Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Implementation of the Project Based Learning (PjBL) Model in the Era of Independent Learning in Indonesian Language and Literature Development Courses Sutarini; Dalmi Iskandar; Rahmat Kartolo; Putri Juwita
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 2 No. 2 (2023): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v2i2.682

Abstract

The aim of this research is to determine the implementation of the PjBL model in the era of independent learning in the Indonesian Language and Literature Development course. The PjBL model used focuses on product creation and involves students directly in the learning process. This research uses a qualitative descriptive research method. This research was carried out in the even semester of FY 2022-2023. The subjects in this research were 24 semester 6-V students of PGSD UMN Al Washliyah who were taking the Indonesian Language and Literature Development course. The data collection instruments used were observation sheets, questionnaires and student project assignments. The research results show that 91.6 % of the PjBL models used by lecturers during the teaching and learning process have succeeded in making students active, creative and innovative in understanding the material and producing products. This can also be seen from the results of the learning products of the Indonesian Language and Literature Development course, namely that students were able to produce an Anthology of Children's Stories which can be used as a medium or learning resource for Indonesian language subjects in elementary schools.
Social semiotic analysis and efforts to preserve the old mantra of Serdang Malay ethnomedicine in Serdang Bedagai regency, north Sumatra Rahmat Kartolo; Sutikno Sutikno; Sutarini Sutarini; Nirmawan Nirmawan; Mimi Rosadi; Putri Juwita
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243862

Abstract

This research aims to document and analyze semiotic studies in Serdang Malay Ethnomedicine mantra texts, especially regarding signs and markers which are believed to have spiritual power in Kuala Lama Village, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra. This research uses a qualitative approach with field data obtained through observation, in-depth interviews and documentation. The results of this research show that in the old Malay Serdang mantra, there are two main signs, namely the sound or phrase "Bismillahirrohmanirrohim" which always appears at the beginning or above the mantra sentence. The two words "Hu" have a social meaning as a place to express requests for desires, recognition of human helplessness, and special sentences in begging. The research conclusion shows that the semiotic social meaning of the old Malay Serdang mantra lies in the sound "Bismillahirrohmanirrohim," which is an expression of a request for healing to God. In the context of ethnomedicine treatment, the use of this mantra also reflects cooperation and mutual assistance between the Serdang Malay community.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN APLIKASI QUIZWHIZZER PADA MATERI PECAHAN DI KELAS V UPT SDN 060911 MEDAN DENAI Meisi Sepiyana; Putri Juwita
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4363

Abstract

Penelitian pengembangan ini membahas tentang pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal pada budaya Sumatera Utara menggunakan aplikasi QuizWhizzer pada materi pecahan pada kelas V UPT SDN 060911 Medan Denai menggunakan desain penelitian R & D (Research and Development) dengan model 4-D yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate). Subjek dalam penelitian ini adalah Validator Ahli. Sedangkan Objek dalam penelitian ini adalah LKPD berbasis kearifan lokal budaya Sumatera Utara menggunakan aplikasi QuizWhizzer yang dilaksanakan di UPT SDN 060911 yang berlokasi di Jl. Menteng VII, Kec. Medan Denai, Kota Medan, Prov. Sumatera Utara tahun ajaran 2023/2024. Instrumen penelitian berupa instrumen validasi ahli serta angket respon guru dan siswa. Hasil rata-rata skor angket yang didapatkan dari ahli materi 74,7% dan ahli media 88 % serta rata-rata keseluruhan skor dari respon guru adalah 98% dan respon siswa adalah 89,2%. Dari keseluruhan skor dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan sudah “sangat layak” digunakan dalam pembelajaran.
PEMAHAMAN KONSEPTUAL TITIK, GARIS, DAN SUDUT SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Meta Irensia Br Barus; Safrida Napitupulu; Dalimawaty Kadir; Sutarini; Putri Juwita
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar geometri yang meliputi titik, garis, dan sudut serta keterkaitannya dengan objek nyata dalam kehidupan sehari-hari. Titik dipahami sebagai konsep dasar geometri yang tidak memiliki dimensi (panjang, lebar, dan tinggi), melainkan hanya menunjukkan suatu posisi. Garis merupakan kumpulan titik-titik yang memanjang tanpa batas ke dua arah, sedangkan sudut adalah daerah yang dibentuk oleh dua sinar garis yang bertemu pada satu titik pangkal yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan konseptual melalui analisis contoh-contoh konkret di lingkungan sekitar. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman konsep geometri akan lebih mudah dipahami apabila dikaitkan dengan objek nyata seperti ujung pensil (titik), sisi meja dan tepi jalan (garis), serta sudut pintu dan jarum jam (sudut). Dengan demikian, pembelajaran geometri dasar menjadi lebih kontekstual, representatif, dan mudah dipahami oleh mahasiswa maupun siswa sekolah dasar.
ULOS BATAK DALAM PERSPEKTIF ETNOMATEMATIKA: PENERAPAN KONSEP GEOMETRI DAN POLA MATEMATIKA Friska Hartati Br Lumban Gaol; Safrida Napitupulu; Putri Juwita; Zamaluddin Sembiring; Dalimawaty Kadir
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.521

Abstract

Pembelajaran geometri di sekolah dasar seringkali dianggap abstrak karena kurangnya keterkaitan dengan pengalaman nyata siswa, yang berdampak pada rendahnya minat belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis etnomatematika melalui motif kain Ulos Batak guna meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa kelas tinggi. Metode yang digunakan adalah pengembangan produk yang menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan media visual digital menggunakan GeoGebra dan Canva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam matematika mampu memvisualisasikan konsep bangun datar, pola berulang, dan simetri secara konkret. Kebaruan proyek ini terletak pada pemanfaatan teknologi digital untuk membedah unsur geometris pada warisan budaya tradisional secara interaktif. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media berbasis etnomatematika efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif siswa serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal. Perangkat ini layak digunakan sebagai inovasi strategi pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna di sekolah dasar.
PENGARUH WARNA DAN LABEL PADA BUSUR DERAJAT TERHADAP KETETAPAN PEMBACAAN SUDUT Alifah Ashilah; Safrida Napitupulu; Dara Fitrah Dwi; Putri Juwita; Hizmi Wardani
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.522

Abstract

Pembelajaran pengukuran sudut di sekolah dasar sering kali terkendala oleh kesulitan siswa dalam menentukan skala angka yang tepat pada busur derajat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan warna dan label penanda pada busur derajat terhadap tingkat ketepatan siswa dalam membaca nilai sudut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen semu (quasi-experimental) dengan subjek penelitian siswa kelas IV SD Swasta Tiara. Instrumen utama yang digunakan berupa tes kemampuan membaca sudut menggunakan dua jenis busur derajat (standar dan modifikasi warna) serta lembar observasi. Teknik analisis data dilakukan melalui uji beda rata-rata (t-test) untuk membandingkan akurasi pembacaan sudut antar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan busur derajat dengan label warna yang membedakan skala luar dan dalam secara signifikan dapat meningkatkan ketepatan pembacaan sudut dibandingkan busur derajat konvensional atau tidak berwarna. Simpulan penelitian ini adalah modifikasi visual pada alat ukur dapat meminimalkan kesalahan kognitif siswa dalam memahami konsep pengukuran geometri.
PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI NON-RUTIN: STUDI KUALITATIF TENTANG STRATEGI DAN HAMBATAN SISWA SD Hilwa Salsabila Daulay; Safrida Napitupulu; Umar Darwis; Putri Juwita; Lia Afriyanti Nasution
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.533

Abstract

Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan prosedural yang berorientasi pada penggunaan rumus secara mekanis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya fleksibilitas berpikir siswa ketika menghadapi masalah geometri nonrutin yang menuntut penalaran tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah serta mengidentifikasi hambatan kognitif siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal geometri non-rutin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 siswa kelas V sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui tes geometri non-rutin, wawancara berbasis tugas, dan dokumentasi lembar kerja siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual-representatif dan strategi mencoba-coba (trial and error) merupakan strategi yang paling dominan digunakan siswa. Hambatan yang ditemukan meliputi miskonsepsi atribut, miskonsepsi spasial, serta ketergantungan pada hafalan rumus tanpa pemahaman konseptual. Mayoritas siswa masih berada pada Level 0 (Visualisasi) dan Level 1 (Analisis) berdasarkan teori perkembangan berpikir geometri Pierre van Hiele. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi masalah non-rutin secara sistematis dalam pembelajaran geometri untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi numerasi siswa.
Integrasi Etnomatematika dalam Arsitektur Rumah Bolon Simalungun untuk Penguatan Pembelajaran Geometri di Sekolah Dasar Andika Aditiya; Safrida Napitupulu; Sutarini; Putri Juwita; Zamalludin Sembiring
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep etnomatematika dalam arsitektur Rumah Bolon Simalungun ke dalam pembelajaran geometri di sekolah dasar. Permasalahan penelitian terletak pada masih terbatasnya pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar kontekstual dalam pendidikan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis struktur bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun memuat konsep geometri seperti persegi panjang, segitiga, prisma, tabung, simetri, proporsi, serta kemiringan atap yang dapat dijelaskan melalui trigonometri. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian arsitektur budaya sebagai media integratif untuk penguatan pembelajaran geometri. Simpulan menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep dan apresiasi budaya siswa.
ANALISIS KONSEPTUAL MATERI JARING JARING KUBUS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MAHASISWA PGSD Tarimoi; Safrida Napitupulu; Sutarini; Sujarwo; Putri Juwita
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.572

Abstract

Pembelajaran jaring-jaring kubus di sekolah dasar sering berfokus pada hafalan bentuk tanpa pendalaman konsep dan keterkaitannya dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kesenjangan (gap) ini menyebabkan peserta didik kurang memahami hubungan antara bentuk dua dimensi dan bangun ruang kubus secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual materi jaring-jaring kubus serta mengidentifikasi relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui telaah buku ajar, jurnal ilmiah, dan sumber teoretis yang relevan tanpa melakukan penelitian lapangan atau observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara matematis terdapat 11 bentuk jaring-jaring kubus yang berbeda, masing-masing memiliki enam sisi berbentuk persegi yang saling terhubung dan dapat dilipat membentuk kubus sempurna. Secara kontekstual, konsep ini ditemukan pada kemasan berbentuk kubus seperti kotak kado, dadu, dan kotak penyimpanan. Pemahaman konseptual yang menekankan visualisasi, proses melipat, dan keterkaitan dengan benda nyata terbukti memperkuat kemampuan spasial dan berpikir logis siswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa analisis konseptual jaring-jaring kubus yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan pemahaman bermakna tanpa harus melalui penelitian empiris langsung.
Konseptual dan Aplikasi Pinjaman dan Tabungan Nayla Nur Faiza; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Putri Juwita; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.592

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti konsep dasar dan penerapan tabungan dan pinjaman dalam manajemen keuangan individu. Tabungan dan pinjaman adalah dua instrumen keuangan yang berperan penting dalam mendukung perencanaan keuangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Secara konseptual, tabungan adalah dana yang disisihkan untuk kebutuhan masa depan, sedangkan pinjaman adalah dana yang diperoleh dari pihak lain yang harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan tambahan bunga. Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, dengan meninjau beberapa studi terkait literasi keuangan, layanan pinjaman, dan penerapan konsep matematika dalam manajemen keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang konsep bunga sederhana, bunga majemuk, dan perhitungan cicilan pinjaman sangat penting untuk pengambilan keputusan keuangan. Lebih lanjut, kualitas layanan keuangan dan penggunaan teknologi juga memengaruhi partisipasi masyarakat dalam menggunakan layanan tabungan dan pinjaman. Dengan pemahaman yang baik tentang konsep dan penerapan tabungan dan pinjaman, diharapkan individu dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak, terencana, dan berkelanjutan.