Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Descriptive Report on Teachers Skills in Developing Sociable Learning Model at Kindergarten in Bandung Mohamad Helmi Ismail; Solihin Ichas Hamid; Tuti Istianti
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 13, No 2 (2022): November 2022
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.698 KB) | DOI: 10.17509/cd.v13i2.51059

Abstract

The sociable learning model is a newly built model and is applied in the implementation of community service. Meanwhile, teachers’ experience regarding the model only occurs during training. The inquiry about teacher achievement in implementing the sociable learning model needs to be done to see the teachers’ achievements in developing learning programs by applying the sociable learning models. Such efforts must be made to provide an overview of the training’s success. Descriptive research is conducted using qualitative methods involving several teachers from seven kindergartens located in the city of Bandung. Based on the research findings, the teachers' skills in making the lesson plan are relatively good, as well as their performance in applying sociable learning models in Kindergartens although some of them experience difficulties in designing rule-agreement activities in their lesson plans. By looking at the results of those achievements, it can be concluded that the training has been fairly successful. However, the teachers still need to adapt further to the concept of sociable learning models so that they can design better rule-agreement activities.
Analisis Model Contextual Teaching and Learning terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Latifah Meynawati; Mochammad Amirul Rifqi Haryadi; Rachmi Nursifa Yahya; Sekar Ayu Cahyani; Syva Lestiyani Dewi; Tuti Istianti
Journal on Education Vol 5 No 1 (2022): Journal on Education: Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since a teacher's ability to instruct in class has a direct bearing on students' hopes for their own education, it's crucial that they acquire effective teaching strategies through the use of proven pedagogical models. Teachers can implement the Contextual Teaching and Learning Model in the classroom to change the way their students learn. The primary purpose of this research is to evaluate the CTL learning model's potential for improving the quality of education in the primary grades by promoting student engagement and encouraging collaborative efforts to improve social studies instruction.
Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Materi Keberagaman Hani Risdiany; Indah Cahaya Putri; Putri Salma N; Rani Fitriani; Siti Fatimah; Tuti Istianti
Journal on Education Vol 5 No 1 (2022): Journal on Education: Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i1.676

Abstract

This research is a literature study or literature review with a qualitative descriptive approach. Researchers obtained data from several sources such as journals, theses, books, and others that are still relevant to this research study. The instrument in this study was the researcher himself who reviewed some of the results of previous research which were then described in paragraphs. The stages in obtaining research data are starting from reading, analyzing and then concluding. The results showed that the Problem Based Learning model was able to improve the learning outcomes of elementary school students in diversity matters. The existence of giving problems in the diversity material used, is able to spur students to think critically. With the problems given students can provide solutions to their problems according to the findings they find from the various sources they have used. Through discussions to solve problems, students are able to get various answers so that the most appropriate answer can be chosen to solve the problem. With the Problem Based Learning model, student cooperation will be trained so that students are able to improve their critical thinking as a whole.
ANALISIS PEMBELAJARAN IPS DALAM MENGEMBANGKAN KNOWLEDGE, ATTITUDE, SKILL DAN VALUES DI SD LABSCHOOL Fadhilah Salsabila Riadi; Delia Maharani; Geovani Sabarhita Nimaisa; Syifaun Nafisah; Tuti Istianti
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jkpd.v8i1.9689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Social (IPS) dalam mengembangkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), sikap (attitude), dan nilai (values). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Adapun kajian yang digunakan adalah hasil wawancara dan observasi. Peneliti juga menggunakan penelitian yang relevan dari situs web, diantaranya Sinta, DOAJ, dan Google Schoolar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan knowledge, skill, attitude dan vanue sudah dikembangkan pada siswa kelas VI SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru. Hal ini dilihat dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap guru serta siswa kelas VI SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru.
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN SECARA KOLABORATIF Vera Kristiana Ariin; Edi Rohendi; Tuti Istianti
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 8, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.039 KB) | DOI: 10.17509/cd.v8i1.10555

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang ditemukan oleh peneliti mengenai kurang berkembangnya perkembagan sosial anak terutama pada hal kerjasama dan interaksi dengan teman di sekolah TK Sukahaji kelompok B. Subjek penelitian sebanyak 13 anak, yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Tujuan penelitian tersebut adalah (1) untuk meningkatkan perkembangan sosial anak melalui metode bermain secara kolaboratif, (2) untuk mengetahui hasil perkembangan sosial anak melalui metode bermain secara kolaboratif. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu dengan bermain diantaranya permainan memasukan pensil ke botol, pindah sarung, galah asin, puzzle, bakiak dan lain-lain yang dilakukan secara berkelompok yang didalamnya terdapat interaksi antar anak dalam kelompok. Kegiatan bermain merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak dalam mengembangkan berbagai keterampilan anak. Bermain secara kolaboratif memberikan kesempatan kepada anak untuk bekerjasama dan berinteraksi dalam kelompok. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Elliot, yakni terdiri dari 3 siklus dan 9 tindakan. Teknik pengumpulan data menggunakan beberapa teknik yakni observasi guru, observasi anak, wawancara anak, penilaian proses, catatan lapangan dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dideskripsikan pada hasil penelitian serta direfleksikan untuk merencanakan pembelajaran selanjutnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (l)meningkatkannya perkembangan sosial anak melalui metode bermain secara kolaboratif, (2) hasil perkembangan sosial anak meningkat setelah diterapkannya metode bermain secara kolaboratif, rata-rata kelas pada siklus 1 yaitu 1,78 meningkat pada siklus 2 rata-rata kelas menjadi 2,09 dan rata-rata kelas siklus 3 mengalami peningkatan menjadi 2,69. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa menggunakan metode bermain secara kolaboratif dapat meningkatkan perkembangan sosial anak. Diharapkan semua pihak sadar pentingnya pencapaian perkembangan sosial pada anak, karena dengan optimalnya perkembangan sosial pada anak, maka aspek perkembangan lainnya pun berkembang secara optimal.Kata Kunci: Perkembangan Sosial Anak, Bermain, Kolaboratif
MODEL PEMBELAJARAN PERILAKU SOSIAL KEWARGANEGARAAN: UPAYA GURU DALAM MEMUPUK GOTONG ROYONG SEJAK DINI Tuti Istianti; Fauzi Abdillah; Solihin Ichas Hamid
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 9, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.663 KB) | DOI: 10.17509/cd.v9i1.11729

Abstract

Abstract: There are at least two prefix skills that need to be mastered in realizing gotong royong early on, ie friendship and sharing skills. These two altruistic skills need to be strategically grown through the learning model. The Social Behavior Models of Citizenship (PrSKn) that are being developed carry the mission. As an integrated strategy in early childhood learning games, this learning model seeks to strengthen its role as a strategy to nurture and grow altruistic skills in realizing mutual cooperation, so that children have enough skills for the community. This article explains how the teacher's efforts and difficulty in optimizing the learning game through the civic social behavior model. The results show that teachers have difficulty in three things, namely the selection of appropriate games, timing and management of learning in accordance with the PrSKn model. So this article recommends providing references to different types of learning games, comprehensive instructional instruction guides and regular training so that teachers can optimize the game as a child's learning strategy to master friendship and sharing skills.Keywords: Social Citizenship Behavior, Gotong Royong, Early Childhood Education Abstrak: Setidaknya terdapat dua keterampilan awalan yang perlu dikuasai dalam mewujudkan gotong royong sejak dini, yakni keterampilan berteman dan keterampilan berbagi. Dua keterampilan altruistik tersebut perlu ditumbuhkan secara strategis melalui model pembelajaran. Model Perilaku Sosial Kewarganegaraan (PrSKn) yang tengah dikembangkan mengemban misi tersebut. Sebagai strategi yang terintegrasi pada permainan belajar anak usia dini, model pembelajaran ini berupaya menguatkan perannya sebagai strategi untuk memupuk dan menumbuhkan keterampilan altruistik dalam mewujudkan gotong royong, sehingga anak mempunyai bekal keterampilan yang cukup untuk bermasyarakat. Artikel ini menjelaskan bagaimana upaya guru dan kesulitannya dalam mengoptimalkan permainan belajar melalui model perilaku sosial kewarganegaraan. Hasilnya menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam tiga hal, yakni pemilihan permainan yang tepat, pengaturan waktu dan pengelolaan pembelajaran yang sesuai dengan model PrSKn. Maka artikel ini merekomendasikan untuk menyediakan referensi jenis permainan belajar, pedoman pelaksanaan pembelajaran yang komprehensif dan pelatihan yang rutin agar guru dapat mengoptimalkan permainan sebagai strategi belajar anak untuk menguasai keterampilan berteman dan berbagi. Kata Kunci: Perilaku Sosial Kewarganegaraan, Gotong Royong, PAUD
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Iflah Laily Tsani; Nenden Ineu Herawati; Tuti Istianti
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 7, No 2 (2016): November 2016
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.512 KB) | DOI: 10.17509/cd.v7i2.10529

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih terdapat anak yang belum optimal dalam melakukan tugas perkembangan sesuai dengan usianya melalui kegiatan sehari-hari anak baik dilingkungan sekolah, maupun lingkungan rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan dari pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak usia dini pada kelompok B pada Taman Kanak-kanak di Kecamatan Cileunyi. Variabel dalam penelitian ini yaitu pola asuh orang tua yang menjadi variabel X dan kemandirian anak usia dini yang menjadi variabel Y. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian korelasional dengan teknik pengumpulan data melalui kuisioner. Sampel penelitian sejumlah 210 anak dengan kisaran usia 5-6 tahun dan 210 orang tua anak di 10 Taman Kanak-kanak di Kecamatan Cileunyi dengan menggunakan teknik stratified random sampling yaitu sampel acak sederhana yang distratifikasikan. Adapun hasil pengolahan data mengenai kuisioner adalah menunjukkan pola asuh orang tua anak yang dimiliki oleh orang tua anak pada Taman Kanak-kanak di Kecamatan Cileunyi yaitu 185 orang tua anak dari jumlah sampel 210 orang memiliki pola asuh orang tua yang demokratis dengan presentase sebanyak 88,1% dan jumlah anak yang memiliki sikap Sudah Mampu Sendiri (SMS) adalah 185 orang anak dari jumlah sampel 210 orang anak dengan presentase 88,1%. Perhitungan uji korelasi yaitu menggunakan statistik non parametrik dengan bantuan Software SPSS versi 20, dan perhitungan korelasi dengan Product Moment Spearman menunjukkan koefesien korelasi sebesar 0,855 dengan taraf signifikasi 0,05 memiliki tingkat hubungan yang sangat tinggi. Pola asuh orang tua berpengaruh terhadap kemandirian anak usia dini sebesar 73,1%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat tinggi antar pola asuh orang tua dengan kemandirian anak usia dini.Kata Kunci : Pola asuh, orang tua, kemandirian, anak usia dini
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL UNTUK MEMBENTUK PRILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI Tuti Istianti
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 6, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.09 KB) | DOI: 10.17509/cd.v6i1.10515

Abstract

Masa usia PAUD adalah masa keemasan (golden age) saatnya memperoleh stimulasi seluruh aspek perkembangan termasuk  aspek sosial-emosinya. Masa-masa kehidupan awal anak, merupakan fase terpenting pertumbuhan otak dan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pendidikan anak usia dini ini diberikan agar dapat berkembang secara optimal. Mengingat pentingnya masa usia ini, peran stimulasi berupa penyediaan lingkungan yang kondusif yang disiapkan pendidik baik akan sarana prasarana, penanganan pengasuhannya  sehingga anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensinya, diantaranya nilai-nilai agama, emosi, sosial, dan kemandiriannya.            Upaya untuk mengembangkan keterampilan sosial harus dilakukan melalui kegiatan bermain. Dengan bermain anak memperoleh kesempatan yang sangat luas untuk berkreasi, bereksplorasi, menemukan, dan mengekspresikan perasaannya. Kegiatan pembelajarannya perlu memberikan dorongan kepada anak untuk mengungkapkan kemampuan dalam membangun gagasan, bekerjasama, berinteraksi, bertanggung jawab. Suasana pembelajaran yang dirancang melalui mengembangkan keterampilan sosial akan mendorong dan menciptakan anak untuk meningkatkan kemampuan berpikir, berprilaku berdasarkan keragaman realitas sosial.           Kata Kunci:  Pengembangan Keterampilan Sosial, Prilaku  Sosial , Anak Usia Dini
REKONSTRUKSI NILAI MORAL KEWARGANEGARAAN BERDASAR ANALISIS SEMANTIK TERHADAP UNGKAPAN KULTURAL MASYARAKAT SUNDA Solihin Ichas Hamid; Tuti Istianti
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 2 (2012): November 2012
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.025 KB) | DOI: 10.17509/cd.v3i2.10340

Abstract

Studi  ini, merupakan kajian pendahuluan dan penelusuran konseptual berkenaan dengan ungkapan idiomatik  dalam tradisi kultural masyarakat Sunda  yang berfungsi menjadi  ‘petatah-petitih’  dalam bentuk Babasan dan Paribasa dalam perspektif Nilai Moral Kewarganegaraan. Untuk mendapatkan gambaran berkenaan dengan standar  acuan, dilakukan analisis semantik atas muatan makna ungkapan idiomatik  berdasarkan tema kewarganegaraan, yang merupakan sejumlah nilai kebaikan hingga kebajikan, baik  bersifat personal, sosial dan institusional;  yang direkonstruksi ke dalam 7 kategorisasi sikap moral yakni : 1)  ramah, santun, tahu diri, rendah hati)  ; 2)  sabar, ikhlas, besar hati, terbuka, lurus / jujur ; 3) bersahabat, suka menolong) ; 4), pengabdian, kesiagaan dan kewaspadaan  ; 5) teguh  membela kehormatan, kesatria, berani dan perwira;  6)  ulet, tangguh, ajeg, berorientasi mutu (pekerjakeras dan cerdas) mandiri ; 7)  adil terhadap sesama, arif bijaksana. Keberadaan seutuhnya pemakaian Babasan dan Paribasa ada dalam setting waktu dan tempat tertentu yang menunjukan kuatnya institusi kolektif  dalam memelihara dan melestarikan warisan bahasa sebagai bagian dari sistem budaya etnik lokalnya. Untuk itu, selain identifikasi dan sekaligus klasifikasi hingga kategorisasi isi terhadap objek kajian ini yang telah menjadi  himpunan yang bersusun secara alfabetik  dan menjadi fakta literer, kelengkapan dan keutuhannya tetap ada pada lingkup komunitas praksis penggunaan bahasa Sunda itu sendiri.  Sehingga selain terhadap sumber tertulis, penelusuran tetap dilakukan secara etnografis melalui wawancara mendalam, kegiatan berperanserta dan analisis dokumentasi lainnya pada lingkup kehidupan keseharian manusia Sunda, baik secara personal, kelompok, dan komunitas besar pendukung sistem adat tradisional, baik pada lingkup homogen di pedalaman  maupun realitas dinamis  sebagai bagian dari  heterogenitas warga desa / kota di luar situs. Masyarakat pemelihara Adat di Kabupaten Cigugur Kuningan memiliki representasi menjadi lokasi pilihan, karena mewakili ragam dinamika sebagaimana perkembangan masyarakat Sunda umumnya, pada moment dan event tertentu menghadirkan kolaborasi dan konfigurasi apresiasi seni budaya tradisional secara bersama dan bersatu dengan  pemelihara nilai-nilai luhur adat lokal lainnya di Nusantara. Kata Kunci : Rekonstruksi, Ungkapan Kultural, Idiomatik, Babasan-Paribasa, Semantik, Nilai-Moral Kewarganegaraan, 7 Kategori Tema Kewarganegaraan, Masyarakat Sunda : 
PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI MEDIA BELAJAR BAGI ANAK USIA DIN Tuti Istianti
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2013): November 2013
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/cd.v4i2.10393

Abstract

Dalam rangka memperkaya kreativitas serta minat belajar anak usia dini adalah dengan cara memperkenalkan dan mengakrabkan mereka dengan alam dan lingkungan setempat. Pemanfatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar bagi anak usia dini, tujuannya anak lebih memahami hal-hal, peristiwa-peristiwa, dan keadaan atau fenomena-fenomena yang ada di lingkungannya. Selain mereka menjadi manusia yang kreatif, diharapkan pula menimbulkan kesadaran cinta alam mungkin juga turut berpartisipasi dalam menanggulangi dan menjaga serta memelihara lingkungannya dengan cara-cara mereka. Yang lebih penting, dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar bagi anak usia dini, diharapkan selain dapat menumbuhkan kreativitas dan jiwa inovatif bagi anak juga dapat menentukan kecenderungan dan ke arah nilai dan sikap kelakuan manusia lebih baik lagi terutama dalam memperlakukan lingkungan alam dan sosialkemasyarakatannya. Kata Kunci : Anak Usia Dini, Kreativitas, Media Lingkungan