Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Profil Self-compassionPada Pekerja Sosial Di Lingkungan Pondok Sosial Kota Makassar: Studi Deskriptif Kurniati Zainuddin; Muhammad Ihsan; Nurul Awaliyah Khalik; Vinky Glenda Putra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15827

Abstract

Pekerja sosial di Lembaga Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Liponsos) menghadapi tuntutan kerja yang berat akibat tingginya jumlah klien dan keragaman kasus, sehingga berpotensi mengalami tekanan emosional dan kelelahan. Kondisi ini menempatkan mereka pada risiko gangguan kesejahteraan psikologis, sehingga diperlukan kemampuan internal yang dapat melindungi kesehatan mental, salah satunya melalui self-compassion. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat self-compassion pada pekerja sosial di Liponsos Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 23 pekerja sosial. Pengukuran dilakukan menggunakan Self-Compassion Scale versi adaptasi Indonesia, dan analisis data menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata, median, modus, serta kategorisasi skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-compassion secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Seluruh subskala, yaitu self-kindness, common humanity, mindfulness, self-judgment, isolation, dan overidentification, juga berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja sosial memiliki kemampuan dasar untuk menerima diri dan mengelola tekanan emosional, namun kapasitas tersebut belum optimal sebagai pelindung terhadap risiko stres dan burnout. Penelitian ini menegaskan perlunya program penguatan self-compassion guna meningkatkan ketahanan emosional dan kualitas kesejahteraan psikologis pekerja sosial.
Penerimaan Diri Pada Suami Korban Perselingkuhan Dalam Hubungan Pernikahan Laila Qadriany Saputri; Kurniati Zainuddin; Ismalandari Ismail
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan diri merupakan proses yang melibatkan berbagai tahapan emosional dan psikologis. Faktor seperti pengalaman masa lalu, tanggung jawab keluarga, dan keyakinan pribadi berperan penting dalam memengaruhi cara seseorang mengelola emosi dan pengambilan keputusan dalam hubungan pernikahan. Proses ini terbukti sebagai langkah kunci dalam mengatasi krisis emosional dan menjaga keharmonisan pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji serta memberikan gambaran mengenai penerimaan diri pada suami korban perselingkuhan dalam pernikahan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden berjumlah dua pria yang telah menikah dan mengalami perselingkuhan dalam pernikahan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam untuk menggali pengalaman dan proses penerimaan diri yang dilakukan setelah mengetahui perselingkuhan pasangan mereka. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik data driven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden mengalami proses emosional signifikan setelah mengetahui perselingkuhan pasangan, termasuk rasa kecewa, sedih, dan rendah diri. Penerimaan diri yang baik tercermin dari kemampuan mereka menyesuaikan diri serta memandang kejadian tersebut sebagai bagian dari ujian hidup yang harus diterima dengan ikhlas. Implikasi temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan diri berfungsi sebagai mekanisme coping individu dan fondasi untuk membangun kembali kepercayaan dan komunikasi dalam pernikahan.
The Effect of Upward Comparison on Body Dissatisfaction Among Female Patients in Aesthetic Clinics Muhammad Nur Hidayat Nurdin; Kurniati Zainuddin; Yusfitri Nursyahwalni Mangarengi; Zahir Alfattah Darussalam
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4488

Abstract

Abstract This study aims to examine the effect of upward comparison on body dissatisfaction among female patients at aesthetic clinics. The research employed a quantitative correlational method with a population consisting of female aesthetic clinic patients. The sample included 150 women aged 18–25 years, selected using an incidental sampling technique. Data were collected through the adapted versions of The Upward and Downward Appearance Comparison Scale (UDACS) and the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire–Appearance Scale (MBSRQ-AS). The collected data were analyzed using a simple linear regression test. The results revealed a significant effect of upward comparison on body dissatisfaction among female aesthetic clinic patients. Furthermore, the findings showed a positive direction of influence, with an effective contribution of 19.6%. This indicates that the higher the level of upward comparison, the higher the level of body dissatisfaction.
Gambaran Pemaknaan Dan Kesiapsiagaan Bencana Alam Pada Warga Di Kota Palu Siti Nurazizah Rivai; Kurniati Zainuddin; Muhrajan Piara
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.17356

Abstract

Bencana alam di Kota Palu tahun 2018 berupa gempa bumi, tsunami dan likuifaksi meninggalkan dampak mendalam bagi warga baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemaknaan pengalaman penyintas dan sejauh mana pemaknaan tersebut membentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini adalah warga Kota Palu yang mengalami langsung peristiwa bencana 2018, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dokumentasi foto pascabencana. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dalam kategori dan tema yang diberi kode sesuai kutipan verbatim serta penarikan kesimpan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman bencana memunculkan berbagai persepsi, respons, dan dinamika perubahan emosi yang menjadi dasar terbentuknya pemaknaan. Pemaknaan mencakup aspek spiritual, penguatan hubungan keluarga dan relasi sosial, serta dorongan refleksi dan pengembangan diri, yang selanjutnya memengaruhi persepsi risiko dan perilaku kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa pembentukan kesiapsiagaan bencana perlu mempertimbangkan aspek pemaknaan pengalaman penyintas sehingga program mitigasi dan edukasi kebencanaan dapat dirancang berdasarkan pengalaman dan kondisi nyata warga.
Pengaruh Big Five Personality terhadap Kualitas Persahabatan pada Siswa Laki-laki SMA Negeri 1 Sinjai Nabila Ramadhani Imran; Kurniati Zainuddin; Perdana Kusuma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42157

Abstract

Siswa laki-laki SMA Negeri 1 Sinjai mengalami tantangan dalam membangun persahabatan yang berkualitas dengan teman sebaya. Persahabatan berperan penting pada masa remaja dalam memberikan dukungan emosional dan mendukung pembentukan identitas diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Big Five Personality terhadap kualitas persahabatan pada siswa laki-laki SMA Negeri 1 Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan probability sampling melalui stratified sampling, melibatkan 318 siswa laki-laki. Data dikumpulkan menggunakan Friendship Quality Questionnaire (FQQ) dan Big Five Inventory (BFI), kemudian dianalisis menggunakan regresi ordinal. Hasil menunjukkan Big Five Personality berkontribusi sebesar 26,8% (R² = 0,268). Agreeableness (B = –0,048; p = 0,048) dan conscientiousness (B = –0,088; p = 0,004) berpengaruh negatif signifikan, sedangkan openness to experience berpengaruh positif signifikan (B = 0,180; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan pentingnya peran kepribadian dalam kualitas persahabatan dan dapat menjadi acuan bagi sekolah dalam mengembangkan program penguatan keterampilan sosial dan interpersonal siswa.