Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa perbedaan informasi anatomict scanmastoid dengan pilihan kombinasi slice thickness danfilterpada kasus otitis di RS TK II Pelamonia Makassar Khasanah, Nurul Sarifatul; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Aris Diartama, Anak Agung
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 11 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v1i11.501

Abstract

OTITIS menjadi salah satu kasus yang paling banyak di temui. OTITIS adalah infeksi akut pada bagian tengah telinga. Untuk mendeteksi OTITIS dapat dilakukan dengan pemeriksaan radiologimenggunakan pemeriksaan Computed Tomography. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan informasi anatomict scanmastoid dengan pilihan kombinasi slice thickness danfilterpada kasus otitis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2022 di Instalasi Radiologi RS Pelamonia Tingkat II MAKASSAR . Penulis mengambil data pemeriksaan CT Scan Mastoiddengan kasus OTITIS sebanyak 4 sampel pasien. Hasil penelitian menghasilkan adanya perbedaan variasi SLICE THICKNESS dan FILTER. . Penggunaan SLICE THICKNESS terbaik adalah SLICE THICKNESS 1 dan FILTERterbaik adalah FILTERSharpuntuk memberikan informasi citra anatomis CT Scan Mastoid kasus OTITIS.
Prosedur pemeriksaan MRI Ankle pada Kasus Achiles Tear Ruptur di Instalasi Radiologi General Hospital Kasih Ibu Denpasar Nur Rahman, Muhammad Farid Novrie; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Triningsih, Triningsih
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i3.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang pemeriksaan MRI pada achiles tear ruptur menggunakan head coil. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pemeriksaan MRI ankle pada kasus Achiles Tear Ruptur dengan menggunakan head coil. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa head coil merupakan coil yang dapat berperan sebagai pemancar RF sckaligus dan penerima sinyal schingga sering disebut transreceiver. Keuntungan head coil yaitu merupakan coil yang memiliki dua preamplifier (penerima dua sinyal) yang mendapatkan phase 90° yang berbeda, sehingga dapat meningkatkan SNR dan mengurangi pulse power sampai setengahnya. Keuntungan yang lainnya yaitu menghasilkan homogenitas yang baik dibanding semua koil, dan penggunaan head coil pada pemeriksaan MRI Ankle sudah cukup untuk menampilkan informasi diagnostic ankle jika ada kelainan kasus Achiles Tear Ruptur.
Analisis nilai CT Number pada pemerikasaan CT Scan Thorax pada Kasus Efusi Pleura di RS Bhayangkara Makassar Puspaningrum, Sania; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Darmita, I Made Purwa
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i6.535

Abstract

The goal of this study was to find out what the CT number meant on a thorax CT scan in Pelura Effusion cases at Bhayangkara Hospital Makassar. This study used a quantitative descriptive study with an observational approach. Based on the results of the research conducted, researchers can conclude that there is an influence of the CT number value on the thorax CT scan examination in pleural effusion cases. In the research that was conducted, the researchers obtained a sample of 2 patients with pleural effusion cases at the Radiology Installation at Bhayangkara Hospital, Makassar. A chest CT scan of a case of non-contrast pleural effusion revealed dense free fluid in the pleural vacuum in the first patient. With the coronal section, the maximum HU value is 22.56 HU and the minimum value is 2.47 HU, while the maximum HU value on the axial section is -7.06 HU and a minimum value of -31.31 HU. In the second patient, the maximum value of the coronal section was 22.09 HU and the minimum value was 9.88 HU, while the axial section had a maximum value of 24.09 HU and a minimum value of 12.25 HU.
Perbedaan Informasi Citra Anatomi Pada Kasus Mioma Uteri Dengan Variasi Window Width 400 Hu, 500 Hu, 600 Hu Dan 700 Hu Di Rs. Ibnu Sina “YW-UMI” Yuliani, Winda; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Arywidiastuti, Cokorda Istri
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i2.540

Abstract

Salah satu masalah kesehatan reproduksi wanita adalah mioma uteri. Mioma uteri merupakan tumor pelvis yang terbanyak pada organ reproduksi pada wanita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan variasi window width terhadap informasi citra anatomi CT Scan Abdomen pada kasus mioma uteri. Pemeriksaan yang menggunakan CT Scan memiliki tujuan untuk mengetahui apakah terdapat kelainan atau tidak pada organ tubuh manusia tanpa harus melakukan operasi bedah. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, yaitu peneliti mengambil data yang dengan sengaja memanipulasi satu atau lebih untuk mengetahui pengaruh variasi window width terhadap informasi citra anatomi pemeriksaan CT Scan Abdomen pada kasus mioma uteri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti, di dapatkan hasil uji friedman bahwa ada pengaruh kualitas citra pemeriksaan CT Scan Abdomen pada kasus Mioma Uteri dengan menggunakan variasi window width 400 HU, 500 HU, 600 HU, dan 700 HU. Dari rentang window width hasil penelitian dari uji friedman di dapatkan nilai terbaiknya adalah window width 400 HU yaitu dengan mean rank 3.70. Hasil uji friedman menunjukkan nilai p.value <0.000 sehingga Ho di tolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulakan bahwa ada pengaruh variasi window width terhadap kualitas citra anatomi.
UJI KENDALI MUTU KUALITAS CITRA PESAWAT CT SCAN MULTISLICE UNITED IMAGING HEALTHCARE DI UNIT RADIOLOGI RUMAH SAKIT BALIMED BULELENG Widiatmika, Alit Hardy; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Wikanadi, Nyoman Sri
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.27712

Abstract

CT Scan adalah alat diagnostik penting dalam bidang radiologi yang memerlukan uji kendali mutu kualitas citra untuk memastikan keandalannya. Uji kendali mutu meliputi evaluasi CT Number, artefact, dan visual checklist sesuai dengan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 2 Tahun 2018. CT Number berperan dalam membedakan kelainan organ, artefact mendeteksi kesalahan informasi pada citra, dan visual checklist memastikan fungsi alat. Kebaruan Penelitian ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Unit Radiologi Rumah Sakit Balimed Buleleng untuk menguji kendali mutu kualitas citra pada perangkat CT Scan Multislice merek United Imaging Healthcare. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil kendali mutu kualitas citra pada alat CT-Scan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Balimed Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Data diambil melalui pengujian phantom menggunakan alat CT-Scan. Hasil penelitian menunjukkan CT Number di ROI pusat pada tiga irisan berturut-turut adalah -0,3; -0,1; dan 1,2. Pengukuran ROI di tepi pada irisan kedua menunjukkan nilai arah jam 12 sebesar 0,1; jam 3 sebesar 0,4; jam 6 sebesar 0,7; dan jam 9 sebesar 0,5. Semua hasil berada dalam batas toleransi standar BAPETEN. Tidak ditemukan artefact pada pengujian citra, dan hasil visual checklist menunjukkan kondisi alat dalam keadaan layak pakai.  Kesimpulannya yaitu Uji kendali mutu kualitas citra CT Number, artefact, dan visual checklist pada alat CT-Scan Rumah Sakit Balimed Buleleng telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BAPETEN Nomor 2 Tahun 2018. Alat CT-Scan dinyatakan dalam kondisi andal dan layak digunakan untuk pemeriksaan diagnostik.
Estimasi Dosis Radiasi yang Diterima Pasien pada Pemeriksaan Thorax PA di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Balimed Karangsem: Estimation of Radiation Dose Received By Patients During PA Thorax Examination in the Radiology Department of Balimed Hospital karangsem Putri, Ni Putu Vera Sintya Amanda; Jeniyanthi, Ni Putu Rita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7711

Abstract

DRL adalah alat optimasi proteksi dan keselamatan radiasi bagi pasien dan mencegah paparan radiasi yang tidak diperlukan. Implementasinya, jika ada dosis pasien yang melebihi nilai DRL maka perlu dilakukan evaluasi untuk mencari kemungkinan penyebabnya dan opsi tindakan perbaikan yang sesuai, kecuali dosis tersebut tidak dapat dihindari dan harus terjustifikasi secara medis. Adanya evaluasi ini memungkinkan nilai DRL semakin lama akan semakin serendah mungkin. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui nilai DRL dan mengetahui nilai dosis pasien Thorax apakah sudah sesuai atau tidak dengan BAPETEN. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif pendekatan survei. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dosis radiasi yang diterima pasien dewasa pada pemeriksaan Thorax PA di Instalasi radiologi RS BaliMed Karangasem bervariasi antara 0,016 mGy sampai 0,029 mGy. Dari hasil penelitian didapat nilai Diagnostic Reference Level ( DRL) untuk pemeriksaan thorax PA dewasa di Instalasi Radiologi Rumah Sakit BaliMed Karangasem adalah 0,0203 mGy. Mengacu pada peraturan BAPETEN dalam tabel Indonesian Diagnostic Reference Level (IDRL) 2021 dosis serap radiasi sebesar 0,0203 mGy. Maka dosis serap radiasi yang diterima pasien thorax PA telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BAPETEN.
Analisis Pemeriksaan CT Scan Thorax dengan Kontras pada Klinis Tumor Paru di RS Bhayangkara Makassar Dewi, Rusma; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Kristin, Putu Mira
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.31357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontras pemeriksaan CT Scan Thorax pada pasien dengan klinis tumor paru di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. CT scan merupakan metode radiodiagnostik yang efektif untuk mendeteksi berbagai kondisi patologis, termasuk tumor paru. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kontras meningkatkan akurasi diagnosis tumor paru, dengan prosedur pemeriksaan yang meliputi persiapan pasien, penggunaan alat CT Scan Toshiba 80 Slice, dan teknik pemantauan yang tepat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berharga untuk praktik radiologi dan perencanaan terapi pasien.
Analisis Prosedur Pemeriksaan Mri Brain Pada Kasus Parese Cranial Nerve VI Dengan Sekuen 3D bSSFP: Studi Kasus Di Instalasi Radiologi Rs Di Daerah Jakarta Prima, Regitha Debiesga; Jeniyanthi, Ni Putu Rita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22701

Abstract

Parese CN VI merupakan kelumpuhan saraf kranialis keenam yang menyebabkan gangguan pergerakan bola mata dan penglihatan ganda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prosedur MRI Brain pada parese CN VI serta mengevaluasi peran 3D bSSFP (FIESTA) dalam visualisasi saraf dan deteksi kelainan. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melibatkan satu pasien yang dilakukan pemeriksaan MRI Brain. Hasil penelitian menunjukkan persiapan pasien meliputi melepaskan benda logam, mengganti pakaian, screening medis, dan buang air kecil. Dan menggunakan MRI 1,5 T dengan head coil, body strap, spons/busa, selimut, dan emergency buzzer. Protokol pemeriksaan mencakup 3-plane localizer, Sagital T1 SE, Sagital T2, Coronal T2, Axial DWI b-value 1000, Axial T1, Axial T2 Propeller, Axial T2* GRE, Axial T2 FLAIR, dan Axial 3D bSSFP (FIESTA). Peran 3D bSSFP (FIESTA) untuk menilai jalur CN VI, mendeteksi kompresi saraf. Kesimpulan pemeriksaan MRI Brain pada parese CN VI dengan sekuen 3D bSSFP (FIESTA) meningkatkan visualisasi nervus abducens dan deteksi kelainan dibandingkan sekuen rutin.
Co-Authors Alifah Rizky Octavia Anak Agung Aris Diartama Annila Suryo Saputro Aprilia, Helen Prisca Aris Diartama, Anak Agung Arywidiastuti, Cokorda Istri Cahyani, rahmawati dwi Cokorda Istri Ariwidiastuti Cokorda Istri Ary Widiastuti Cokorda Istri Arywidiastuti Cokorda Istri Arywidiastuti Darawia, Inggrid Anjali Darmita, I Made Purwa Denita Puspita Sari Dewi, Rusma Dian Indrayani Solong Diartama, A.A Aris Diartama, Anak Agung Aris Donny Kristanto Mulyantoro Donny Kristanto Mulyantoro Donny Kristanto Mulyantoro Faisal Amri Faisal Amri Faisal Amri Fikli, Devina Ganapati, Ngakan Putu Daksa Hildaimawanti Hildaimawanti I Bagus Gede Dharmawan I Bagus Gede Dharmawan I Gusti Putu Agung Wisnu Putra I Kadek Sukadana I Made Adhi Mahendrayana I Made Lana Prasetya I Made Purwa Darmita I Putu Eka Juliantara Irma Rizky Kadek Agus Cahya Pramana Khasanah, Nurul Sarifatul Kouwe, Jihan Rahima Kristin, Putu Mira Kurnia, Yoktobriyati Leny Latifah Leny Latifah Leny Latifah Mahayani, Desak Nyoman Maria Adriana Rawi Masus, Gresaldy Mayori Permata Maybet, Fiyo Sandisukma Mohammad Agus Pribowo Mughnie, Burlian Nakis, Yetri Putri Melani Negara, I Putu Surya Dharma Ngakan Putu Daksa Ganapati Ni Luh Putu Sari Widari Ni Luh Putu Sari Widari nirma, Nirmala Nur Rahman, Muhammad Farid Novrie Nurmajila Nurmajila Nurul Sarifatul Khasanah Nurwahidah Iskandar, Andi Palan, Gawi Roland Palar, Gloria Tesalonika Kyrieous Prasticha, Arlin Welda Prima, Regitha Debiesga Puspaningrum, Sania Putri, Ni Putu Vera Sintya Amanda Putu Mira Kristin Rezki Amalia Riadi, Komang Reza Sania Puspaningrum Sari, Putu Aulia Kartika Sri Marleni, Sagung Ngurah Sudiyono Sudiyono Sudiyono Sudiyono Sudiyono Sudiyono Sugiantara, I Wayan Ariec Sugiartha, I Putu Supriyani, Nyoman Susanta, I Putu Adi Triningsih Triningsih Triningsih Triningsih Tripaldy Battola Toding Widari, Ni Luh Putu Sari Widiatmika, Alit Hardy Wikanadi, Ni Komang Sri Wikanadi, Ni Nyoman Sri Wikanadi, Nyoman Sri Winatra, I Komang Yogi Winda Yuliani Wirajaya, I Wayan Angga Wirajaya, Wayan Angga Wulandari, Putu Irma Yudha Baskara Ganakin, Gde Yuliani, Winda Zainal Abidin AR Malasugi Zefanya G. Pandelaki