Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Serapan Zat Besi Dalam Minuman Teh Kemasan Menggunakan Spektrofotometer Sariyanto, Iwan
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2019): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.906 KB) | DOI: 10.26630/jak.v8i1.1641

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan diderita lebih dari 600 juta manusia. Perkiraan prevalensi anemia secara global sekitar 51%. Anemia defisiensi besi lebih cenderung berlangsung di negara sedang berkembang dari pada negara yang sudah maju. Hal itu berakar pada asupan yang tidak adekuat. Anemia kekurangan zat besi dapat disebabkan oleh konsumsi besi yang kurang atau dikonsumsi bersamaan dengan zat yang dapat menghambat serapan besi. Teh merupakan minuman yang banyak bermanfaat sebagi antioksidan, tetapi juga mempunyai zat anti gizi tanin yang dapat menghambat penyerapan besi apabila dikonsumsi dalam waktu yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan zat besi (Fe) dalam minuman teh kemasan yang beredar dipasaran. Jenis penelitian ini bersifat ekperimental dengan menambahkan  larutan Fe 1% kedalam minuman teh kemasan. Pengukuran serapan Fe menggunakan methode spektrofotometri. Hasil penelitian yang dilakukan pada 10 macam minuman teh kemasan menunjukkan bahwa seluruh minuman teh kemasan menyerap larutan Fe 1%  dengan intensitas yang berbeda.Teh kemasan TG merupakan teh yang menyerap Fe paling sedikit yaitu sebesar 3,72 ppm. Sedangkan teh kemasan MT yang menyerap Fe paling banyak yaitu sebesar 37,08 ppm.
Aplikasi Orange Sistem Informasi Laboratorium (O-SIL) untuk Laboratorium Puskesmas di Kota Bandar Lampung Sariyanto, Iwan; Dinutanayo, Wimba Widagdho
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2022): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v11i1.3204

Abstract

Health care is one industry that cannot escape from the touch of technology. Improvement of service quality, effective operational management, and customer satisfaction are the main objectives in the use of technology. One ofthe technology products that are important in clinical laboratories is the laboratory information system(LIS). Clinical laboratories produce and manage a lot of data as information to support medical diagnosiswith no exception in clinical laboratories at the Puskesmas (public health centre). Puskesmas as the spearhead of health services required to give the best performance and the use of LIS in clinical laboratory units can help improve laboratory operational performance. The purpose of this study was to determine the needs of the laboratory for LIS and to design a website-based LIS application according to the needs of the Puskesmas in Bandar Lampung City. This research method is a survey with data collection from the interviews with MLTs at 13 Puskesmas in Bandar Lampung City from June to December 2021. The design of a website-based SIL application is carried out using the data flow diagram (DFD) method. The results of the research is application features that can be applied in the design of making applications, namely ordering laboratory examinations, inputting patient data with a complete identity format, inputting laboratory results, and monthly results reports. These features are then designed in an application called the Orange Laboratory Information System (O-SIL).
Evaluasi Waktu Layanan dan Kepuasan Pengguna Terhadap Penggunaan Orange Sistem Informasi laboratorium di Puskesmas Sukaraja Dinutanayo, Wimba Widagdho; Sariyanto, Iwan
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v11i2.3637

Abstract

Penggunaan sistem informasi pada pelayanan kesehatan khususnya laboratorium sangat diperlukan untuk menyajikan data yang tepat, akurat dan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan waktu layananan laboratorium (pra analitik, analitik dan pasca analitik) dan kepuasan pengguna terhadap penggunaan Orange Sistem Informasi laboratorium (OSIL) yang telah dibuat pada penelitian sebelumnya pada tahun 2021 untuk meningkatkan pelayanan laboratorium di Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bersifat deskripsi analitik dengan responden sebanyak 50 responden sebelum digunakan OSIL dan 50 responden setelah digunakan OSIL dan penilaian dilakukan oleh ATLM sebagai pengguna OSIL. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisoner dan observasi sedangkan analisis data menggunakan uji T. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pemakaian aplikasi OSIL memiliki dampak baik pada parameter waktu akses riwayat hasil laboratorium (p
Perbandingan Aktivitas Penghambatan Sel Kanker Payudara Fraksi Aseton dan Etil Asetat Kulit Buah Coklat (Theobroma cacao) Hartanti, Hartanti; Sariyanto, Iwan
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v13i1.4527

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering didiagnosis di kalangan wanita, berdampak pada 2,1 juta wanita setiap tahunnya. Kemoterapi masih menjadi penanganan utama kanker payudara. Akan terapi kemoterapi memiliki efek samping berbahaya bagi sel-sel normal. Oleh karena itu, masih diperlukan senyawa baru dengan potensi terapeutik yang lebih baik dan efek samping yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan kulit coklat sebagai kandidat penemuan senyawa obat kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan fraksi aseton dan etil asetat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara MCF-7. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dan dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair. Uji aktivitas antikanker MCF-7 dilakukan dengan metode MTT assay  menggunakan sel kanker payudara MCF-7 (ATCC HTB 22). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fraksi etil asetat memiliki kemampuan penghambatan pertumbuhan sel kanker payudara MCF-7 lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi aseton. Nilai penghambatan pertumbuhan sel kanker MCF-7 tertinggi pada fraksi etil asetat diperoleh pada konsentrasi 50 ?g/mL, yaitu 14,13%. Sedangkan, pada konsentrasi yang sama nilai persen inhibisi fraksi etanol hanya 7,9%. Berdasarkan nilai IC50,baik fraksi aseton maupun etil asetat kulit coklat memiliki aktivitas antikanker yang tergolong lemah. Perlu dilakukan optimasi metode ekstraksi untuk mendapatkan nilai IC50 yang lebih optimal dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara MCF-7
Integrated Approach to Stunting Prevention and Treatment: Catfish Cultivation as a Sustainable Solution in Pujo Basuki Village- Trimurjo District, Central Lampung Regency Oktaviani, Ika; Sariyanto, Iwan; Riyanto, Riyanto; Mulyani, Roza
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2338

Abstract

Introduction: Stunting is a significant health problem in Indonesia, especially in rural and remote areas. Central Lampung Regency, namely Pujo Basuki Village, has been designated as a stunting locus area since 2022 because the prevalence of stunting is 15.8%. The aim of this activities had to raise public awareness in efforts to reduce and prevent stunting in the Pujo Basuki Village area, Central Lampung, Lampung Province. Method: Through the planning and preparation, implementation and monitoring, evaluation and reporting stages of an integrated approach to preventing and handling stunting through training in catfish cultivation and how to make catfish feed, Providing catfish assistance, nutritional education to residents with stunted children and KEK pregnant women. Results: Training was carried out and the creation of catfish ponds and distribution of catfish seeds at 3 location points in village subsections. It was carried out for 2.5 months. The harvest is given to families with stunted toddlers and pregnant women with KEK. There was an increase knowledge about nutrition and balanced menus for toddlers of cadres and families of stunting from 59% to 80%. Conclusion: Activities are carried out optimally, residents are enthusiastic in increasing their efforts to reduce the incidence of stunting and prevent stunting in the future. Catfish cultivation and education activities will continue in 2024 with the target of creating a processed menu made from catfish to revive the village's creative economy.
EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN DI PUSKESMAS KEMILING DAN KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG Makhdalena, Makhdalena; Sariyanto, Iwan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36829

Abstract

Tujuan penelitian memperoleh gambaran pengetahuan obat hipertensi yang benar pada pasien berdasarkan indikator Penggunaan Obat Rasional (POR) WHO di Puskesmas Kemiling dan Kedaton Kota Bandar Lampung, membandingkan tingkat pengetahuan pasien antara dua puskesmas, mengevaluasi hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan pasien. Rancangan penelitian cross sectional pengambilan data secara prospektif dengan observasi resep obat serta wawancara responden. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi rawat jalan dan seluruh resep di Puskesmas Kemiling dan Kedaton periode juni-juli 2023. Sampel penelitian adalah pasien hipertensi rawat jalan yang memenuhi kiriteria inklusi dan ekslusi. Total responden 60 orang, masing-masing 30 orang di setiap puskesmas. Data deskriptif mencakup karakteristik sosio-demografi dan pengetahuan responden. Uji Chi-Square untuk membandingkan tingkat pengetahuan responden antara dua puskesmas, serta mengevaluasi hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan responden. Jenis kelamin terbanyak perempuan 43 (71,7 %) responden. Seluruh responden berumur > 41 tahun(100 %). Pendidikan lanjutan tertinggi 39 (65 %) responden. Responden tertinggi tidak bekerja 49 (81,7 %) orang. Rerata persentase pengetahuan responden di Puskesmas Kemiling 90±15,54 %, sedangkan di Puskesmas Kedaton 95±12,10 %. Responden dengan pengetahuan cukup 20 (66,7%) orang di Puskesmas kemiling dan 22 (73,3%) orang di Puskesmas Kedaton. Proporsi pengetahuan responden ‘cukup’ (97,4 %) lebih tinggi pada pendidikan lanjutan dibandingkan pendidikan dasar (19 %). Tidak ada hubungan yang signifikan antara puskesmas dengan tingkat pengetahuan responden (p=0,778). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan responden (p=0,000).
Edukasi Peningkatan Pengetahuan tentang Stunting, Skrining Anemia dan Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Riyanto, Riyanto; Oktaviani, Ika; Sariyanto, Iwan; Mulyani, Roza
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i2.1159

Abstract

Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting, skrining kejadian anemia pada remaja dan pemberian tablet Fe sebagai upaya optimalisasi pencegahan dan deteksi dini stunting yang dimulai sejak usia remaja. Metodologi: Desa Pujo Basuki, kabupaten Lampung Tengah sebagai tempat mitra kegiatan ini yang melibatkan 136 remaja. Metode pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat digunakan dalam kegiatan tersebut. Indikator dan dampak yang dicapai adalah meningkatnya pengetahuan dan pencegahan stunting, teridentifikasinya remaja yang mengalami anemia dan status gizi, serta intervensi pemberian tablet tambah darah. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kadar hemoglobin, pengukuran antopometri, dan pemberian tablet Fe. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat diperoleh peningkatan pengetahuan tentang stunting dari rata-rata pretest 5,3 (min-max: 2-8) menjadi rata-rata posttest 6,76 (min-max: 5-10). Remaja putri yang terdeteksi anemia 40,1%, status gizi tidak normal 27,7% dan diberikan tablet Fe untuk meningkatkan kadar hemoglobin sebagai pencegahan dini stunting. Kesimpulan: Remaja telah memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang stunting dan pencegahannya. Upaya pencegahan telah dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk deteksi anemia dan pemberian tablet tambah darah.
Integrated Approach to Stunting Prevention and Treatment: Catfish Cultivation as a Sustainable Solution in Pujo Basuki Village- Trimurjo District, Central Lampung Regency Oktaviani, Ika; Sariyanto, Iwan; Riyanto, Riyanto; Mulyani, Roza
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2338

Abstract

Introduction: Stunting is a significant health problem in Indonesia, especially in rural and remote areas. Central Lampung Regency, namely Pujo Basuki Village, has been designated as a stunting locus area since 2022 because the prevalence of stunting is 15.8%. The aim of this activities had to raise public awareness in efforts to reduce and prevent stunting in the Pujo Basuki Village area, Central Lampung, Lampung Province. Method: Through the planning and preparation, implementation and monitoring, evaluation and reporting stages of an integrated approach to preventing and handling stunting through training in catfish cultivation and how to make catfish feed, Providing catfish assistance, nutritional education to residents with stunted children and KEK pregnant women. Results: Training was carried out and the creation of catfish ponds and distribution of catfish seeds at 3 location points in village subsections. It was carried out for 2.5 months. The harvest is given to families with stunted toddlers and pregnant women with KEK. There was an increase knowledge about nutrition and balanced menus for toddlers of cadres and families of stunting from 59% to 80%. Conclusion: Activities are carried out optimally, residents are enthusiastic in increasing their efforts to reduce the incidence of stunting and prevent stunting in the future. Catfish cultivation and education activities will continue in 2024 with the target of creating a processed menu made from catfish to revive the village's creative economy.
Pengenalan Posyandu Terintegrasi Dan Upaya Pencegahan Penyakit Di Tingkat Desa Sebagai Langkah Mendukung Transformasi Layanan Primer Sariyanto, Iwan; Oktaviani, Ika; Riyanto, Riyanto; Mulyani, Roza
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23459

Abstract

Transformasi layanan primer Kementerian Kesehatan menjadi fondasi utama dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, dengan Posyandu sebagai ujung tombak. Namun, di Kampung Pujo Basuki, Kecamatan Trimurjo, Posyandu belum terintegrasi secara optimal, menyebabkan masih tingginya prevalensi stunting, anemia, dan kasus Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Tujuan pengabdian ini adalah memperkenalkan Posyandu terintegrasi, dan mengimplementasikan upaya pencegahan penyakit guna mendukung transformasi layanan primer. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan luring (teori dan praktik) bagi kader posyandu. Pengabdian ini dilaksanakan pada Bulan April Hingga November tahun 2025. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kader Posyandu. Sebelum pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, sebanyak 13 dari 21 kader (61%) menunjukkan tingkat pemahaman yang belum memadai, sementara hanya 8 kader (38,09%) yang memiliki pemahaman baik. Pasca-intervensi, terjadi pergeseran positif yang substansial; proporsi kader dengan pemahaman yang belum memadai menurun menjadi 4 orang (19,05%), sedangkan proporsi kader yang memahami meningkat menjadi 17 orang (80,95%). Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa intervensi pengabdian masyarakat mampu meningkatkan kapasitas. Disarankan untuk meningkatkan komitmen perangkat desa dan mengimplementasikan Posyandu terintegrasi secara penuh.
EDUKASI POLA HIDUP SEHAT DAN PHYSICAL DISTANCING DI PEKON PATOMAN DAN PEKON PAGELARAN KECAMATAN PAGELARAN, PRINGSEWU Musiana, Musiana -; ardini, dias; Rahayu, Pudji; Julaiha, Siti; Sariyanto, Iwan; Putri, Nawasari Indah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i3.311

Abstract

Penyakit infeksi pernafasan akut yang disebabkan virus Corona telah dinyatakan WHO sebagai pandemi dunia. Wabah ini mengakibatkan lebih dari 53.900 kematian dan menyebabkan gangguan sosial ekonomi global. Sebagai wujud kepedulian terhadap situasi yang ada, dosen Poltekkes Tanjungkarang melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di pekon Patoman dan Pagelaran kabupaten Pringsewu sebagai desa mitra. Hasil penjajakan didapat penderita covid-19 sebanyak 1 orang, PDP 1 orang dan ODP sebanyak 23 orang. Tujuan kegiatan memberikan edukasi pola hidup sehat dan physical distancing sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid-19. Bahan berupa kuesioner, media edukasi (leaflet dan poster) dan sarana pencegahan covid-19 seperti APD, masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan sabun. Metode dengan pre test dan post tes, pemberian edukasi dan distribusi sarana pencegahan covid-19. Hasil pre test dan post test menunjukkan ada perbedaan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah edukasi (p value 0,002). Materi edukasi sebanyak 500 eksemplar leaflet dan 400 eksemplar poster telah disampaikan kepada masyarakat termasuk distribusi tempat cuci tangan, hand sanitizer, sabun cuci tangan, desinfektan, dan pemberian alat pelindung diri seperti baju hazmat, masker medis, handscoen, kepada tenaga Kesehatan di Puskesmas Pagelaran dan satgas di Pekon Pagelaran, dan Pekon Patoman. Kesimpulan, kegiatan terlaksana dan dapat berjalan dengan baik serta hasilnya sesuai dengan indicator yaitu peningkatan pengetahuan masyarakat, masyarakat memanfaatkan masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan, dan hasil survey kepuasan masyarakat terhadap kegiatan baik. Saran, untuk terus memberikan edukasi tentang bahaya covid-19 dan upaya memutus rantai penyebaran dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu pakai masker, cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Kata kunci: Pencegahan, Covid-19, Physical Distancing, Edukasi