Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Variasi Substitusi Agregat Pasir Pabrikasi dan Pasir Alami Terhadap Kuat Tekan Beton Azwar , Muhammad; Ashad, Hanafi; Fadhil, Arsyad; Mappiasse, Anwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Juli 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/f2kesh48

Abstract

Saat ini penggunaan beton sebagai pembentuk struktur bangunan semakin meningkat. Beton banyak digunakan karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan material lain. Dengan meningkatnya penggunaan beton, maka meningkat pula kebutuhan material agregat halus. Penggunaan pasir pabrikasi merupakan salah satu usaha untuk mengetahui alternatif material alam sebagai agregat halus untuk produksi beton, mengingat tingginya permintaan akan pasir alami sebagai penyusun komposisi beton. Penelitian ini menggunakan agregat pasir pabrikasi sebagai substitusi pasir alami, untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variasi pasir pabrikasi yang memberikan nilai kuat tekan maksimum pada beton normal. Adapun variasi pasir pabrikasi yang diuji adalah pada kadar 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% menurut proporsi berat pasir alami. Uji kuat tekan dilaksanakan untuk umur 28 hari. Dari proses pengujian itu, diperoleh nilai kuat tekan untuk kadar pasir pabrikasi 0% yakni 23,590 MPa, variasi 20 % yaitu 23,968 MPa, variasi 40% diperoleh 25,195 MPa, variasi 60% sebesar 23,496 MPa, variasi 80% senilai 22,930 MPa dan variasi 100 % sebesar 21,986 MPa. Penggunaan pasir pabrikasi optimal yaitu yang membantu komposisi beton mencapai kuat tekan maksimal yaitu sebesar 36% kadar pasir pabrikasi dengan nilai kuat tekan yang dihasilkan sebesar 24,401 MPa.
Tinjauan Perencanaan Rangka Atap dan Kolom Gedung Olahraga dan UKM Universitas Muslim Indonesia Salsabila, Febiyuni; Habibie, Baginda Moehammed; Ashad, Hanafi; Fadhil, Arsyad; Zaifuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2021): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Januari 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/3a75g587

Abstract

Saat ini bangunan struktur gedung dengan bentang lebar pada umumnya menggunakan material struktur baja salah satunya Gedung Olahraga dan UKM Universitas Muslim Indonesia seluruh bangunan didesain menggunakan material baja, baik struktur atap maupun kolom. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan material profil baja dan rangka baja pada struktur atap dan mengetahui kekuatan struktur kolom beton bertulang, serta membandingkan anggaran biayanya. Metode analisis struktur gedung menggunakan SAP2000 v20. Hasil tinjauan untuk atap menggunakan rangka baja profil siku berdimensi 150x150x12x14; 120x120x12x13; 100x100x13x10; 80x80x6x8.5, dan tumpuannya menggunakan profil baja WF400x200x8x13. Sedangkan untuk eksisting atap menggunakan profil baja pabrikasi yaitu WF600x200x17x11; WF450x200x14x9; WF300x150x9x6.5. Adapun untuk kolom menggunakan beton bertulang berdimensi 60x60 cm2. Sedangkan untuk eksisting kolomnya menggunakan H350x350x19x12 dan WF600x200x17x11. Dari hasil perhitungan biaya yang didapatkan untuk tinjauan sebesar Rp 3.769.971.052.00 sedangkan untuk biaya eksisting sebesar Rp 4.333.287.330.00 dengan selisih biaya yang digunakan sebesar Rp 563.316.278.00 hasil tinjauan memiliki biaya yang lebih ekonomis dibandingkan dengan eksisting.
Tinjauan Perencanaan Dinding Geser dengan Metode Strut and Tie Model Pada Gedung Grand Tower UMI Suhardin; Ansya, Fahmi Adi; Ashad, Hanafi; Utina, Toni; Fadhil, Arsyad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 4 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/6xfetd81

Abstract

Pada gedung bertingkat seperti hotel, perkantoran, dan pertokoan membutuhkan penghitungan yang teliti dalam proses perancangannya. Hasil dari penghitungan perancangan diusahakan seoptimal dan seefisien mungkin. Hal ini mengingat suatu struktur bangunan gedung berhubungan dengan manusia secara langsung. Pengaruh gempa terhadap struktur bangunan adalah hal yang sangat penting untuk dianalisis. Mengingat wilayah Indonesia adalah merupakan jalur gempa, maka perlu dilakukan suatu perencanaan stuktur yang tahan gempa. Hal ini untuk mengurangi kerusakan struktur akibat gempa yang bekerja pada pusat massa struktur. Karena itu dibutuhkan sebuah sistem penahan gempa yang bisa mengurangi kehancuran akibat gempa tersebut, salah satunya adalah dinding geser. Selain menggunakan metode konvensional, dinding geser juga dapat direncanakan dengan memakai metode Strut and Tie. Perancangan dinding geser dengan metode Strut and Tie dimodelkan dengan persamaan truss analogi yang menganggap semua pengaruh beban berupa Momen (M), Lintang (V) dan Normal (N) bekerja secara serentak dan dianalisis secara bersamaan. Dari hasil analisis diperoleh Volume tulangan perencanaan lama sebesar 21825.272 kg sedangkan volume tulangan tinjauan perencanaan adalah 10544.201 kg. Hal ini menunjukkan bahwa volume tulangan tinjauan perencanaan lebih efisien dibandingkan dengan perencanaan lama.
Pengaruh Serbuk Kaca Sebagai Bahan Substitusi Parsial Semen Terhadap Sifat Fisik dan Sifat Mekanik Beton Ramadan, Sahrul; Rama, Muh Zul Arfandi; Ashad, Hanafi; Fadhil, Arsyad; Mappiasse, Anwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 4 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/yyg3yh95

Abstract

Beberapa unsur kimia yang ada dalam kandungan serbuk kaca memiliki kemiripan dengan unsur kimia pada semen seperti Si02, Al2O3, Fe2O3 dan CaO. Pemanfaatan serbuk kaca dalam penelitian ini digunakan sebagai substitusi parsial semen dimana akan dianalisis pengaruh keberadaan serbuk kaca tersebut terhadap sifat fisik dan mekanik beton sehingga dapat diperoleh kadar serbuk kaca optimum. Serbuk kaca dicoba untuk menggantikan peran semen dalam pencampuran beton normal. Pengujian eksperimental dilakukan di laboratorium dengan sampel berbentuk silinder ukuran 15 dan 30 cm. Beberapa pengujian karakteristik beton dilakukan seperti pengujian kuat tekan, permeabilitas, dan porositas beton yaitu pada beton berumur 28 hari. Presentase penggunaan serbuk kaca antara lain 0 hingga 20% dengan gap tiap 5%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kuat tekan terbesar terjadi untuk variasi serbuk kaca 0% sebesar 20,57 Mpa dan kuat tekan terkecil ada pada variasi 20% sebesar 12,83 Mpa. Sedangkan nilai porositas terkecil ada pada variasi serbuk kaca 0% yaitu 2,31% dan nilai porositas terbesar ada pada variasi serbuk kaca 20% yaitu 2,90%. Nilai permeabilitas terkecil ada pada variasi serbuk kaca 0% yaitu 0,0002 cm/s dan nilai permeabilitas terbesar ada pada variasi 20% yaitu 0,0004 cm/s.
Studi Karakteristik Kuat Tekan Beton Dengan Serbuk Kaca Sebagai Subtitusi Parsial Semen Wijayanzah, Izah; Ashad, Hanafi; Fadhil, Arsyad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 4 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/9yc5cb11

Abstract

Penemuan beton prategang sejak beberapa dekade lalu menjadi motivasi munculnya berbagai penelitian untuk peningkatan kinerja material konstruksi. Konsep dalam penelitian ini diantaranya berupa pengujian beberapa material beton dengan subtitusi menggunakan bahan yang tidak konvensional untuk dilihat pengaruhnya pada kinerja beton. Salah satu material yang sudah mulai dicobakan yaitu limbah kaca yang merupakan limbah dari sektor perindustrian, konstruksi, maupun rumah tangga yang tentunya berpotensi mencemari lingkungan yang perlu dialihkan dengan pemanfaatan yang berkelanjutan. Berdasarkan karakteristiknya, serbuk kaca berpotensi sebagai material pozzolan yang mengindikasikan perlunya dicoba sebagai subtitusi filler pada beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh subtitusi filler pada beton dengan serbuk kaca khususnya untuk variabel kuat tekan dan nilai slump hingga diperoleh persentase serbuk kaca yang dapat memberikan kuat tekan beton maksimum. Campuran direncanakan dengan metode ACI 211.1 – 91. Penelitian eksperimental dengan mencoba beberapa kadar subtitusi serbuk kaca pada filler yaitu 0%, 3%, 6%, 9%, dan 15% dengan kode berturut-turut yaitu KC–0, KC-3, KC-6, KC-9 dan KC-15. Benda uji beton silinder dengan diameter 15/30 cm berumur 7, 14, 21, dan 28 hari diuji kuat tekan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan paling tinggi diperoleh dari komposisi serbuk kaca 9% dan paling rendah pada kadar kaca 15%.
Pengaruh Abu Cangkang Telur Sebagai Bahan Subtitusi Parsial Semen Terhadap Sifat Mekanik Beton Khaerul; Adriansyah, Muhammad; Hadi, Abd. Karim; Fadhil, Arsyad; Maruddin, Mukti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2021): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Januari 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/rz3mjx29

Abstract

Semakin tingginya kebutuhan akan pembangunan di Indonesia, menekan biaya infrastruktur dengan inovasi pemanfaatan material alternatif harus menjadi solusi jangka panjang. Menjadi nilai tambahan jika material konstruksi alternatif yang dimanfaatkan adalah limbah buangan. Salah satu limbah yang potensial dimanfaatkan yaitu limbah cangkang telur yang potensial dicobakan sebagai material subtitusi semen pada campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kuat tekan dan kuat tarik belah pada beton yang berisi abu cangkang telur sebagai material subtitusi parsial semen sehingga dapat diketahui kadar abu cangkang yang optimum. Pada penelitian ini dibuat beton dengan bahan baku abu cangkang telur yang dikombinasikan dengan material penyusun beton pada umumnya. Secara parsial, abu cangkang telur menggantikan berat semen dengan kadar 0%, 4%, 8%, dan 12% dari total berat semen. Dari hasil pengujian umur 28 hari kuat tekan yang dihasilkan nilai kuat beton setiap kadar abu cangkang secara berurutan yaitu 30.48 MPa; 33.69 MPa; 35.59 MPa; dan 29.44 MPa. Kuat tarik belah yang dihasilkan pada umur 28 hari untuk setiap kadar abu cangkang secara berurutan yaitu sebesar 3.26 MPa; 3.82 MPa, 4.10 MPa, dan 3.40 MPa. Artinya penggunaan abu cangkang telur sebanyak 8% dari berat total semen yang menghasilkan kuat tekan 35.116 Mpa dan tarik belah maksimum 4.043 Mpa yang menjadikan variasi abu 8% sebagai kadar optimum.
Tinjauan Perencanaan Substruktur Gedung Fakultas Hukum UMI Laelaem, Indra Fauzi; Supiatun, Viqra; Ashad, Hanafi; Fadhil, Arsyad; Syarif BP, Muh.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2020): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/hzz6me31

Abstract

Gedung Fakultas Hukum UMI direncanakan menggunakan pondasi sumuran di atas tanah yang memiliki nilai perlawanan tanah yang berbeda, sehingga perlu perhitungan dan pertimbangan secara matematis dan teoritis menggunakan dasar teori geoteknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perencanaan pondasi sumuran pada perencanaan substruktur Gedung Fakultas Hukum UMI sehingga dapat dihitung kestabilan pondasi sumuran serta membandingkan efisiensi dan efektifitas pondasi sumuran dibandingkan dengan pondasi eksisting. Observasi di lokasi proyek dilakukan dalam proses pengumpulan data meliputi data sondir, data tanah, peta lokasi, dan data lainnya. Pada titik 1 pengujian sondir dengan kedalaman 7 m didapatkan daya dukung yang dijinkan, Qall= 411,340 ton > P= 391,296 ton pada satu buah pondasi sumuran saja. Penurunan yang terjadi akibat beban yang bekerja pada pondasi= 3,677 cm (memenuhi syarat berdasarkan kriteria penurunan yang di syaratkan oleh Shower, 1962). Setelah dianalisis maka kita tinjau dari segi: Efektivitas, pondasi sumuran lebih efektif di gunakan karena mampu menahan beban dari luar dengan diameter pondasi= 1m. Dibandingkan dengan perencanaan Exsisting pada titik 1. Efisiensi, lebih efisien pondasi tiang pancang di bandingkan dengan pondasi. Karena pada perencanaan pondasi sumuran terlalu banyak waktu dan biaya yang digunakan untuk penggalian 1 buah pondasi saja dan mudahnya proses pelaksanaan di lapangan.
Limbah Plastik sebagai Subtitusi Agregat Kasar untuk Beton Ringan Auliya, Nurul Hikmah; Ahila, Nurzam; Hadi , Abd. Karim; Fadhil, Arsyad; BP., Muh. Syarif
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2022): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Januari 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/m2009288

Abstract

Perkmbangan konstruksi di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup besar. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahan penyusun beton juga ikut berubah. Salah satu contohnya yaitu dengan menggunakan bahan pengganti agregat kasar berupa plastik HDPE (High Density Polyethylene) dalam beton. Maka dari itu penulis mengkajinya dalam suatu tugas akhir berjudul Limbah Plastik sebagai Subtitusi Agregat Kasar untuk Beton Ringan. Metode mix design yang digunakan adalah SNI (Standar Nasional Indonesia) dengan menentukan sifat-sifat mekanik dari beton yaitu kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Persentase penggunaan sebagian agregat dari limbah plastik, yaitu 0%; 2,5%; 5%; 7,5%; 10%, terhadap volume beton. Dimana mutu beton ringan dengan nilai (f’c) adalah sebesar 17 Mpa. Dari hasil pengujian pada kuat tekan dengan variasi plastik 0% dengan nilai rata-rata sebesar 17,14 MPa. Nilai kuat tekan yang tertinggi pada variasi agregat plastik 5% dengan nilai rata-rata sebesar 19,12 MPa. Dari hasil pengujian pada nilai kuat tarik belah yang terendah pada variasi agregat plastik 0% dengan nilai rata-rata 3,02 MPa. Dan nilai kuat tarik belah agregat plastik yang tertinggi ditentukan pada variasi agregat plastik 7,5% dengan nilai sebesar 4,80 MPa.
Pengaruh Penambahan Serbuk Kayu Terhadap Sifat Mekanik Beton Hasbi; Ramadanti , Andi Adriani; Hadi, Abd. Karim; Idrus, Yasnawi; Fadhil, Arsyad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2022): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/0fwrpy03

Abstract

Serbuk kayu adalah serbuk yang diperoleh dari sisa pengolahan kayu. Limbah bersifat organik seperti serbuk kayu dapat dijumpai pada industri pengrajin atau pengolahan kayu untuk pembuatan perabot yang saat ini pemanfaatannya belum optimal. Timbulnya dampak negatif pada lingkungan bisa terjadi jika hanya membiarkan serbuk kayu membusuk, dibakar, atau ditumpuk sehingga penanggulangannya perlu dipertimbangkan dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini merupakan salah satu upaya dalam menanggulangi permasalahan tersebut dengan menggunakan bahan tambah dari serbuk kayu pada campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh serbuk kayu sebagai bahan tambah terhadap sifat mekanik beton yaitu kuat tekan dan kuat tarik belah. Penelitian ini dilakukan di dalam laboratorium dengan mutu beton rencana (f’c) 17 MPa serta variasi serbuk kayu yang digunakan yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Hasil pengujian kuat tekan beton tertinggi terjadi pada variasi serbuk kayu 20% sebesar 19,17 MPa pada umur 28 hari, untuk hasil pengujian kuat tarik belah beton tertinggi terjadi pada variasi serbuk kayu 30% sebesar 4,79 MPa pada umur 28 hari. Berdasarkan penelitian ini, ketika penambahan serbuk kayu melebihi 20% akan menyebabkan nilai kuat tekan turun, begitu juga dengan nilai kuat tarik belah akan turun jika penambahan serbuk kayu melebihi 30%.
Aplikasi Serbuk Limbah Nikel sebagai Bahan Subtitusi Semen untuk Produksi Beton Struktural R, Wahyudi.; Hamzah, Muh. Ayinul Yaqin; Ashad, Hanafi; Fadhil, Arsyad; Mappiasse, Muh. Anwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2022): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/nt0f7437

Abstract

Pengertian dasar dari subtitusi serbuk limbah nikel dengan semen adalah pencampuran material pengganti yang dapat ditukar atau menggantikan semen tanpa kehilangan nilai atau kegunaan material tersebut sehingga menjadi suatu campuran yang homogen. Limbah nikel merupakan hasil residu yang dihasilkan oleh industry peleburan baja salah satunya berupa limbah/slag secara fisik berbentuk seperti agregat kasar dan dihaluskan menjadi menyerupai semen. Dalam penelitian ini akan dibahas bagaimana pengaruh subtitusi antara semen dan serbuk limbah nikel terhadap mutu beton yang dihasilkan, seberapa banyak serbuk nikel slag yang bisa menghasilkan kuat tekan beton maksimum, dan bagaimana pengaruh serbuk limbah nikel terhadap karakteristik mekanik beton. Metode yang digunakan yaitu variasi pencampuran serbuk limbah nikel dari 0 %, 5 %, 10 %, 15 %, dan 20 % dengan mutu rencana 60 Mpa diuji kuat tekan dan kuat tarik beton pada umur 28 hari. Dari hasil penelitian didapatkan semakin tinggi pemakaian serbuk limbah nikel cenderung semakin rendah mutu beton yang dihasilkan, dari komposisi beton 5% sampai 20% tidak ada persentase yang menunjukkan kuat tekan maksimum atau tidak memenuhi kuat tekan yang direncanakan, serbuk limbah nikel tidak berpengaruh positif terhadap karakteristik beton, kuat tekan tertinggi pada variasi 0 % 65,64 Mpa dan terendah pada slag 20 % = 43,99 Mpa, hasil kuat tarik belah tertinggi pada variasi slag 0 % = 8,79 Mpa dan terendah pada slag 20 %= 4,25 Mpa.