Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Konsep Habis Dibagi Menjadi Konsep dan Aplikasinya Bilangan Prima Dwi Andini; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Putri Juwita; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.606

Abstract

Konsep habis dibagi dan bilangan prima merupakan elemen dasar dalam teori bilangan matematika. Habis dibagi berarti suatu bilangan a dapat dibagi oleh bilangan b tanpa sisa, ditulis a mod b = 0. Konsep ini menjadi fondasi untuk memahami kelipatan, faktor, dan hubungan antar bilangan. Bilangan prima adalah bilangan asli lebih dari 1 yang hanya memiliki dua faktor positif, yaitu 1 dan dirinya sendiri. Bilangan prima terkecil adalah 2 (satu-satunya prima genap), sedangkan lainnya bersifat ganjil. Sifat unik ini menjadikannya sangat penting dalam matematika murni dan terapan. Artikel ini menjelaskan definisi serta sifat kedua konsep tersebut, beserta aplikasinya dalam kehidupan nyata. Di antaranya kriptografi melalui algoritma RSA yang mengandalkan perkalian bilangan prima besar untuk keamanan data digital, transaksi online, dan perbankan. Selain itu, diterapkan dalam pemrograman (misalnya Sieve of Eratosthenes), analisis keuangan, kompresi data, serta pengembangan teori bilangan. Pemahaman mendalam terhadap konsep ini mendukung kemajuan teknologi informasi dan keamanan siber di era digital.
Miskonsepsi Terhadap Numerasi Calon Guru SD Mahasiswa PGSD UMN Al-Washliyah Tiflatul Husna; Fita Fatria; Putri Juwita
Jurnal Pendidikan West Science Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v4i01.3148

Abstract

Numerasi adalah kemampuan penting yang mencakup pengaplikasian konsep dan prinsip matematika dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Kompetensi ini lebih dari sekadar matematika karena melibatkan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Namun, literasi numerasi di Indonesia masih rendah, seperti tercermin dari hasil PISA 2015, dituliskan skor Indonesia jauh di bawah rata-rata internasional. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya numerasi dalam pembelajaran dasar dan rendahnya pemahaman numerasi calon guru SD. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi dan analisis miskonsepsi numerasi pada mahasiswa PGSD UMN Al- Washliyah untuk mencegah kesalahan konseptual yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi numerasi pada mahasiswa PGSD UMN Al- Washliyah semester 5. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 123 mahasiswa PGSD semester 5. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan empat pernyataan terkait pemahaman numerasi (1) Literasi baca tulis lebih penting daripada literasi numerasi, (2) Numerasi adalah matematika (3) Diperlukan mata pelajaran khusus untuk belajar numerasi. (4) Numerasi identik dengan soal cerita. Data dianalisis untuk mengidentifikasi pola miskonsepsi dan mengevaluasi tingkat pemahaman mahasiswa terhadap konsep numerasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting yakni (1) sebanyak 31,7% mahasiswa beranggapan bahwa literasi baca tulis lebih penting dibandingkan literasi numerasi, menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya numerasi. (2) Sebanyak 52% responden salah memahami bahwa numerasi adalah sinonim dari matematika. (3) Sebanyak 35% mahasiswa merasa numerasi harus diajarkan sebagai mata pelajaran khusus, mengindikasikan kurangnya pemahaman tentang integrasi numerasi dalam berbagai disiplin ilmu. (4) Sebanyak 34,1% responden menganggap numerasi identik dengan soal cerita, yang menunjukkan pemahaman yang sempit tentang konsep numerasi. Luaran penelitian ini adalah jurnal nasional/internasional. Penelitian ini berada pada TKT 3, yaitu tahap eksplorasi dan analisis konsep. Hasil penelitian menjadi dasar untuk pengembangan intervensi lanjutan. Miskonsepsi numerasi pada mahasiswa PGSD UMN Al- Washliyah masih cukup tinggi, khususnya terkait esensi dan integrasi numerasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk meningkatkan pemahaman numerasi dan menjadi dasar pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif bagi calon guru SD.
IMPROVING THE ABILITY TO WRITE Fiction PROSA (SHORT STORY) USING INTERACTIVE LEARNING MEDIA SEMESTER 7A PBSI UNIVERSITY OF MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH YEAR 2020/2021 Fita Fatria; Putri Juwita; Tiflatul Husna
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 1 No. 2 (2021): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI JOURNAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v1i2.22

Abstract

This study aims to determine the ability to write prose fiction and drama by applying the use of video-based interactive learning media in the 7 semester of PBSI, University of Muslim Nusantara Al Washliyah year 2020/2021. The research method used in this research is quantitative descriptive method using Classroom Action Research (CAR). The population in the study amounted to 91 in 7 semester students of the PBSI Department at the Muslim Nusantara Al-Washliyah University. The sample in this study was 32 students in semester 7A PBSI University of Muslim Nusantara Al Washliyah year 2020/2021. Before carrying out cycle I, the initial test obtained an average score of 66.9, or the percentage of outcome assessment (PPH) of 66.9%. The next step is to carry out the action with II cycles. In cycle II, the average score of 72.4, or the percentage of outcome assessment (PPH) of 72.4%, is higher than the initial test, but has not met the target of implementing the action. To achieve better learning, reflection is carried out for further action. Then proceed to cycle II with an average value of 80.4, or the percentage of outcome assessment (PPH) of 80.4%. The target for the implementation of the measures was an average of 70 individually and classically. This means that there is a very significant increase
ANALYSIS OF MANTRA RITUAL STRUCTURE REJECT REVOLUTION THE COMMUNITY OF MELAYU IN PANTAI LABU DISTRICT DELI SERDANG DISTRICT NORTH SUMATRA Tiflatul Husna; Putri Juwita; Budiman Budiman
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 1 No. 2 (2021): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI JOURNAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v1i2.23

Abstract

Mantra is a part of oral literature that has been passed down into culture. Its presence has colored the world of Indonesian literature. From there, the development of literature began. As part of literature, spells have their own uniqueness. The author is anonymous, the contents in it are interwoven words that collect magical power. Likewise, the ritual mantra of rejecting reinforcements in this case is the antidote for headaches that exist in the association of the Malay community in Pantai Labu District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Based on the background, the problems examined in this study are (1) how is the physical structure of the ritual mantra to repel headaches and (2) how is the inner structure of the ritual of repelling headaches. This research is descriptive qualitative. By reading the spell text and analyzing it. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there are two physical structures with diction, namely medang and meranti wood, the image used is a visual image, namely the word growing in the field there, nodding, tapping, concrete words twice and in the form of repetition of figures. Meanwhile, rhyme is only found in one line 2 and 3 with a two-stanza typography consisting of 6 lines of verse 1 and 8 lines of stanza 2. In the study of the inner structure, the theme of hope for healing from God presents a feeling that God loves and loves so that the tone is accepted by the reader is surrender and tawakal. So, the mandate that can be taken from this mantra is expressly submission to Allah. What is done with a mantra is only as a form of effort.
Sosialisasi Manfaat Eco Enzyme Sebagai Solusi Ramah Lingkungan Dalam Pengelolahan Limbah Organik di SD Negeri 105327 Pardamean Putri Juwita; Lasni Roha Tampubolon; Kenzi Utama Putra; Khairuna Haflah Maula Harahap; Lailan Safitri Barus; Lely Sriwahyuni; Laurentia N Hutauruk; Marisa Marisa; Lidia Merda
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.4846

Abstract

Abstract The accumulation of organic waste and the excessive use of chemical fertilizers represent significant environmental problems in Indonesia. Eco Enzyme emerges as an innovative solution, offering a sustainable alternative for organic waste management and fertilization. A socialization and training program on Eco Enzyme production was conducted at SD Negeri 105327 Pardamean, Tanjung Morawa District, involving 15 practitioners. The methods employed included material presentations and practical training in Eco Enzyme production from vegetable and fruit waste. The program's evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test results. The evaluation results showed an 81.3% increase in participants' understanding and skills after attending the socialization and training. This indicates the effectiveness of the activity in enhancing participants' knowledge and ability to independently produce Eco Enzyme in household settings. It is expected that this activity can positively contribute to improved organic waste management and reduce reliance on synthetic chemical fertilizers.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV Menggunakan PBL Berbasis CRT pada Materi Kaya Budaya di UPT SDN 066666 Medan Denai Nopita Sari Sinaga; Mimi Rosadi; Putri Juwita; Srimani Srimani; Nahdah Faizah Harahap
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SDN 066666 Medan Denai pada mata Pelajaran IPAS materi kaya budaya melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Culturally Responsive Teaching. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDN 066666 Medan Denai memiliki permasalahan, yaitu peserta didik kelas IV masih banyak yang belum mencapai KKM. Kegiatan pembelajaran yang diberikan juga masih kurang bervariasi dalam penyampaian materi. Penelitian ini ialah penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan selama 2 siklus yang bertahap, yaitu siklus I dan siklus II. Subjek pada penelitian ini ialah peserta didik kelas IV sejumlah 14 orang. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis CRT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pernyataan ini dapat terbukti melalui hasil belajar peserta didik yang mencapai ketuntasan hasil belajar meningkat dengan presentase pada siklus I sebesar 57,14% dan menjadi 85,71% pada siklus II.