Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Window of Midwifery Journal

Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny. S Gestasi 43 Minggu 1 Hari dengan Serotinus Hafifah Fikriyah, Ambar; Avnalurini Sharief, Suchi; Thamrin, Halida
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.471 KB) | DOI: 10.33096/wom.vi.511

Abstract

Kehamilan postterm disebut juga dengan kehamilan serotinus, kehamilan lewat bulan, prolonged pregnancy, postdate/pos datisme atau pascamaturitas, adalah: kehamilan yang berlangsung sampai 42 minggu (294 hari) atau lebih, dihitung dari hari pertama haid terakhir menurut rumus Naegele dengan siklus rata-rata 28 hari. Kehamilan biasanya berlangsung 40 minggu atau 280 hari, dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan yang melewati 294 hari atau 42 minggu adalah kehamilan postdate. Diagnosa usia kehamilan lebih dari 42 minggu di dapatkan dari perhitungan seperti rumus neagle atau dengan tinggi fundus uteri . Ada janin yang dalam masa 42 minggu atau lebih berat badannya meningkat terus, ada yang tidak meningkat, ada yang lahir dengan berat badan kurang dari semestinya, atau meninggal dalam kandungan karena kekurangan zat makanan atau oksigen. Kehamilan postterm mempunyai hubungan erat dengan mortalitas, morbiditas perinatal, ataupun makrosomia. Sementara itu, risiko bagi ibu dengan postterm dapat berupa perdarahan pasca persalinan ataupun tindakan obstetrik yang meningkat. Rasio kematian ibu di Negara-negara berkembang merupakan yang tertinggi dengan kematian 450 kematian per 100.000 kelahiran bayi hidup jika di bandingkan dengan rasio kematian ibu di 9 negara maju dan 51 negara persemakmuran. Terlebih lagi, rendahnya penurunan angka kematian ibu, global tersebut merupakan cerminan belum adanya penurunn angka kematian ibu secara bermakna. Sebanyak 20-30% dari kehamilan mengandung resiko atau komplikasi yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian ibu dan bayinya . Berdasarkan angka kejadian serotinus yang banyak memberi dampak terhadap bayi dan ibu bersalin maka penulis tertarik mengambil judul “Asuhan Kebidanan Pada Ny”S” dengan persalinan serotinus Di RSKDIA Siti Fatimah Makassar.
Asuhan Kebidanan Nifas pada Ny. H dengan Puting Susu Tenggelam Grade I Wilda Anugrah Arsyad; Suchi Avnalurini Sharief; Evi Istiqamah
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.193

Abstract

Menurut data kesehatan Republik Indonesia, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menggambarkan bahwa sebagian besar ibu post partum yang mengalami puting susu yang tenggelam terjadi pada paritas primipara yaitu sebanyak 53% dan pada multipara sebanyak 46%. Puting susu tenggelam merupakan salah satu faktor terjadinya bendungan ASI. Tujuan studi kasus ini disusun yaitu agar dapat melakukan asuhan kebidanan pada Ny. h post partum hari pertama dengan putting susu tenggelam grade I di PMB Dewi Suryani Makassar tahun 2021 dengan penerapan manajemen asuhan kebidanan yang sesuai dengan wewenang bidan. Post Partum atau masa nifas merupakan suatu kondisi yang dimulai sejak lahirnya plasenta beserta selaputnya sampai 6 mingggu atau 42 hari kedepan. Puting susu tenggelam grade I merupakan keadaan puting susu yang tertarik ke dalam tetapi mudah untuk dikeluarkan kembali dengan cara menarik puting susu keluar dan masih dapat bertahan. Pasien yang dikaji dalam sutdi kasus ini adalah Ny. H yang berusia 26 tahun. Setelah penulis mempelajari berbagai teori dan pengalaman yang didapatkan secara langsung di lahan praktek melalui hasil studi kasus mengenai manajemen asuhan kebidanan pada Ny. H post partum hari pertama dengan puting susu tenggelam grade I di PMB Dewi Suryani Makassar tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus di lahan. Kesimpulan dari studi kasus dengan menggunakan manajemen asuhan 7 langkah Varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP, yaitu semua berlangsung dengan normal tanpa adanya penyulit, dan tidak ditemukan adanya komplikasi pada payudara ibu.
Manajemen Asuhan Kebidanan Post Natal pada Ny. S dengan Rest Plasenta Ayu Lestari; Linda Hardianti Saputri; Suchi Avnalurini Sharief
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.472

Abstract

WHO memperkirakan seluruh dunia setiap tahunnya lebih dari 585.000 meninggal saat hamil atau bersalin. Berdasarkan laporan-laporan frekuensi perdarahan postpartum baik di negara maju maupun negara berkembang angka kejadian berkisar 5% sampai 15%. Data yang diperoleh dari RSIA Sitti Khadijah I yang mengalami rest plasenta pada tahun 2018 dengan angka kejadian rest plasenta 39 per 4914 persalinan normal. Rest plasenta adalah sisa plasenta atau sebagian plasenta yang masih tertinggal di cavum uteri. Tujuan studi kasus ini adalah agar dapat melaksanakan asuhan kebidanan kehamilan pada Ny. S dengan rest plasenta di RSIA Sitti Khadijah I Makassar. Hasil pengkajian pada kasus Ny. S diperoleh diagnosa postpartum hari pertama, perdarahan post partum dengan rest plasenta dan anemia ringan serta masalah kecemasan. Adapun diagnosa/masalah potensial pada kasus ini yaitu antisipasi terjadinya anemia sedang dan kecemasan bertambah. Berdasarkan penegakan diagnosa Ny. S dilakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemasangan infus, drips oksitosin 20 IU, pemberian cefotaxime dan sangobion serta eksplorasi cavum uteri dengan kuretase. Hasil evaluasi kasus ini antara lain keadaan umum baik ditandai dengan tanda-tanda vital normal, perdarahan teratasi ditandai dengan estimasi perdarahan ±250 cc, tidak terjadi anemia sedang ditandai dengan perdarahan berkurang dan telah diberikan sangobion. Kecemasan teratasi ditandai dengan ekspresi wajah ibu tenang dan ibu tidak banyak bertanya tentang keadaannya. Terkait kasus Ny. S, tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan asuhan kebidanan segera dan tepat pada ibu nifas patologis dengan rest plasenta.
Asuhan Kebidanan pada Ny. A Akseptor KB Suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) dengan Amenorea Andi Rezky Ramadhani; Nurhayati, Nurhayati; Avnalurini Sharief, Suchi
Window of Midwifery Journal Vol. 4 No. 2 (Desember, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.1623

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk menjadi masalah karena dapat menghambat usaha peningkatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal  ini membuat pemerintah berupaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dengan penggunaan kontrasepsi dalam program keluarga berencana. Program keluarga berencana dapat membantu individu atau pasangan suami istri dalam mengatur interval kehamilan dan menekan jumlah kelahiran dengan penggunaan alat kontrasepsi baik yang hormonal maupun non-hormonal yang dimana masing-masing memiliki tingkat efektifitas yang berbeda-beda dan hampir sama. Menurut World Health Organization tahun 2019, diantara 1,9 miliar wanita usia subur (15-49 tahun) yang berada di dunia, terdapat 1,1 miliar yang membutuhkan KB, saat ini terdapat 406 juta pengguna kontrasepsi metode modern, diantaranya yaitu pengguna KB Intrauterine Device sebanyak 159 juta akseptor, KB implant sebanyak 23 juta akseptor, KB suntik sebanyak 74 juta akseptor, KB pil sebanyak 150 juta akseptor. Tujuan dari penelitian ini yaitu melaksanakan asuhan kebidanan Keluarga Berencana terhadap akseptor KB Depo Medroxyprogesterone Acetate di Klinik Pratama BKIA Rakyat serta membantu klien mengatasi keluhannya. Pada kasus ini didapatkan Ny. A telah menggunakan KB suntik 3 bulan kurang lebih 3 tahun sejak tahun 2020 sampai sekarang dan mengeluh tidak haid sejak tiga bulan yang lalu serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kehamilan. Berdasarkan hasil pengkajian tersebut maka ditemukan diagnosa aktual yaitu Ny. A Akseptor KB suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate dengan Amenorea. KB suntik DMPA memiliki berbagai efek samping salah satunya adalah amenorea. Amenorea disebabkan oleh kandungan hormone progesterone yang terdapat pada KB suntik DMPA. Berdasarkan hasil pengkajian tersebut tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan hasil penelitian.
Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny. R dengan Ketidaknyamanan Sering Buang Air Kecil Fithrah, Andi Nidaul; Avnalurini Sharief, Suchi; Azrida M
Window of Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (Juni, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.1628

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses bertemunya sel sperma dan ovum dalam ovarium yang disebut konsepsi yang kemudian dilanjutkan nidasi. Selama kehamilan terjadi perubahan-perubahan yang menimbulkan beberapa ketidaknyamanan pada ibu hamil. Ketidaknyamanan selama hamil trimester III yang sering terjadi adalah sering buang air kecil. Pada tahun 2022 Jurnal Kebidanan mencatat 50% ibu hamil mengalami sering buang air kecil dan lebih banyak dialami usia kehamilan 28-40 minggu sekitar 17,5%. Tujuan studi kasus ini agar dapat melaksanakan asuhan kebidanan antenatal pada Ny. R di RSIA Masyita Makassar 2023 dengan ketidaknyamanan sering buang air kecil. Pendekatan manajemen asuhan kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian bentuk SOAP. Pada studi kasus Ny. R gestasi 38 minggu dengan ketidaknyamanan sering buang air kecil tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Diharapkan bidan senantiasa berupaya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam memberikan asuhan yang sesuai standar.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. U di RSUD Kota Makassar Rabiatuladawiyah; Husnah, Nurul; Sharief, Suchi Avnalurini
Window of Midwifery Journal Vol. 6 No. 1 (Juni, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/1fhys864

Abstract

Health problems in Indonesia are mainly caused by maternal and infant mortality. Pregnancy, childbirth, newborn, and postpartum are physiological conditions that may threaten the life of the mother and baby and can even cause death. One effort that can be made is to implement a comprehensive midwifery care model. Comprehensive obstetric care is a holistic approach to obstetric services that covers all aspects of women's reproductive health. To improve the quality of health, the author contributes by providing comprehensive obstetric care ranging from pregnancy, childbirth, newborn, postpartum, and family planning. The author employs the 7-step Varney management method and documentation, utilizing SOAP format, of the provision of midwifery care. Data collection is carried out through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, and documentation. Comprehensive obstetric care for Mrs. U G1P0A0, gestational age 36 weeks 5 days, as well as pregnancy visits carried out 6 times, and no signs of danger symptoms were found in pregnancy. During childbirth, oxytocin induction is given. Newborn babies do not cry immediately, muscle tone is weak, have bluish skin color, are female gender, have a body length of 42 cm, a weight of 3600 grams, a head circumference of 32.5 cm, a chest circumference of 32 cm, and during postpartum visits are made 3 times, with the postpartum period taking place normally. Then, the method of contraception chosen is the contraceptive device in the womb. The author hopes that patients can increase their insight to detect possible complications and that the author maximizes skills in providing comprehensive care.
Manajemen Asuhan Kebidanan Post Sectio Caesarea pada Ny. D dengan Nyeri Luka Operasi Yuslinda; Sundari; S, Suryanti; Sharief, Suchi Avnalurini
Window of Midwifery Journal Vol. 4 No. 1 (Juni, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.430

Abstract

Data UNICEF tahun 2019 terdapat 395.000 persalinan terjadi diseluruh dunia. Hampir setengah kelahiran ini diestimasikan berasal dari 8 negara diseluruh dunia yaitu, India, China, Nigeria, Indonesia, Amerika Serikat dan Republik Kongo. Data WHO tahun 2019 angka kematian ibu di dunia yaitu sebanyak 303.000 jiwa. Angka kematian ibu di ASEAN yaitu sebesar 235 per 100.000 kelahiran hidup. Masa nifas adalah masa di mulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali semula seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari. Pasien yang di kaji dalam laporan tugas akhir ini adalah Ny. D pengkajian dilakukan penggunakan asuhan kebidanan 7 langkah Varney dengan mengumpulkan data secara subjektif dan objektif dengan diagnosa aktual P4 A0 post partum sectio caesarea hari pertama dan nyeri luka sectio caesarea, diagnosa masalah potensial antisipasi terjadinya infeksi luka operasi dan tidak ada data yang mendukung untuk dilakukannya tindakan segera dan kolaborasi. Berdasarkan tinjauan pustaka, evaluasi dilakukan penulis mendapat kesenjangan antara teori dan studi kasus dan tidak terdapat masalah karena seluruh masalah pada Ny. D dapat teratasi dengan baik. Tujuan disusunnya laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan kebidanan kepada Ny. D dengan nyeri luka operasi di Rumah Sakit Pelamonia Makassar. Dengan menggunakan manajeman asuhan kebidanan sesuai dengan wewenang bidan. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah
Asuhan Kebidanan Kehamilan dengan Ketidaknyamanan Sering Buang Air Kecil pada Ny. K Sari, Riska Ayu; Sharief, Suchi Avnalurini; Istiqamah, Evi
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.453

Abstract

Kehamilan di defenisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau impantasi. Selama kehamilan wanita hamil membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi daIamnya. Perubahan ini seringkali membuat ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi sebagian besar wanita hamil. Salah satu ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu hamil trimester III adalah sering buang air kecil. Berdasarkan Jurnal lnvolusi Kebidanan, jumlah ibu hamil yang dengan masalah ketidaknyamanan sering buang air kecil di lndonesia sekitar 50%, jumlah keluhan sering kencing pada ibu hamil yang tidak bisa menahan BAK yaitu sebesar 37,9%. Sedangkan yang terjadi pada usia kehamilan 28-40 minggu yaitu 17,5%. Tujuan studi kasus ini adalah agar dapat melaksanakan asuhan kebidanan kehamilan pada Ny. K di PMB Dewi Suryani Makassar 2021 dengan ketidaknyamanan sering buang air kecil. Pendekatan manajemen asuhan  kebidanan 7 langkah varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP. Berdasarkan studi kasus pada Ny. K gestasi 40 minggu 1 hari dengan masalah ketidaknyamanan sering buang air kecil tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus. Diharapkan bidan bekerja sama dengan keluarga berusaha dan secara antusias memberikan perhatian serta mengupayakan untuk mengatasi ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu.