Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Studi Komparasi Penggunaan Google Meet dan Whatsapp Group terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Hangtuah 4 Surabaya Putut Laksminto Emanuel, Endrayana; Meidiana, Yova Gitti; Suhartono, Suhartono
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 6 No 4 (2021): Volume 6 Nomor 4, November 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.724 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v6i4.719

Abstract

Proses pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19 memerlukan sistem pembelajaran yang efektif. Berbagai media sosial berbasis online dapat digunakan untuk pembelajaran jarak jauh, di antaranya  adalah Google Meet dan Whatsapp Group. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektifitas penggunaan media Google Meet dan Whatsapp Group ditinjau dari hasil belajar matematika siswa kelas X IPA-1 SMA Hangtuah 4 Surabaya pada materi persamaan dan grafik fungsi kuadrat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental research one group post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Google Meet lebih efektif. Nilai post-test siswa lebih tinggi dibandingkan menggunakan aplikasi Whatsapp Group.
Dimanakah Nilai Ekstrim Fungsi Kuadrat Ditinjau dari Lensa Commognitive? Putut Laksminto Emanuel, Endrayana; Meilantifa, Meilantifa
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.205 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i2.808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis konflik commognitive mahasiswa– konflik kognitif yang yang dianalisis dari komponen commognitive. Metode penelitian terdiri atas empat tahap yaitu persiapan, pengumpulan data, mentranskrip data, analisis data. Sebanyak 10 mahasiswa diberi lembar soal matematika, dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu memiliki indikasi adanya konflik commognitive dan tidak. Dua mahasiswa yang dicurigai memiliki konflik commognitive dipilih sebagai subyek penelitian dan diwawancara mendalam untuk menggali informasi lebih lanjut tentang jenis konflik commognitive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik commognitive terjadi pada saat subyek menentukan nilai ekstrim fungsi berdasarkan grafik yang dibuat (visual mediators), alasan–alasan yang dikemukakan subyek dalam menentukan nilai ekstrim fungsi kuadrat (narratives), serta pengulangan langkah yang dilakukan (routines). Penggunaan istilah nilai ekstrim, nilai balik, titik potong pada sumbu koordinat (words use) tidak terdapat konflik commognitive.
Mapping Perubahan Anatomi Musculus Face Pada Pemberian Paparan Inframerah dengan Akupuntur Soekanto, Ayly; Rianti, Emillia Devi Dwi; Putut Laksminto Emanuel, Endrayana; Hardiyono, Hardiyono
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 3 (2022): Volume 7 Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.835 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i3.990

Abstract

Relaksasi pada otot wajah dapat melancarkan metabolisme tubuh dan mekanisme otot serta dapat menghilangkan kelelahan. Adanya kelelahan pada wajah memunculkan pengaruh pada anatomi musculus face (otot wajah). Terapi untuk mengurangi kelelahan yang tampak pada musculus face dapat berupa terapi inframerah dan akupuntur. Penelitian ini membandingkan diantara kedua jenis terapi tersebut. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik. Populasi terdiri dari pasien yang mengalami kelelahan. Sampel diperoleh dari 30 pasien, yaitu 15 orang terapi inframerah dan 15 akupuntur. Hasil data pasien menunjukkan terapi akupuntur seminggu 2 kali selama 30 menit, minimal 3 kali dan selama waktu 2 minggu menunjukkan hasil pada musculus face mengalami relaksasi dan terasa lebih elastis, gerakan motorik otot wajah terasa lebih lentur dan lebih sehat dibandingkan dengan terapi inframerah dengan penyinaran berjarak 50 cm, dalam seminggu 2-3 kali. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian paparan inframerah dengan akupuntur, pada musculus face lebih cepat mengalami relaksasi, otot lebih kenyal dan lentur dibandingkan yang mendapatkan terapi inframerah.
Sebuah Tinjauan Commognitive: Apakah Matriks Singular? Putut Laksminto Emanuel, Endrayana; Anam, Fatkul
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 4 (2022): Volume 7 Nomor 4, November 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.574 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i4.1073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik commognitive mahasiswa mengenai istilah “singular” pada matriks 3x3. Metode penelitian terdiri atas tahapan persiapan, pengumpulan data, transkrip data, analisis data. Sebanyak 10 mahasiswa diberi lembar soal matematika, berisi dua nomor mengenai matriks singular. Dua mahasiswa terpilih sebagai subjek penelitian karena terindikasi mengalami konflik commognitive, meliputi komponen words use, visual mediators, narratives, routines. Subjek penelitian diwawancarai secara semi tersruktur dan mendalam untuk menggali informasi lebih lanjut adanya konflik commognitive. Hasil wawancara dianalisis menggunakan kerangka kerja commognitive komponen narratives. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik commognitive terjadi pada saat subyek menentukan apakah suatu matriks singular atau tidak menggunakan nilai determinan. Peneliti menawarkan konsep baru tentang “singular” pada matriks dan subjek penelitian menerima konsep baru tersebut. Perbedaan konsep antara subjek dan peneliti ini yang menimbulkan adanya konflik commognitive yang pada akhirnya subjek menerima konsep baru yang ditawarkan oleh peneliti tentang “singular” pada matriks.
Penerapan Model Problem Based Learning-Teams Games Tournament (PBL-TGT) Materi Trigonometri Siswa X-AP SMKN 4 Sampit Emanuel, Endrayana Putut Laksminto; Yuliani, Yuliani
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 9 No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v9i2.1075

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern dan berperan penting dalam berbagai disiplin ilmu dalam memajukan daya pikir manusia. Keterkaitan Matematika meliputi materi, proses belajar mengajar, lingkungan serta fasilitas sekolah, sebagaimana tujuan khusus pengajaran Matematika di sekolah menengah kejuruan yaitu menumbuh kembangkan keterampilan berhitung yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil pengamatan saat pembelajaran dan wawancara dengan guru kelas, masalah yang dihadapi peserta didik adalah pembelajaran yang monoton dan berpusat pada guru (teacher centered) menjadikan peserta didik kurang termotivasi dan kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran dan hasil belajar kurang optimal. Untuk itu perlu dilakukan perubahan dalam pembelajaran yaitu dengan model pembelajaran yang menciptakan pembelajaran menjadi students centered. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Problems Based Learning-Teams Games Tournament (PBL-TGT) menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengubah paradigma di atas. Hasil penerapan model PBL-TGT menunjukkan perubahan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik yaitu 95% siswa melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM). PBL-TGT dapat diterapkan untuk materi lain agar prestasi belajar siswa meningkat.
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIS TULIS MAHASISWA TAHUN PERTAMA PERKULIAHAN DALAM PEMECAHAN MASALAH DIFFERENSIAL Emanuel, Endrayana Putut Laksminto; Soewardini, Herfa Maulina Dewi
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 9 No 3 (2024): Volume 9 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v9i3.1529

Abstract

This research aims to describe the mathematical communication profile of first year students studying differential material. The research method begins with preparation, data collection, transcription and analysis. A total of 10 students were given math problem sheets, containing contextual story problems consisting of one number regarding differentials. A student was selected as a research subject based on Polya indicators and was interviewed in a semi-structured and in-depth manner to dig up further information and then analyzed using a cognitive lens. The research results show that the research subjects can solve mathematical problems well. The subject can communicate ordinary sentences well into mathematical sentences. The components of words use, visual mediators, narratives, and routines show that students' written mathematical communication skills are very good in solving differential problems.
Commognitive Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal Kontekstual Pemodelan Matematika Meilantifa, Meilantifa; Emanuel, Endrayana Putut Laksminto
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 9 No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v9i2.1683

Abstract

This research aims to describe students' cognitive abilities in mathematical modeling material. The methods used in this research are preparation, data collection, transcription and analysis. A total of nine students who were grouped into three groups were given mathematics problem sheets, containing contextual story problems consisting of one number regarding mathematical modeling. A student representing his group was selected as a research subject based on Polya indicators and was interviewed in a semi-structured and in-depth manner to dig up further information and then analyzed cognitively. The research results show that the research subjects can solve mathematical problems well. The subject can communicate ordinary sentences well into mathematical models. The components of words use, visual mediators, narratives, and routines show that students' cognitive ability in solving mathematical contextual problems is very good in mathematical modeling material.
Does Domain of Absolute Value Function Always Positive? Commognitive-Conflict Analysis of Students of First Semester Emanuel, Endrayana Putut Laksminto; Nusantara, Toto; Rahardi, Rustanto
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 16 No. 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.5169

Abstract

This research aims to analyze the result of students' work in finding the solution to math-problems about absolute functions. Commognitive's analysis was used to analyze student works in this qualitative research. This research's methods were, namely, preparing, collecting data, transcription data, and analyzing data. A total of 25 students from two universities were given math questions, and two were selected as research subjects. The selection of subjects is based on different and exciting work results. The research subjects attended in-depth interviews to learn more about the commognitive's components. The results showed that commognitive conflict occurred in the word use component when the subject experienced errors in interpreting the data on the questions. Subjects cannot correctly describe the graphic requested in the questions (visual mediators). Describing what is known in the problem is also incompatible (narratives). Subjects experienced the incorrect routines. Based on the results of in-depth interviews, it can be said that the commognitive conflicts occurred because of a lack of understanding of the concepts.
THE INTERNSHIP PROGRAM BRIDGES THE COMPETENCY GAP BETWEEN AGRICULTURAL VOCATIONAL EDUCATION GRADUATES AND INDUSTRY WORK READINESS STANDARDS Haryanta, Dwi; Emanuel, Endrayana Putut Laksminto
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v8i2.7496

Abstract

This study examines initiatives to close the gap between graduates of agricultural vocational education's academic proficiency and their preparedness for the workforce based on graduate users' standards, specifically those of the industrial sector. This study looks at the competency accomplishments of graduates in agriculture education during the fourth industrial revolution, a time when the global labor market is competitive and full of obstacles. We start this conversation by gathering information from foreign periodicals and literature sources. A qualitative narrative analysis that incorporates a coding system, critical review, and a conclusion that satisfies the findings' validity and reliability principles. Google Docs, Google Scholar, and Eric journals with a range of publications from 2015 to 2025 were used. We looked at evaluation methods and learning tactics and procedures, discovered that the majority of studies on the academic proficiency of graduates of agricultural vocational education fall short in terms of practical field competences, which are necessary to achieve industry and business work-readiness norms, promote cooperation between agricultural vocational education institutions and the agricultural industry/business world, which employs graduates, proposes methods and solutions. Most publications promote the inclusion of the skills and work competencies required of graduates in the curriculum as a guide for designing learning outcomes, learning models, and methodologies. Students can put their practical knowledge and skills to the agricultural sector, businesses and academic institutions collaborate to plan, implement, and evaluate partnerships. The results will greatly enhance the cooperation between agricultural educational establishments and the commercial and industrial sectors that hire agricultural graduates.