Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Profil Self-compassionPada Pekerja Sosial Di Lingkungan Pondok Sosial Kota Makassar: Studi Deskriptif Kurniati Zainuddin; Muhammad Ihsan; Nurul Awaliyah Khalik; Vinky Glenda Putra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15827

Abstract

Pekerja sosial di Lembaga Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Liponsos) menghadapi tuntutan kerja yang berat akibat tingginya jumlah klien dan keragaman kasus, sehingga berpotensi mengalami tekanan emosional dan kelelahan. Kondisi ini menempatkan mereka pada risiko gangguan kesejahteraan psikologis, sehingga diperlukan kemampuan internal yang dapat melindungi kesehatan mental, salah satunya melalui self-compassion. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat self-compassion pada pekerja sosial di Liponsos Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 23 pekerja sosial. Pengukuran dilakukan menggunakan Self-Compassion Scale versi adaptasi Indonesia, dan analisis data menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata, median, modus, serta kategorisasi skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-compassion secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Seluruh subskala, yaitu self-kindness, common humanity, mindfulness, self-judgment, isolation, dan overidentification, juga berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja sosial memiliki kemampuan dasar untuk menerima diri dan mengelola tekanan emosional, namun kapasitas tersebut belum optimal sebagai pelindung terhadap risiko stres dan burnout. Penelitian ini menegaskan perlunya program penguatan self-compassion guna meningkatkan ketahanan emosional dan kualitas kesejahteraan psikologis pekerja sosial.
Penerimaan Diri Pada Suami Korban Perselingkuhan Dalam Hubungan Pernikahan Laila Qadriany Saputri; Kurniati Zainuddin; Ismalandari Ismail
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan diri merupakan proses yang melibatkan berbagai tahapan emosional dan psikologis. Faktor seperti pengalaman masa lalu, tanggung jawab keluarga, dan keyakinan pribadi berperan penting dalam memengaruhi cara seseorang mengelola emosi dan pengambilan keputusan dalam hubungan pernikahan. Proses ini terbukti sebagai langkah kunci dalam mengatasi krisis emosional dan menjaga keharmonisan pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji serta memberikan gambaran mengenai penerimaan diri pada suami korban perselingkuhan dalam pernikahan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden berjumlah dua pria yang telah menikah dan mengalami perselingkuhan dalam pernikahan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam untuk menggali pengalaman dan proses penerimaan diri yang dilakukan setelah mengetahui perselingkuhan pasangan mereka. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik data driven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden mengalami proses emosional signifikan setelah mengetahui perselingkuhan pasangan, termasuk rasa kecewa, sedih, dan rendah diri. Penerimaan diri yang baik tercermin dari kemampuan mereka menyesuaikan diri serta memandang kejadian tersebut sebagai bagian dari ujian hidup yang harus diterima dengan ikhlas. Implikasi temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan diri berfungsi sebagai mekanisme coping individu dan fondasi untuk membangun kembali kepercayaan dan komunikasi dalam pernikahan.
The Effect of Upward Comparison on Body Dissatisfaction Among Female Patients in Aesthetic Clinics Muhammad Nur Hidayat Nurdin; Kurniati Zainuddin; Yusfitri Nursyahwalni Mangarengi; Zahir Alfattah Darussalam
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4488

Abstract

Abstract This study aims to examine the effect of upward comparison on body dissatisfaction among female patients at aesthetic clinics. The research employed a quantitative correlational method with a population consisting of female aesthetic clinic patients. The sample included 150 women aged 18–25 years, selected using an incidental sampling technique. Data were collected through the adapted versions of The Upward and Downward Appearance Comparison Scale (UDACS) and the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire–Appearance Scale (MBSRQ-AS). The collected data were analyzed using a simple linear regression test. The results revealed a significant effect of upward comparison on body dissatisfaction among female aesthetic clinic patients. Furthermore, the findings showed a positive direction of influence, with an effective contribution of 19.6%. This indicates that the higher the level of upward comparison, the higher the level of body dissatisfaction.