Claim Missing Document
Check
Articles

EKSISTENSI TRADISI BANTUAN GERABAT DALAM PERNIKAHAN DI DESA TANJUNG DAYANG SELATAN Hikma Damayanti; Susi Fitria Dewi; Maria Montessori; Desri Nora
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.7923

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah menganalisis eksistensi tradisi, pro, dankontra, tradisi bantuan gerabat pada masyarakat dalam acarapernikahan di Desa Tanjung Dayang Selatan. jenis penelitian yangdigunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi,yang merupakan penelitian yang didasari dari pengalaman subjektifatau fenomenologikal yang dialami pada diri individu. Lokasi yangdipilih pada penelitian ini adalah salah satu kabupaten di provinsiSumatera Selatan yaitu Kabupaten Ogan Ilir, kemudian lokasi persisnyaadalah di Kecamatan Indralaya Selatan. Hasil penelitian ini ialah tradisibantuan gerabat dalam pernikahan di Desa Tanjung Dayang Selatanmerupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang. Yang memilikinilai sosial yang tinggi, gotong royong dan kekeluargaan yang kentaldari tradisi tersebut. Terjadinya perubahan nilai dan makna dari tradisibantuan gerabat yang disebabkan oleh status sosial, ekonomi dan lainsebagainya. Sehingga akhirnya mengakibatkan terjadinya konflik antarpelaku (pemberi dan penerima bantuan) yang tidak kunjungterselesaikan sehingga harus melibatkan pemerintahan desa dalammelakukan mediasi.
Pelestarian Budaya Lokal Dalam Media Pembelajaran Berbasis Proyek Simulasi (PBPS) Pada Generasi Milenial Zulfa Zulfa; Desri Nora; Refni Yulia; Edi Susrianto Indra Putra
Bakaba Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.029 KB) | DOI: 10.22202/bakaba.2022.v10i2.6626

Abstract

The younger generation increasingly does not love local culture. This is proven by the existence of increasingly sophisticated technology. The change in learning during the Covid period from face-to-face to online has increasingly made the younger generation less interested in learning anything. Meanwhile, preserving local culture is very important for this millennial generation. Simulation project-based learning (PBPS) is a learning model that will awaken a generation's love for local cultural traditions. The purpose of this study is to reveal efforts to preserve local culture in Simulation Project Based Learning (PBPS) media. This research method is to use qualitative research methods by analyzing data with reduction, data presentation and verification. The results of this study revealed that the simulation project-based learning model was carried out in 6 steps, namely: Determining Fundamental Questions (Start with the Essential Question). Designing Project Planning (Design a Plan for the Project). Testing the Results (Assess the Outcome). Implementation of Simulation (Simulation). Interviewing Students and the Progress of the Project (Monitor the Students and the Progress of the Project). Evaluate the Experience (Evaluate the Experience). Of the six steps in this PBPS, it is carried out in every existing studio. By carrying out this PBPS for 8 meetings, efforts to preserve local culture will be realized in the millennial generation.
Community Empowerment through Organic Waste Processing Widya Prarikeslan; Desri Nora; Sri Mariya; Dion Lovani; Viki Aulia Pratama
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.5448

Abstract

Bukittinggi is the largest wholesale trade center on the island of Sumatra. In the economic sector, Bukittinggi is the city with the second-largest GRDP in West Sumatra. The most visited tourist spot is Jam Gadang. Throughout 2020, the volume of waste in Bukittinggi City transported to the landfill in Payakumbuh was 40,424 tons, or 110.25 tons/day. This number increased compared to the volume in 2019 of 32,236 tons or 107.4 tons/day. Based on these problems, community solutions are needed. The solution offered is separating and processing organic waste into eco enzymes as a solution to reduce the accumulation of organic waste. Eco enzyme is a liquid extract produced from fermenting leftover vegetables and fruit with brown sugar as a substrate. The activity plan is carried out with the main aim of overcoming problems that occur in partner communities as previously described. This Community Partnership Program uses counseling and training methods for making Eco Enzyme from organic waste so that community groups in Pulai Anak Air Bukittinggi Village can manage organic waste into fertilizer, cleaners, etc. The activity stages begin with the preparation stage, the implementation stage, and end with the monitoring and evaluation stage. The output targets to be achieved include articles, activity videos, liquid fertilizer, cleaners, etc. which can be used by the community, especially the PKK and Pokdarwis groups in Pulai Anak Air Bukittinggi Village.
Faktor Penyebab Tamatan SLTA dari Kalangan Keluarga Buruh Tani Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi di Nagari Koto Dalam Barat Padang Pariaman Anita Oktaviani Putri; Desri Nora
Jurnal Perspektif Vol 6 No 4 (2023): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v6i4.838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor yang menyebabkan anak tamatan SLTA dari kalangan keluarga buruh tani melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal ini menarik untuk dikaji karena terdapat data peningkatan yang signifikan pada tahun ajaran 2021/2022 mengenai tamatan SLTA dari kalangan keluarga buruh tani melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu Teori Tindakan Sosial oleh Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatatif tipe studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Nagari Koto Dalam Barat, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria informan yaitu, warga Nagari Koto Dalam Barat yang merupakan tamatan SLTA, orang tua tamatan SLTA dari tamatan SLTA dari kalangan keluarga buruh tani yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yaitu terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang menyebabkan anak tamatan SLTA dari kalangan keluarga buruh tani melanjutkan pendidikan mereka ke Perguruan Tinggi yaitu pertama, faktor internal meliputi yang menyebabkan anak tamatan SLTA dari kalangan keluarga buruh tani melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Nagari Koto Dalam Barat yaitu meliputi: faktor motivasi, cita-cita serta keinginan untuk meningkatkan taraf hidup. Kedua, faktor eksternal meliputi: faktor kesadaran akan pentingnya pendidikan oleh orang tua, dukungan keluarga dan bantuan keuangan.
Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia : Studi Kasus pada Sekolah Dasar Islam Al Azhar 57 Jambi Tahun 2018-2024 Rohza, Athia; Fitrisia, Azmi; Salam, Abdul; Nora AN, Desri
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.4222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia dengan fokus pada integrasi kurikulum nasional dan kurikulum keagamaan di Sekolah Dasar Islam Al Azhar 57 Jambi. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi perubahan kurikulum dari perspektif historis, sosial, dan implementasinya dalam konteks sekolah Islam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Dasar Islam Al Azhar 57 Jambi berhasil memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum internal berbasis agama yang disesuaikan dengan visi Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. Kurikulum ini tidak hanya mengakomodasi nilai-nilai Islam, tetapi juga menjawab tantangan pendidikan modern. Perubahan kurikulum yang terjadi dipengaruhi oleh dinamika kebijakan pendidikan nasional, tuntutan globalisasi, dan kebutuhan lokal. Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur tentang integrasi kurikulum serta menawarkan referensi bagi sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan berbasis agama yang relevan dengan perkembangan zaman.
Development of Smart Apps Creator-Based Interactive Learning Media to Support 21st Century Skills in Pancasila Education for Elementary Schools Aisyah Anggraeni; Yeni Erita; Desri Nora; Ulfia Rahmi
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 11, No 2 (2025): June
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i2.15136

Abstract

Abstract: This research aims to develop interactive learning media based on Smart Apps Creator to support 21st-century skills in Pancasila education for elementary school students that are feasible, practical, and effective. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects included fifth-grade teachers and students from selected elementary schools in Padang, West Sumatra. The selection of research subjects was conducted purposively, considering factors such as implementing the Merdeka Curriculum, availability of technological infrastructure, and the schools’ willingness to collaborate. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, and learning outcome tests. Both qualitative and quantitative data analyses were used, including n-gain score analysis. The development resulted in an interactive media product for Pancasila education using Smart Apps Creator, which was declared feasible, practical, and effective. The feasibility assessment by material, linguistic, and media experts obtained an average score of 91.67%, categorized as very feasible. The practicality aspect, evaluated through teacher 90%, indicating a very practical product, and student responses achieved an average score of 96,6%, indicating a very practical product. The average N-gain score in the experimental class was 85.11 (high category), while the control class scored 44.57 (moderate category). These findings indicate that the developed interactive media effectively supports the enhancement of 21st-century skills, particularly in Pancasila learning for elementary students.
Peran Rumah Belajar Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Anak di Jorong Bukit Harapan Kabupaten Dharmasraya AN, Desri Nora; Susanti, Melia; Rahmi R., Latifah; Firjatullah, Anisah Meldi; Fadilah, Miranti Nur; Z, Zikrizardhie
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 5 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16810383

Abstract

This study aims to describe the role of Rumah Belajar (Community Learning House) in improving the quality of children’s education in Jorong Bukit Harapan, Dharmasraya Regency, through the Community Service Program (KKN) by students of Universitas Negeri Padang. A descriptive qualitative method was employed, utilizing participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that Rumah Belajar effectively enhanced children’s literacy, numeracy, and basic English skills. Additionally, self-expression activities and traditional arts training contributed to character building and cultural preservation. Strong community participation reinforced the program’s sustainability, positioning Rumah Belajar as an inclusive, humanistic, and contextually relevant educational model. These findings align with prior studies that emphasize the importance of community-based education in creating effective learning ecosystems, particularly in rural areas.
RUMAH BELAJAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DIRI DAN PENGEMBANGAN MINAT BELAJAR SISWA SDN 11 TIUMANG Desri Nora AN; Mutiara Putri Dewi; Nashwa Dwi Sabrina; Cinta Diana Putri; Arif Kurniawan; Alifah Zatil Izza
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 8 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Agustus
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i8.2671

Abstract

Studi ini mengevaluasi program peningkatan motivasi dan minat belajar siswa yang dilaksanakan selama Program Kerja Nyata (KKN) di SDN 11 Tiumang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan siswa (kelas IV–VI), guru staf sekolah. Program “Rumah Belajar” mencakup berbagai kegiatan, termasuk bimbingan belajar, diskusi kelompok kolaboratif, permainan edukatif interaktif, sesi refleksi harian terstruktur. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterlibatan belajar siswa, peningkatan yang nyata dalam antusiasme mereka terhadap tugas-tugas akademik, rutinitas belajar di rumah yang lebih konsisten, rasa percaya diri yang lebih besar dalam menyelesaikan tugas sekolah. Efektivitas program ini berkat pendekatan komunikatif yang berpusat pada siswa dan terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan dan bebas tekanan. Selain inisiatif ini berhasil membina hubungan yang lebih erat antara siswa, guru, dan komunitas sekolah yang lebih luas, mendorong budaya saling mendukung pendidikan. Administrator sekolah dan guru melaporkan adanya perubahan perilaku positif pada siswa.
PERAN MAHASISWA KKN UNP DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KEISLAMAN MELALUI PROGRAM MENGAJI DAN 1 MUHARRAM DI JORONG TIUMANG KABUPATEN DHARMASRAYA Desri Nora AN; Zahwa Azzahra Azkiya; Nadila Ana Nirmala; Muhammad Zulhan Alhakim; Fani Hamzany
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 8 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Agustus
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i8.2693

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) dalam menanamkan nilai-nilai keislaman pada anak-anak melalui program keagamaan yang terstruktur di Jorong Tiumang, Kabupaten Dharmasraya. Program utamanya meliputi kegiatan mengaji rutin setiap malam dan peringatan 1 Muharram yang dikemas dalam bentuk lomba islami, pawai obor, dan tabligh akbar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model Participatory Action Research (PAR), dan melibatkan subjek yang dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa KKN, anak-anak usia 4–13 tahun, serta tokoh agama dan masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mengaji mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta menanamkan kedisiplinan dan karakter religius anak. Peringatan 1 Muharram menjadi media edukatif yang menyenangkan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan masyarakat. Penelitian ini menegaskan kontribusi mahasiswa dalam pendidikan keagamaan berbasis komunitas yang relevan dengan capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pendidikan inklusif dan pembangunan masyarakat damai.
Peran Rumah Belajar Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Anak di Jorong Bukit Harapan Kabupaten Dharmasraya AN, Desri Nora; Susanti, Melia; Rahmi R., Latifah; Firjatullah, Anisah Meldi; Fadilah, Miranti Nur; Z, Zikrizardhie
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 5 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16810383

Abstract

This study aims to describe the role of Rumah Belajar (Community Learning House) in improving the quality of children’s education in Jorong Bukit Harapan, Dharmasraya Regency, through the Community Service Program (KKN) by students of Universitas Negeri Padang. A descriptive qualitative method was employed, utilizing participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that Rumah Belajar effectively enhanced children’s literacy, numeracy, and basic English skills. Additionally, self-expression activities and traditional arts training contributed to character building and cultural preservation. Strong community participation reinforced the program’s sustainability, positioning Rumah Belajar as an inclusive, humanistic, and contextually relevant educational model. These findings align with prior studies that emphasize the importance of community-based education in creating effective learning ecosystems, particularly in rural areas.