Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Sumber Belajar dalam Proses Pembelajaran Hastuti Diah Ikawati
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3264

Abstract

KataKunci: Peran,Sumber balajar, Proses Pembelajaran. Abstrak: Penelitian ini merinci peran sumber belajar dalam proses pembelajaran dengan mengunakan teori belajar dan pembelajaran (teaching and learning), penelitian ini menganalisis pemahaman tentang peran sumber belajar dalam proses pembelajaran. British Audio Visual Association menyatakam bahwa 75 % pengetahuan diperoleh melalui indera penglihatan, 13 % indera pendengaran, 6 % indera sentuhan dan rabaan dan 6% indera penciuman dan lidah. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh perusahaanSovocom Company di Amerika tentang kemampuan manusia dalam menyimpan pesan adalah: verbal (tulisan) 20%, audio saja 10%, visual saja 20%, audio visual 50%. Tetapi kalau proses belajar hanya menggunakan methode (a) membaca saja, maka pengetahuan yang didapat hanya 10% (b) mendengarkan saja pengetahuan yang mengendap hanya 20%. (c) melihat saja pengetahuan yang didapat bisa 50% dan (e) mengungkapkan sendiri pengetahuan yang didapat bisa 80%. (f) mengungkapkan sendiri dan mengulang pada kesempatan lain 90%. Temuan penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap peran sumber belajar dan proses pembelajaran dimasa yang akan datang.
Analisis Kualitas Tes dan Butir Soal Sejarah di SMAN 1 Praya Timur Diah Ikawati, Hastuti; Jayadi, Agus; Hermansyah, Hermansyah
Jendela Pendidikan : Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 11 No 2 (2022): Jendela Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jp.v11i2.1911

Abstract

Kualitas tes sangat mempengarhui akurasi tes itu sendiri. Oleh karenanya analisis kualitas tes merupakan suatu tahap yang harus ditempuh untuk mengetahui derajat kualitas suatu tes, baik tes secara keseluruhan maupun butir soal yang menjadi bagian dari tes. Dalam penilaian hasil belajar, tes diharapkan dapat menggambarkan sampel prilaku dan menghasilkan nilai yang objektif serta akurat. Tes yang digunakan guru harus memiliki kualitas yang baik dilihat dari berbagai segi. Tes hendaknya disusun sesuai dengan prinsip dan prosedur penyusunan tes, setelah digunakan perlu diketahui apakah tes tersebut berkualitas baik atau kurang baik. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif denganmetode eksperimen semu. Untuk memperoleh data tentunya diperlukan suatu alat atau instrumen. Instrumen yangdigunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Untuk memperolehdata melalui wawancara, peneliti menggunakan patokan wawancara yang dalamnya terdapat pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh partisipan. Kemudian untuk mengumpulkan data melalui observasi, peneliti menggunakan pedoman observasi. Dari hasil analisis menggunakan program ITEMAN, butir soal yang dikelompokkan baik berdasarkan tingkat kesukaran adalah butir 21 butir. Dari hasil analisis menggunakan program ITEMAN, butir soal yang dikategorikan sangat bagus dari segi daya pembeda adalah sebanyak 17 butit, sedangkan yang dikategorikan cukup bagus tidak perlu perbaikan adalah sebanyak 7 butir, yang diketegorikan kurang bagus dan perlu perbaikan adalah sebanyak 3 butir, dan yang dikategorikan jelek adalah sebanyak 2 butir. Berdasarkan hasil analasis menggunakan program ITEMAN, ada satu butir soal yang menunjukkan kemampuan peserta tes tersebut rendah, yaitu terdapat pada butir ke 26. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan output item and Test Analysis program ITEMAN Version 3.0 MicroCAT Testing System, uji reliabilitas memperoleh hasil 0,467.
UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERAJINAN TANGAN DESA SESAIT KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Maulidin; Elya Wibawa Syarifoedin; Hastuti Diah Ikawati; Agus Jayadi; Indri Susilawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.976

Abstract

Salah satu produk dari daerah Desa Sesait adalah produk kerajinan tempurung kelapa dan kerajinan berbahan kayu. Sebagai daerah pedesaan, potensi daerah Desa Sesait sangat mendukungberkembangnya industri kerajinan tempurung kelapa dan kerajinan berbahan kayu. Tempurung kelapa dan kayu yang tidak terpakai sangat mudah didapatkan di daerah Desa Sesait. Hampir di seluruh wilayah Desa Sesait dapat dijumpai tanaman kelapa. Kondisi tersebut menjadikan tumbuh dan berkembangnya industri kerajinan tempurung kelapa dan kerajinan berbahan kayu di Desa Sesait, karena untuk masalah bahan baku yaitu tempurung kelapa dan kayu yang tidak terpakai, mereka tidak merasa menjadi kendala untuk memperolehnya. Metode pelaksanaan Pembuatan kelompok kerajinan tangan sebagai wadah agar mendapatkan bantuan dari Dinas tertentu dengan cara mengumpulkan para pengerajin yang masih menjalankan usaha kerajinan sendiri-sendiri guna untuk membuat kelompok, bekerjasama dengan dinas tertentu pengerajin berharap mendapatkan Pelatihan manajemen usaha untuk memperbaiki sistem manajemen usaha yang dijalankan. Hasil yang di capai terbentuknya kelompok kerajinan tangan sebagai wadah agar mendapatkan bantuan dari dinas tertentu dengan cara mengumpulkan para pengerajin yang masih menjalankan usaha kerajinan sendiri-sendiri guna untuk membuat kelompok, setelah kelompok tersebut telah terbentuk kemudian membuat proposal untuk diajukan ke dinas tertentu agar pengerajin mendapat bantuan berupa mesin atau alat untuk memudahkan dalam pembuatan kerajinan tangan, guna meningkatkan kuliatas dari produk pengerajin, membangun jaringan ke instansi terkait guna mendapatkan pelatihan manajemen usaha untuk memperbaiki sistem manajemen usaha yang dijalankan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI EKOWISATA DIGITAL DAN KEGIATAN REKREASI ALAM DI DESA AIQ BERIK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Maulidin, Maulidin; Rachma, Irna Ningsih Amalia; Irawan, M. Ary; Ikawati, Hastuti Diah; Anwar, Zul
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.7486

Abstract

ABSTRACT Aiq Berik Village in Central Lombok has significant ecotourism potential, but its development is hampered by low digital literacy, weak tourism institutions, and minimal integration between conservation and public health. This community service program aims to empower the community through an interdisciplinary approach that integrates ecotourism education, digital skills training, development of nature recreation activities, and institutional strengthening. This program was implemented for a duration of 2 days involving 15 youth participants and village officials. The methods used include participatory workshops, hands-on training (learning by doing), and intensive mentoring. The program results show a significant increase in community understanding of sustainable ecotourism, as measured by pre- and post-tests with an average increase above 85%. In addition, this program has succeeded in producing concrete outputs in the form of a youth-managed digital promotion channel, the initiation of an edu-recreation program, and the formation of the “Aiq Berik Lestari” Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program has successfully laid the foundation for the transformation of Aiq Berik Village into an independent and sustainable digital ecotourism destination, by breaking the cycle of stagnation through local capacity building. The sustainability of this program depends on community commitment and infrastructure support from relevant stakeholders. ABSTRAK Desa Aiq Berik di Lombok Tengah memiliki potensi ekowisata yang signifikan, namun pengembangannya terhambat oleh rendahnya literasi digital, lemahnya kelembagaan pariwisata, dan minimnya integrasi antara konservasi dan kesehatan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan edukasi ekowisata, pelatihan keterampilan digital, pengembangan kegiatan rekreasi alam, dan penguatan kelembagaan. Program ini dilaksanakan selama durasi 2 hari dengan melibatkan jumlah peserta 15 pemuda dan aparat desa. Metode yang digunakan meliputi workshop partisipatif, pelatihan praktik langsung (learning by doing), dan pendampingan intensif. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat tentang ekowisata berkelanjutan, yang terukur melalui pre-test dan post-test dengan peningkatan rata-rata di atas 85%. Selain itu, program ini berhasil menghasilkan luaran konkret berupa kanal promosi digital yang dikelola pemuda, inisiasi program edu-rekreasi, serta terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Program ini berhasil meletakkan fondasi bagi transformasi Desa Aiq Berik menjadi destinasi ekowisata digital yang mandiri dan berkelanjutan, dengan memutus siklus stagnasi melalui peningkatan kapasitas lokal. Keberlanjutan program ini bergantung pada komitmen masyarakat dan dukungan infrastruktur dari pemangku kepentingan terkait.
Mentoring Sebagai Suatu Inovasi dalam Peningkatan Kinerja Anwar, Zul; Ikawati, Hastuti Diah; Syarifah, Syarifah
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 1 No. 1 (2018): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v1i1.209

Abstract

Mentoring is a strategy to improve work performance within an organization. This type of research is literature research. Technique of collecting data is done by documentation method that is reading every information that there is relation with study. The data collected from reading results is then analyzed by selecting the appropriate materials or still related to the study. Based on the results of data analysis then synthesized and concluded to be a conclusion of the topic under study. The result of the mentoring process is intentional, does not happen by chance. The key to ensuring the desired outcomes and the sustainability of the mentoring process is to use all the best practices of human performance technology in the needs assessment, planning, design, implementation, and evaluation phase. Mentoring must be closely linked to the organization's mission, objectives, and strategy priorities. Only an integrated quality, capable of facilitating the process associated with current and future missions that can be expected to deal with exposure to the winds of change. The rapidly changing environment demands multi-skilled, flexible workers, and the level of mastery of core competencies. A mentoring process is important to facilitate the improvement of human performance. With the important assumption that individual behavior (mantees and mentors) can be changed as it is aware of each individual is obliged to continuously learn (long life learner). Keywords: Mentoring, Performance Improvement, Innovation
Efektifitas Pembelajaran Model Contextual Teaching dan Sains Teknologi Masyarakat terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Ikawati, Hastuti Diah; Anwar, Zul; Safitri, Nila Egidia
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 1 No. 2 (2018): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.062 KB) | DOI: 10.31539/joeai.v1i2.358

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of contextual teaching learning models and community technology science models on student learning outcomes in the diffusion courses of educational innovation. This study uses quasi-experimental by collecting data using tests, documentation, interviews and observations. The results showed that the average value of student learning outcomes used in the learning model of community technology science was higher than the value of student learning outcomes used in the contextual teaching learning model. This is because the community's science technology model helps students better understand material related to problems found in real life so students become active in the learning process. In conclusion, the Contextual Teaching and Science learning model of community technology is more effective in improving student learning outcomes in the diffusion of education innovation courses. Keywords: Learning Outcomes, Contextual Teaching Learning Model, Science Technology Society.