Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Implementation Of Sbar Communication In Nursing Practice To Improve Patient Safety Ardianto Ardianto; Tri Ayu Yuniyanti; Suratno Kaluku; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis; Zulfikar Peluw
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1115

Abstract

Patient safety (patient Patient safety is a top priority in healthcare. One contributing factor to patient safety incidents is ineffective communication between healthcare workers. The SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) communication method was developed as a structured communication tool to improve the clarity and accuracy of clinical information. This study aims to analyze the implementation of SBAR communication in nursing practice and its impact on improving patient safety. safety. The study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 60 nurses working in the inpatient ward of Hospital X, selected using a purposive sampling technique. Data were collected using an SBAR implementation questionnaire and a patient safety incident observation sheet. Data analysis was performed univariately and bivariately using the Chi- Square test. The results showed that good SBAR communication implementation was significantly associated with increased patient safety (p < 0.05). It was concluded that SBAR communication is effective in supporting safe and quality nursing practices.
Edukasi Pencegahan Jatuh di Unit Stroke RSUD MM Dunda Limboto Maryadi Maryadi; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis; Indra Indra
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1700

Abstract

Abstrak. Stroke merupakan penyakit serebrovaskular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia maupun dunia. Pasien stroke mengalami berbagai defisit neurologis yang secara signifikan meningkatkan risiko jatuh selama perawatan di rumah sakit maupun setelah pemulangan. Kejadian jatuh pada pasien stroke dapat menimbulkan komplikasi serius seperti fraktur, cedera kepala, perpanjangan lama rawat, serta peningkatan beban biaya perawatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai faktor penyebab, tanda, dampak, bahaya, serta upaya pencegahan jatuh, baik di rumah sakit maupun di rumah. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Unit Stroke RSUD MM Dunda Limboto, Gorontalo, dengan melibatkan mahasiswa keperawatan sebagai fasilitator edukasi. Metode yang digunakan adalah ceramah disertai media edukasi berupa leaflet dan banner. Kegiatan berlangsung melalui empat tahap: persiapan, pembekalan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah menerima edukasi, yang ditandai dengan peningkatan pengetahuan pasien maupun keluarga yang dievaluasi secara lisan. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama sesi ceramah dan diskusi. Keterlibatan keluarga dalam program edukasi berkontribusi pada penguatan jaringan dukungan sosial bagi pasien pasca stroke, sehingga edukasi pencegahan jatuh dapat dimasukkan ke dalam discharge planning setiap pasien stroke yang akan dipulangkan. Abstract. Stroke is a cerebrovascular disease that serves as a leading cause of disability and mortality both in Indonesia and globally. Stroke patients experience various neurological deficits that significantly increase the risk of falls during hospitalization and following discharge. Fall incidents in stroke patients can lead to serious complications, such as fractures, head injuries, prolonged hospital stays, and increased healthcare costs. This community service program aims to enhance patients’ and their families’ knowledge of the causes, signs, effects, hazards, and prevention of falls in both hospital and home settings. The activity was conducted at the Stroke Unit of RSUD MM Dunda Limboto, Gorontalo, involving nursing students as educational facilitators. The method employed was a lecture supported by educational media, including leaflets and banners. The program was implemented in four stages: preparation, briefing, implementation, and evaluation and reporting. The results indicated an improvement in participants’ knowledge following the educational intervention, as evidenced by oral evaluations of both patients and their families. Participants also demonstrated high enthusiasm and active participation during the lecture and discussion sessions. Family involvement in this educational program strengthens social support networks for post-stroke patients; therefore, fall prevention education should be integrated into discharge planning for every stroke patient.
Pemberdayaan Lansia melalui Edukasi Hipertensi dan Terapi Komplementer di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango Nur Ayun R. Yusuf; Sri Yulian Hunowu; Zainuddin Zainuddin; Moh Nisyar Sy Abd Azis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38989

Abstract

Urgensi: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pengelolaannya menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam mengontrol tekanan darah. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai hipertensi serta terapi komplementer yang dapat digunakan sebagai upaya pendukung pengendalian tekanan darah. Metode: Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tilango dengan melibatkan 15 lansia penderita hipertensi. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan praktik sederhana terkait terapi komplementer, seperti aromaterapi, akupresur, pijat kaki, slow deep breathing, serta rendam kaki menggunakan air hangat dan garam. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab untuk menilai tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai hipertensi, faktor risiko, pencegahan, serta penerapan terapi komplementer dalam membantu mengontrol tekanan darah. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung sehingga metode edukasi yang digunakan dinilai efektif dan mudah dipahami oleh lansia. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mengenai hipertensi dan terapi komplementer dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia dalam mengontrol tekanan darah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan lansia dalam upaya promotif dan preventif kesehatan guna mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE DURATION OF HYPERTENSION AND ANXIETY AMONG HYPERTENSIVE PATIENTS IN THE SERVICE AREA OF THE LEMBO COMMUNITY HEALTH CENTER NORTH KONAWE REGENCY Indra; Nurnianingsih A. Yasin; Sri Yulian Hunowu; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis; Sartika; Bergita Dumar
JTH: Journal of Technology and Health Vol. 4 No. 1 (2026): July: JTH: Journal of Technology and Health
Publisher : CV. Fahr Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61677/jth.v4i1.873

Abstract

Hypertension is a chronic condition that is common among adults and is often associated with various psychological issues, including anxiety levels. As a chronic condition, the longer a person has hypertension, the higher their anxiety levels tend to be. This condition can affect patients’ psychological well-being, adherence to treatment, and quality of life if not managed properly. Given these circumstances, this study aims to examine the association between the duration of hypertension and anxiety levels among adult patients at the Lembo Community Health Center. This is a quantitative study using a cross-sectional study design. The study involved 59 respondents selected through cluster sampling. Data were collected using the Zung Anxiety Scale to assess anxiety levels and were analyzed using the chi-square test. The findings showed a significant relationship between the duration of hypertension and anxiety levels, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). These findings suggest that a longer duration of hypertension may contribute to a higher risk of anxiety among adult patients. The results of this study underscore the importance of long-term management of chronic diseases, particularly hypertension, as a means to reduce the risk of anxiety in adult patients and to support the provision of more comprehensive healthcare services that address both physical and psychological aspects.
KUAT KARENA DI DUKUNG: KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Sri Yulian Hunowu; Indra Indra; Nurnianingsih A. Yasin; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis; Bergita Dumar
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia sebagai negara dengan kasus terbanyak tuberkulosis setelah India. Kepatuhan pengobatan menjadi masalah utama dalam menjalani proses pengobatan. Oleh karenanya, dukungan keluarga menjadi krusial dalam meningkatkan kepatuhan minum obat bagi penderita tuberkulosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian observasional (analitik) dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampel, dimana sampel yang digunakan berupa seluruh pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 31 responden, sebanyak 22 responden memiliki dukungan keluarga positif, sedangkan 9 responden mendapatkan dukungan keluarga negatif. Seluruh responden dengan dukungan keluarga positif (100%) menunjukkan kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis. Pada kelompok dengan dukungan keluarga negatif, terdapat 6 responden (66,7%) yang patuh dan 3 responden (33,3%) yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Hasil uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Kesimpulan: Dukungan keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada kepatuhan penderita TB dalam mengkonsumsi obat, sedangkan kurangnya dukungan keluarga dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan mengkonsumsi obat kepada penderita TB.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN KONTROL RUTIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TIRAWUTA: The Relationship between Family Knowledge and Support and Routine Control Compliance among Diabetes Mellitus Patients in the Working Area of UPTD Puskesmas Tirawuta Indra; Moh. Nisyar Sy. Abd. Aziz; Bergita Dumar; Sri Yulian Hunowu; Sardi Anto
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1385

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai peningkatan glukosa darah (hiperglikemia). Prevalensi DM di Puskesmas Tirawuta mengalami fluktuatif dimana tahun 2019 sebanyak 133 kasus, tahun 2020 meningkat menjadi 273 kasus, tahun 2021 mengalami penurunan sebanyak 137 kasus dan tahun 2022 periode Januari sampai April sebanyak 174 kasus. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan kesadaran penderita diabetes melitus untuk datang kontrol di Puskesmas Tirawuta masih kurang. Penderita yang datang kontrol nanti saat sudah mengeluhkan pusing dan lemas. Disamping itu kurangnya dukungan keluarga terhadap penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin penderita diabetes melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tirawuta. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 137 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 58 orang dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji fisher’s exact. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin penderita diabetes melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tirawuta dengan nilai p pengetahuan 0,012 dan nilai p dukungan keluarga 0,018. Diharapkan kepada responden agar dapat meningkatkan pengetahuan terkait manfaat melakukan kontrol rutin dan keluarga agar selalu memberikan dukungan yang cukup terutama mengantar penderita ke puskemas.
Peran Keselamatan Pasien Sebagai Pilar Utama Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Studi Analitik Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1397

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan komponen fundamental dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu. Penerapan budaya keselamatan pasien bertujuan untuk mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien, mengurangi risiko cedera, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Berbagai faktor seperti komunikasi efektif, kepatuhan terhadap identifikasi pasien, pelaporan insiden, kepemimpinan, dan kerja sama tim berkontribusi terhadap keberhasilan implementasi keselamatan pasien. Menganalisis peran keselamatan pasien sebagai pilar utama dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 150 tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit, dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner budaya keselamatan pasien dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Sebagian besar responden memiliki penerapan keselamatan pasien yang baik (72,7%) dan menilai mutu pelayanan kesehatan dalam kategori baik (76,0%). Analisis menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien (p=0,001), komunikasi efektif (p=0,003), kepatuhan identifikasi pasien (p=0,002), pelaporan insiden keselamatan pasien (p=0,011), dan kerja sama tim (p=0,004) berhubungan secara signifikan dengan mutu pelayanan kesehatan. Keselamatan pasien memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Penguatan budaya keselamatan pasien, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan pasien diperlukan untuk mendukung pelayanan yang aman, efektif, dan berpusat pada pasien.
Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Maryam K. Lahay; Edwina R Monayo; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/xr7w0y54

Abstract

This study aimed to determine the relationship between nurses’ therapeutic communication and medication adherence among elderly patients with hypertension. A cross-sectional design was employed using an accidental sampling technique involving 47 elderly respondents. The results showed a significant relationship between nurses’ therapeutic communication and antihypertensive medication adherence among the elderly (p-value = 0.000). In conclusion, higher levels of nurses’ therapeutic communication are associated with greater medication adherence among elderly patients.   Keywords: Therapeutic Communication of Nurses, Medication Adherence, Elderly
Gambaran Penerapan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Berbasis Elektronik Nurain Ino; Nanang R. Paramata; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/4t90h351

Abstract

This study aimed to determine the implementation of electronic nursing care documentation in the inpatient wards of Toto Kabila Regional Hospital. A quantitative, non-experimental, descriptive approach was used, with a sample of 142 nurses. The results showed that the majority of respondents rated the implementation of electronic nursing care documentation as good (108 respondents; 76.1%), while a minority rated it as fair (34 respondents; 23.9%). The best implementation was in the Urology Surgery Room with the highest mean score of 1.91, while the lowest was in the Isolation Room with a mean score of 1.59. In conclusion, the majority of nurses (76.1%) rated the implementation of electronic nursing care documentation at Toto Kabila Regional Hospital as good. In conclusion, although some (23.9%) encountered technical and training challenges, all respondents (100%) stated that the system was effective and beneficial, particularly for rapid data access, efficiency, team coordination, and accuracy, thus supporting improved nursing care quality.   Keywords: HOT FIT, Electronic Nursing Care Documentation, Inpatient Nurses