Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA KELAS 5 SD 25 KOTO KACIAK TERHADAP CAHAYA DAN SIFATNYA Sovia, Julita; Difa; fani; indah; Kamelia; Ade marlia
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap peningkatan pemahaman siswa kelas V SD Negeri 25 Koto kaciak pada materi sifat Cahaya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap onsep-konsep abstrak seperti pembiasan, pemantulan, merambat lurus, menembus benda bening. Metode yang digunakan adalah pra eksperimen dengan desain One Group pre-test post-test yang melibatkan 9 siswa kelas 5 SD Negeri 25 Koto Kaciak sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data berupa tes pre-test dan post-test serta observasi aktivitas siswa. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dengan rata-rata pre-test sebesar 56,11 dan post-test 68,33. Uji t menunjukkan nilai thitung >t tabel (2,982>2,306), sehingga disimpulkan bahwa model Discovery Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa.
PENGARUH MEDIA AJAR BERBASIS AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL PELAJARAN IPAS KELAS IV SDN 10 PASAR MUARA LABUH Cania, Putri; elka; ilham; rangga; ayu; tiara; Ade Marlia
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis audio visual terhadap hasil belajar mata pelajaran IPAS siswa kelas IV di SD Negeri 10 Pasar Muara Labuh. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pemanfaatan teknologi pendidikan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas dan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran IPAS yang memadukan aspek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Media audio visual dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, interaktif, dan menyenangkan, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 19 siswa kelas IV yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata setelah penggunaan media audio visual, yang berarti terdapat pengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dapat dijadikan alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini juga memberikan kontribusi bagi pengembangan media pembelajaran yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KAHOOT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS V SDN 07 MUDIK LAWE Resty, Dea; Ade Marlia; danil; mutia; siska; suci
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan media pembelajaran Kahoot terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 07 Mudik Lawe. Penelitian ini berakar dari rendahnya ketertarikan dan hasil belajar siswa pada topik bilangan cacah, yang diduga disebabkan oleh minimnya variasi dalam metode pengajaran yang diterapkan oleh guru. Untuk mengatasi tantangan ini, media pembelajaran Kahoot diimplementasikan sebagai alat untuk evaluasi dan pembelajaran yang interaktif dan memanfaatkan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimental serta desain One Group Pretest-Posttest Design. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 18 siswa kelas V. Alat pengumpul data meliputi tes pretest dan posttest, kuesioner,. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari pretest ke posttest. Melalui analisis uji-t, diperoleh bahwa nilai t-hitung melebihi t-tabel, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan Kahoot terhadap hasil belajar matematika siswa. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa media Kahoot efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi bilangan cacah di tingkat sekolah dasar.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERDIFERENSIASI PADA SISWA KELAS IV SDN 07 MUDIAK LAWE KABUPATEN SOLOK SELATAN Meithiara Hayu Rahmanda; Ade Marlia; Yunadil Husni
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v1i3.117

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV SDN 07 Mudiak Lawe Kabupaten Solok Selatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar menggunakan model Problem Based Learning Berdiferensiasi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 07 Mudiak Lawe. Penelitian dilakukan selama dua siklus yang terdiri dari 3 kali pertemuan. Penelitian menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Setelah melakukan penelitian sebanyak dua siklus, peneliti berhasil meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik, ditandai dengan data siklus I dan siklus II yang mengalami peningkatan. Pada siklus I diperoleh ketuntasan hasil belajar sebesar 63% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 89%, persentase peningkatannya sebesar 26%. Sedangkan hasil pengamatan aktivitas pendidik siklus I diperoleh sebesar 80% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 90%, persentase peningkatannya sebesar 10%. Dan hasil pengamatan aktivitas peserta didik siklus I diperoleh sebesar 77% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 88%, persentase peningkatannya sebesar 11%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning Berdiferensiasi dapat meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SDN 07 Mudiak Lawe Kabupaten Solok Selatan.
PERAN GURU KELAS DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 SIKUMBANG KECAMATAN SUNGAI PAGU Habil Alansyah; Ade Marlia; Rosi Satria Ardi
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v1i3.150

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar, khususnya dalam mata pelajaran Matematika. Kesulitan yang dialami mencakup lemahnya pemahaman konsep dasar berhitung, terutama dalam operasi perkalian dan pembagian, rendahnya motivasi belajar, serta kurangnya metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan kepala sekolah, guru kelas, dan siswa SD Negeri 02 Sikumbang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan bersumber dari data primer dan sekunder. Analsis data memiliki tahapan yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verivication. teknik triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber, triangulasi data dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif dalam mengidentifikasi kesulitan siswa melalui observasi, evaluasi, dan interaksi langsung. Guru menerapkan berbagai strategi pembelajaran seperti ceramah, diskusi, praktik langsung, penggunaan media visual, serta pembelajaran remedial. Selain itu, guru juga memberikan pendekatan individual, motivasi belajar, menciptakan suasana kelas yang kondusif, dan bekerja sama dengan orang tua. Upaya ini berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa, partisipasi aktif, serta hasil belajar yang lebih baik, khususnya dalam Matematika