Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PKM “Pengenalan dan Pemahaman Ekosistem Padang Lamun Bagi Generasi Muda Papua” Ratna; Hardianti, Fatimah; Kalidi, Neneng S.; J. Syarif; A.M. Suruwaky; Fahrizal, Ahmad; M. S. Rumwokas; E. Loupatty; Sufardin; H. Abuhaer; K. Gutajala; F. Mahad; R. M. Linta
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v7i1.4019

Abstract

Ekosistem padang lamun memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut, selain itu padang lamun juga berfungsi sebagai habitat bagi spesies laut, mendukung keanekaragaman hayati, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir. Namun, ekosistem ini menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda Papua tentang ekosistem lamun melalui pendidikan lingkungan berbasis ceramah dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pemahaman siswa sebesar 20% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Dengan adanya kegiatan ini, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berperan dalam pelestarian ekosistem pesisir.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pemasaran Produk Udang Kasia untuk Meningkatkan Perekonomian di Kampung Arar, Kabupaten Sorong Sulfiana; Ibal, La; Abu, Nur; Rahayu, Andi; Rahmi; Murni; Kayatun, Siti Nur; Saleh, Muhammad; Masniar
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v4i3.409

Abstract

The marketing training for cassia shrimp products held in Arar Village, Sorong Regency, Southwest Papua aims to improve community skills in overcoming obstacles to marketing local products. This activity is carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. In the initial stage, the team coordinated with village officials to understand local conditions and the economic potential of the community. The implementation stage focused on digital marketing training and product packaging techniques, followed by pretests and posttests to measure skill improvements. The results of the training showed a significant increase in participants' understanding of online marketing strategies, the importance of information on packaging, and factors that can attract consumer interest and loyalty, such as attractive packaging design and product taste quality. Before the training, the majority of participants still used traditional marketing methods, but after the training, 89.47% of participants switched to digital marketing. This training succeeded in providing an understanding of broader and more modern marketing strategies, so that the community is better prepared to compete in a larger market. The impact is seen in the increase in sales, income, and sustainable economic potential in Arar Village
INOVASI PRODUK LOKAL: MENINGKATKAN KETERAMPILAN IBU-IBU PKK DALAM MEMBUAT PRODUK ABON UDANG KASIA Sulfiana Sulfiana; Nur Abu; La Ibal; Andi Rahayu Anwar; Rahmi Rahmi; Siti Nur Kayatun; Murni Murni; Muhamad Saleh Rumwokas
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ibu-ibu PKK melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dalam pengolahan udang Kasia menjadi produk abon. Program ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu penyuluhan yang memberikan pemahaman tentang pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam mengolah makanan, pelatihan tentang teknik penyimpanan bahan makanan yang aman dan higienis, serta pendampingan dalam memilih bahan baku berkualitas untuk menghasilkan produk yang aman dan lezat. Setelah penyuluhan, ibu-ibu PKK lebih memahami pentingnya penerapan SOP, seperti penggunaan celemek, masker, sarung tangan, dan penutup kepala, yang berfungsi menjaga kebersihan dan keamanan pangan. Selain itu, mereka juga mempelajari cara penyimpanan bahan makanan yang benar untuk mencegah kontaminasi, dan pentingnya menjaga kualitas bahan baku udang rebon untuk memastikan keamanan dan kualitas abon yang dihasilkan. Dengan demikian, ibu-ibu PKK semakin percaya diri dalam memproduksi abon udang Kasia yang berkualitas dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan mereka melalui usaha mandiri.
Pelatihan Pembuatan Sambal Udang Kasia Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kampung Arar Sulfiana, Sulfiana; Ibal, La; Abu, Nur; Anwar, Andi Rahayu; Rahmi, Rahmi; Kayatun, Siti Nur; Murni, Murni; Saleh, Muhammad
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 5 No. 1 Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v5i1.4213

Abstract

Keberadaan udang kasia (Acetes sp.) di Kampung Arar, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun, pengolahan udang kasia masih terbatas pada pembuatan terasi tradisional, sehingga nilai tambah produk belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam diversifikasi produk olahan udang kasia, dengan memperkenalkan pembuatan sambal udang kasia. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan pemerintah setempat, sosialisasi, pelatihan langsung, dan evaluasi hasil. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan 100% sesuai rencana, dengan peserta menunjukkan peningkatan keterampilan yang signifikan dalam pengolahan sambal. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap inovasi produk ini. Diversifikasi produk sambal udang kasia diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat Kampung Arar. Ke depan, diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk pemasaran dan pengembangan usaha sambal udang kasia, serta dukungan dari pemerintah setempat untuk memperkuat ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Sosialisasi Pelestarian Terumbu Karang Berbasis Biorock Ratna; F.Hardianti; E. Loupatty; R.M.Linta; N. Ayomi; F.Mahad; R. Sangaji; A.M.Suruwaky; M. S. Rumwokas; Fahrizal, Ahmad
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v7i2.4639

Abstract

The socialization activity on coral reef conservation using Biorock technology was conducted at MA Emayodere Sorong as an environmental education initiative for the younger generation. The purpose of this activity was to enhance students’ understanding and awareness of the importance of marine ecosystem conservation, particularly coral reefs, and to introduce Biorock technology as an innovative solution for reef rehabilitation. The activities were carried out through interactive presentations, group discussions, and evaluations using pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in students’ understanding. The average pre-test score of 55 increased to 82 in the post-test, representing a 27-point or 49% improvement. A total of 88% of the students expressed increased concern for marine environmental issues, and 72% showed interest in participating in conservation actions. This activity demonstrates that an educational approach combining technology and participation can effectively foster environmental awareness among students. Therefore, the socialization of coral reef conservation using Biorock technology is not only effective in enhancing students’ knowledge but also holds the potential to create young environmental change agents. Such activities should be continued sustainably with cross-sectoral support to protect marine ecosystems.
Diversifikasi Produk Bakso Ikan Tuna : Inovasi Pengolahan Hasil Perikanan untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Sukmawati, Sukmawati; Rosalina, Febrianti; Ponisri, Ponisri; Sulfiana, Sulfiana; Murtiningrum, Murtiningrum; Mangallo, Bertha; Leba, Herlyn Winda Wie; Darma, Darma; Awariti, Mohammad Haris; Latief, Nur Alya Mariska; Rumkowas, Saleh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.619

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Diversifikasi Produk Bakso Ikan Tuna” dilaksanakan di Kampung Yeflio, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Potensi ikan tuna (Thunnus sp.) yang melimpah di wilayah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga diperlukan inovasi pengolahan berbasis diversifikasi produk. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelatihan, dan evaluasi dengan metode hands-on training yang melibatkan 20 peserta kelompok ibu rumah tangga. Peserta diberikan materi dan praktik langsung meliputi pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, penerapan prinsip keamanan pangan, serta pengemasan produk yang sesuai standar. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek: pengetahuan bahan baku (45%→85%), teknik pengolahan (40%→90%), keamanan pangan (35%→80%), dan pengemasan produk (30%→75%). Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan teknis, kesadaran mutu, dan semangat kewirausahaan masyarakat pesisir. Selain membuka peluang usaha baru, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 dan 14, yaitu pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut.
Keadaan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Ikan Terbang Di Desa Kilga Kabupaten Seram Bagian Timur Rumwokas, Muhammad Saleh; Sri Widya, Devita Aristya
Baselang Vol 5, No 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i2.297

Abstract

Masyarakat Desa Kiliga adalah masyarakat yang sebagian besar memiliki profesi sebagai nelayan dan sebagian kecil berprofesi sebagai petani cengkeh, Pala, dan Coklat. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis kondisi ekonomi masyarakat nelayan, meliputi sumber pendapatan utama, pengeluaran rumah tangga, serta rata-rata pendapatan per hari dari hasil tangkapan ikan terbang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kilga, Kecamatan Kiandarat, Kabupaten Seram Bagian Timur pada Bulan Januari 2025. Penentuan sampling menggunakan Teknik purposive sampling.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan kombinasi analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kabupaten Seram Bagian atau yang disingkat SBT adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Maluku, Indonesia. Daerah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Maluku Tengah. Ibu kota kabupaten ini menurut Undang-Undang, terletak di Dataran Hunimua, akan tetapi pusat pusat kegiatan pemerintahan berlangsung di Bula. Jumlah penduduk kabupaten ini tahun 2024 berjumlah 147.139,00 jiwa, luas wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur seluruhnya mencapai 20.659,89 km2 yang terdiri dari luas laut 14.877,77,84 dan luas didominasi oleh pulau-pulau kecil yaitu sebanyak 34 pulau.Tingkat pendapatan yang paling tinggi terlihat pada dua responden nelayan yaitu Rp. 650.000 – 1.000 000 (Enam Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah – Satu Juta Rupiah). Sedangkan tingkata pendapatan menengah terlihat pada 21 responden dengan penghasilan Rp. 450.000 – 600.000 (Empat Ratus Lima  Ribu Rupiah – Enam Ratus Ribu Rupiah). Sedangkan tingkat pendapatan paling rendah terlihat pada Rp. 50.000 – 200.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah – Dua Ratus Ribu Rupiah). Dimana ini merupakan pendapatan yang paling rendah, jika dibandingkan dengan pengeluaran setiap harinya berkisar antara Rp. 50.000 – 60.000 maka nelayan yang memiliki penghasilan dibawah 50.000 ini mengalami sedikit kerugian, dibanding nelayan yang memiliki pendapatan diatas Rp. 100.000. Dengan demikian maka pengeluaran nelayan terdiri dari biaya tetap dan variabel yang harus dipantau dan dikendalikan.
Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Nelayan Tangkap melalui Penyuluhan dan Pendampingan di Pulau Raam, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Papua Barat Daya Ellen Loupatty; M.S.Rumwokas
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v4i1.83

Abstract

Masyarakat Pulau Raam, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Papua Barat Daya, sebagian besar menggantungkan mata pencahariannya pada sektor perikanan tangkap. Meskipun potensi sumber daya perikanan cukup besar, usaha nelayan dikelola secara tradisional dengan berbagai kendala, seperti tidak adanya perencanaan usaha, pencatatan keuangan yang tidak teratur, keterbatasan modal, serta pemasaran yang masih bergantung pada pedagang pengumpul. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan pada manajemen usaha perikanan tangkap, guna mendukung peningkatan pendapatan dan keberlanjutan usaha. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi permasalahan, penyuluhan, diskusi, tanya jawab, serta pendampingan penyusunan pembukuan sederhana yang meliputi pencatatan biaya operasional, hasil penjualan, dan perhitungan keuntungan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa para peserta memperoleh peningkatan pemahaman tentang pentingnya perencanaan usaha, pengelolaan modal, pencatatan keuangan, dan strategi pemasaran hasil. Kegiatan ini juga mengidentifikasi perlunya penguatan kelembagaan kelompok nelayan serta peningkatan akses informasi pasar untuk mendukung pengembangan usaha. Dengan demikian, pengabdian ini memberikan kontribusi positif terhadap kapasitas manajerial nelayan. Pendampingan lanjutan dan dukungan pemangku kepentingan sangat diperlukan agar penerapan manajemen tersebut berlangsung konsisten demi memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi seluruh masyarakat pesisir setempat
SAFETY AND QUALITY OF DRIED SALTED FISH PRODUCTS SOLD IN TRADISIONAL AND MODERN MARKETS Sry Wahyuni; Sulfiana Sulfiana; M Iksan Badarudin; Muhamad Saleh Rumwokas; Galih Sandjaya
Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu dan keamanan pangan ikan asin kering yang dipasarkan di pasar tradisional dan modern berdasarkan parameter mikrobiologis dan cemaran bahan kimia. Sampel ikan asin kering dari pasar tradisional (P1) dan pasar modern (P2) diuji sensori, keberadaan Staphylococcus aureus, dan kandungan formalin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai sensori pada kedua sampel memenuhi SNI 2346:2015, namun pada parameter jamur, sampel P1 memperoleh skor 9 dan P2 skor 8, mengindikasikan adanya kontaminasi pada kedua sampel, meskipun lebih tinggi pada pasar tradisional. Uji Staphylococcus aureus memperlihatkan sampel P1 mengandung 9,1 × 10² koloni/g, melebihi ambang batas SNI 2332.9:2015 yaitu 1 × 10² koloni/g, sedangkan sampel P2 tidak terdeteksi. Uji formalin menggunakan test kit menunjukkan hasil negatif pada kedua sampel, sehingga ikan asin kering relatif aman dari cemaran bahan kimia berbahaya. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan kondisi pasar berpengaruh terhadap mutu mikrobiologis ikan asin kering, di mana pasar tradisional memiliki tingkat kontaminasi yang lebih tinggi dibandingkan pasar modern. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengawasan ketat, penerapan standar higiene dan sanitasi, serta edukasi kepada produsen dan pedagang untuk memastikan produk ikan asin kering yang beredar aman, sehat, dan sesuai standar mutu.
ANALYSIS OF LEAD AND CADMIUM CONTENT IN JERUJU MANGROVE TEA LEAVES (Acanthus ilicifolius L.) WITH DIFFERENT DRYING TIMES Kelibay, Amirula; Sulfiana, Sulfiana; Sukmawati, Sukmawati; Hardianti A, Fatimah; Rumwokas, Muhamad Saleh
Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/indonesian.v9i2.106646

Abstract

Jeruju mangrove (Acanthus ilicifolius L.) is a coastal plant with potential for development as a herbal tea due to its bioactive compounds. However, its ability to accumulate heavy metals raises concerns regarding food safety. This study aimed to determine the lead (Pb) and cadmium (Cd) contents of jeruju herbal tea subjected to different drying times and to evaluate the effect of drying time on heavy metal levels. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor, namely drying time at 100 °C, consisting of three treatments (70, 85, and 100 min), with three replicates for each treatment. Pb and Cd contents were determined using Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrometry (GFAAS) in accordance with the applicable SNI standards. The Pb content ranged from 3.37 to 4.78 mg/kg, with the highest concentration observed at 85 min and the lowest at 70 min. Analysis of variance showed a significant effect of drying time on Pb content (p < 0.05). In contrast, Cd was not detected in any treatment, indicating that its concentration was below the analytical method's detection limit. The results demonstrate that drying time affected Pb concentrations, whereas no detectable Cd was observed under the conditions investigated. These findings highlight the potential of jeruju leaves as a raw material for herbal tea while emphasizing the need for continued monitoring of Pb contamination to ensure product safety.