Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENERAPAN TANAMAN BUAH DALAM POT (TABULAMPOT) UNTUKKONSEP ECOMASJID DI MUSHOLA AL-AMIN DEPOK Hendrawan, Diana Irvindiaty; Rinanti, Astri; Wijayanti, Asih; Kusumadewi, Riana Ayu; Besila, Qurrotu 'Aini; Istri Anindya, Anak Agung; Sabrina, Lucky Maulina
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 5, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dwpnw881

Abstract

Mushola Al-Amin merupakan sarana ibadah di RW 12 lingkungan perumahan Taman Duta, Cisalak, Depok. Mushola Al-Amin selain sebagai tempat ibadah juga melakukan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Permasalahan mitra adalah belum memahami konsep ecomasjid dan belum dimanfaatkannya lahan di sekitar Mushola Al-Amin. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan penyuluhan tentang konsep ecomasjid dan memberikan pelatihan Tanaman Buah dalam Pot (tabulampot) sebagai implementasi konsep ecomasjid. Sasaran kegiatan adalah Lurah Cisalak, pengurus RW 12, pengurus RT, pengurus DKM Mushola Al-Amin dan ibu-ibu PKK RW 12.  Tabulampot adalah teknologi budidaya tanaman dengan memanfaatkan taman kecil yang produktif di dalam pot. Metode PKM adalah Penyuluhan dan Pelatihan. Materi PKM terdiri dari penyuluhan konsep ecomasjid dan tanaman buah dalam pot serta pelatihan menanam buah dalam pot. Hasil yang dicapai oleh peserta adalah meningkatnya pemahaman peserta tentang konsep ecomasjid dan dapat diterapkan pada Mushola Al-Amin sesuai dengan kondisinya dan meningkatnya pemahaman peserta tentang teknis tabulampot, sebagai pendukung konsep ecomasjid dan sebagai upaya kelestarian lingkungan. Hasil yang dicapai oleh komunitas yaitu lahan terbuka yang dimanfaatkan untuk tabulampot dan sebagai area rekreasi. Penghijauan pada lahan di sekitar Mushola AlAmin menerapkan konsep ecomasid ke 4 yaitu penanaman tanaman dan buah-buahan di sekitar masjid.  
Penyisihan BOD COD dari Air Limbah Greywater Menggunakan Tanaman Vetiveria pada Reaktor Lahan Basah Buatan Nanda Handayani; Diana Irvindiaty Hendrawan; Rositayanti Hadisoebroto
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21145

Abstract

Air limbah greywater yang dihasilkan semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Salah satu upaya untuk mengurangi beban beban yang berada di perairan diperlukan suatu pengolahan air limbah yang tepat guna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik air limbah greywater, menganalisis efisiensi penyisihan kinerja constructed wetland menggunakan tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides), menghitung konstanta tingkat penyisihan massa (r), konstanta tingkat penyisihan areal (kA) dan penyisihan volumetrik (kV). Penelitian ini menggunakan constructed wetland dengan pengaliran air limbah secara kontinyu dengan variasi waktu detensi yang digunakan yaitu 5, 10 dan 15 jam. Aklimatisasi tanaman dilakukan secara bertahap sampai dengan kondisi tunak (steady state) selama 10 hari. Karakteristik air limbah yang akan diolah memiliki nilai konsentrasi BOD sebesar 80,19 mg/L dan COD sebesar 244,27 mg/L. Efisiensi penyisihan dengan tanaman untuk parameter BOD sebesar 49,15-86,97 % dan COD sebesar 40,23-91,40%. Nilai konstanta penyisihan massa (r), tingkat penyisihan areal (kA) dan tingkat penyisihan volumetrik (kV) dengan tanaman untuk BOD sebesar 19,15-61,62 gr/m2/hari, 0,40-1,71 m/hari dan 3,38-30,56/hari dan untuk COD sebesar 53,19-196,13 gr/m2/hari, 0,37-1,63 m/hari, 2,57-36,80 /hari. Hasil kinerja constructed wetland dengan tanaman akar wangi efektif untuk menyisihkan parameter BOD dan COD dan telah memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016 tentang baku mutu air limbah domestik.
Water quality and degradation rate analysis: Assessing pollution and environmental impact for effective management Nabila, Cynthia; Hendrawan, Diana Irvindiaty
Applied Environmental Science Vol. 2 No. 2: (January) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/aes.v2i2.2025.1480

Abstract

Background: Situ Pengarengan is polluted by various types of waste from community activities and industrial sources along its shorelines. This study aims to assess the lake's degradation rate by analyzing water quality parameters and pollution sources. Method: The research was conducted from February to July 2022, with water samples collected from six sampling points. Laboratory tests measured temperature, TSS, turbidity, pH, DO, BOD, COD, nitrate, phosphate, and E. coli. The results were compared to Class 2 water quality standards under Government Regulation No. 22 of 2021. Findings: Based on IKA-NSF calculations, Situ Pengarengan's water quality is categorized as moderately polluted, with an average score of 65.04. The degradation rate coefficients for each segment are 2.21 per day, -1.07 per day, and -3.04 per day. Conclusion: The findings indicate moderate pollution levels in Situ Pengarengan, highlighting the need for improved environmental management and pollution control measures. Novelty/Originality of this Study: This study provides a quantitative assessment of Situ Pengarengan’s degradation rate using IKA-NSF calculations and degradation rate coefficients, offering a scientific basis for targeted pollution mitigation strategies. 
A Climate – Responsive Conceptual Framework for Assessing Water Ecological Carrying Capacity in Urban Watershed Minarti, Astari; Rinanti, Astri; Fachrul, Melati Ferianita; Hendrawan, Diana Irvindiaty; Septiani, Winnie
INFOMATEK Vol 27 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v27i1.26837

Abstract

Rapid urbanization and climate variability have degraded water quality and reduced the resilience of urban watershed. This study proposes a climate-responsive conceptual framework for assessing Water Ecological Carrying Capacity (WECC) in urban environments. The framework integrates hydro – climatic indicators, urban – climatic dynamics, and adaptive policy interventions, structured within the Driver–Pressure–State–Impact–Response (DPSIR) model. It is designed to evaluate the dynamic interactions between urban growth, climate variability, and freshwater ecosystem thresholds. A systematic review of 14 studies from Asia and beyond provides empirical support for the framework. Indicators such as streamflow variability, urban land use, water temperature, and governance capacity are categorized within the DPSIR components to illustrate the multifaceted nature of WECC. The study highlights how hydro – climatic and socio – economic stressors interact to influence the vulnerability and resilience of water ecosystems. Figures and tables within the paper visualize these interactions and simulate feedback loops under various environmental and policy scenarios. While the model presents a comprehensive and adaptable framework, it is based on secondary data and lacks validation through localized, real-time application. Nevertheless, it serves as a strategic tool for anticipating and addressing urban water sustainability challenges. It encourages the use of integrated, climate – informed planning approaches and provides a foundation for future research and policy in climate – sensitive regions. This study underscores the importance of evaluating WECC not as a static measure but as a dynamic function shaped by ecological, social, and climatic processes.
Backcover Hendrawan, Diana Irvindiaty
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 20225
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

PENILAIAN KUALITAS AIR SITU PENGARENGAN, DEPOK, JAWA BARAT Nabila, Cynthia; Hendrawan, Diana Irvindiaty; Astono, Widyo
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 2, NUMBER 1, MEI 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v2i1.14463

Abstract

Pangarengan shallow lake in Depok City has been polluted by the garbage that has accumulated in the area and its surroundings as well as the waste water that enters. Pangarengan shallow lake pollution is caused by community activities in the catchment area. The purpose of the study was to determine the water quality of Pangarengan shallow lake. Sources of pullutants that enter the Pangarengan come from surrounding settlements, cattle breeding, and other domestic activities such as stalls and tofu factories. Parameters measured were temperature, TSS, turbidity, pH, DO, BOD, nitrate, phosphate, COD, and E.coli. The air quality analysis will then be compared with the quality standard according to Government Regulation No. 22 of 2021. The status of water quality is determined by the pollution index method. BOD ranged from 4.78-11.90 mg/L, COD ranged from 38.40-86.40 mg/L, phosphate ranged from 0.05-0.29 mg/L, and E. coli ranged from 5,4x103-3,45x104 MPN/100 ml. The Pollutant Index of Pangarengan shallow lake is 5.34. The results of the Situ Pengarengan air quality analysis show that parameters still exceed the quality standards, that are BOD, COD,vphosphate, and E. coli and the water quality status of Pangarengan shallow lake is moderately polluted.
RESTORASI LANSKAP SITU PENGARENGAN DEPOK UNTUK MENDUKUNG EKOSISTEM PERAIRAN BERKELANJUTAN Hendrawan, Diana Irvindiaty; Qurrotu ‘Aini Besila; Ina Krisantia; Nadira Nur Shadrina
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 3, NUMBER 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v3i2.18763

Abstract

Situ (Shallow lake) Pengarengan with an area of 7 Ha serves as a water catchment area, flood control and conservation area. This study aims to analyze the damage that occurred in Situ Pengarengan and provide alternative solutions through landscape restoration technology. The main pollutants that enter the waters of Situ Pengarengan come from households, wastewater and garbage carried by the Kali Hati stream. Not all areas of Situ Pengarengan have adequate boundaries. Only 30% of the area has borders. Only 38% of the area has green open space. There are 17 types of plants on the banks of Situ Pengarengan. Situ landscape restoration technology is needed as an effort to improve ecosystem balance, restore ecological functions and increase the natural purification ability of situ water. One of the landscape restoration technologies by arranging landscapes uses plants that are able to hold runoff water to prevent erosion and as a natural filter for pollutants. Efforts to control damage and prevent pollution are carried out through the implementation of green open space according to the provisions, the implementation of communal Wastewater Treatment Plants (WWTP), the installation of garbage retention nets and periodic cleaning and dredging of situ. Landscape restoration is carried out for damage control through the preservation of catchment areas and reforestation of the boundaries.
Pollutant Load Capacity of Rawa Besar Lake, Depok, West Java Junita, Alfira; Hendrawan, Diana Irvindiaty; Kusumadewi, Riana Ayu; Aphirta, Sarah
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 8 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v8i2.12742

Abstract

Depok City has dozens of lakes and one of them is Lake Rawa Besar. The Depok government gives priority to Rawa Besar Lake to be development as a tourist destination. At this time the waters of Rawa Besar Lake are in a polluted condition caused by domestic waste, land use change, chicken farming and floating net caramba. The study aims to analyze water quality, determine the carrying capacity of pollutant loads and provide recommendations for pollutant load reduction. The calculation of the Pollution Load Capacity refers to Minister of Environment Regulation No. 28 of 2009. Based on water quality analysis, 5 parameters exceed the quality standard, such as BOD, COD, total phosphate, total nitrogen, and total coliform. Using the model and calculation of the pollutant load capacity of lake and/or reservoir.  The pollutant load capacity of Lake Rawa Besar for BOD parameters is 50.26 kg/year while the existing load is 262.76 kg/year, COD is 418.81 kg/year existing load is 1150.41 kg/year, phosphate is 0.50 kg/year existing load 26.45 kg/year, nitrogen 12.56 kg/year existing load 85.88 kg/year and total coliform 8.4 x 104 amount/year existing load 9.6x106 amount/year. The burden of incoming pollutants exceeds the pollutant load capacity of Lake Rawa Besar. Pollution control efforts are carried out by implementing communal wastewater treatment systems such as an Anaerobic Baffled Reactor (ABR).
A PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENERAPAN LAHAN BASAH BUATAN DI KELURAHAN CISALAK, KOTA DEPOK Hendrawan, Diana Irvindiaty; Fachrul, Melati Ferianita; Qurrotu ‘Aini Besila; Moerdjoko, MM Sintorini; Luru, Marselinus Nirwan; Hadisoebroto, Rositayanti; Handayani, Nanda; Azzahra Magfhira
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 02 (2024): APRIL 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Cisalak, Kota Depok memiliki luas 2,68 km2, jumlah penduduk 17.264 orang dengan kepadatan 6.642 orang/km2. Masyarakat belum mengolah air limbah domestik greywater namun telah memiliki septic tank untuk mengolahan air limbah black water. Guna mengurangi pencemaran perlu dilakukan pengolahan air limbah dengan menggunakan lahan basah buatan. Metode PkM adalah penyuluhan, pelatihan, FGD dan pembangunan lahan basah buatan. Peserta sebanyak 45 orang yang terdiri dari perangkat kelurahan, para ketua RW, ketua RT, ketua PKK kelurahan, RW dan pokja bidang lingkungan, ketua posyandu dan karang taruna. Pembangunan lahan basah buatan dilakukan di RW terpilih yaitu di RW 03. Pengerjaan IPAL dan taman dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat dibawah koordinasi karang taruna. Kegiatan PKM ini memberikan pengetahuan baru yang sangat berguna untuk penerapan konsep pengelolaan air limbah greywater. Dampak sosial yang didapat adalah perubahan perilaku dalam memelihara lingkungan.
PENATAAN RUANG LUAR DI PERMUKIMAN EMPLASEMEN PERKEBUNAN TEH PASIR MALANG, PANGALENGAN Besila, Qurrotu Aini; Simangunsong, Nur Intan; Hendrawan, Diana Irvindiaty; Danniswari, Dibyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.39137

Abstract

Tantangan utama yang dihadapi masyarakat pemetik teh di emplasemen Perkebunan Pasir Malang adalah kurangnya penataan ruang luar di sekitar emplasemen, sehingga fungsinya belum optimal dalam mendukung aktivitas sehari-hari para penghuni. Selain itu, kondisi ini turut mempengaruhi potensi pengembangan wisata, mengingat wisatawan tidak hanya tertarik pada proses produksi teh, tetapi juga ingin merasakan dan melihat kehidupan sehari-hari para pemetik teh. Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui perancangan ruang luar yang fungsional dan produktif. Melalui kegiatan ini, kami menyusun rekomendasi desain ruang luar yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penghuni emplasemen dan mendukung pengembangan sektor pariwisata. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan di mana dilakukan pemaparan desain penataan lingkungan luar emplasemen yang telah dibuat berdasarkan kebutuhan warga dan pemaparan tentang kesehatan lingkungan. Hasil dari PkM ini adalah warga menerima wawasan tentang jenis-jenis tanaman yang dapat ditanam di pekarangan mereka, bagaimana penataan ruang luar yang efektif dan efisien, serta wawasan mengenai kesehatan lingkungan. Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme terhadap materi yang telah dipaparkan. Warga tertarik untuk memanfaatkan pekarangannya untuk ditanami tanaman hias, sayur, atau obat untuk dikonsumsi dan dijual.