Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Puskesmas X Anisa Wulandari; Vivin Marwiyati Rohmana; Septian Maulid Wicahyo
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3908

Abstract

Manajemen logistik obat di puskesmas bertujuan menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian dan kepatuhan prosedural manajemen logistik obat pada seluruh tahapan siklus pengelolaan obat di Puskesmas X berdasarkan standar pelayanan kefarmasian yang berlaku. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari dokumen logistik obat tahun 2025 yang meliputi Rencana Kebutuhan Obat (RKO), Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO), kartu stok, dokumen stock opname, dan pencatatan elektronik, yang dilengkapi dengan observasi terstruktur dan wawancara terhadap lima informan yang terlibat dalam pengelolaan obat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase kepatuhan dan tingkat ketersediaan obat dalam satuan bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian item obat dengan Formularium Nasional sebesar 74,92% dan dengan Formularium Dinas Kesehatan sebesar 69,32%. Rata-rata ketepatan permintaan pada 20 item obat dengan pemakaian tertinggi sebesar 77,98%. Tahap penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan, serta pemantauan dan evaluasi mencapai kepatuhan prosedural 100%. Rata-rata tingkat ketersediaan obat sebesar 16,70 bulan. Meskipun sebagian besar tahapan operasional telah memenuhi prosedur yang dinilai, aspek perencanaan dan permintaan masih belum optimal dan berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan persediaan. Secara keseluruhan, manajemen logistik obat di Puskesmas X telah terlaksana pada sebagian besar tahapan operasional, tetapi masih memerlukan optimalisasi pada aspek sumber daya manusia, perencanaan, dan permintaan obat. Penguatan perencanaan berbasis data, sinkronisasi RKO dan LPLPO, serta peningkatan koordinasi dengan Dinas Kesehatan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan obat.
Analisis Proses Penyimpanan dan Distribusi Obat di Gudang Instalasi Farmasi RSUD Dr Moewardi Nabila Dhea Fitriani; Vivin Marwiyati Rohmana; Annie Rahmatillah
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3987

Abstract

The management of medications in hospital pharmacy storage facilities is vital for maintaining the accessibility, integrity, and safety of pharmaceuticals. If the protocols for storage and distribution do not adhere to regulations, it can result in damage, expiration, shortages, or excess inventory. Thus, it is important to assess how medications are stored and distributed within hospital pharmacy storage facilities. The purpose of this research was to examine the practices for the storage and distribution of medications at the pharmacy warehouse of Dr. Moewardi Regional General Hospital (RSUD) and to evaluate the level of compliance with relevant medication management guidelines. A descriptive approach was utilized, incorporating both qualitative and quantitative techniques. Data collection involved observations using checklists, semi-structured discussions with warehouse staff, and reviews of administrative records. The data analysis was descriptive, comparing observed practices in the field against the defined indicators and guidelines for medication management. The evaluation also included checking medication conformity with the National Formulary and categorizing them by usage frequency. The findings revealed that the medication storage procedures comprised 30 indicators, with 29 (96.7%) meeting the required standards and 1 (3.3%) falling short. For the distribution procedures, 15 indicators were assessed: 13 (86.7%) were implemented, and 2 (13.3%) were not. The alignment with the National Formulary was recorded at 92.37%. The classification based on usage rates revealed categories of "fast-moving" and "slow-moving" medications, which need to be monitored for optimal inventory management. In summary, the medication storage and distribution practices at the pharmacy warehouse of Dr. Moewardi RSUD are largely effective and compliant with standards, though certain indicators require enhancement. Ongoing assessment and inventory management are essential to improve the overall efficiency of medication processes.