Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERKEMBANGAN KASUS HIV DI KOTA SEMARANG : TINJAUAN KARAKTERISTIK DAN ASPEK LINGKUNGAN Lenci Aryani; Ratih Pramitasari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.687 KB)

Abstract

Latar belakang: Kasus HIV saat ini menjadi masalah kesehatan terbesar di dunia. Penularan HIV dapat ditularkan berbagai cara. HIV Global UNAIDS 2012 mengemukakan bahwa kasus penderita HIV di dunia mencapai 34 juta orang. Metode: Jenis penelitian diskriptif dengan tujuan untuk mencatat, mendeskripsikan, menganalisis dan menginterprestasikan kondisi yang terjadi pada saat ini. Sampel penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Semarang Tahun 2018.  Hasil: Kasus HIV terbanyak pada tahun 2017 mengalami peningkatan kasus HIV yaitu sebesar 523 penyakit dan tahun 2018 mengalami penurunan kasus sebesar 149 penyakit. Karakteristik responden pada jenis kelamin lebih tinggi penderita laki-laki sebesar 92 kasus pada laki-laki dan 57 kasus pada perempuan sedangkan  pada kelompok risiko paling tinggi terdapat pada pelanggan pekerja seksual sebesar 31% dan paling sedikit terdapat pada kelompok pria pekerja seksual yaitu sebesar 1%. Tingkat penyebaran kasus di pelayanan kesehatan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 0,1% yaitu sebesar 1,8% dan pada kelompok lingkungan berisiko rerata paling tinggi pada kelompok pelanggan perilaku seksual yaitu sebesar 90 kasus sedangkan rerata paling rendah pada kelompok pria pelaku seksual sebesar 1 kasusHIV positif.Kesimpulan: Penyebaran kasus HIV terbanyak terdapat pada kelompok pelanggan perilaku seksual yaitu rerata kasus sebesar 90 kasus.  Kata kunci: HIV, Lingkungan, Semarang
PREVALENSI KASUS AIDS PADA PEKERJA DI KOTA SEMARANG - ANALSISI DATA SEKUNDER Ratih Pramitasari; Lenci Aryani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.468 KB)

Abstract

Latar belakang: Kasus HIV/AIDS di Indonesia memiliki kecenderungan jumlahnya meningkat dari waktu ke waktu. Jumlah kasus positif HIV/AIDS sebagian besar terdapat pada kelompok usia kerja produktif yang akan berdampak negatif terhadap produktivitas perusahaan.Metode: Jenis penelitian diskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterprestasikan kondisi yang sekarang terjadi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Semarang Tahun 2018. Hasil: Kasus kematian karena AIDS pada warga Kota Semarang mencapai rasio 1:8 dibanding dengan jumlah penderitanya. Jumlah kasus AIDS tertinggi terjadi pada tahun 2012 dengan 104 kasus AIDS di Kota Semarang. Berdasarkan jenis pekerjaannya, kasus AIDS paling banyak diderita oleh karyawan dengan jumlah kasus 109 penderita. Jenis pekerjaan seperti tukang parkir, pemulung, pramugara, operatorkaraoke, seniman, dan petani/nelayan menempati posisi terendah. Kasus AIDS di Kota Semarang, paling banyak ditemukan pada kelompok umur 31-40 dengan jumlah penderita sebanyak 177 pasien.Kesimpulan: Penderita AIDS terus mengalami kenaikan sejak 2005 hingga tahun 2012, memasuki tahun 2013, hingga 2018 saat ini, penderita AIDS cenderung menurun dari tahun ke tahun. Kasus AIDS paling banyak diderita oleh pekerja dengan jenis pekerjaan karyawan. Kelompok umur 31-40 merupakan kelompok dengan jumlah penderita AIDS tertinggi dalam 12 tahun terakhir.Kata kunci: AIDS pada pekerja, AIDS, pekerja
KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA PENYELAM TRADISIONAL DENGAN METODE NORDIC BODY MAP Bayu Yoni Setyo Nugroho; Ratih Pramitasari; Haikal .
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 5, No 1 (2020): Integrated Occupational Safety and Health Implementation
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v5i1.4700

Abstract

Penyelam tradisional menjadi salah satu pekerjaan yang memiliki risiko keluhan musculoskeletal, keluhan mempengaruhi produktifitas kerja dan menimbulkan penyakit akibat kerja. Musculoskeletal dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga dapat melakukan pengendalian yang tepat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan analisis cross sectional, responden dalam penelitian ini sebanyak 21 penyelam tradisional, lokasi penelitian di desa Kemojan Kecamatan Karimunjawa. Penggunaan instrumen Nordic Body Map (NBM) mengidentifikasi bagian tubuh yang mengalami keluhan dan level nyeri yang dirasakan. Keluhan musculoskeletal paling tinggi di bagian pantat bawah 48,8%, betis kiri 46,4%, betis kanan 44,0%. Bagian ini memiliki keluhan tertinggi diakibatkan karena penyelam tradisional menggunakan peralatan manual dalam bekerja. Keluhan musculoskeletal tertinggi pada penyelam tradisional desa Kemojan yaitu pada bagian pantat bawah.Kata Kunci: penyelam; tradisional; musculoskeletal
Pelatihan Pemanfaatan Google Form dalam Pendaftaran Ijin Usaha pada Petugas Pelayanan di Kelurahan Tanjung Mas Semarang Utara Pulung Nurtantio Andono; Supriyono Asfawi; Ratih Pramitasari; Maria Goretti Catur Yuantari
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v5i1.562

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa berbagai macam dampak, salah satunya pelayanan kepada masyarakat. Kualitas pelayanan publik menjadi indikator keberhasilan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat seperti kecepatan pelayanan dan kesehatan baik pada petugas maupun masyarakat menjadi standar baku untuk saat ini. Di era digital pelayanan terhadap masyarakat sangat terbantukan dengan pemanfaatan teknologi informasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan pada petugas pelayanan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah pekerjaan, pencatatan, pelaporan serta menjaga kesehatan baik pada masyarakat maupun pada petugas kelurahan di Tanjung Mas Semarang Utara. Rendahnya kemampuan dalam mengoperasional program yang ada di komputer menjadi kendala tersendiri, sehingga  masih banyak pelayanan publik yang menggunakan pencatatan manual dan tidak terdokumentasi dengan baik serta tidak adanya pelaporan yang rutin sebagai bahan monitoring dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdapat perbedaan yang signifikan terkait tingkat pengetahuan petugas pelayanan sebelum diberikan pelatihan dengan setelah diberi pelatihan google form dengan nilai p value 0,039. Disamping itu petugas pelayanan mampu mempraktikkan dengan baik membuat google form yang dapat dimanfaatkan saat pendaftaran ijin usaha tanpa menggunakan kertas/pencatatan manual. 
Pembuatan Filter Air Sungai dan Penyediaan Penampungan Air Bersih di Desa Penadaran Adelia Puspitasari; Agnes Oktavi Maharani; Ratih Pramitasari; Syahiful Yudhi Nugroho; Wahyuni Ainuly Umayah; Kania Salma Nur Prastiwi; Agil Fahrudi Hibatulla; Rani Hardiningtyas; Deyani Deyani; Alif Maulana Iqbal
Lontara Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lomas.v2i2.245

Abstract

Penadaran Village is a village in Gubug District, Grobogan Regency, Central Java Province. The dry season makes residents in Penadaran Village experience problems with clean water sources. The purpose of community service is to make filters and provide clean water reservoirs for the residents of Penadaran Village. The implementation methods used are: (1) Conducting Tuntang River Water Quality Test, (2) Designing a scheme for clean water filters and reservoirs, (3) Making clean water filters and reservoirs. The location is in Kedungkakap Hamlet, Penadaran Village. The implementation time is August – October 2021. The results of the implementation of community service, obtained the results of the Tuntang River Water Quality Test, namely, Iron: 0.496 mg/L, COD: 301 mg/L, Chloride: 7.30 mg/L, manganese: 0.502 mg/ L, the river water filter scheme uses a system with 3 settling tanks and 2 mixed bed tubes. The shelter uses a 3300 ml Toren with a tower as high as 3 m from the ground. There are 17 families who have received clean water supply from the new source
Sosialisasi Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat di Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Ratih Pramitasari; Enny Rachmani; Nurjanah Nurjanah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.488

Abstract

Rumah Desa Sehat (RDS) adalah salah satu program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa telah mengeluarkan Pedoman Teknis RDS pada tahun 2018. Kecamatan Gubug telah mengambil langkah strategis dan berani, dengan menetapakan kebijakan bagi seluruh desa yang berada di wilayahnya untuk mengalokasikan 10% anggaran Dana Desa untuk menangani permasalahan Kesehatan di di desa. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pemerintah Desa Penadaran, diperoleh beberapa permasalahan terkait dengan Penerapan Program Kesehatan yang sejalan dengan Rumah Desa Sehat di desa Penadaran. Metode Pelaksanaan terdiri dari, (1) Perijinan pelaksanaan kegiatan, (2) Penyamaan persepsi kegiatan, (3) Survey Kesiapan Desa terhadap penerapan Rumah Desa Sehat (RDS), (4) Sosialisasi Program Rumah Desa Sehat (RDS), (5) Pendampingan pembentukan struktur organisasi pengelola Rumah Desa Sehat (RDS). Hasil Pelaksanaan kegiatan pengabdian Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan telah dilaksanakan. Kader Kesehatan di Desa Penadaran sudah 100% siap untuk menerapkan Rumah Desa Sehat. Kesiapan dokumen pembentukan Rumah Desa Sehat di Desa Penadaran sudah mencapai 90%. Tindak lanjut kegiatan perlu dilakukan grand launching penerapan Rumah Desa Sehat di Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.
Pembangunan Green House sebagai Upaya Konservasi Tanaman Obat di Kampung Jamu Kelurahan Wonolopo Nurrisa Ananda; Magumi Avrora Iftita; Rachmansyah Adityo Nugroho; Mutiara Dwi Rahayuni; Naning Pipit Ernawati; Vira Aditya Putri; Anyelir Khailla Eurissetaqtha; Nanda Zahrotul Maulidah; Soflina Nur Cholifah; Neva Marsela; Dina Saputri Hindiyastutik; Maria Maya Purnamasari; Muhammad Gymnastiar Aziz; Aprillia Putri Wulandari; Ratih Pramitasari; Nur Rizki Darmawan; Ika Pantiawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.489

Abstract

Pemberdayaan dan pembangunan Green House ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat terutama pengrajin jamu di Kampung Jamu Wonolopo yang berlokasi di Kecamatan Mijen, Kabupaten Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar penduduknya mencari rezeki melalui penjualan jamu, seiring berkembangnya usaha Jamu, Kampung Jamu Wonolopo dinobatkan sebagai Kampung Tematik Jamu pada tahun 2016 oleh Wali Kota Semarang. Penberdayaan masyarakat yang dilakukan adalah membangun Green House di lahan konservasi Tanaman Obat yang berada di Kampung Jamu Kelurahan Wonolopo. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah (1) Survei Lokasi Green House Sebagai Taman Konservasi Tanaman Obat, (2) FGD Asessment Kebutuhan, (3) Perancangan Skema Green House Dengan Beragam Jenis Tanaman Obat, (4) Pembangunan Green House. Lokasi di Dusun Sumber Sari Kelurahan Wonolopo. Waktu Pelaksanaan bulan Juli-September 2022 Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat, dibangunnya wilayah Taman Konservasi Tanaman Obat di Kampung Jamu Wonolopo yaitu Green House yang bermanfaat bagi masyarakat untuk memproduksi bahan baku jamu sendiri sehingga dapat menghemat biaya produksi yang digunakan.
PENDAMPINGAN HYGIENE SANITASI UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN PADA PENGRAJIN JAMU DI KAMPUNG JAMU KECAMATAN WONOLOPO Nor Amalia Muthoharoh; Ratih Pramitasari; Ika Pantiawati; Lidya Citra Nirmala
Lontara Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lomas.v4i1.358

Abstract

Jamu merupakan obat tradisional yang berasal dari alam yang bermanfaat untuk pemeliharaan Kesehatan tanpa tambahan bahan kimia. Maka jamu ini perlu adanya jaminan keamanan terutama hygiene dan sanitasinya. Perlunya pengawasan dan sosialisasi hygene dan sanitasi bertujuan agar masyarakat pengrajin jamu sadar akan standar kesehatan. Pengolahan jamu didaerah ini belum sesuai standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Hygiene disini diharapkan nantinya setelah memperoleh sosialisasi penyuluhan tentang pengertian dan prakteknya, maka diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagaimana pengertian hygiene sanitasi, pentingnya hygiene sanitasi, peran hygiene sanitasi dalam pengelolaan jamu tradisional sampai para pengrajin mampu mempraktikkannya, yaitu bagaimana saat mereka mengelolah jamu harus cuci tangan menggunakan sabun secara baik dan benar, memakai masker, menggunakan baju yang sesuai standart, selain itu juga mengajak agar para pengrajin dapat mempraktekkan mencuci alat – alat produksi sesuai dengan standar yang baik dan sehat. Pelatihan dan pendampingan berupa penyuluhan dan sosialisasi pada kelompok pengrajin jamu kelurahan Wonolopo yang akan dilakukan yaitu tentang sanitasi bahan obat – obat tradisional. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat di kelurahan wonolopo sadar akan keamanan dan kesehatan dalam kualitas jamunya, melalui pendampingan hygiene sanitasi dan pendampingan perijinan ke dinas kesehatan semarang maupun.
Edukasi Urgensi dan Pemanfaatan Data Kesehatan Desa kepada Kader dan Perangkat Desa di Desa Penadaran Kabupaten Grobogan Ratih Pramitasari; Izzatul Alifah Sifai; Enny Rachmani; Haikal Haikal; Erika Devi Udayanti; Berlian Totti Viala; Putri Regita Pramesti; Mutiara Dwi Rahayuni
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JAMSI - September 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.936

Abstract

Data kesehatan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam Pembangunan kesehatan di suatu wilayah. Data dan informasi kesehatan merupakan sumber daya yang sangat strategis. Terutama sebagai bahan masukan dalam pengambilan kebijakan. Ketersediaan data dan informasi yang akurat, tepat, cepat, dan terkini menggambarkan performa manajemen organisasi. Kegiatan ini berupa penyuluhan mengenai strategi peningkatan kualitas data kesehatan melalui kader kesehatan di wilayah desa penandaran. sasaran dari kegiatan ini adalah Ibu Kader dan PKK di Desa Penadaran Kabupaten Grobogan berjumlah 25 peserta. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar kader belum mengetahui pengertian dari Dasar bagi perencanaan dan pengambilan keputusan dalam layanan Kesehatan (81,8%), sedangkan pada hasil post-test menunjukan bahwa sebagain kader sudah mengetahui Permasalahan yang mungkin timbul jika kualitas data tidak baik (76,9%), kemudian para kader juga sudah mengetahui Ciri-ciri data Kesehatan yang berkualitas (76,9%). Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan telah dilaksanakan. Kader Kesehatan di Desa Penadaran sudah siap untuk menerapkan Sistem Informasi Kesehatan Desa berbasis Internet of Thing.
What Makes Tourists Stay in Homestay? The Correlation Between Service and Occupancy at Homestay Around Borobudur Super-Priority Destination Rahayu, Emik; Asshofi, Izza Ulumuddin Ahmad; Pamungkas, Imang Dapit; Widyatmoko, Karis; Hapsari, Dian Indriana; Mulyono, Ibnu Utomo Wahyu; Nurjanah, Nurjanah; Irawan, Joseph Aldo; Pramitasari, Ratih; Ramdhani, Aji Kusumah
International Journal of Tourism and Hospitality in Asia Pasific Vol 6, No 1 (2023): February 2023
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijthap.v6i1.2105

Abstract

Homestays are an alternative form of community-based accommodation that allows tourists to experience local wisdom in the community. Homestays in Borobudur Superprioritas-Tourist-Destinations should provide a comfortable accommodation option for tourists. However, they have not been managed optimally yet since limitation resources. This study aims to determine the service factors related to homestay occupancy.This research was part of the need assessment of homestay improvement programs. This study was observational-quantitative with a cross-sectional design. The respondents were twenty-two owners and managers of homestays in Candirejo Borobudur Village. Data were collected by self-administered questionnaire and analyzed by fisher-exact-testThe results showed that the quality of service related to occupancy. The service items associated with occupancy were booking procedures, payment notes, and rate information. Furthermore, factors associated with excellent service were older age and participation in homestay management training. 
Co-Authors Adelia Puspitasari Agil Fahrudi Hibatulla Agnes Oktavi Maharani Agus Perry Kusuma Aji Kusumah Ramdhani Alif Maulana Iqbal Alvin Maulana Firza Yanuar Anyelir Khailla Eurissetaqtha Anyelir Khailla Eurissetaqtha Aprianti, Aprianti Aprillia Putri Wulandari Azriani Awang Ismail, Dayangku Bayu Yoni Setyo Nugroho Bayu, Yoni Setyo Nugroho Berlian Totti Viala Chalobon Treesak Desy Ayu Arifin Deyani Deyani Dian Indriana Hapsari Dina Saputri Hindiyastutik Eko Hartini Enny Rachmani Erika Devi Udayanti Febriyanto, Dwi Feri Haikal Haikal Haikal Haikal Haikal Haikal Ika Pantiawati Imang Dapit Pamungkas Izza Ulumuddin Ahmad Asshofi Izzatul Alifah Sifai Jaka Prasetya Joseph Aldo Irawan Kania Salma Nur Prastiwi Karis Widyatmoko Khajjah, Feli Nur Kholiq, Pradana Firmansyah Kristin Ishak Kurnia Dwi Kristin Ishak Kurnia Dwi Kusuma, Edi Jaya Lenci Aryani Lidya Citra Nirmala Madnasri, Sutikno Magumi Avrora Iftita Manglapy, Merianti Yusthin Maria Goretti Catur Yuantari Maria Maya Purnamasari MG Catur Yuantari Muhammad Gymnastiar Aziz Mulyono, Ibnu Utomo Wahyu Mutiara Dwi Rahayuni Mutiara Dwi Rahayuni N. Nurjanah Nanda Zahrotul Maulidah Naning Pipit Ernawati Neva Marsela Nis Syifa’ur Rahma Nisa, Belladiena Alfiena Nor Amalia Muthoharoh Nur Cahya, Handy Nur Rizki Darmawan Nurjanah Nurjanah Nurrisa Ananda Pujiono Pujiono Pulung Nurtantio Andono Putri Regita Pramesti Rachmansyah Adityo Nugroho Rahayu, Emik Rahayuni, Mutiara Dwi Rahma, Nis Syifa’ur Rani Hardiningtyas Respati Wulandari Sari Ayu Wulandari Setyo Nugroho, Bayu Yoni Sifai, Izzatul Alifah Soflina Nur Cholifah Supriyono Asfawi Susilo Susilo Syahiful Yudhi Nugroho Treesak, Chalobon Viala, Berlian Totti Vibia Larasati, Agne Vira Aditya Putri Wahyuni Ainuly Umayah Wikan Isthika, Wikan Wongsa Laohasiriwong Wongsa Laohasiriwong Ximenes, Adriano Yanuar, Alvin Maulana Firza Yoni Setyo Nugroho Bayu Zulfa Kanaya, Fadia