Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Hubungan Antara Unsafe Action Dan Unsafe Condition Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Mebel Di Desa Kancilan Kabupaten Jepara Ratih Pramitasari; Agne Vibia Larasati
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.10942

Abstract

Industri mebel adalah satu dari banyaknya bidang industri yang berperan penting bagi kehidupan manusia dalam menyediakan barang rumah tangga. Terjadinya suatu kecelakaan kerja dapat dari faktor manusia seperti unsafe action, lingkungan tidak aman dan faktor lainnya. Secara umum penyebab terbesar kecelakaan kerja di industri disebabkan oleh tindakan tidak aman (unsafe act), sedangkan kondisi tidak aman (unsafe condition) menyumbang angka 10% dan 2% yang tersisa belom dapat diketahui dengan pasti teori ini dikemukakan oleh Heinrich. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pekerja mebel di Desa Kancilan Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan kepada pekerja mebel Di Desa kancilan kabupaten Jepara pada kurun waktu 2 minggu. Populasi pada penelian ini sebanyak 151 pekerja mebel. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 109 pekerja. Data dianalisis menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara unsafe action dan kecelakaan kerja dengan p value<0,001dengan koefiesien korelasi 0,622 yang menyatakan keeratan hubungan antara dua variabel tersebut memiliki tingkat korelasi kuat. Tidak terdapat hubungan antara unsafe condition dan kecelakaan kerja dengan p value 0,339. Tindakan yang disarankan bagi pekerja adalah meningkatkan kesadaran dalam menggunakan APD saat bekerja, senantiasa menerapkan perilaku K3 di tempat kerja dan fokus ketika bekerja. Untuk pemilik mebel disarankan untuk menyediakan APD yang lengkap berserta tata cara penggunaan dan menyediakan rambu kerja aman.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Tekanan Darah Pada Masyarakat Pekerja Di Wilayah Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Mutiara Dwi Rahayuni; Izzatul Alifah Sifai; Ratih Pramitasari
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.11294

Abstract

Tekanan darah merupakan sistem sirkulasi darah didalam tubuh yang memiliki peranan penting. Namun, tidak semua tekanan darah individu berada dalam batas normal sehingga munculnya gangguan pada tekanan darah yang biasa disebut hipertensi dan hipotensi. Individu dapat dikatakan hipertensi atau tekanan darah tinggi jika memiliki tekanan darah diastole melebihi 140 mmHg dan tekanan darah sistole melebihi 90 mmHg. Peningkatan tekanan darah tinggi sering terjadi pada pekerja karena beberapa faktor yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat keluarga, perilaku merokok, kebiasaan makan, status gizi, aktivitas fisik, beban kerja, dan lainnya. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tekanan darah pada masyarakat pekerja di Desa Penadaran. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling dan data diperoleh menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di Desa Penadaran dengan responden yaitu masyarakat pekerja yang ada di desa tersebut. lingkup waktu penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2023. Total populasi sebanyak 2161 dengan sampel 120 orang responden. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian ini yaitu mayoritas responden bekerja sebagai petani. Ada hubungan antara usia (p=0.001), status gizi IMT (p=0.021), dan aktivitas fisik di tempat kerja (p=0.003) dengan tekanan darah pada masyarakat pekerja. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0.914), pekerjaan (p=0.324), riwayat keluarga hipertensi (p=0.095), perilaku merokok (p=0.847), dan gizi Keluarga (p=0.847) dengan tekanan darah pada masyarakat pekerja. Saran dalam penelitian ini adalah masyarakat pekerja khususnya yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) agar lebih sadar dan memantau tekanan darahnya serta waspada terhadap gejala yang dialami tubuh sebagai awal timbulnya penyakit.
Feature Selection Method to Improve the Accuracy of Diabetes Mellitus Detection Instrument Sari Ayu Wulandari; Sutikno Madnasri; Ratih Pramitasari; Susilo Susilo
IJID (International Journal on Informatics for Development) Vol. 9 No. 2 (2020): IJID December
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijid.2020.09203

Abstract

The need for aroma recognition devices or often known as enose (electronic nose), is increasing. In the health field, enose can detect early diabetes mellitus (DM) type 2 from the aroma of urine. Enose is an aroma recognition tool that uses a pattern recognition algorithm to recognize the urine aroma of diabetics based on input signals from an array of gas sensors. The need for portable enose devices is increasing due to the increasing need for real-time needs. Enose devices have an enormous impact on the choice of the gas sensor Array in the enose. This article discusses the effect of the number of sensor arrays used on the recognition results. Enose uses a maximum of 4 sensors, with a maximum feature matrix. After that, the feature matrix enters the PCA (Principal Component Analysis) feature extraction and clustering using the FCM (Fuzzy C Means) method. The number of sensors indicates the number of features. Enose using method for feature selection, it’s a variation from 4 sensors, where experiment 1 uses 4 sensors, experiment 2 uses a variation of 3 sensors and experiment 3 uses a variation of 2 sensors. Especially for sensors 3 and 4 using feature extraction method, PCA (Principal Component Analysis), to reduce features to only 2 best features. As for the variation of 2 sensors use primer feature matrix. After feature selection, the number of features is 2 out of 11 variations. Next, do the grouping using the FCM (Fuzzy C Means) method. The results show that using two sensors has a high accuracy rate of 92.5%.
Factors Associated With Subjective Musculoskeletal Disorder (MSD) Complaints Among Fitness Instructors In Semarang City, 2025 Vimelani Afiska Mayratnaprima; Ratih Pramitasari
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 4 No. 1 (2026): JULY 2026
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v4i1.16544

Abstract

instructors due to repetitive movements, high physical load, and prolonged teaching duration. This study aimed to analyze factors associated with subjective MSD complaints among fitness instructors in Semarang City in 2025. A quantitative cross-sectional study was conducted with 110 instructors selected by accidental sampling. Data were collected using the Standardized Nordic Questionnaire (SNQ) and Rapid Entire Body Assessment (REBA). Bivariate analysis used Spearman Rank, Chi-square, and Fisher Exact tests (α=0.05). The prevalence of MSD complaints was 98.2% in the last 12 months and 97.3% in the last 7 days. There was no association between working period and MSD complaints (p=0.914; p=0.060). Working duration (p<0.001; p=0.017) and working posture (p<0.001; p<0.001) were significantly associated with MSD complaints, while exercise type was not (p=0.281; p=1.000). Strong correlations were observed for working duration (r=0.686) and working posture (r=0.763). Managing teaching duration and improving ergonomic posture are recommended to reduce MSD risk.
Ergonomics of Safety Design: Research and Implementation: 2002-2024 Bibliometric Analysis Bayu Yoni Setyo Nugroho; Maria Goretti Catur Yuantari; Ratih Pramitasari; Izzatul Alifah Sifai; Supriyono Asfawi; Chalobon Treesak; Muhammad Ashraf Fauzi
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 15 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v15i1.2026.83-100

Abstract

Background: Ergonomic assessments in occupational safety and health are primarily based on the method of subjective observation. However, during the past two decades major technological developments have occurred, with the potential to revolutionise ergonomic evaluation methods. Methods: This bibliometric study was conducted to systematically map studies on safety design ergonomics between 2002 and 2024. Out of an initial pool of 225 articles all of them were carefully selected and analysed using VOSViewer in order to examine publication trends, geographic distribution, and the evolution of key themes. Results: Notable innovations include wearable sensors to capture real-time posture, Microsoft Kinect to record movement and automated assessments using artificial intelligence, fuzzy logic and machine learning. The advent of Industry 4.0 has led to the development of Motion Analysis Systems and digital twin technologies which encourage human-robot collaboration. The emergence of collaborative robots and exoskeletons offers encouraging ways to prevent musculoskeletal disorders. Most of the research is concentrated in developed countries with many of the findings published in interdisciplinary journals. Conclusion: This bibliometric analysis indicates the rapid growth in the use of AI-enabled and sensor-based ergonomic assessment tools, especially since 2018. The results indicate a shift towards ergonomics adapted for workplaces, which was not emphasised in previous studies. The successful implementation of such technologies requires addressing issues concerning costs, developing standardised procedures, and ensuring equitable access.
Co-Authors Adelia Puspitasari Agil Fahrudi Hibatulla Agne Vibia Larasati Agnes Oktavi Maharani Agus Perry Kusuma Aji Kusumah Ramdhani Alif Maulana Iqbal Alvin Maulana Firza Yanuar Anyelir Khailla Eurissetaqtha Anyelir Khailla Eurissetaqtha Aprianti, Aprianti Aprillia Putri Wulandari Bayu Yoni Setyo Nugroho Bayu Yoni Setyo Nugroho Bayu, Yoni Setyo Nugroho Berlian Totti Viala Chalobon Treesak Chalobon Treesak Desy Ayu Arifin Deyani Deyani Dian Indriana Hapsari Dina Saputri Hindiyastutik Eko Hartini Enny Rachmani Erika Devi Udayanti Febriyanto, Dwi Feri Haikal Haikal Haikal Haikal Haikal Haikal Ika Pantiawati Imang Dapit Pamungkas Izza Ulumuddin Ahmad Asshofi Izzatul Alifah Sifai Izzatul Alifah Sifai Izzatul Alifah Sifai Jaka Prasetya Joseph Aldo Irawan Kania Salma Nur Prastiwi Karis Widyatmoko Kholiq, Pradana Firmansyah Kristin Ishak Kurnia Dwi Kristin Ishak Kurnia Dwi Kusuma, Edi Jaya Lenci Aryani Lidya Citra Nirmala Madnasri, Sutikno Magumi Avrora Iftita Manglapy, Merianti Yusthin Maria Goretti Catur Yuantari Maria Maya Purnamasari MG Catur Yuantari MG Catur Yuantari Muhammad Ashraf Fauzi Muhammad Gymnastiar Aziz Mulyono, Ibnu Utomo Wahyu Mutiara Dwi Rahayuni Mutiara Dwi Rahayuni Mutiara Dwi Rahayuni N. Nurjanah Nanda Zahrotul Maulidah Naning Pipit Ernawati Neva Marsela Nis Syifa’ur Rahma Nisa, Belladiena Alfiena Nor Amalia Muthoharoh Nur Rizki Darmawan Nurjanah Nurjanah Nurrisa Ananda Pujiono Pujiono Pulung Nurtantio Andono Putri Regita Pramesti Rachmansyah Adityo Nugroho Rahayu, Emik Rahma, Nis Syifa’ur Rani Hardiningtyas Respati Wulandari Sari Ayu Wulandari Sari Ayu Wulandari Setyo Nugroho, Bayu Yoni Sifai, Izzatul Alifah Soflina Nur Cholifah Supriyono Asfawi Susilo Susilo Susilo Susilo Sutikno Madnasri Syahiful Yudhi Nugroho Treesak, Chalobon Viala, Berlian Totti Vimelani Afiska Mayratnaprima Vira Aditya Putri Wahyuni Ainuly Umayah Wongsa Laohasiriwong Wongsa Laohasiriwong Ximenes, Adriano Yanuar, Alvin Maulana Firza Yoni Setyo Nugroho Bayu