Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN PENDATAAN JENIS MANGROVE DALAM UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT PESISIR DI BAGEK KEMBAR, SEKOTONG, LOMBOK BARAT lestariningsih, Wiwid; Himawan, Mahardika Rizqi; Waspodo, Saptono; Paryono, Paryono; Amir, Sadikin; Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Hamzah, Hamzah; Dewi, Amalia Sartika; Mahendra, Putra Ivan; Agung, Wahyu
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.7292

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, menyediakan habitat bagi biota laut, serta mendukung ekonomi masyarakat lokal. Namun, rendahnya kapasitas masyarakat dalam mengenali dan mendata jenis-jenis mangrove menjadi kendala dalam pelestarian jangka panjang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir, khususnya kelompok Pokmaswas, dalam melakukan identifikasi dan pendataan jenis mangrove secara partisipatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Bagek Kembar, Sekotong, Lombok Barat, dengan melibatkan mahasiswa lokal dan asing dalam skema kolaborasi lintas budaya. Metode pelaksanaan mencakup sesi penyampaian materi, praktik lapangan, dan diskusi evaluatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap jenis-jenis mangrove lokal, serta meningkatnya semangat komunitas untuk melakukan pendataan mandiri secara berkala. Kegiatan ini menjadi contoh pendekatan kolaboratif dalam memperkuat peran masyarakat dalam konservasi ekosistem pesisir yang berkelanjutan.
DISTRIBUSI VERTIKAL DAN HORIZONTAL SUHU DAN SALINITAS DI TAMAN NASIONAL PERAIRAN NATUNA SAAT MUSIM BARAT TAHUN 2008 (STUDI KASUS: PULAU LAUT) Lestariningsih , Wiwid Andriyani; Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Arbajayanti, Rahma Dini
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.40058

Abstract

Taman Nasional Perairan Natuna merupakan salah satu kawasan konservasi laut yang dilindungi karena memiliki keanekaragaman hayati yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut serta mendukung keberlanjutan sumber daya alam perairan Indonesia. Pengelolaan kawasan konservasi memerlukan berbagai pertimbangan dan pemahaman mengenai kondisi fisik seperti adalah parameter suhu dan salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai distribusi suhu dan salinitas di TNPN, khususnya di Pulau Laut. Data pada penelitian ini menggunakan data Argo Float dan akan dianalisis secara spasial dan vertikal dengan analisis stratifikasi perairan. Distribusi horizontal nilai suhu berkisar 25.99-27.31°C dan salinitas berkisar antara 33.01-33.31‰. Distribusi vertikal suhu berkisar antara 25.5-26.5°C dan 33.25-33.4‰. pada awal musim Barat terdapat lapisan homogen pada kedalaman 0-5 m dan bervariasi didaerah pesisir. Variasi nilai suhu dan salinitas diduga karena percampuran vertikal yang diinduksi oleh angin musim barat yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 6.69 m/s. Sehingga, Taman Nasional Perairan Natuna cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan konservasi.
ANALISIS SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 DI PERAIRAN SADU KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR, PROVINSI JAMBI Kurnianto, Anang; Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Leni, Yusyam; Hamzah, Hamzah
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i01.41828

Abstract

Kualitas perairan mempengaruhi proses metabolisme biota di suatu perairan yang dapat mempengaruhi kondisi ekosistem perairan. Kualitas air akan terganggu karena peningkatan konsentrasi TSS yang dapat menurunkan hasil tangkapan ikan khususnya di Perairan Sadu yang memiliki potensi perikanan yang tinggi.  Pemantauan distribusi TSS perlu dilakukan, dengan menggunakan Citra Sentinel 2 agar pemantauan menjadi efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis citra digital dengan pemrosesan berbasis band indeks untuk menghitung konsentrasi TSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi sebaran TSS di perairan Sadu dari pesisir hingga lepas pantai, dengan konsentrasi berkisar 19.63 – 40.57 mg/L dan tersebar hingga 3,97 km menuju laut lepas. Konsentrasi tertinggi berada di muara Sungai Air Hitam Laut. Nilai TSS di perairan Sadu telah melampaui baku mutu perairan untuk budidaya konservasi dan wisata bahari karena lebih dari 20 mg/L. 
GROWTH PATTERNS AND GONAD MATURITY LEVELS OF (Barbonymus schwanefeldii) FISH IN THE BATANG ASAI SAROLANGUN RIVER Wulanda, Yoppie; Magwa, Rizky Janatul; Gelis, Ester Restiana Endang; Heltria, Septy; Yunita, Lauura Hermala; Ramdhani, Farhan; Rolin, Febrina; Leni, Yusyam; Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Bareta, Ainun Rohmawati
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 3 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.3.398-405

Abstract

The condition of the Batang Asai River in Sarolangun Regency, Jambi, has experienced a decline in water quality due to anthropogenic activities such as land clearing, settlement, and mining. This condition threatens the sustainability of fish populations, especially those from the Cyprinidae family, which are an important and environmentally sensitive group of fish for consumption, one of which is the lampam (Barbonymus schwanefeldii). However, scientific information on the bioecology of lampam in this region is very limited. Therefore, this research is needed to provide basic data to support adaptive conservation and fisheries management strategies. This study aims to analyze the growth patterns and gonadal maturity levels of lampam in the Batang Asai River, Sarolangun Regency, as a basis for inland fisheries management. A total of 113 fish, consisting of 64 males and 49 females, were observed. Male fish had a positive allometric growth pattern, while female fish had an isometric growth pattern. Analysis of Gonad Maturity Level (GML) found fish with GML I to GML IV, but immature gonads dominated the condition of the fish. In general, the water quality of the Batang Asai River still supports fish life, as can be seen from the growth patterns of the fish, but most of the fish found during the study were still immature despite the presence of fish with GML I to GML IV.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat untuk Mitigasi Bencana Pesisir di Desa Tungkal I, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Putinur, Putinur; Arbajayanti, Rahma Dini; Pangentasari, Dwinda; Roiska, Riris; Ramdhani, Farhan; Leni, Yusyam; Bareta, Ainun Rohmawati; Magwa, Rizky Janatul; Khaaliq, Ilham
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.203

Abstract

Kawasan Ekowisata Mangrove Pangkal Babu berpotensi sebagai kawasan wisata bahari sekaligus penahan abrasi pantai. Namun, meningkatnya dampak abrasi serta rendahnya tingkat keberhasilan rehabilitasi mangrove menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana pesisir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengenali dinamika pantai, menentukan lokasi potensial penanaman mangrove, serta menggunakan teknologi Geographical Information System (GIS) untuk pemetaan perubahan garis pantai dan daerah rawan abrasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, diskusi kelompok terarah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat terkait fungsi dan manfaat ekosistem mangrove, proses oseanografi penyebab abrasi dan akresi, serta teknik pemilihan lokasi penanaman mangrove. Program ini memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan pengelolaan ekowisata mangrove sekaligus mendukung strategi pemerintah dalam percepatan rehabilitasi ekosistem pesisir berbasis masyarakat.  
Estimasi Potensi Lestari dan Musim Penangkapan Cumi-cumi (Loligo sp) di WPPNRI 571 Sumatera Utara Farhan Ramdhani; Septy Heltria; Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun; BS Monica Arfiana; Fauzan Ramadan
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.52709

Abstract

Perairan Sumatera Utara yang termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 memiliki potensi sumber daya cumi-cumi (Loligo sp.) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY) dan menganalisis pola musim penangkapan cumi-cumi yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan. Data yang digunakan adalah data produksi dan upaya penangkapan cumi-cumi pada periode tahun 2018–2022, kemudian dianalisis menggunakan model surplus produksi Schaefer dan Indeks Musim Penangkapan (IMP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MSY cumi-cumi sebesar 3.886,62 ton/tahun dengan effort optimum (Fopt) sebanyak 3.078 trip/tahun. Rata-rata produksi tahunan berada di bawah nilai MSY, namun peningkatan effort yang signifikan disertai penurunan CPUE dari 2,07 ton/trip (2018) menjadi 1,66 ton/trip (2022) mengindikasikan tekanan eksploitasi yang meningkat. Analisis IMP menunjukkan musim puncak penangkapan terjadi pada bulan Mei, Oktober, November, dan Desember, yang diindikasikan dengan nilai IMP >100% dan peningkatan kelimpahan klorofil-a (0,60–0,69 mg/L). Hubungan positif antara IMP dan klorofil-a menunjukkan bahwa dinamika oseanografi memiliki kaitan terhadap kelimpahan cumi-cumi di perairan WPPNRI 571 Sumatera Utara.  The waters of North Sumatra, located within Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia (FMA-RI) 571, are known to have a high potential of squid (Loligo sp). This study aims to estimate the Maximum Sustainable Yield (MSY) and analyze the fishing season patterns of squid landed at the Oceanic Fishing Port (PPS) of Belawan. The data used include squid production and fishing effort from 2018 to 2022, which were analyzed using the Schaefer surplus production model and the Fishing Season Index (IMP). The results indicate that the MSY of squid is 3,886.62 tons/year with an optimum effort (Fopt) of 3,078 trips/year. Although the annual production remains below the MSY, the significant increase in fishing effort accompanied by a decrease in CPUE—from 2.07 tons/trip in 2018 to 1.66 tons/trip in 2022—suggests increasing exploitation pressure. The IMP analysis shows that peak fishing seasons occur in May, October, November, and December, indicated by IMP values exceeding 100% and an increase in chlorophyll-a concentrations (0.60–0.69 mg/L). The positive correlation between IMP and chlorophyll-a implies that oceanographic dynamics play an important role in influencing the availability of squid in the waters of FMA-RI 571. These findings highlight the need for adaptive and ecosystem-based fisheries management strategies to ensure the sustainability of squid stocks in this region.