Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PADI SAWAH KE KOMODITI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) (STUDI KASUS: DESA PASIR LANCAT LAMA, KEC. HURISTAK, KAB. PADANG LAWAS) Alamsyah Ahda Hasibuan; Sri Wahyuni
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agro Nusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i1.4364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Ke Komoditi Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) (Studi Kasus: Desa Pasir Lancat Lama, Kec. Huristak, Kab. Padang Lawas). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sampling jenuh. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastitas dan uji autokorelasi. Sedangkan untuk uji hipotesis terdiri dari uji t (parsial). Data yang digunakan adalah data hasil kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan faktor sosial petani secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan alih fungsi lahan pertanian padi menjadi kelapa sawit di desa Pasir Lancat Lama, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas sedangkan faktor lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap alih fungsi lahan di Desa Pasir Lancat Lama, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS) Muhammad Riyansyah; Dian Habibie; Nomi Noviani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AGRONUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i2.4949

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara dan beberapa daerah lainya. Desain penelitian berfungsi untuk membantu pelaksanaan penelitian aar dapat berjalan dengan baik. Metode analisis data yang digunakan penulis dalam menganalisis masalah yang ada dengan metode analisis data kuantitatif. Oleh karna itu yang menjadi populasi dalam penelitian adalah para petani jagung 43 di Desa Kelambir V Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Pada penelitian ini menggunakan dengan metode random sampling yaitu pengambilan sampel petani secara acak.. Adapun sebagai sampel petani dalam penelitian ini yaitu 30 orang petani jagung di Desa Kelambir V Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara yaitu Observasi, Wawancara dan Angket (Questioner). Teknik analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis hasil observasi, wawancara dan hasil lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya dalam temuan bagi orang lain. Variabel faktor benih (X1) dengan nilai t-hitung sbesar 1,328 dan nilai t-tabel 1,708 menunjukan bahwa nilai t-hitung < t-tabel (1,328 < 1,708 ) maka artinya hasil yang diperoleh dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh dari variabel (X1) terhadap variabel (Y). dapat disimpulkan Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tanaman jagung (Zea Mays) yaitu Benih (X1), Luas Lahan (X2), Pupuk (X3), Tenaga Kerja (X4) setelah ilakukan uji secara persial dan simultan terdapat berpengaruh terhadap produksi jagung (Y), dengan nilai koefisien determinan (R2), menunjukan nilai 0,969 % artinya variabel independen memberikan pengaruh sebesar 96,9 % terhadap variabel dependen.
STRATEGI PEMSARAN AYAM POTONG (BOILER) PADA PELAKU USAHA DIPASAR SUKARAMAI, KECAMATAN MEDAN AREA, KOTA MEDAN Rahman Halim; Sri Wahyuni
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AGRONUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i2.5027

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran apa yang digunakan para pelaku usaha ayam potong di pasar sukaramai, medan area, kota medan, dan mengidentifikasi faktor – faktor yang digunakan dalam memasarkan ayam potong di pasar sukaramai. Adapun lokasi penelitian ini dilaksanakan di pasar tradisional sukaramai , kecamatan medan area, kota medan. Populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku usaha ayam potong sebanyak 12 orang. Jumlah sampel yang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan banyak sampel yang diambih berdasarkan berapa ekor pemotongan ayam perharinya dengan jumlah 12 orang pelaku usaha. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Metote data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Matriks IFAS (Internal Faktor Analysis Summary) dan Matriks EFAS ( Eksternal Faktor Analysis Summary). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bobot dari variabel internal mendapatkan nilai sebesar : 3,8. Dengan faktor kekuatan (strengths) sebesar 2,1, faktor kelemahan ( weaknesses) sebesar 1,7. Nilai bobot variabel eksternal mendapatkan nilai sebesar 3,65 dengan faktor peluang (opportunities) sebesar 1,75, faktor ancaman ( thereats) sebesar 1,9. Dan posisi usaha ayam potong di pasar sukaramai, kecamatan medan area, kota medan, berada di kuadran II yaitu strategi Diversifikasi, berarti usaha memiliki kekuatan internal yang kuat, namun juga menghadapi berbagai ancaman dari luar. Strategi diversifikasi digunakan untuk memanfaatkan kekuatan internal usaha guna mengatasi atau meminimalkan dampak dari ancaman – ancaman tersebut, serta meraih peluang jangka Panjang.
Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Kentang (Solanum tuberosum L.) Berkelanjutan pada Kawasan Agropolitan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara Bambang Hermanto; Sri Wahyuni; Suci Asri Munawari; Bambang Pujiono
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agronusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v6i1.6854

Abstract

Pengembangan kawasan agropolitan merupakan salah satu pendekatan pembangunan pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing komoditas pertanian, memperkuat sistem agribisnis, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Kabupaten Simalungun merupakan salah satu sentra produksi kentang di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan pertanian berbasis kawasan. Namun demikian, berbagai kendala pemasaran, keterbatasan modal, fluktuasi harga, serta rendahnya akses terhadap sarana produksi masih menjadi faktor penghambat peningkatan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran yang tepat dalam meningkatkan pendapatan petani kentang melalui identifikasi faktor internal dan eksternal menggunakan pendekatan SWOT. Penelitian dilaksanakan pada empat kecamatan sentra produksi kentang di Kabupaten Simalungun, yaitu Kecamatan Silimakuta, Pematang Silimahuta, Purba, dan Dolok Silou. Sebanyak 200 responden dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Data dianalisis menggunakan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekuatan (Strength) sebesar 1,806 lebih tinggi dibandingkan kelemahan (Weakness) sebesar 1,103, sedangkan peluang (Opportunity) sebesar 1,765 lebih tinggi dibandingkan ancaman (Threat) sebesar 1,220. Kombinasi nilai tersebut menghasilkan strategi Strength–Opportunity (SO) sebagai strategi prioritas dengan skor tertinggi sebesar 3,571. Faktor kekuatan utama adalah tingginya permintaan pasar terhadap kentang, sedangkan peluang terbesar berasal dari penggunaan bibit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Oleh karena itu, strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan penggunaan benih unggul, penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses terhadap sarana produksi, pengembangan jaringan pemasaran, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam menciptakan sistem agribisnis kentang yang berkelanjutan. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas kentang sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan agropolitan Kabupaten Simalungun.
Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Desa Tanjung Baru Nomi Noviani; Dian Habibie; Rahmat Suryanto Pirngadi
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agronusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v6i1.6857

Abstract

Dinamika pertanian saat ini yang mengarah pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dengan penguatan SDGs, melalui pertanian yang berkelanjutan dan di kaitkan dengan ekonomi pertanian yang membahas secara luas bagaimana peningkatan pendapatan petani, terutama petani yang mempunyai lahan yang sempit, dengan mengacu kepada ASTA CIPTA no.6. membahas bagaimana cara meningkatakann pendapatan dalam bidang pertanian dengan mengarah kepada ekonomi pertanian secara berkelanjutan dan luas. Sehingga para petani dengan luas lahan yang sempit melalui penelitian ini dapat menjadi acuan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi sawah di Kecamatan tanjung morawa, Untuk mengetahui strategi yang tepat untuk meningkatkan pendapatan petani padi sawah di Kecamatan tanjung morawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis mendalam terhadap usahatani padi organik Desa Tanjung Baru mengungkapkan profil petani yang matang (usia 30-50 th, pengalaman 18-20 th) dengan lahan 3 hektar yang sesuai. Transisi dari konvensional ke organik menunjukkan perbaikan signifikan: pergeseran struktur biaya dengan penurunan input eksternal 80-85% dan peningkatan tenaga kerja, tetapi tetap menguntungkan dengan R/C ratio 2,14 dan B/C ratio 1,80. Variabilitas produksi sangat rendah (CV=3,87%), menunjukkan homogenitas tinggi dalam penerapan SOP organik antar petani. Analisis regresi berganda mengidentifikasi dosis kompos (β=+0,850), luas lahan (β=+1,200), dan bibit (β=+0,095) sebagai faktor penentu utama dengan R²=0,762. Analisis SWOT menunjukkan posisi internal kuat (IFE=4,90) dan eksternal dinamis (EFE=5,75), memposisikan strategi pada Kuadran I (Growth). Strategi SO prioritas adalah sertifikasi organik kolektif + penetrasi niche market (urban consumers 30%, B2B institutional 40%, D2C online 30%), meningkatkan pendapatan +39,5% melalui penerimaan rata-rata Rp 10.879/kg. Peningkatan farmer's share dari 50-60% menjadi 75-80% melalui multi-channel marketing, infrastruktur pascapanen optimal (reduksi losses 15%→5%, tambah Rp 14 juta/musim), dan hilirisasi produk (margin +30-150%, tambah Rp 62,65 juta/musim) menciptakan ekosistem agribisnis berkelanjutan.