Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan dan Penanganan Limbah Hasil Perikanan Kepada Ibu-Ibu Anggota Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Kaltara Tuty Alawiyah; Dori Rachmawani; Heni Irawati; Muhammad Roem; M. Gandri Haryono; Gazali Salim; Asbar Laga; Amrullah Taqwa; Dhimas Wiharyanto; Muhammad Firdaus; Ratno Achyani; Abdul Jabarsyah; Syamsidar Gaffar
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.613

Abstract

Kota Tarakan memiliki potensi perikanan tangkap maupun budidaya yang tinggi. Potensi yang dimiliki tersebut menjadi salah satu peluang bagi masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan. Hasil perikanan dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi jika dilakukan pengolahan menjadi berbagai macam produk. Pengolahan hasil perikanan dapat dikembangkan oleh seluruh kalangan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan. Pengolahan hasil perikanan dapat menjadi berbagai produk yang siap dikonsumsi. Salah satu produk yang dihasilkan seperti amplang, abon ikan, nuget ikan, sambal ikan, ikan asap, kerupuk ikan, bakso ikan, dodol rumput laut, krispy rumput laut, tortilla rumput laut, minyak ikan dan lain sebagainya. Hasil olahan produk perikanan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama bila dibandingkan dengan hasil perikanan tanpa pengolahan. Selain itu pengolahan tidak hanya dapat dilakukan pada ikan segar saja dan hasil perikanan lainnya, akan tetapi dapat juga dengan pemanfaatan sisa atau limbah ikan untuk produk tertentu seperti tulang ikan, cangkang, sisik, kepala udang dan lain sebagainya sehingga tidak ada sisa dari setiap pengolahan hasil perikanan. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan pelatihan pengolahan hasil perikanan dan penanganan limbah hasil perikanan kepada ibu-ibu Majelis Ekonomi Tarakan. Tahapan kegiatan antara lain pretes, penyampaian materi, pelatihan pembuatan produk, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Ibu-ibu Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Kaltara memiliki pengetahuan mengenai limbah perikanan dan pemanfaatannya serta pemahaman terkait pengolahan produk hasil perikanan. Hasil pretes dan postest di analisis menggunakan T-test yang menunjukkan hasil bahwa output pair 1 diperoleh nilai yang signifakan yaitu 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi terdapat perbedaan sebelum dan setelah sosialisasi. Hasil produk yang dipraktekkan pada kegiatan ini adalah pengolahan rumput laut menjadi berbagai macam produk sepertik stick rumput laut, crispy rumput laut.
Pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi paving blok pada masyarakat pesisir pantai Amal Tarakan Lembang, Miska Sanda; Pranata, Gio; Rahman, Abdul; Aptianti, Aria; Ais’ya, Ais’ya; Al Fahro, Aprio Mischa; Fitria, Hilwah; Yoriezan, Ahmad; Adelia, Gita; Taqwa, Amrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38411

Abstract

AbstrakPantai Amal Kota Tarakan merupakan destinasi wisata unggulan yang menjadi pusat ekonomi masyarakat pesisir. Namun potensi tersebut dihadapkan permasalahan berupa penumpukan sampah plastik yang sulit terurai dan mengancam ekosistem pantai. Kondisi geografis yang sulit dijangkau petugas kebersihan menyebabkan pengelolaan sampah belum optimal sehingga diperlukan keterlibatan aktif masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melatih masyarakat pesisir Pantai Amal dalam mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna yaitu paving blok. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan solusi, pelatihan teknis, serta evaluasi dan monitoring pada Desember 2025 dengan melibatkan 10 keluarga. Pelatihan meliputi sosialisasi pelestarian lingkungan, demonstrasi proses pembuatan paving blok (pengumpulan, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan). Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan peserta dengan pendampingan tim pengabdi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan limbah plastik, dengan ≥80% peserta mampu menghasilkan paving block. Partisipasi aktif peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran lingkungan dan munculnya inisiatif untuk melanjutkan produksi secara mandiri. Berdasarkan hasil kegiatan, pelatihan ini menjawab tujuan yaitu mengurangi penumpukan sampah plastik dengan mengolahnya menjadi produk bernilai guna berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir. Kata kunci: limbah plastik; paving blok; pemberdayaan masyarakat; pengelolaan sampah; pesisir. Abstract Tarakan City's Amal Beach is a leading tourist destination and the economic center of coastal communities. However, this potential faces challenges in the form of the accumulation of difficult-to-decompose plastic waste, which threatens the coastal ecosystem. Geographical conditions, making it difficult for sanitation workers to reach, mean that waste management is suboptimal, necessitating active community involvement. This community service activity aims to train the coastal community of Amal Beach in processing plastic waste into a valuable product, namely paving blocks. The method used is a participatory approach through problem identification, solution planning, technical training, and evaluation and monitoring, involving 10 families until December 2025. The training included environmental conservation awareness campaigns and a demonstration of the paving block production process (collection, mixing, molding, and drying). The entire series of activities involved participants under the guidance of a community service team. The results of the activities demonstrated an increase in community knowledge and skills in plastic waste processing, with ≥80% of participants able to produce paving blocks. The participants' active participation reflected increased environmental awareness and the emergence of initiatives to continue independent production. Based on the results of the activities, this training met the goal of reducing the accumulation of plastic waste by processing it into valuable products based on coastal community empowerment. Keywords: plastic waste; paving blocks; community empowerment; waste management; coastal area.
KAMPANYE KEGIATAN INTERNASIONAL CONSERVACY SUISTAINABLE COASTAL CLEANUP (ICSCC) DI KELURAHAN PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN Gazali Salim; Muhammad Gandri Haryono; Tuty Alawiyah; Heni Irawati; Muhammad Firdaus; Dori Rachmawani; Dhimas Wiharyanto; Abdul Jabarsyah; Asbar Laga; Amrullah Taqwa; Ratno Achyani; Muhammad Roem; Syamsidar Gaffar; Balqis Nurmauli Damanik; Syahferi Anwar; Heri Prasetio; Hartati Hartati; Suci Wulandari; Marhamah Marhamah; Dwi Ulan Rahmawati; Lilis Darliah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8s736a49

Abstract

The Amal Lama beach area is a coastal area that is used by the local community as a recreational area. The estuary area in the East of Tarakan City, precisely on Amal Lama Beach, is a residential area, which is quite high so that it is constrained by waste problems, where the higher or greater the increase in population, the more waste problems will be released based on the fulfillment of the needs of the local community. Waste in this case is waste that cannot be recycled or waste that can be recycled. The type of waste is not only caused by humans, but waste can also be caused by nature, one of which is waste from mangrove leaf litter or mangrove leaf twigs or mangrove stems. In addition, this activity is also used as part of the community service program in the coastal area of ​​Amal Lama Beach, Tarakan City as one of the destinations for Coastal Clean-Up activities. The coastal cleanup activity was carried out on Sunday, September 29, 2024 in the Amal Lama beach area of ​​Tarakan City, attended by students of SMA Negeri 1 Tarakan City, SMA Negeri 2 Tarakan City, SMA Negeri 3 Tarakan City, SMA Negeri 4 Tarakan City, SMK Negeri 3 Tarakan City and residents of RT 03 Amal Lama Beach, Tarakan City. The results of the activity produced 60 plastic bags of garbage consisting of various types of garbage, both garbage from local tourists, garbage from residents, garbage from industry or garbage from nature.   Keywords: Campaign; Coastal Cleanup; Conservancy; International Tarakan
public awareness about climate change impacts and the importance of plastic waste management through the Climate Village Program (ProKlim) Syamsidar Gaffar; M Gandri Haryono; Asbar Laga; Abdul Jabarsyah; Muhammad Firdaus; Muhamad Roem; Amrullah Taqwa; Dori Rachmawanti; Ratno Achyani; Tuty Alawiyah; Heni Irawati; Dhimas Wiharyanto; Gazali Salim; Yushra Yushra; Muhammad Yusfi Yusuf; Taufiq Ahmad Romdoni; Ardy Andreas Bernard Kase; Dian Islamia Muhtar; Resti Amelia Saputri; Sabrina Nourramzy Rahmadania; Theresia Theresia; Balqis Nurmauli Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/38d97k39

Abstract

Abstrak Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan, terutama di wilayah pesisir yang rentan seperti Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan, seperti penggunaan botol plastik bekas, telah memperburuk pencemaran plastik dan mengancam ekosistem laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu koordinasi dengan pihak kelurahan, penyusunan materi edukasi, sosialisasi kepada masyarakat tentang sampah plastik dan program iklim, pelatihan aksi nyata, serta evaluasi. Kegiatan edukasi di Pantai Amal meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan dampak pencemaran plastik dari budidaya rumput laut. Diskusi interaktif mendorong warga mengevaluasi praktik lama dan mencari solusi ramah lingkungan. Siswa juga berinisiatif melakukan kampanye lingkungan di sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas efektif membangun kesadaran kolektif di wilayah pesisir. Kata Kunci: ProKlim, Pantai Amal, Iklim
IMPROVING WATER FILTERS AS AN EFFORT TO IMPROVE COASTAL COMMUNITY AWARENESS REGARDING CLEAN WATER SANITATION Heni Irawati; Dhimas Wiharyanto; Amrullah Taqwa; Ratno Achyani; Abdul Jabarsyah; Dori Rachmawani; Muhammad Firdaus; Asbar Laga; Muhammad Roem; Gazali Salim; Tuty Alawiyah; M Gandri Haryono; Syamsidar Gaffar; Yushra Yushra; Muhammad Yusfi Yusuf; Dian Islamia Muhtar; Taufiq Ahmad Romdoni; Ardy Andreas Bernard Kase; Anang Zunianto; Hermawan Susanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/a20fnw54

Abstract

Abstract Tarakan City has potential groundwater that can be utilized as a source of clean water for the community. However, its utilization is currently constrained by the poor groundwater quality, thus necessitating filtration efforts. A simple technology that can be applied is filtration using waste shells of kapah clams (Meretrix sp.), which are abundantly available in coastal area of Pantai Amal Subdistrict. This activity aims to raise community awareness about the importance of clean water sanitation while providing training on how to utilize kapah clam shells as basic materials for simple water filters. The methods used in this program include public socialization, demonstration of water filter production, and assistance to the community. The filter media used in this process are kapah clam shells combined with activated carbon, quartz sand, and gravel. The application is expected to improve groundwater quality to meet environmental health standards as stipulated in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 2 of 2023. The result showed that kapah clam shells have been proven effective as a filtration medium, particularly in improving the physical quality of water, and can serve as an alternative solution for communities in accessing suitable clean water. Keywords: groundwater, kapah clam shells (Meretrix sp.), higiene and sanitation, environmental health   Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi air tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh masyarakat. Namun saat ini pemanfaatannya masih terkendala oleh kualitas air tanah yang belum memenuhi standar baku mutu, sehingga perlu dilakukan upaya penyaringan air. Salah satu teknologi sederhana yang dapat diterapkan adalah filtrasi menggunakan limbah cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) yang banyak tersedia di wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Pantai Amal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi air bersih, sekaligus memberikan pelatihan tentang cara memanfaatkan limbah cangkang kapah sebagai bahan filter air sederhana. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan filter air, serta pendampingan langsung kepada masyarakat. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan filter adalah cangkang kapah yang dikombinasikan dengan arang aktif, pasir kuarsa, dan kerikil. Penggunaan filter sederhana ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas air tanah hingga memenuhi standar kesehatan lingkungan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan limbah cangkang kapah sebagai media filter cukup efektif dalam memperbaiki kualitas air secara fisik dan dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan air bersih yang layak. Kata Kunci: Air tanah, cangkang kerang kapah (Meretrix sp.), higiene dan sanitasi, kesehatan lingkungan  
INCREASING COASTAL COMMUNITY AWARENESS REGARDING PERSONAL AND ENVIRONMENTAL HEALTH IN THE BINALATUNG AREA, PANTAI AMAL VILLAGE, TARAKAN CITY Muhammad Firdaus; Muhammad Roem; Amrullah Taqwa; Ratno Achyani; Abdul Jabarsyah; Dori Rachmawani; Asbar Laga; Dhimas Wiharyanto; Heni Irawati; Gazali Salim; Tuty Alawiyah; M Gandri Haryono; Syamsidar Gaffar; Yushra Yushra; Muhammad Yusfi Yusuf; Dian Islamia Muhtar; Taufiq Ahmad Romdoni; Ardy Andreas Bernard Kase
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/v79jmz56

Abstract

Abstract Binalatung area in Pantai Amal Subdistrict is a coastal zone that has developed as a seaweed cultivation center and tourist destination in Tarakan City. However, the economic growth and settlement expansion in this region are not yet balanced with public awareness of environmental health and sanitation. This community engagement program aimed to raise awareness through health education, community discussion, and basic medical checkups for coastal residents. The methods involved coordination with local stakeholders, distribution of educational materials (brochures and posters), face-to-face discussions, and health services in collaboration with Pantai Amal Public Health Center. The results showed high community participation as reflected in enthusiasm during health consultations and discussions. These findings indicate that a collaborative and direct educational approach is effective in increasing public understanding of the connection between environmental conditions, personal health, and quality of life. This activity is expected to serve as a foundational intervention model for similar coastal communities. Keywords: environmental health, coastal community, sanitation, Binalatung   Abstrak   Wilayah Binalatung di Kelurahan Pantai Amal merupakan kawasan pesisir yang berkembang sebagai sentra budidaya rumput laut dan destinasi wisata Kota Tarakan. Namun, pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pemukiman di wilayah ini belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan kesehatan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi, diskusi, dan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung kepada warga pesisir. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal, distribusi media edukasi (brosur dan poster), diskusi tatap muka, serta layanan pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Pantai Amal. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat yang ditandai dengan antusiasme dalam mengikuti pemeriksaan dan diskusi kesehatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis edukasi langsung efektif dalam membangun pemahaman warga terhadap hubungan antara kondisi lingkungan dengan kesehatan pribadi dan kualitas hidup. Kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi awal yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk wilayah pesisir lainnya dengan karakteristik serupa.   Kata Kunci: kesehatan lingkungan, masyarakat pesisir, sanitasi, Binalatung
Co-Authors Abdul Jabarsyah Abdul Jabarsyah, Abdul Abdul Rahman Achyani, Ratno Adelia, Gita Ais’ya, Ais’ya Al Fahro, Aprio Mischa Anang Zunianto Anwar, Syahferi Aptianti, Aria Ardy Andreas Bernard Kase Asbar Laga Asbar Laga, Asbar Balqis Nurmauli Damanik Balqis Nurmauli Damanik Balqis Nurmauli Damanik Darliah, Lilis Dhimas Wiharyanto Dian Islamia Muhtar Dori Rachmawani Dori Rachmawanti Dwi Ulan Rahmawati Encik Weliyadi Fitria, Hilwah Gazali Salim Hartati Hartati Hartati Hartati Haryono, M Gandri Haryono, M. Gandri Hasrullah Hasrullah, Hasrullah Heni Irawati Heni Irawati Heri Prasetio Hermawan Susanto Hermawan Susanto Hernadi, Ahmad Ira Maya Abdiani Kase, Ardy Andreas Bernard Lilis Darliah m gandri haryono Marhamah Marhamah Marhamah Marhamah Miska Sanda Lembang Mohammad Adnan Baiduri Muhamad Roem Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Gandri Haryono Muhammad Roem Muhammad Roem Muhammad Yusfi Yusuf Muhtar, Dian Islamia Nurdin, Muhammad Firdan Pranata, Gio Prasetio, Heri Rachmawanti, Dori Rahmadania, Sabrina Nourramzy Rahmawati, Dwi Ulan Rasi, Moh. Ratno Achyani Resti Amelia Saputri Roem, Muhamad Romdoni, Taufiq Ahmad Ruswahyuni Ruswahyuni Ruswahyuni Ruswahyuni Sabrina Nourramzy Rahmadania Saputri, Resti Amelia Suci Wulandari Suci Wulandari Supriharyono Supriharyono Supriharyono Supriharyono Syamsidar Gaffar Taufiq Ahmad Romdoni Taufiq Ahmad Romdoni Theresia Theresia Theresia Theresia Tuty Alawiyah Tuty Alawiyah Wahidah Wahidah Weliyadi, Encik Yeni Wahyuni Yeni Wahyuni Yoriezan, Ahmad Yushra Yushra Yushra, Yushra Yusuf, Muhammad Yusfi Zunianto, Anang