Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelaksanaan Layanan Bimbingan Belajar Dalam Upaya Pemahaman Gaya Belajar Peserta Didik Kelas Atas Di Sekolah Dasar Negeri Telawang 3 Banjarmasin: Penelitian M. Eka Prasetia; Ainun Heiriyah; Sabit Tohari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6084

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan belajar dalam memberikan pemahaman tentang gaya belajar siswa di kelas atas SD Negeri Telawang 3 Banjarmasin. Penelitian ini didorong oleh fakta bahwa banyak siswa belum memahami gaya belajar mereka sendiri, yang mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan prestasi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari enam guru kelas atas dan enam siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Temuan menunjukkan bahwa layanan bimbingan belajar dilaksanakan melalui bimbingan individu dan kelompok, penggunaan media pembelajaran yang bervariasi (visual, auditori, dan kinestetik), serta bantuan tambahan bagi siswa yang mengalami kesulitan. Melalui layanan ini, siswa mulai mengenali gaya belajar pilihan mereka dan lebih termotivasi untuk belajar secara mandiri. Dampak positif diamati pada partisipasi siswa, kepercayaan diri, dan hasil belajar. Namun, beberapa tantangan diidentifikasi, termasuk waktu terbatas, gaya belajar yang beragam dalam satu kelas, kurangnya pelatihan guru terkait teori gaya belajar, dan fasilitas sekolah yang terbatas. Kesimpulannya, layanan bimbingan belajar memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang gaya belajar mereka dan mendukung hasil akademik yang lebih baik
KORELASI ANTARA POLA ASUH OTORITER DAN REGULASI EMOSI DALAM MEMBENTUK KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMAN 1 TAPIN ENGAH Dwi Sasmita Mukti; Eka Sri Handayani; Sabit Tohari
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i01.73-80

Abstract

Pola asuh orang tua, khususnya pola otoriter, dapat berpengaruh terhadap cara siswa mengelola emosinya dan membangun kepercayaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) korelasi yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (2) korelasi regulasi emosi dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (3) apakah pola asuh otoriter dan regulasi emosi secara bersamaan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan diri. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 129 orang siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi. Hasil penelitian ini yaitu (1) Terdapat korelasi yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (2) terdapat korelasi yang signifikan antara regulasi emosi dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (3) terdapat korelasi yang signifikan antara pola asuh otoriter dan regulasi emosi dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah.
Hubungan Self-Efficacy Dan Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SMKN 1 Kandangan Nur Amali Ristia; Farial; Sabit Tohari
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self-efficacy, dukungan orang tua, dan motivasi belajar siswa serta hubungan self-efficacy dan dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa di SMKN 1 Kandangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 269 siswa kelas X dan sampel sebanyak 161 siswa yang ditentukan melalui random sampling dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan tiga angket skala Likert, yaitu self-efficacy sebanyak 20 butir, dukungan orang tua sebanyak 24 butir, dan motivasi belajar sebanyak 40 butir. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, regresi linear, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berada pada kategori sedang dengan mean 55,88 dan standar deviasi 5,472. Dukungan orang tua berada pada kategori sedang dengan mean 58,77 dan standar deviasi 5,749, sedangkan motivasi belajar berada pada kategori sedang dengan mean 105,24 dan standar deviasi 9,107. Secara parsial, self-efficacy berhubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar (t = 6,100; p < 0,05), demikian pula dukungan orang tua (t = 9,361; p < 0,05). Secara bersama-sama, kedua variabel memiliki hubungan yang kuat dengan motivasi belajar (R = 0,758) dan menjelaskan 57,4% variasi motivasi belajar. Hasil Penelitian ini juga menegaskan pentingnya penguatan keyakinan diri siswa dan keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar. Kata kunci: self-efficacy; dukungan orang tua; motivasi belajar; siswa SMK
Hubungan Burnout Akademik dengan Sikap Apatis Belajar Serta Peran Self Branding Pada Siswa Sabit Tohari; Mirza Yogy Kurniawan
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.538

Abstract

This study aimed to examine the relationship between academic burnout and learning apathy and to investigate the role of self-branding as a moderator in the relationship between academic burnout and learning apathy among students. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 125 students selected using proportional random sampling. Data were collected using three research instruments: the Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS) consisting of 15 items to measure academic burnout, a 15-item Learning Apathy Scale, and a 12-item Self-Branding Scale. Data were analyzed using descriptive statistics, normality and linearity tests, Pearson Product-Moment correlation, and Moderated Regression Analysis (MRA) using Hayes’ PROCESS Macro Model 1. The results showed a significant positive relationship between academic burnout and learning apathy (r = 0.691; p < 0.001). Self-branding was significantly and negatively correlated with academic burnout (r = −0.561; p < 0.001) and learning apathy (r = −0.634; p < 0.001). The moderation analysis was conducted to determine whether self-branding changes the strength of the relationship between academic burnout and learning apathy. The conclusion regarding the moderating effect is determined based on the significance of the academic burnout × self-branding interaction coefficient, as well as the conditional effects and simple slopes analyses. These findings highlight the importance of addressing academic burnout and developing students’ self-branding as part of Guidance and Counseling services to support students’ engagement in the learning process. Keywords: academic burnout, learning apathy, self-branding, moderation,