Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Impelementasi Metode Talaqi dan Murojaah Secara Halaqoh dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Hafalan Santri di Ponpes Tahfidz Nurul Jihad Kota Bima Silfatunnisa Rizkiyah; Luthfiyah Luthfiyah; Sri Jamilah
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 7 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i7.12175

Abstract

This study aims to describe the implementation of the talaqi and murojaah methods within the halaqoh system as an effort to enhance students’ motivation and Qur’an memorization achievement at Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Jihad, Bima City. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis process followed the model of Miles, Huberman, and Saldaña, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Meanwhile, data validity was strengthened through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that the implementation of the talaqi and murojaah methods within the halaqoh-based system was carried out through three main stages. The first stage was planning, which included initial assessment and the grouping of students based on their Qur’an reading ability and memorization achievement. The second stage was implementation, which involved talaqi, ziyadah, memorization submission, and scheduled murojaah activities. The third stage was evaluation, which was conducted through weekly tasmi’ and monthly juz advancement examinations. The implementation of these methods was supported by several factors, namely the competence of the ustadz, a conducive pesantren environment, students’ internal motivation, and parental support. However, several obstacles were also identified, including differences in students’ cognitive abilities, physical and psychological fatigue, excessive gadget use, and feelings of boredom and saturation. Overall, the implementation of the talaqi and murojaah methods within the halaqoh system was considered effective in improving students’ learning motivation and Qur’an memorization outcomes.
Analysis of the Impact of Role Models of Islamic Higher Education Alumni on Changes in the Religious Attitudes and Behaviors of the Community in Practicing Islamic Teachings in Monta District Salmin Salmin; Ilham Ilham; Muslimin Muslimin; Luthfiyah Luthfiyah
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 22 No. 1 (2026): Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v22i1.6734

Abstract

This research aims to examine in depth the influence of alumni of Islamic Higher Education Institutions (PTAI) as role models on the transformation of religious attitudes and behaviors of the community in implementing Islamic teachings in Monta District, Bima Regency. PTAI alumni occupy a strategic position as agents of socio-religious change, given their capacity in Islamic scholarship, their internalized moral integrity, and their active involvement in education, da'wah, public service, and community development at the grassroots level. This study employs a qualitative approach with a field study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, involving PTAI alumni and community members as subjects of socio-religious interaction. The findings indicate that PTAI alumni play a significant role as uswah hasanah (good role models) in shaping and guiding the community's religious attitudes and behaviors. This exemplary role is manifested through consistent worship, the application of social morality, and the practice of muamalah values in daily life. The impacts identified include increased religious awareness and worship quality, greater community participation in religious activities, stronger internalization of noble moral values, and the development of a more moderate, tolerant, and contextual pattern of religiosity. However, the effectiveness of PTAI alumni's role is strongly influenced by the intensity of social interaction, the continuity of exemplary conduct, and the support of social and institutional structures that sustain the process of religious development within the community. This study emphasises that the exemplary conduct of PTAI alumni constitutes an effective and sustainable cultural strategy for internalising Islamic values amid the dynamics of social life. Theoretically, these findings contribute to the enrichment of the scholarly discourse in Islamic Religious Education and the sociology of religion, particularly in strengthening the understanding of uswah hasanah as an instrument of socio-religious transformation. Practically, this study provides strategic implications for strengthening the role of PTAI alumni and for formulating community development policies based on Islamic values oriented toward the principle of rahmatan lil ‘alamin.
Peningkatan Kapasitas Pondok Pesantren Muhammadiyah Melalui Pendampingan Program Tahfizul Qur’an dengan Metode Tabarak Luthfiyah Luthfiyah; Ade S Anhar; Ruslan Ruslan; Rahmah Rahmah
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v1i2.64

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pesantren Muhammadiyah yang belum menunjukkan perkembangan secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya program unggulan yang menjadi branding sekaligus yang menjadi ciri khas pesantren. Oleh karena itu pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan metode tabarak yang bermanfaat bagi pengembangan hafalan Alquran santri/wati. Selain itu juga bertujuan untuk melakukan pembinaan bagi Pembina hafalan, sehingga dapat memiliki strategi, target dan capaian hafalan. Muaranya adalah pengembangan kapasitas pesantren melalui program tahfidz dengan metode tabarak tersebut. Sasaran pengabdian adalah santri/wati yang mengikuti program tahfidz sebanyak 30 orang dan ustadz Pembina hafalan sebanyak 4 orang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah PAR, karena hakikatnya para santri/wati telah memiliki potensi dalam menghafal. Akan tetapi tidak dibarengi dengan penerapan metode menghafal yang tepat. Sehingga tidak tampak progressivitas dan hanya berjalan ala kadarnya saja. Padahal dengan penerapan metode yang tepat dapat menghantarkan santri menjadi hafidz hafidzah yang unggul sekaligus mewujudkan pesantren untuk menjadi lembaga pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya Bima
Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Menggunakan Referensi Otomatis Berbasis Aplikasi Mendeley Luthfiyah Luthfiyah; Nurlaila Nurlaila; Zuhrah Zuhrah; Syarifuddin Syarifuddin; Fathir Fathir
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i1.99

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah yang sesuai dengan standar akademik melalui pemanfaatan aplikasi manajemen referensi Mendeley. Permasalahan umum yang dihadapi dalam penulisan ilmiah, seperti ketidaktepatan dalam pengutipan, penulisan daftar pustaka, serta kurangnya pemahaman terhadap etika akademik, menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan dilaksanakan di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bima, bertempat di ruangan dosen, dengan pendekatan pelatihan yang terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta diberikan materi teori penulisan ilmiah, dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan Mendeley, serta pendampingan dalam menyusun draft artikel ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menulis serta mengelola referensi secara sistematis dan bebas dari plagiarisme. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi ilmiah berbasis teknologi di lingkungan kampus.
Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis Field Research dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Mahasiswa Luthfiyah Luthfiyah; Syarifuddin Syarifuddin; Nurlaila Nurlaila
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.150

Abstract

Permasalahan rendahnya publikasi ilmiah mahasiswa pascasarjana menjadi perhatian penting dalam dunia akademik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa workshop pelatihan penulisan artikel ilmiah berbasis field research ditujukan bagi mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bima. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah yang layak publikasi, melalui pendekatan praktikal berbasis hasil penelitian lapangan yang telah mereka lakukan. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi, studi kasus, dan pendampingan penulisan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman struktur artikel ilmiah serta kemampuan mahasiswa dalam menyusun artikel berbasis data lapangan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang terstruktur dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas artikel ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa pascasarjana. Kegiatan ini masih banyak yang perlu diperbaiki kedepan terutama terkait dengan waktu dan akan ada tahapan tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu pendampingan publikasi di jurnal-jurnal terakreditasi nasional dan internasional
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN KESADARAN AGAMA DAN MINAT BELAJAR SISWA DI ERA DIGITAL DI SMAN 2 MONTA Salmin Salmin; Rijalul Rahman; Nurhayati Nurhayati; Luthfiyah Luthfiyah
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan kesadaran beragama serta meningkatkan minat belajar peserta didik di tengah pesatnya perkembangan era digital dan dinamika perubahan sosial masyarakat. Kemajuan teknologi, arus informasi yang terbuka, serta perubahan gaya hidup modern menghadirkan tantangan tersendiri bagi pembelajaran PAI, sehingga menuntut guru untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SMAN 2 Monta. Subjek penelitian meliputi guru PAI sebagai informan utama, peserta didik, serta kepala sekolah sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap proses pembelajaran dan kegiatan keagamaan, serta studi dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran dan program sekolah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMAN 2 Monta menerapkan berbagai strategi yang efektif, antara lain keteladanan dalam sikap dan perilaku, pembiasaan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah, penguatan nilai-nilai spiritual melalui refleksi religius, serta penerapan pendekatan kontekstual dengan mengaitkan ajaran Islam pada realitas kehidupan peserta didik, termasuk pemanfaatan teknologi secara bijak. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kesadaran beragama peserta didik, memperbaiki perilaku sosial, serta menumbuhkan minat dan antusiasme belajar terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Epistemologi Tauhid: Kajian terhadap Rasionalitas, Spiritualitas, dan Etika Keilmuan Amma Ainun; Rusmaeni Rusmaeni; Evi Susanti; Luthfiyah Luthfiyah
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.221

Abstract

Penelitian ini berangkat dari dinamika perdebatan mengenai relasi antara Islam dan ilmu pengetahuan dalam perkembangan ilmu modern. Di satu sisi, ilmu sering dipandang harus netral, objektif, dan bebas nilai; namun di sisi lain, muncul pandangan bahwa ilmu yang terlepas dari nilai etika dan spiritual justru berpotensi kehilangan arah dan makna kemanusiaannya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Islam dan ilmu pengetahuan dalam membangun pengembangan ilmu yang tidak hanya rasional, tetapi juga selaras dengan nilai spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis library research dengan menelaah berbagai literatur klasik dan kontemporer, meliputi karya epistemologi Islam, buku ilmiah, dan artikel jurnal akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Islam dan ilmu pengetahuan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memiliki relevansi praktis dalam pengembangan ilmu modern. Prinsip tauhid menjadi fondasi yang menghubungkan wahyu, akal, dan realitas empiris dalam proses pencarian ilmu. Selain itu, nilai-nilai etika seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kemaslahatan sosial berperan sebagai pedoman dalam praktik keilmuan
Critical Pedagogy and Islamic Education: Curriculum Reconstruction towards Transformative Learning Ruslan Ruslan; Luthfiyah Luthfiyah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4153

Abstract

This study aims to analyze the relevance of critical pedagogy in Islamic education and to formulate a reconstruction of the Islamic Religious Education (IRE) curriculum towards transformative learning. This research uses a qualitative approach with the type of library research. Data sources in this study consist of primary and secondary data. Primary data consists of main works discussing critical pedagogy, Islamic education, and curriculum theory, while secondary data includes nationally and internationally reputable journal articles, as well as academic books relevant to the research topic. Data analysis techniques are carried out using content analysis, which is interpretive-critical in nature. The research results show that critical pedagogy has strong alignment with Islamic educational values, particularly in the aspects of reflection (tafakkur), dialogue, and self-transformation. The integration of critical pedagogy into the IRE curriculum can be carried out through dialogical, contextual, reflective, and transformative principles. The reconstruction of this curriculum not only changes the learning structure but also the education paradigm from knowledge transmission towards the formation of critical awareness and social action. The implication of this reconstruction is the realization of transformative learning that can develop critical thinking skills, social awareness, and the contextual internalization of Islamic values. This study provides theoretical contributions to the development of an Islamic education curriculum based on critical pedagogy as well as practical implications for strengthening the quality of IRE learning that is more relevant to the challenges of the times.
Critical Pedagogy and Ta'dib: Towards an Emancipatory-Islamic Education Paradigm Ruslan Ruslan; Luthfiyah Luthfiyah
Journal of Education and Teacher Training Innovation Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Education and Teacher Training Innovation (JETTI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/qgppfc73

Abstract

This study examines the possibility of integrating Paulo Freire’s critical pedagogy and Syed Muhammad Naquib al-Attas’ concept of ta'dib to formulate a new paradigm of Islamic-emancipatory education. Employing a qualitative library research design, the study analyzes primary texts, including Freire’s Pedagogy of the Oppressed and Al-Attas’ major works on Islamic education, complemented by relevant scholarly literature. Data were collected through document analysis and examined using Gadamerian hermeneutic interpretation, comparative analysis, and conceptual synthesis. The analytical process involved identifying the philosophical foundations, educational objectives, epistemological assumptions, and pedagogical implications of both frameworks, followed by the construction of an integrative theoretical model. The findings reveal that Freire’s critical pedagogy emphasizes liberation through critical consciousness, dialogical engagement, and transformative praxis, whereas Al-Attas’ concept of ta'dib focuses on moral discipline, recognition of the hierarchy of knowledge, and the cultivation of adab grounded in the Islamic worldview. Despite their differing epistemological foundations, both perspectives converge in their critique of dehumanizing educational practices and their commitment to human transformation. The novelty of this study lies in the formulation of an Islamic-emancipatory educational paradigm that systematically integrates Freirean critical consciousness with the ethical-spiritual framework of ta'dib. This synthesis offers a theoretical alternative to the dichotomy between secular emancipatory education and traditional Islamic education by positioning education as a process of intellectual liberation, moral refinement, and holistic human development. The proposed paradigm contributes to contemporary debates on Islamic educational reform by providing a framework that is simultaneously critical, ethical, and transformative.
Etika Pengembangan dan Penerapan IPTEK dalam Pandangan Islam Supriyadin Supriyadin; Saifuddin Saifuddin; Ikbal Ikbal; Luthfiyah Luthfiyah; Zuhrah Zuhrah
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.511

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada era Society 5.0 telah menghadirkan berbagai transformasi dalam kehidupan manusia sekaligus memunculkan persoalan etika terkait arah, dampak, dan distribusi teknologi. Teknologi modern seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, dan transformasi digital tidak dapat dipandang sebagai entitas bebas nilai karena berpotensi menimbulkan ketimpangan, pelanggaran privasi, serta pergeseran nilai kemanusiaan apabila tidak diarahkan secara etis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip etika Islam dalam pengembangan dan penerapan IPTEK, mengkaji implementasi nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan digitalisasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat integrasi etika Islam dalam teknologi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui analisis deskriptif-analitis terhadap sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika Islam menawarkan kerangka integratif berbasis prinsip tauhid, amanah, maslahah, dan ‘adl sebagai pedoman pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi antara IPTEK dan nilai Islam diperlukan untuk mewujudkan inovasi teknologi yang berorientasi pada kemaslahatan manusia, keadilan sosial, dan keberlanjutan peradaban.