Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PLANTED QUESTIONS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 4 PRAYA TIMUR Rabi’atul Adawiyah; Muh Husein Baysha; Hastuti Diah Ikawati
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v3i2.83

Abstract

Permasalahan Penelitian ini yaitu guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional berupa metode ceramah yang berdampak pada hasil belajar siswa dibawah KKM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Strategi Pembelajaran Planted Questions Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 4 Paya Timur. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan sampel dengan populasi sebanyak 47 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes sebagai metode pokok sedangkan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik dengan rumus t-tes. Hasil analisis diperoleh nilai thitungsebesar 9.692 dan nilai ttabel pada taraf Signifikan 5% dengan d.b (N-1) = 24-1 = 23 lebih besar dari pada nilai t pada tabel (9.692 >2,069), berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berbunyi: adanya Pengaruh Strategi Pembelajaran Planted Questions Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 4 Praya Timur. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini “Signifikan”.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TELAAH YURISPRUDENSI INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII MATA PELAJARAN PKN DI SMP NEGERI 8 MATARAM Nadia Nadia; Hastuti Diah Ikawati; Wiwien Kurniawati
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v3i3.90

Abstract

Permasalahan pembelajaran PKN di SMP Negeri 8 Mataram yaitu teknik pengajar yang masih relative monoton yang hanya menggunakan metode ceramah. Hal ini akan berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diterapkan Model Pembelajaran Telaah Yurisprudensi Inquiry.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Model Pembelajaran Telaah Yurisprudensi Inquiry Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran PKN di SMP Negeri 8 Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dimana dalam penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimen jenis One Group Preetest-Post Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 245 orang dan sampel yang digunakan adalah kelas VIII B yang berjumlah 35 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah Tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik menggunakan rumus T-test. Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai thitung adalah 5,816 dan ttabel adalah 2,041. Dengan demikian thitung lebih besar dari pada ttabel yaitu (5,816 > 2,041). Hal ini berarti hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi ada Efektivitas Model Pembelajaran Telaah Yurisprudensi Inquiry Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran PKN di SMP Negeri 8 Mataram di terima yang artinya hasil penelitian ini adalah signifikan dengan nilai thitung 5,816.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN MODELLING THE WAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA BAHASA INDONESIA KELAS X RPL DI SMK NEGERI 1 LINGSAR Endah Resnandari Puji Astuti; Hastuti Diah Ikawati
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v4i2.128

Abstract

Permasalahan penelitian yaitu strategi pembelajaran yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran masih tergolong konvensional dan cenderung monoton dimana hanya menerangkan dan menulis di papan tulis. Guru dominan aktif dalam proses pembelajaran yang menyebabkan hasil belajar siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia masih di bawah KKM. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran modelling the way terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran bahasa indonesia kelas X RPL di SMK Negeri 1 Lingsar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes sebagai data primer, sedangkan studi dokumentasi dan observasi sebagai data skunder. Teknik analisis data penelitian menggunakan rumus t-test. Hasil perhitungan data penelitian diperoleh t-hitung sebesar 5,915. Nilai t-tes pada tabel dengan db (N-1) = 37 dengan taraf signifikansi 0,05 atau 5%= 1,687. Hasil analisis data penelitian dimana t-hitung lebih besar dari pada t-tabel (5,915>1,687) sehingga penelitian ini dikatakan signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (H0) di tolak dan hipotesis alternative (Ha) diterima yang berbunyi ada pengaruh strategi pembelajaran modelling the way terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran bahasa indonesia kelas X RPL di SMK Negeri 1 Lingsar.
Pengembangan Sumber Belajar Video untuk Pelestarian Bahasa Sasak Halus Anwar, Zul; Ikawati, Hastuti Diah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.2857

Abstract

Ketersediaan sumber belajar merupakan salah satu faktor utama penentu mencapai tujuan pembelajaran. Berbagai jenis sumber belajar dapat dikembangkan dan dimanfaatkan seperti video pembelajaran (video based learning). Sumber belajar yang dikembangkan ditujukan untuk mata pelajaran muatan lokal sekolah dasar di Kabupaten Lombok Tengah. Untuk menghasilkan prototype sumber belajar, ditempuh pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan mengaplikasi metode penelitian kualitatif deskriptif, pengembangan, eksperimen dan evaluasi. Artikel ini secara khusus ditujukan mendeskripsikan hasil penelitian awal dari sepuluh langkah penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall yaitu melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan dengan paradigma penelitian kepustakaan (library research) yang dioperasionalkan dengan metode pengembangan. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa bahasa sasak halus perlu dilestarikan.
Pelatihan Model Pembelajaran Berbasis Konservasi Untuk Guru Di Tk IT Al Fatih Lombok Tengah M. Ary Irawan; Hastuti Diah Ikawati; Zul Anwar; Agus Jayadi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v4i2.2443

Abstract

Pembelajaran berbasis konservasi adalah suatu rencana atau pola pembelajaran yang menitik beratkan pada penanaman nilai-nilai konservasi dan peningkatan karakter peduli lingkungan untuk anak. Makna konservasi dapat meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan situasi dan kondisi setempat. Adapun nilai-nilai konservasi yang perlu ditanamkan pada anak usia dini adalah bagaimana menghemat (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang (recycle) diterapkan dalam proses pembelajaran baik dalam maupun luar kelas. Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan penerapan model pembelajaran berbasis konservasi adalah: 1) Untuk mendeskripsikan rancangan model pembelajaran berbasis konservasi (PBK) pada anak usia dini; 2) Untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada para pendidik tentang pentingnya menerapkan model pembelajaran berbasis konservasi (PBK) pada anak usia dini. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah Meningkatkan Pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan para pendidik TK IT Al Fatih Lombok Tengah mengenai hakikat dan pentingnya penerapan model pembelajaran berbasis konservasi berdasarkan hasil post test sebanyak 80%.
PELATIHAN MANAJEMEN LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH IRAWAN, M. ARY; SUHARDI, MUHAMAD; IKAWATI, HASTUTI DIAH; ANWAR, ZUL; JAYADI, AGUS
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4184

Abstract

Young children are growing up amid a digital revolution that has changed the way we interact with the world around us. While the benefits are great, the use of technology at an early age also brings risks and challenges. Exposure to inappropriate content, screen addiction and lack of supervision can be serious issues affecting children's development. Early education plays an important role in shaping early childhood digital literacy. Digital literacy is critical knowledge, wise attitudes and creative skills in utilizing digital media. The objectives of the training on implementing a digital literacy management model in schools are: (1) increasing awareness and understanding of the importance of digital literacy among teachers and school management; (2) equipping teachers and school management with practical skills in managing digital literacy in the school environment. The expected impact of this service activity is the application of an effective management model to manage digital literacy in schools. The results of the digital literacy management training activities successfully achieved their objectives by improving participants' understanding and skills. Feedback from participants showed positive results: 95% of participants felt the training was very useful, 85% felt more confident in using technology in learning, and 90% stated that they would apply the skills acquired in the teaching process. With the knowledge gained, teachers, principals and staff are expected to apply digital literacy in the learning process, so that students can also become wise users of technology. ABSTRAKAnak-anak usia dini tumbuh di tengah-tengah revolusi digital yang telah mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Meskipun manfaatnya besar, penggunaan teknologi pada usia dini juga membawa risiko dan tantangan. Paparan terhadap konten yang tidak sesuai, kecanduan layar, dan kurangnya pengawasan dapat menjadi masalah serius yang mempengaruhi perkembangan anak-anak. Pendidikan awal memainkan peran penting dalam membentuk literasi digital anak usia dini. Literasi digital adalah pengetahuan kritis, sikap bijak, dan keterampilan kreatif dalam memanfaatkan media digital. Adapun tujuan pelatihan penerapan model manajemen literasi digital di sekolah adalah: (1) meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya literasi digital di kalangan guru dan manajemen sekolah; (2) membekali guru dan manajemen sekolah dengan keterampilan praktis dalam mengelola literasi digital di lingkungan sekolah. Adapun dampak yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah penerapan model manajemen yang efektif untuk mengelola literasi digital di sekolah. Hasil kegiatan Pelatihan manajemen literasi digital berhasil mencapai tujuannya dengan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta. Umpan balik dari peserta menunjukkan hasil positif: 95% peserta merasa pelatihan sangat bermanfaat, 85% merasa lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran, dan 90% menyatakan bahwa mereka akan menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam proses pengajaran. Dengan pengetahuan yang diperoleh, guru, kepala sekolah, dan staf diharapkan dapat menerapkan literasi digital dalam proses pembelajaran, sehingga siswa juga dapat menjadi pengguna teknologi yang bijak.
Digital Literacy Development Strategy in Higher Education Institutions Jayadi, Agus; Ikawati, Hastuti Diah; Abdurrahman, Abdurrahman; Irawan, M. Ary
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol 10, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v10i1.13882

Abstract

This study aims to analyze the digital literacy development strategy in higher education institutions with a focus on three main aspects: (1) the digital literacy development strategy implemented, (2) the challenges faced in implementing the digital literacy program, and (3) the effectiveness of the program in improving students' ability to use technology critically and ethically. The research method used is a qualitative approach with a case study at a university in West Nusa Tenggara. Data were obtained through interviews with students, lecturers, and digital literacy program managers as well as analysis of relevant policy documents. The results of the study indicate that the strategies implemented include the integration of digital literacy into the curriculum, training for lecturers and students, and the development of technology infrastructure. However, the main challenges faced include limited infrastructure, lecturers' resistance to technology, and students' lack of critical and ethical understanding of using technology. The digital literacy program has proven effective in improving students' technical skills, but needs strengthening in the aspects of information evaluation and digital ethics. This study suggests the need for increased continuous training for lecturers, strengthening of technological infrastructure, and increasing student awareness of the importance of digital literacy holistically.
Analisis Kualitas Tes dan Butir Soal Sejarah di SMAN 1 Praya Timur Diah Ikawati, Hastuti; Jayadi, Agus; Hermansyah, Hermansyah
Jurnal Ilmiah Jendela Pendidikan Vol 11 No 2 (2022): Jendela Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jp.v11i2.1911

Abstract

Kualitas tes sangat mempengarhui akurasi tes itu sendiri. Oleh karenanya analisis kualitas tes merupakan suatu tahap yang harus ditempuh untuk mengetahui derajat kualitas suatu tes, baik tes secara keseluruhan maupun butir soal yang menjadi bagian dari tes. Dalam penilaian hasil belajar, tes diharapkan dapat menggambarkan sampel prilaku dan menghasilkan nilai yang objektif serta akurat. Tes yang digunakan guru harus memiliki kualitas yang baik dilihat dari berbagai segi. Tes hendaknya disusun sesuai dengan prinsip dan prosedur penyusunan tes, setelah digunakan perlu diketahui apakah tes tersebut berkualitas baik atau kurang baik. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif denganmetode eksperimen semu. Untuk memperoleh data tentunya diperlukan suatu alat atau instrumen. Instrumen yangdigunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Untuk memperolehdata melalui wawancara, peneliti menggunakan patokan wawancara yang dalamnya terdapat pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh partisipan. Kemudian untuk mengumpulkan data melalui observasi, peneliti menggunakan pedoman observasi. Dari hasil analisis menggunakan program ITEMAN, butir soal yang dikelompokkan baik berdasarkan tingkat kesukaran adalah butir 21 butir. Dari hasil analisis menggunakan program ITEMAN, butir soal yang dikategorikan sangat bagus dari segi daya pembeda adalah sebanyak 17 butit, sedangkan yang dikategorikan cukup bagus tidak perlu perbaikan adalah sebanyak 7 butir, yang diketegorikan kurang bagus dan perlu perbaikan adalah sebanyak 3 butir, dan yang dikategorikan jelek adalah sebanyak 2 butir. Berdasarkan hasil analasis menggunakan program ITEMAN, ada satu butir soal yang menunjukkan kemampuan peserta tes tersebut rendah, yaitu terdapat pada butir ke 26. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan output item and Test Analysis program ITEMAN Version 3.0 MicroCAT Testing System, uji reliabilitas memperoleh hasil 0,467.
PENINGKATAN EKONOMI PETERNAK SAPI MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH JERAMI SEBAGAI PAKAN TERNAK DENGAN TEKNIK “SARKEM H.M. Syarafuddin, Zul Anwar, Hastuti Diah Ikawati, dan Agus Jayadi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v1i2.261

Abstract

Headline Koran Harian Lombok Post tanggal 13 Maret 2018 memuat tentang polusi udara yang disebabkan asap pembakaran jerami. Pembakaran jerami yang dilakukan oleh petani dalam jumlah besar dan waktu yang hampir bersamaan menyebabkan polusi udara yang mengakibatkan mata menjadi perih dan gangguan kesehatan pernapasan. Disatu sisi yang lain, para peternak sapi kesulitan mendapat pakan untuk ternak mereka khususnya pada musim kemarau. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan kelompok peternak sapi yang ada di Desa Saba Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah, diketahui bahwa untuk mendapat pakan ternak pada musim kemarau, para peternak sapi menyabit rumput ke daerah-daerah yang jauh seperti ke Aikmel di Lombok Timur, Narmada, atau Kediri di Lombok Barat yang berjarak sekitar 35 KM. Pada saat akan pergi mencari rumput ke daerah-daerah yang jauh seperti yang dsiebutkan tadi, kelompok peternak sapi berangkat pagi-pagi buta dengan menyewa truk atau mobil carry pick up yang akan digunakan untuk mengangkut hasil menyabit rumput, dan mereka pulang menjelang sore hari atau malam hari. Merumput seperti ini setidaknya dilakukan dua kali dalam seminggu, sangat tergantung dari jumlah ternak atau sapi yang dipelihara. Melihat kondisi masyarakat peternak sapi yang seperti itu, saya merasa tergerak untuk membantu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Solusi yang ditawarkan adalah mengolah limbah jerami padi menjadi pakan sapi. Berbekal pengetahuan dan pengalaman selama tinggal didaerah asal di Jawa Tengah, saya ingin berbagi pengetahuan kepada Kelompok Ternak Sapi Pade Angen yang ada di Desa Saba Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah tentang cara pengolahan limbah jerami padi menjadi pakan sapi dengan tekni sarkem (sabit, jemur, keringkan, dan simpan). Masyarakat peternak sapi umumnya adalah petani yang memiliki lahan pertanian. Mereka berternak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan keperluan pendidikan putra-putri mereka yang kalau hanya mengandalkan hasil pertanian tidak mencukupi. Sentuhan pengetahuan tentang cara pengolahan limbah jerami padi perlu diberikan kepada masyakat setempat supaya mereka dapat menfaatkannya menjadi pakan ternak. Pengetahuan dan Keterampilan tersebut semakin dirasa dibutuhkan dimusim kemarau yang pada saat itu pakan rumput hijau susah didapat. Luaran dari pengabdian kepada masyarkat ini yaitu publikasi artikel yang dimuat pada jurnal nasional ber ISSN dan Prosiding Seminar Nasional ber ISBN, publikasi pada media cetak (Koran Radar Lombok), Video kegiatan, dan peningkatan produktifitas dan ekonomi masyarakat peternak sapi. Luaran lain dari penelitian ini adalah Buku Panduan Praktik Mengolah Jeramai Padi Menjadi Pakan Sapi dengan Teknik Sarkem.
TEKNIK MENGAWASI ANAK DALAM PENGGUNAAN GADGET Agus Jayadi, Hastuti Diah Ikawati, Zul Awar, Tuti Hastina, dan Sami’un
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.376

Abstract

Berkembangnya suatu bangsa tergantung pada generasinya. Saat ini perkembangan teknologi sudah semakain canggih sehingga membutuhkan kewaspadaan terhadap penggunaannya. Sebagai bentuk kewaspadan dan tindakan yang tepat untuk mengoptimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh teknologi adalah menanamkan pendidikan karakter sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya peran orang tua dalam menjaga anak-anak dalam penggunan gadget (mobile). Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana cara mengoptimalkan fitur keamanan pada aplikasi gadget. Manfaat kegiatan ini adalah mengoptimalkan peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak dan mengurangi dampak negatifnya. Oleh karenanya sepesifikasi yang diharapkan dari kegiatan ini adalah orang tua secara utuh dapat meningkatkan kepeduliannya terhadap perkembangan anak-anaknya dan menjaga anak-anaknya dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh permainan gadget.