Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Patriarchal Negotiation: Hegemony of Customs and the Experiences of Sasak Women in the Public and Domestic Spheres Imam Malik; Sukardi; Ananda Wahidah; Agung Firmansyah; Risma Ade Aryati
SocioEdu: Sociological Education Vol. 7 No. 1 (2026): Sociological Education
Publisher : Sociology Education, Teaching Training and Education Faculty, Muhammadiyah University of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/socioedu.v7i1.3105

Abstract

This research analyzes how patriarchy in Sasak customs is negotiated by women through experiences of safety and comfort in public and domestic spheres. Unlike the view that sees patriarchy as a static cultural structure, this study positions tradition as an arena of power relations that are continuously produced, maintained, and challenged in everyday social practices. Using a mixed-methods approach, qualitative data were collected through phenomenological interviews with Sasak women, while quantitative data were obtained through a Likert-scale survey of 34 respondents. The research results show that women significantly reject certain patriarchal practices, such as early marriage and unconditional obedience, and strongly express support for gender education and cultural change. The pisuke tradition emerges as the most problematic arena because it often causes psychological pressure and marginalizes women's voices. Statistical analysis also shows significant differences based on marital status and education level, where unmarried women and those with higher education levels exhibit a more critical attitude toward patriarchy. These findings affirm that patriarchy in Sasak customs is not monolithic, but rather negotiated across generations, thereby creating space for culturally transformative strategies oriented toward the protection and agency of women
TPA Tamangapa sebagai Sumber Mata Pencaharian: Strategi Adaptasi Ekonomi Masyarakat Kelurahan Tamangapa Kota Makassar Sakmawati; Salwia; Nurul Jamiah Sidiq; Agung Firmansyah
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.537

Abstract

This study aims to analyze the role of Tamangapa Final Disposal Site (TPA Tamangapa) as a source of livelihood and to examine the economic adaptation strategies of the community in Tamangapa Subdistrict, Makassar City. The main issue addressed is the community’s dependence on the informal waste sector, which on one hand sustains household needs, but on the other hand poses health risks, income instability, and limited social protection. This research employs a descriptive qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, while data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that TPA Tamangapa has formed a local waste-based economic system supported by social capital and community survival strategies. These activities also contribute to waste reduction through the implementation of reduce, reuse, recycle (3R) practices. The proposed solutions emphasize the importance of community-based empowerment, strengthening business capacities, improving access to microfinance, and developing inclusive policies to create a sustainable livelihood for communities surrounding the landfill. Keywords: TPA Tamangapa, Economic Adaptation Strategies, Informal Community, Community Empowerment, Sustainable Livelihood
Implementasi Pendalaman Materi Perubahan Sosial dalam Sosiologi SMA Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Guru di Lombok Tengah Syafruddin Syafruddin; Sumitro Sumitro; Agung Firmansyah; Feryna Nur Rosyidah; Rakhmat Nur Adhi; Risma Ade Aryati; Ari Harun; Baiq Yunia Rahma Dewi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.10228

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendalaman materi perubahan sosial dalam pembelajaran Sosiologi SMA sebagai upaya meningkatkan kualitas guru di Lombok Tengah. Pengabdian ini berangkat dari kebutuhan tentang pentingnya penguatan pemahaman guru terhadap konsep-konsep sosiologi, khususnya perubahan sosial, yang sering menjadi tantangan dalam praktik pembelajaran di kelas. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan yang terdiri dari presentasi materi oleh tim pengabdian, tanya jawab dan diskusi interaktif, serta pendampingan langsung dalam kelompok kecil. Materi yang disampaikan mencakup definisi, bentuk, faktor penyebab, teori, dampak, dan pengelolaan perubahan sosial. Pendampingan bertujuan mengaitkan teori dengan realitas lokal agar pembelajaran lebih aplikatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendalaman materi perubahan sosial mampu meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru, ditunjukkan melalui variasi strategi pembelajaran, kemampuan mengaitkan teori dengan realitas sosial, serta peningkatan pemahaman siswa terhadap materi. Implementasi pendalaman materi juga mendorong guru untuk lebih inovatif dalam merancang kegiatan belajar berbasis kontekstual sesuai dengan dinamika sosial di Lombok Tengah. Sehingga, pendalaman materi perubahan sosial dalam Sosiologi SMA dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas guru, baik dalam aspek penguasaan materi maupun dalam pengelolaan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa dan masyarakat.
SOLIDARITAS SOSIAL MAHASISWA ASLI PAPUA DI UNIVERSITAS MATARAM Amar Ma'ruf; Agung Firmansyah; Dimison Wenda
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk solidaritas sosial yang berkembang di kalangan mahasiswa asli Papua di Universitas Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, untuk memahami secara mendalam bentuk-bentuk solidaritas sosial dalam kehidupan sosial mahasiswa asli Papua. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria mahasiswa asli Papua yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Mataram, dan tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Kota Mataram. Instrumen utama penelitian adalah peneliti, dengan instrumen pendukung berupa pedoman wawancara, lembar observasi, alat tulis, dan kamera handphone. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial mahasiswa asli Papua di Universitas Mataram terbentuk melalui adaptasi sosial, kesadaran kolektif, dan upaya mempertahankan identitas kultural. Adaptasi sosial dilakukan secara bertahap melalui interaksi dengan kelompok seagama, sesama perantau, dan mahasiswa dari berbagai daerah. Kesadaran kolektif diperkuat melalui organisasi IMAPA sebagai wadah kerja sama dan silaturahmi antar mahasiswa Papua. Identitas kultural dipertahankan melalui penggunaan simbol-simbol budaya, seperti model rambut yang khas, salam kaonak, atribut budaya Papua, dan partisipasi dalam berbagai kegiatan budaya.