Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Integrasi Teori-Teori Belajar dalam Pembelajaran untuk Mencapai Tujuan Holistik Pendidikan Agama Islam Andi Abd. Muis; Rahayu Binti Kasper; Sopian Atjo; Arjun Arjun; Ragil Nugaraha; Hartono Hartono; Nur Hiqma; A. Alya Indriani; Fitriani Fitriani; Imba Lalunggaeng
Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2025): Edisi Nopember 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jakap.v1i4.486

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) has a holistic goal, namely to shape individuals who are faithful, have noble character, are knowledgeable, and behave in accordance with Islamic teachings. To achieve this goal, the integration of modern learning theories into teaching practices is necessary. This literature review article aims to analyze various learning theories including behaviorist, cognitive, constructivist, humanistic, and social in the context of Islamic Religious Education (PAI) learning in schools. This approach is used to identify the relevance between psychological principles of learning and the comprehensive spiritual values ​​of Islam. This study uses a literature review method, reviewing various scientific sources such as journals, books, and research reports from 2015–2025. The results indicate that the integration of learning theories can enrich the Islamic Religious Education (PAI) learning process by balancing cognitive, affective, and psychomotor aspects. Behaviorist theory supports the formation of worship habits through positive reinforcement, cognitive theory fosters the development of understanding of religious concepts, constructivist theory emphasizes meaningful experiences in understanding Islamic values, humanistic theory fosters spiritual self-awareness, and social theory emphasizes the importance of teacher role models. Thus, Islamic Religious Education (PAI) learning integrated with learning theories can create a holistic, humanistic, and contextual Islamic education that meets the demands of the 21st century.
Metode Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Pemikiran Imam Al-Ghazali : Methods of Acquiring Knowledge in the Perspective of Imam Al-Ghazali’s Andi Abd. Muis; Sudirmanto; Nur Aliah; Dewi T
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026 - In Progress
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9377

Abstract

Ilmu menempati posisi fundamental dalam tradisi intelektual Islam, dan Imam Al-Ghazali merupakan salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam merumuskan konsep epistemologi Islam yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam metode memperoleh ilmu dalam perspektif pemikiran Imam Al-Ghazali dengan menelaah karya-karya utamanya seperti Ihya’ Ulumuddin, Mi’yar al-‘Ilm, al-Mustashfa, dan al-Munqidz min al-Dhalal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis isi terhadap teks-teks klasik dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Ghazali, ilmu diperoleh melalui empat instrumen utama: indera (al-hawâss) sebagai alat untuk menangkap fakta empiris; akal ('aql) sebagai sarana untuk menganalisis, menguji, dan membangun argumentasi logis; serta intuisi atau kasyf yang hanya diperoleh melalui penyucian jiwa, mujahadah, dan pendekatan spiritual kepada Allah, dan keempat Wahyu (Al-wahyu). Keempat metode ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi dan membentuk kerangka epistemologi integratif yang memadukan aspek empiris, rasional, dan spiritual. Penelitian ini juga menemukan bahwa tujuan akhir pencarian ilmu menurut Al-Ghazali bukan hanya penguasaan pengetahuan, tetapi pembentukan akhlak, kedekatan dengan Allah, dan tercapainya kebijaksanaan (al-hikmah). Dengan demikian, konsep epistemologi Al-Ghazali sangat relevan untuk pengembangan pendidikan Islam modern, karena menawarkan paradigma perolehan ilmu yang komprehensif, etis, dan berorientasi pada penyempurnaan diri.
DINAMIKA ETIKA DALAM PENERAPAN REWARD DAN PUNISHMENT PADA PENDIDIKAN ISLAM Andi Abd. Muis; Nur Amalina Abdul Rahman; Mardiah Wahyuni; Siti Rondhiyah
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4502

Abstract

Reward dan punishment merupakan strategi pedagogis yang lazim digunakan dalam pendidikan Islam untuk membentuk perilaku dan akhlak peserta didik. Namun, penerapan yang tidak berlandaskan etika berpotensi menimbulkan ketergantungan pada motivasi eksternal serta berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi etika dalam penerapan reward dan punishment berdasarkan perspektif pendidikan Islam serta kritik kontemporer dalam kajian motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan sumber data berupa Al-Qur’an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitik dengan menitikberatkan pada nilai-nilai etika Islam, seperti keadilan, rahmah, hikmah, dan orientasi tarbiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward efektif dalam meningkatkan motivasi positif apabila diberikan secara proporsional dan bermakna, sedangkan punishment hanya dibenarkan sebagai sarana edukatif yang bersifat mendidik tanpa merendahkan martabat peserta didik. Kritik psikologi modern menegaskan bahwa ketidakseimbangan penerapan reward dan punishment dapat melemahkan motivasi intrinsik. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran yang etis dan reflektif dengan menempatkan reward dan punishment sebagai instrumen pendukung pendidikan karakter. Penerapan yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkontribusi pada pembentukan motivasi internal dan tanggung jawab moral peserta didik sesuai tujuan tarbiyah Islam.