Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Proceedings Series on Physical

Aspek Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Tengah: Perkembangan Luas panen Padi, Produktivitas Lahan, Subsidi Input, Harga Beras, Jumlah Penduduk, Produksi dan Konsumsi Beras Herning Prabayanti; Joko Sutrisno; Ernoiz Antriyandarti
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.480

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Beras sebagai makanan pokok utama penduduk Indonesia merupakan bagian dari tradisi yang juga berperan sebagai simbol dan perekat sosial. Ketahanan pangan dapat dikatakan sebagai situasi ketika semua orang pada setiap saat memiliki akses fisik, sosial dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi agar kebutuhan preferensi pangan terpenuhi sehingga dapat hidup aktif dan sehat. Tujuan kedua dalam Sustainable Development Goals (SDGs) berupa zero hunger pada tahun 2030. Indonesia mendukung tercapainya tujuan SDGs tersebut dengan membuat prioritas atas tujuan dan target pada SDGs. Oleh karena itu, Indonesia juga harus mewujudkan ketahanan pangan terutama pada subsistem produksi beras sebagai makanan pokok utama. Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi produsen beras tertinggi harus menjaga konstribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional demi terwujudnya tujuan SDGs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan luas panen padi, produktivitas lahan, subsidi input, harga beras, jumlah penduduk, produksi dan konsumsi beras di Provinsi Jawa Tengah. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Adapun data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data panel dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan luas panen padi yang dihitung dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA), produktivitas lahan, subsidi input yang berupa pupuk dan benih, harga beras berfluktuasi. Jumlah penduduk mengalami peningkatan dari tahun 2019 s.d. 2021. Konsumsi lebih kecil dari produksi beras sehingga Jawa Tengah masih mengalami surplus. Namun, Jawa Tengah tetap harus menjaga produksi beras agar dapat meningkatkan kontribusi untuk ketahanan pangan Indonesia.
Analisis Kontribusi Sektor Pertanian dalam Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat Nurul Arifah Fauzi; Darsono Darsono; Joko Sutrisno
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.495

Abstract

Pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh terhadap pembangunan suatu daerah. Peran sektor pertanian menjadi unggulan dalam menyusun strategi pembangunan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sub sektor pertanian yang termasuk dalam sektor unggulan (basis) dan mengetahui pergeseran sub sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa nilai Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Jawa Barat dan Produk Domestik Bruto Indonesia atas harga konstan 2010 menurut lapangan usaha dari tahun 2016 hingga 2020. Data diolah menggunakan alat analisis location quentient (LQ) dan analisis shift share (SSA). Hasil penelitian dari analisis location quotient (LQ) menunjukkan bahwa terdapat 2 sektor basis di Provinsi Jawa Barat yaitu subsector tanaman pangan dengan nilai LQ sebesar 1,11 dan subsektor tanaman hortikultura dengan nilai LQ sebesar 1,02. Hasil analisis shift share (SSA) menunjukkan bahwa subsektor tanaman hortikultura, subsektor perkebunan, subsektor perkebunan, subsektor perternakan dan subsektor perikanan memiliki pertumbuhan proporsional dengan kategori cepat.
Penerapan Harga Pokok Produksi pada Usaha Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Menggunakan Metode Full Costing di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Ayu Zulfa Sobichah; Joko Sutrisno; Istanto Istanto; Lutfi Aris Sasongko
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.502

Abstract

Kerupuk rambak kulit kerbau merupakan salah satu produk usaha industri rumahan yang berbahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi (HPP) pada usaha kerupuk rambak kulit kerbau dengan perhitungan yang dilakukan produsen dan perhitungan dengan metode full costing di UMKM kerupuk rambak Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dari observasi dan wawancara dengan responden. Penentuan metode pengambilan sampel responden menggunakan metode sensus dengan jumlah responden yaitu 10 responden (produsen UMKM kerupuk rambak kulit kerbau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP menggunakan metode full costing pada usaha kerupuk rambak kulit kerbau didapatkan hasil sebesar Rp158.682/kg. Perhitungan harga pokok produksi yang digunakan oleh produsen kerupuk rambak kulit kerbau menggunakan metode variable costing. Perhitungan yang digunakan belum memperhitungkan biaya overhead secara menyeluruh. HPP yang didapat dari perhitungan produsen menggunakan variable costing sebesar Rp150.176. Sehingga terdapat adanya selisih antara perhitungan HPP produsen dengan HPP metode full costing. Selisih yang didapat sebesar Rp8.505. Jumlah produksi yang dihasilkan dalam satu kali produksi sebesar 28 kg. Dalam satu kali produksi membutuhkan waktu 7 hari.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Semangka (Citrullus lanatus) di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan Erma Dwi Amelia; Joko Sutrisno; Dewi Hastuti; Sri Wahyuningsih
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.511

Abstract

Semangka merupakan komoditi tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara intensif oleh petani semangka di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan usahatani semangka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis. Penentuan sampel daerah menggunakan metode purposive sampling. Penentuan responden menggunakan metode sensus sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan kajian pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya Rp 2.703.203/MT dengan rata-rata penerimaan Rp 5.320.000/MT dan rata-rata pendapatan Rp 2.616.172/MT. Sedangkan rata-rata total biaya Rp.13.516.015/Ha dengan rata-rata penerimaan Rp 26.600.000/Ha dan rata-rata pendapatan Rp 13.083.985/Ha. Faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan usahatani semangka adalah luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK, dan pestisida. Uji F menunjukkan bahwa luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK dan pestisida berpengaruh secara simultan. Uji t menunjukkan bahwa secara parsial variabel yang berpengaruh secara nyata yaitu luas lahan dengan nilai signifikan 0,001, pupuk NPK dengan nilai signifikan 0,001, dan pestisida dengan nilai signifikan 0,077. Sedangkan untuk variabel yang berpengaruh secara tidak nyata yaitu benih dengan nilai signifikan 0,215, dan pupuk urea dengan nilai signifikan 0,268. Berdasarkan analisis data koefisien determinasi (R2) adalah 0,918 artinya 91,8% naik turunnya pendapatan usahatani semangka dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang ada di penelitian ini dan sisanya sebesar 8,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.