Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : CEJou

PENERAPAN PEWARNAAN GRAF DALAM PEMBUATAN JADWAL MENGAJI KITAB SALAF DI PONDOK PESANTREN ASSHOLACH KEJERON Mukhamad Azkiyak; Isnawati lujeng lestari
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 4 No. 1 (2023): Central Journal of Education (CEJou) July
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v4i1.218

Abstract

The research aims to solve the problems that occur in Islamic boarding school Assholach Kejeron related to the arrangement of the schedule for reading the book especially at the time of the holy month of Ramadan, because students who return to school cottage to study the books of the salaf, so there is a need for a schedule arrangement study books that are structured and in accordance with the situation and conditions in the cottage pesantren, so that there is no overlap/ clash between reciting the books of the salaf. Graph coloring is a part of graph theory that can be used To solve problems regarding scheduling, there are three types: The graph coloring used is vertex, edge, Region. The type of cloud used in this study is point coloring. As for the preparation of the schedule for reading the book in this study, namely: using graph coloring with Welch Powel Algorithm. After coloring is done, it will get the chromatic number which is the minimum number of colors used in point coloring. The data that is processed into a schedule in this research are: includes: the number of teachers/supervisors who teach, the number of books to be taught teaching and the place to be used. By linking the books which will be taught as the point and the supervising teacher as the side then a graph is formed which is then colored using the algorithm welch powel, for the point coloring find the coloring result to get the number The chromatic number is then represented as a schedule recite the book in one week, with Friday and Sunday off because the day visit students in Javanese (submission of students) .
KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI SISWA SMP PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR: pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan, daftar pustaka, profil singkat fitria, lailatul; Lestari, Isnawati Lujeng
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 5 No. 2 (2024): Central Journal of Education (CEJou) December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v5i02.509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir geometri siswa pada materi transformasi geometri ditinjau dari motivasi belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini di antaranya, angket motivasi belajar, tes berpikir geometri, dan pedoman wawancara yang telah di validasikah kepada para ahli. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa yang diambil dari kelas kelas IXB SMPN 1 Pohjentrek. Pengambilan subjek tersebut hasil angket motivasi belajar yang diambil tiap subjek berisi 2 siswa dengan motivasi belajar berdasarkan nilai tugas, keyakinan, siswa, dan efikasi diri. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket, tes, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan motivasi belajar berdasarkan nilai tugas memiliki kemampuan berpikir geometri yang tinggi dengan persentase 83,25%, siswa dengan motivasi belajar berdasarkan keyakinan memiliki kemampuan berpikir geometri yang sedang dengan persentase 66,5% dan siswa dengan motivasi belajar berdasarkan keyakinan memiliki kemampuan berpikir geometri yang rendah dengan persentase 37,5%.
Aplikasi Pewarnaan Graf untuk Menentukan Jadwal Ujian Skripsi di Prodi Pendidikan Matematika ITSNU Pasuruan Lestari, Isnawati Lujeng; Umilasari, Reni
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 3 No. 2 (2022): Central Journal of Education (CEJou) December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v3i2.162

Abstract

In 2022, Matematics Education of ITSNU Pasuruan will conduct a Thesis examination for the first batch of student. In order to be more effective and there is no overlap in the implementation of the thesis exam, proper and efficient techniques are needed in solving problems in the preparation of the thesis exam schedule. One of the the techniques that can be used for the preparation of the thesis exam schedule is by applying graph coloring with the main -sequence algorithm. The reseach method used in this research is literature study and data collection. The algorthm can be applied in preparing the thesis exam schedule at the Matematics Education ITSNU Pasuruan. The result of this study obtained seven test schedule that can be used so that there are no clashes between the thesis exam schedule with the same supervisior. Suggestiob for the further research to improve in terms of schedule accurary, space, time and other variable so that the schedule obtained is more efficent and effective.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT (STAD) DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL Isnaini, Afiatul Isnaini; Lujeng Lestari, Isnawati
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 4 No. 2 (2023): Central Journal of Education (CEJou) December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v4i2.279

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa kelas VIII A MTs Assholach Kejeron, kemampuan komunikasi matematis pada siswa terbilang sedang. Hal ini berdasarkan hasil dari analisis soal yang menguji kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII A pada materi Statistika di nyatakan bahwa sebagian besar siswa kesulitan dalam memahami soal cerita. Menyikapi permasalahan tersebut, maka diperlukan model atau metode pembelajaran yang dapat membangkitkan dan mendorong timbulnya aktivitas aktif siswa dalam pembelajaran sehingga akan berdampak pada meningkatnya kemampuan komunikasi matematika. Model Student Teams Achievement Division (STAD) dipilih sebagai salah satu alternatif pembelajaran di mana guru dalam mengajar dapat membantu siswa untuk melatih kemampuan komunikasi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP ditinjau dari tingkat kecerdasan emosional dengan model pembelajaraan kooperatif tipe Kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti dan instrumen pendukungnya adalah angket kecerdasan emosional, tes kemampuan komunikasi matematis, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) hanya perlu membaca keseluruhan soal sekali untuk menemukan informasi yang terdapat pada soal kemudian mengulangnya kembali untuk menuliskannya pada lembar jawaban yang disediakan. Selain itu, subjek sangat santai dan yakin dalam mengungkapkan informasi secara lisan. Kemampuan komunikasi matematis siswa yang memiliki kecerdasan emosional sedang dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD)harus membaca permasalahan berulang-ulang terlebih dahulu untuk menemukan informasi yang terdapat pada soal, namun dapat menuliskannya dengan benar pada lembar jawaban yang disediakan. Kemampuan komunikasi matematis siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe tipe Student Teams Achievement Division (STAD) harus disuruh terlebih dahulu untuk membaca dan harus dilihat oleh peneliti pada saat mengerjakan soal, karena jika tidak dilihat subjek hanya diam saja dan melamun, namun dapat menuliskannya dengan benar pada lembar jawaban yang disediakan. Selain itu subjek masih tersendat-sendat dan berpikir lama dalam mengungkapkannya secara lisan.