Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Indonesia Berdaya

Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Berbasis Android Sebagai Media Pembelajaran di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong Edi Pujo Basuki; Djuwari Djuwari; Tiyas Saputri; Sunanto Sunanto
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024646

Abstract

Terdapat berbagai faktor yang meyebabkan terjadinya penurunan kualitas pendidikan Bahasa inggris disekolah.Salah satu faktor ialah kurikulum yang kurang efektif. Kurikulum yang digunakan di SMA di Indonesia sering kali tidak cukup efektif dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa. Beberapa sekolah masih menggunakan buku-buku pelajaran lama yang tidak terlalu relevan dengan kebutuhan saat ini. Kemudian, Kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan bahasa Inggris di SMA di Indonesia adalah kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas. Banyak guru bahasa Inggris di SMA yang tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai, sehingga sulit untuk memberikan pengajaran yang efektif. Selain itu, rendahnya minat siswa. Siswa seringkali kurang tertarik untuk belajar bahasa Inggris karena tidak melihat kepentingan dan manfaatnya dalam kehidupan seharihari. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar, kurangnya motivasi, dan tidak adanya tujuan yang jelas. Dan yang utama ialah kurangnya fasilitas dan teknologi pendukung. SMA di Indonesia seringkali tidak memiliki fasilitas dan teknologi yang memadai untuk membantu siswa belajar bahasa Inggris dengan efektifPermasalahan yang ada pada mitra adalah diperlukannya pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan media pembelajaran berbasis digital yang bersifat seru dan dapat dipahami dengan mudah. Pada dasarnya di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong pembelajaran hanya berfokus pada buku paket saja, implementasi pembelajaran Bahasa inggris belum dapat dilaksanakan dengan baik.. Setelah dilakukan analisis situsi, dapat diketahui bahwa kurangnya minat siswa disebabkan kurangnya variasi guru dalam melakukan pembelajaran dikelas. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini Melalui kegiatan sosialisasi dan penerapan teknologi informasi, diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan penurunan minat dan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, serta meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa. Abstract: There are several factors contributing to the decline in the quality of English education in schools. One of the factors is the ineffective curriculum. The curriculum used in Indonesian high schools often fails to effectively teach English to students. Some schools still use outdated textbooks that are not relevant to current needs. Additionally, there is a lack of qualified teachers. This is another factor affecting the quality of English education in Indonesian high schools. Many English teachers in high schools do not have adequate English language skills, making it difficult to provide effective instruction. Furthermore, there is a lack of student interest. Students often lack interest in learning English because they fail to see its importance and benefits in daily life. This can be attributed to a lack of support from the environment, a lack of motivation, and a lack of clear goals. Lastly, there is a lack of facilities and supporting technology. Indonesian high schools often lack the necessary facilities and technology to help students learn English effectively. The main issue at SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong is the need for English language learning using fun and easily understandable digital learning media. The school's English learning only focuses on textbooks, and the implementation of English language learning has not been well-executed. After conducting a situational analysis, it was found that the lack of student interest is due to a lack of teaching variation in the classroom. The results of this community service activity, through socialization and the application of information technology, are expected to provide solutions to the problems of declining interest and quality in English language learning at SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, as well as to increase student motivation and enthusiasm for learning.
Coffee Shop as a Space for Learning English Speaking Skills for Underprivileged Students Authar, Nailul; Saputri, Tiyas; Djuwari, Djuwari; Fitriyah, Fifi Khoirul
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022293

Abstract

Take a look at from the current situation, drinking a cup of coffee in a coffee shop becomes a living style trend in society. Not only teenagers experience enjoyable and comfort there, but also adult people feel the same too. This phenomenon are happening right now. Seeing this situation, it would be better if the activity of drinking coffee that was liked by the general public could be a way to overcome boredom in learning English, especially in speaking skills. However, not all students can get these facilities due to economic factors. They are called "Underprivileged Students". So, with this activity, it is hoped that it can help disadvantaged students so that they can get additional English education. The ranking shows that the English ability of the people in Indonesia is in the very low category. Without exception, teenagers or students in Surabaya. Especially those who experience this problem are underprivileged students, because they only get education through formal schools which are only carried out in class or online so they are less effective. As stated in the sub-chapter description of partner problems, there are solutions to overcome problems with partners. One of the creative ideas that can be done is to learn English at the Coffee Shop. This activity will take place through 4 stages, the first is pre-activity, the second is the general stage which includes the inauguration of the activity, the third is the core of the activity, and the fourth is the evaluation of the activity.
Sosialisasi Teknik Scaffolding to Writing ke Guru Pengajar Bahasa untuk Menambah Teknik Pengajaran Menulis dan Mendukung Gerakan Literasi di MTs. Jabal Noer Taman Basuki, Edi Pujo; Saputri, Tiyas; Djuwari, Djuwari; Afandi, Mujad Didien; Shari, Destita
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024940

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru di MTs. Jabal Noer Taman dalam mengajarkan menulis yang efektif dan terstruktur menggunakan pendekatan scaffolded writing. Sudah dilakukan analisis permasalahan bahwa keterbatasan keterampilan guru dalam mengajarkan menulis menjadi salah satu tantangan utama. Metode yang dilakukan ialah meliputi serangkaian kegiatan yang beragam dan terintegrasi, seperti pelatihan dan wokshop, pemanfaatan media sosial dan platform online. Hasil luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan yang telah dipublikasikan di jurnal scopus dan peningkatan pengetahuan teknik scaffolded writing sebagai teknik pengajaran menulis dan mendukung gerakan literasi di MTs. Jabal Noer Taman
Poster making workshop using Canva as a science teaching media integrated with characters in elementary school Lutfauziah, Asmaul; Fitriyah, Fifi Khoirul; Saputri, Tiyas; Wahyudi, Agus; Muharromah, Lailatul
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025966

Abstract

The workshop was initiated in response to challenges faced by elementary school teachers in remote and underdeveloped regions, who often struggle with selecting appropriate teaching media. Additionally, elementary students in these areas tend to spend excessive time on gadgets without using them for learning purposes. This study aims to educate teachers on creating science posters using Canva, thus fostering character development and promoting the wise use of technology for learning. The project-based workshop included several stages: a Forum Group Discussion (FGD) to align the teachers' understanding, project-based learning planning, poster creation using Canva, and ongoing monitoring and evaluation. The program successfully enhanced the digital literacy and design skills of teachers to create poster integrated with character. The Canva design workshop was held virtually via Zoom, focusing on open media, learning posters, module covers, and learning videos. This activity was attended by teachers from various regions. The program lasted for two sessions (theory and practice of making products). The program has succeeded in helping teachers improve their creative design skills amidst limited access to technology in remote and outermost areas. The teachers managed to operate Canva well, showing high enthusiasm in improving their design skills. The evaluation showed high participant satisfaction, with 57% satisfied and 43% very satisfied. This workshop has succeeded in encouraging teachers to be more creative and innovative in the technology-based learning process.Abstrak. Lokakarya ini digagas sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh guru-guru SD di daerah terpencil dan terbelakang, yang sering kali kesulitan dalam memilih media pembelajaran yang tepat. Selain itu, siswa SD di daerah tersebut cenderung menghabiskan waktu yang berlebihan pada gadget tanpa menggunakannya untuk tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendidik guru-guru dalam membuat poster sains menggunakan Canva, sehingga menumbuhkan karakter dan mempromosikan penggunaan teknologi yang bijaksana untuk pembelajaran. Lokakarya berbasis proyek ini mencakup beberapa tahap: Diskusi Kelompok Forum (FGD) untuk menyelaraskan pemahaman guru, perencanaan pembelajaran berbasis proyek, pembuatan poster menggunakan Canva, dan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Program ini berhasil meningkatkan literasi digital dan keterampilan desain guru untuk membuat poster yang terintegrasi dengan karakter. Lokakarya desain Canva diadakan secara virtual melalui Zoom, dengan fokus pada media terbuka, poster pembelajaran, sampul modul, dan video pembelajaran. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru dari berbagai daerah. Program berlangsung selama dua sesi (teori dan praktik membuat produk). Program ini telah berhasil membantu guru meningkatkan keterampilan desain kreatif mereka di tengah keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil dan terluar. Para guru berhasil mengoperasikan Canva dengan baik, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam meningkatkan keterampilan desain mereka. Hasil evaluasi menunjukkan kepuasan peserta yang tinggi, dengan persentase 57% puas dan 43% sangat puas. Workshop ini berhasil mendorong guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran berbasis teknologi.
Short Course Pengajaran Bahasa Inggris dan Pengajaran Pedagogi Praktis Ibu-ibu Pkk Rw 009 Desa Pepelegi Waru Sidoarjo": Ibu Rumah Tangga Sebagai Guru Bagi Anak Usia Sekolah Di Rumah Basuki, Edi Pujo; Saputri, Tiyas; Hardiningrum, Andini
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251246

Abstract

Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu keterampilan esensial yang perlu dimiliki sejak usia dini. Namun, keterbatasan akses terhadap pendidikan tambahan menjadikan banyak anak belum memperoleh pembelajaran bahasa Inggris yang memadai di rumah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga di lingkungan PKK RW 009 Desa Pepelegi, Waru, Sidoarjo, dalam membimbing anak-anak mereka belajar bahasa Inggris melalui pelatihan singkat (short course). Program ini dirancang berbasis pendekatan partisipatif dan kontekstual, dengan materi ajar yang sederhana dan mudah diterapkan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi peningkatan keterampilan mengajar ibu rumah tangga, terbentuknya model pembelajaran berbasis keluarga, serta publikasi ilmiah sebagai luaran program. Kegiatan ini juga diharapkan dapat direplikasi di komunitas lain sebagai bentuk keberlanjutan pengabdian berbasis pemberdayaan keluarga.
Peningkatan Kompetensi Guru SDN Kalirungkut 1 Surabaya dalam Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi dan Berbasis Proyek P-5 untuk Menanamkan Karakter Rahmatan lil Alamin [Enhancing the Competence of SDN Kalirungkut 1 Surabaya Teachers in Developing Differentiated and Project-Based P-5 Teaching Modules to Instill the Rahmatan lil Alamin Character] Ghufron, Syamsul; Nafiah, Nafiah; Susanto, Rudi Umar; Kasiyun, Suharmono; Saputri, Tiyas
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251247

Abstract

Abstract. The community service program conducted at SDN Kalirungkut 1 Surabaya aimed to improve teachers' competence in designing differentiated and project-based P-5 learning that integrates the Rahmatan lil Alamin character. The program was implemented through a five-day training and mentoring session, focusing on developing teaching modules tailored to students' needs and characteristics, as well as instilling values such as kindness, tolerance, and empathy. The results of the training demonstrated a significant improvement in teachers' understanding and skills in designing more inclusive and character-based learning. The sustainability of the program is ensured through ongoing mentoring and strengthened collaboration among teachers. Abstrak. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SDN Kalirungkut 1 Surabaya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis proyek P-5 yang mengintegrasikan karakter Rahmatan lil Alamin. Program ini dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan selama lima hari, dengan fokus pada pengembangan modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta penanaman nilai karakter seperti kasih sayang, toleransi, dan empati. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inklusif dan berkarakter. Keberlanjutan program dijamin melalui pendampingan berkelanjutan dan penguatan kolaborasi antar guru.
Application of Interactive English E-Module with Flipbook Application for Early Childhood Education Students Saputri, Tiyas; Djuwari, D; Authar, Nailul; Asmara, Berda; Putri Rahmadani, Nabila; Rokhman Saleh, Nanang; Ayu Chrestina, Devi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022351

Abstract

Education is one of the pillars of the progress of a nation. Education is still a serious concern in each region in order to increase. The quality of education at the Integrated Early Childhood Post (PPT) Kuncup Melati Surabaya is quite good but still needs to be improved. One of them is in technology-based English learning. Learning English at PPT Kuncup Melati Surabaya will be much more interesting if it is packaged with a blend of technology and presented to Early Childhood Education students in the form of visual learning. In addition, online learning is currently being promoted again along with the increasing number of Covid-19 victims during this pandemic. Mastery of technology-based English learning at PPT Kuncup Melati Surabaya is still minimal. This is evident from the learning that is still carried out face-to-face, even though it is carried out in alternating schedules. Even though there are clear rules from the government that suggest that learning is done online. As a solution, assistance is needed in technology-based online English learning with a variety of methods and is carried out in a sustainable manner so that learning can be done online but still interesting. By applying the flipbook application in learning English, it is hoped that it will stimulate Early Childhood Education students in learning technology-based English. Flipbook is a powerful software application designed to convert PDF files to page-turning digital publications. With the flipbook application, a digital bookshelf can be created from several E-Modules that have been produced so that teachers and students can choose which E-Module to read by simply pressing the click button to select it. This Community Service (PKM) activity plan is focused on implementing an interactive English E-Module with a flipbook application for Early Childhood Education students at PPT Kuncup Melati Surabaya. The target of this PKM activity is the students in the school. The expected output is to apply a flipbook application to students at the school and to create a digital literacy corner and e-learning regeneration which is expected to be able to increase the knowledge, skills, interests and motivation of Early Childhood Education students in learning English. With the digital literacy corner, it is hoped that it can increase student interest in literacy.
Pelatihan Kegiatan Montase terhadap Perkembangan Bahasa dan Kreativitas Anak Usia Dini bagi Guru PAUD di TK Dharma Bhakti Surabaya Asmara, Berda; Fitriyah, Fifi Khoirul; Syaikhon, Muhammad; Saputri, Tiyas; Saleh, Nanang Rokhman
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024763

Abstract

Tujuan dari Pengabdian Masyarakat adalah merupakan kewajiban sebagai seorang dosen selain Penelitian dan Pendidikan (pengajaran). Pelaksanaan pembelajaran di Lembaga PAUD sangat diperlukan melalui permainan dan media yang menyenangkan serta sesuai dengan usia anak. Oleh sebab itu kegiatan montase memiliki tujuan untuk meningkatkan kreatifitas dalam berfikir dengan menghasilkan karya yang baik sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangannya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memunculkan ide kreatif dan inovatif serta bermaksud untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak, sosial emosional, dan kognitif. Kegiatan montase yang dilakukan merupakan suatu bagian model pembelajaran kreatif yang dilakukan oleh guru guna memberikan stimulus kepada anak. Berdasarkan keadaan di lapangan seperti di atas maka kami mengadakan kegiatan berupa pengabdian masyarakat. Pengabdian Masyarakat yang akan dilakukan adalah pelatihan kegiatan montase pada guru PAUD untuk meningkatkan kreativitas dan perkembangan Bahasa pada anak usia dini. Pelaksanaan akan dilakukan di TK Dharma Bhakti Surabaya dengan alasan FKIP UNUSA pada tahun-tahun sebelumnya telah menjalin kerjasama (MoU) dengan lembaga tersebut melalui Tri Dharma. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kreativitas pendidik dan anak usia dini serta menambah semangat dan antuasias pada anak didikAbstract: The purpose of Community Service is a duty as a lecturer in addition to Research and Education (teaching). The implementation of learning in Early Childhood Education Institutions is very necessary through enjoyable games and media that are age-appropriate for children. Therefore, montage activities aim to enhance creativity in thinking by producing quality work in line with their developmental milestones. These activities are designed to foster creative and innovative ideas and intend to develop children's language, social-emotional, and cognitive abilities. The montage activities conducted are part of a creative learning model implemented by teachers to provide stimuli to children. Based on the field conditions as mentioned, we have organized a community service activity. The Community Service to be conducted involves training Early Childhood Education teachers in montage activities to enhance creativity and language development in young children. The implementation will take place at TK Dharma Bhakti Surabaya, chosen because FKIP UNUSA has previously established cooperation (MoU) with this institution through the Tri Dharma. This activity is carried out with the goal of increasing the creativity of educators and young children, as well as boosting the enthusiasm and interest of the students.