Hardi, Nicholas
Psychiatrist, Departement Of Psychiatry And Behavioral Science, School Of Medicine And Health Sciences, Atma Jaya Catholic, University Of Indonesia, Jakarta, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Cognitive Function and Nutritional Status in Pre-Elderly Individuals with Human Immunodeficiency Virus Putri, Felicia Cahyadi; Vetinly, Vetinly; Ayu, Astri Parawita; Hardi, Nicholas; Kristian, Kevin
Althea Medical Journal Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v12n4.4179

Abstract

Background: Human immunodeficiency virus (HIV) infection remains a global health issue, particularly in Africa and Asia. Cognitive impairment may early develop in individuals living with HIV and can therefore potentially impact nutritional status. This study aimed to assess the correlation between cognitive function and nutritional status in pre-elderly individuals with HIV.Methods: A cross-sectional study was conducted from March 2023 to October 2024 among individuals living with HIV aged 45–59 years in Jakarta, Indonesia. Cognitive function was measured using the Indonesian version of the Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina) and nutritional status was evaluated using body mass index (BMI). Data were analyzed using the Chi-square test with Jeffrey’s Amazing Statistics Program (JASP).Results: Of the 157 respondents, most were male (75.2%) with a mean age of 49±4.17 years. The majority were unmarried (44.6%), employed (70.1%), had incomes below the Jakarta minimum wage (74.5%), and had completed senior high school education (56.0%). Mild cognitive impairment was found in 70.7% of participants, whereas normal nutritional status was the most common (45.9%). However, no significant relationship was found between cognitive function and nutritional status (p=0.161).  Conclusion: Mild cognitive impairment is prevalent among pre-elderly individuals with HIV, most of whom have normal nutritional status. Although no significant relationship is observed between cognitive function and nutritional status, these findings highlight the importance of incorporating early cognitive screening into routine HIV care to support healthy aging and timely identification and management of cognitive decline.
Edukasi Kesehatan Mental, Perundungan, dan Pencegahan Perilaku Self-Harm pada Siswa/i di SMPN 1 Babakan Madang, Bogor Hardi, Nicholas; Angelika, Patricia; Soerianto, Cellina Aurelia; Tamara, Xenia; Gaverio, Nicholas Francisco; Hananta, Linawati
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7129

Abstract

Remaja merupakan fase perkembangan yang penting dalam membentuk identitas seseorang. Pengalaman yang kurang baik pada fase ini seperti perundungan, dapat menjadi cikal bakal dan berhubungan dengan masalah perkembangan yang dapat timbul di kemudian hari, seperti perilaku mencederai diri (self-harm) sebagai bentuk mekanisme koping untuk masalah yang dirasakan kurang nyaman. Kesadaran siswa/i SMPN 1 Babakan Madang, Bogor akan perundungan dan dampaknya bagi kesehatan mental diketahui masih kurang, sehingga upaya intervensi untuk meningkatkan kesadaran akan tema ini menjadi penting. Kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/i SMPN 1 Babakan Madang, Bogor dengan memberikan edukasi terkait perundungan dan memperkenalkan berbagai mekanisme koping adaptif sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku self-harm yang merupakan salah satu dampak dari perundungan. Evaluasi kegiatan PkM dengan melihat perbandingan nilai pre-test dan post-test serta hasil survei kepuasan kegiatan. Secara umum, kegiatan PkM ini telah berjalan dengan baik dan dapat memberikan peningkatan pengetahuan sebesar 2,17% mengenai kesehatan mental, perundungan dan mekanisme koping. Dengan demikian, kegiatan serupa di kemudian hari dapat dipertimbangkan dan disempurnakan agar lebih bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat sekitar.
Edukasi Kesehatan Mental, Perundungan, dan Pencegahan Perilaku Self-Harm pada Siswa/i di SMPN 1 Babakan Madang, Bogor Hardi, Nicholas; Angelika, Patricia; Soerianto, Cellina Aurelia; Tamara, Xenia; Gaverio, Nicholas Francisco; Hananta, Linawati
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7129

Abstract

Remaja merupakan fase perkembangan yang penting dalam membentuk identitas seseorang. Pengalaman yang kurang baik pada fase ini seperti perundungan, dapat menjadi cikal bakal dan berhubungan dengan masalah perkembangan yang dapat timbul di kemudian hari, seperti perilaku mencederai diri (self-harm) sebagai bentuk mekanisme koping untuk masalah yang dirasakan kurang nyaman. Kesadaran siswa/i SMPN 1 Babakan Madang, Bogor akan perundungan dan dampaknya bagi kesehatan mental diketahui masih kurang, sehingga upaya intervensi untuk meningkatkan kesadaran akan tema ini menjadi penting. Kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/i SMPN 1 Babakan Madang, Bogor dengan memberikan edukasi terkait perundungan dan memperkenalkan berbagai mekanisme koping adaptif sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku self-harm yang merupakan salah satu dampak dari perundungan. Evaluasi kegiatan PkM dengan melihat perbandingan nilai pre-test dan post-test serta hasil survei kepuasan kegiatan. Secara umum, kegiatan PkM ini telah berjalan dengan baik dan dapat memberikan peningkatan pengetahuan sebesar 2,17% mengenai kesehatan mental, perundungan dan mekanisme koping. Dengan demikian, kegiatan serupa di kemudian hari dapat dipertimbangkan dan disempurnakan agar lebih bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat sekitar.