual financial literacy education, strengthening the digital financial ecosystem, and improving infrastructure. This study is expected to serve as a reference for researchers, practitioners, and policymakers in formulating sustainable MSME empowerment strategies in the digital era
Edukasi Pendampingan Pembuatan Pangan Lokal Berbasis Daun Kelor dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dan Pencegahan Stunting di Desa Mattiro Uleng Kabupaten Pangkep Wisudawaty, Ika; Rahmi, Nur; Putrawan, Muh. Rizah; Syam, Agus; Jufri, Muhammad
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 04 (2025): Nopember - Januari
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v3i04.2574

Abstract

Stunting merupakan isu kesehatan gizi kronis yang menghambat kualitas SDM nasional, menuntut intervensi gizi spesifik berbasis pangan lokal, salah satunya adalah Daun Kelor (Moringa oleifera). Kelor terbukti kaya zat besi dan protein, menjadikannya solusi efektif dan ekonomis untuk fortifikasi pangan rumah tangga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan ganda: meningkatkan pengetahuan gizi untuk pencegahan stunting dan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pengolahan kelor. PKM dilaksanakan di Desa Mattiro Uleng, Kabupaten Pangkep, dengan sasaran utama Ibu-ibu PKK dan Ibu-ibu Rumah tangga. Metode yang digunakan adalah Pendekatan Partisipatif Berbasis Edukasi dan Demonstrasi Praktik (hands-on training). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman peserta sebesar 28,7% (berdasarkan skor pre-test dan post-test). Keberhasilan transfer pengetahuan dan keterampilan diwujudkan dalam kemampuan peserta memproduksi diversifikasi pangan bernilai jual, seperti Cookies Sehat Kelor. Secara analitis, produk olahan ini membuka peluang Kewirausahaan Sosial, memberikan potensi pendapatan tambahan substansial yang mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Secara teoritis, integrasi olahan kelor ke dalam menu harian dan MP-ASI merupakan perubahan perilaku (Behaviour Change) yang esensial dalam mendukung program pencegahan anemia dan stunting. Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan ini berhasil mencapai dampak ganda: meningkatkan literasi gizi dan memberdayakan ekonomi, sehingga direkomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan untuk legalitas dan pemasaran produk.
ANALISIS TINGKAT LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINTECH PAYMENT DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PRIBADI Nurjannah, Nurjannah; Subur, Hikmayani; Tahir, Muhammad Ilyas Thamrin; Wisudawaty, Ika
Equilibria Pendidikan : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 10, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ep.v10i2.25352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan dan penggunaan Fintech Payment dalam mengelola keuangan pribadi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kuantitatif melalui pendekatan analisis deskriptif. Dengan responden sebanyak 30 mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan pendekatan kuantitatif menggunakan statistika deskriptif. Hasil survei tingkat literasi keuangan dalam pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa, sebanyak 52% mahasiswa mengakui bahwa literasi keuangan sangat bermanfaat dalam menekan pengeluaran, 24% menilai literasi keuangan berdampak positif terhadap perilaku finansial dan layak direkomendasikan kepada orang lain, 19% mampu mengelola keuangannya dengan menabung, serta 5% telah mempraktikkan investasi. Selanjutnya, hasil survei penggunaan fintech payment dalam pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa, sebanyak 38% mahasiswa menilai Fintech Payment memudahkan proses transaksi secara praktis, 30% menyatakan membantu efektivitas keuangan, 22% menganggap mempercepat proses pembayaran, dan 10% melihatnya sebagai sarana mencapai efektivitas keuangan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan dan penggunaan fintech payment memiliki hubungan yang saling menguatkan dalam konteks pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar.Kata Kunci: Literasi keuangan; fintech payment; pengelolaan keuangan; mahasiswa