Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Spatial Analysis of Water Infiltration Potential in the Miu Watershed of Sigi Regency Amati Eltriman Hulu; Hasriani Muis; Sudirman Daeng Massiri; Naharuddin Naharuddin; Bau Toknok; Hendra Pribadi; Abdul Rahman; Arman Maiwa; Rhamdhani Fitrah Baharuddin; Muhammad Adam Suni; Nurul Istiqamah
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol 5, No 2 (2023): May-July
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v5i2.16626

Abstract

Abstract. The sustainable management of the Miu watershed Basin is something that needs to be considered in line with the increasing complexity of environmental sustainability challenges and current water availability, not limited to maintaining the flow of water but need to pay attention to the balance of the ecosystem. Ecosystem conditions that are maintained influence high water absorption capacity, thereby reducing surface water runoff.. This research was conducted in the Miu watershed Basin with the aim of identifying the potential for water absorption, the method used in this study was a scoring method with four parameters, namely soil type, slope, rainfall, and land use. Data analysis was carried out using a Geographic Information System (GIS) approach. The results showed that the water absorption conditions in the Miu watershed Basin were classified as good (8.29%), normal good (73.91%), starting to be critical (14.51%), moderately critical (3.29%), and critical ( 0.00%).
Upaya Peningkatan Kepekaan Mitigasi Bencana Abrasi Pantai Melalui Penanaman Mangrove di Pantai Dupa Layana Indah Istiqamah, Nurul; Hulu, Amati Eltriman; Hartini, Dewi Sri; Toknok, Bau; Maiwa, Arman; Rahman, Abdul; Pribadi, Hendra; Hamka, Hamka; Misrah, Misrah; Megawati, Kartika; Sofyan, Sofyan; Lareke, Amir A; Ladiva, Ladiva; Sidik, Fajar; Dhiaul, Asyraf; Angriyani, Silma
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v3i1.225

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, terutama dalam mengatasi masalah abrasi pantai dan kerusakan lingkungan akibat gelombang air laut. Penurunan vegetasi mangrove di sepanjang garis pantai telah meningkatkan risiko abrasi, yang secara signifikan memengaruhi keberlanjutan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat lokal. Pelaksanaan pengabdian ini difokuskan pada Pantai Dupa Layana Indah, di mana upaya peningkatan kepekaan terhadap abrasi pantai telah dilakukan melalui kegiatan penanaman mangrove yang melibatkan partisipasi mahasiswa dan dosen secara gotong royong. Evaluasi pasca-penanaman mangrove mengungkapkan hasil yang positif, dengan pertumbuhan mangrove yang baik dan menunjukkan kesuksesan dalam upaya pelestarian lingkungan serta penanaman mangrove di Pantai Dupa Layana Indah.
Komposisi vegetasi pada Daerah Aliran Sungai Pangasi Kawasan Cagar Alam Pangi Binangga Kabupaten Parigi Moutong Pramayanti, Diah Natasya Arif; Naharuddin, Naharuddin; Rosyid, Abdul; Purnama, Rizky; Maiwa, Arman; Hulu, Amati Eltriman
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14864

Abstract

This research aims to determine the types of plants and the Important Value Index in the Pangasi River Watershed (DAS) in the Pangi Binangga Nature Reserve. The method used in collecting data is the plot method or checkered path method with four growth levels, namely seedlings (20 m × 20 m), saplings (10 m × 10 m), poles (5 m × 5 m) and trees (2 m × 2 m). Data analysis used the Importance Value Index (INP), a method commonly used in ecological studies. INP analysis includes several parameters, namely relative density, relative frequency, and relative dominance. The results of field identification found 532 individuals with 19 species. Vegetation Analysis Results: Important Value Index at tree level is dominated by Bayur (Pterospermum spp), the pillar level is dominated by Ebony (Diospyros celebica bakh), at the stake level dominated by Pangi/Kepayang (Pangium to success) and at the pillar level dominated by Nyatoh (Palaquium obtusifolium). Results of INP calculations at tree, pole, sapling and seedling levels. In general, of the four growth levels, Nyatoh (Palaquium obtusifolium) is the most dominant plant in the Pangasi River Basin.
Pendapatan dari HHBK getah pinus dan kontribusinya terhadap pendapatan total masyarakat di Desa Uelincu Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso Oktaviani, Oktaviani; Pribadi, Hendra; Rahman, Abdul; Umar, Syukur; Maiwa, Arman
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14885

Abstract

Hasil   Hutan   Bukan   Kayu (HHBK) merupakan bagian  dari ekosistem   hutan   yang   memiliki peran   yang    beragam terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.  Salah satu desa penghasil HHBK getah pinus di Kabupaten Poso, yaitu Desa Uelincu, Kecamatan Pamona Utara. Sebagian besar masyarakatnya desa Uelincu bahkan hampir keseluruhan, masyarakat desa ini sangat mengandalkan penghasilan dari getah pinus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pendapatan HHBK getah pinus  serta mengetahui kontribusinya terhadap pendapatan total masyarakat. Dalam penelitian ini terdapat 30 sampel yang menjadi responden, yang mana sampel ini dipilih secara Purposive mewakili seluruh populasi untuk memberikan gambaran mengenai tujuan penelitian. Pengelolaan getah pinus memberikan keuntungan terhadap petani dengan pendapatan rata-rata Rp. 2.236.667 untuk sekali produksi dengan nilai kontribusi sebesar 61% dari pendapatan total masyarakat di Desa Uelincu, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso.
The Role of Stakeholders in Natural Tourism Management of Kapopo Forest Park, Central Sulawesi Arman Maiwa; Abdul Rahman; Hendra Pribadi; Hamka Hamka; Rhamdani Fitrah Baharuddin; Gerry Jardan
Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55285/bonita.v5i2.2453

Abstract

The main challenge in managing Kapopo natural tourism is the participation of stakeholders who have an interest in its management. The importance of understanding and involvement of stakeholders in the management of Kapopo natural tourism can be seen from the achievement of sustainability in Kapopo natural tourism, which cannot be achieved optimally without effective cooperation between all parties involved. So instruments are needed to involve every stakeholder as the key to the success of Kapopo natural tourism. This research examines the role of stakeholders who have an interest and influence in supporting the successful management of Kapopo Nature Tourism in Central Sulawesi. The method uses qualitative descriptive analysis to see the role of stakeholders, as well as influence and interest analysis to see the influence and interests of each stakeholder in managing Kapopo natural tourism. The results of this research identified 13 stakeholders who have various roles, of which the Forestry Service and the Grand Forest Park Manager are key stakeholders in the management of Kapopo natural tourism. In this research, it was also found that in general the relationship between stakeholders was good, but there were several stakeholders who had different views which had the potential for conflict and could influence the management of Kapopo natural tourism.
PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA KEHUTANAN MELALUI PELATIHAN PENGGUNAAN ArcGIS Hulu, Amati Eltriman; Pribadi, Hendra; Gracia, Vita; Misrah, Misrah; Toknok, Bau; Maiwa, Arman; Hamka, Hamka; Rahman, Abdul; Arianingsih, Ida; Istiqamah, Nurul
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 6 (2023): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i6.180

Abstract

Bidang kehutanan memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan pelestarian ekosistem hutan. Mahasiswa kehutanan perlu memiliki kompetensi yang kuat dalam analisis spasial dan pemetaan guna mendukung pengambilan keputusan yang tepat dalam manajemen hutan. Kompetensi mahasiswa kehutanan dalam memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan hal yang penting saat ini, tidak hanya sebatas teori namun mahasiswa perlu meningkatakan kompetensinya dengan kegiatan-kegiatan yang mendukung. Untuk itu dilakukan kegiatan pelatihan dalam meningkatakan kompetensi mahasiswa kehutanan, Universitas Tadulako dalam menggunakan software ArcGIS dengan tujuan Meningkatkan Pemahamaman Mahasiswa Kehutanan dalam mengetahui peran ArcGIS dalam ruang lingkup kehutanan dan meningkatkan Pemahaman mahasiswa tentang data spasial. Pelatihan ini dilaksankan selama 3 hari yang diikuti oleh 40 orang peserta mahasiwa fakultas kehutanan universitas tadulako dan dilaksanakan dengan Metode ceramah dan praktik, berdasarkan hasil evaluasi didapatkan hasil yang signifikan dalam pemahaman dan kompetensi mahasiswa setelah mengikuti Pelatihan Penggunaan ArcGIS ditandai dengan hasil perbandingan pre-test dan post-test yang semakin meningkat dengan rata-rata pemahaman mahasiswa yang sebelumnya ialah 61,5 dan sesudah pelaksanaan kegiatan menjadi 80,25.
Dinamika interaksi stakeholder dalam pengelolaan Wisata Alam Maima Kabupaten Sigi Maiwa, Arman; Rahman, Abdul; Golar, Golar; Baharuddin, Rhamdhani Fitrah; Hulu, Amati Eltriman
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.14908

Abstract

Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memiliki potensi wisata alam yang strategis di Desa Lawua, terutama objek wisata Alam maima. Pengelolaan destinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Desa, BUMDES Lawua, POKDARWIS, dan BBTNLL. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kolaborasi pengelolaan Wisata Alam maima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4Rs untuk melihat peran stakeholder, analisis pengaruh dan kepentingan untuk melihat tingkat pengaruh dan kepentingan stakeholder dan deskriptif kuantitaif untuk menggambarkan dinamika yang terjadi dalam pengelolaan wisata alam maima. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat 13 (tiga belas) stakeholder yang mempunyai tingkat pengaruh maupun kepentingan yang berbeda dalam pengelolaan wisata alam maima, 4 (empat) stakeholder diantaranya masuk kedalam stakeholder kunci antara lain pemerintah desa, BUMDES Lawua, POKDARWIS dan Juga BBTNNL. terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan objek wisata ini misalnya kendala akses jalan, infrastruktur dan juga masalah lingkungan. Kendala ini dapat diselesaikan dengan beberapa kegiatan bersama seperti melakukan pengelolaan lingkungan bersama berdasarkan pembagian peran. Pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas serta membangun kemitraan pengembangan kemitraan dalam bentuk pengembangan fasilitas dab pelayanan objek wisata maima.
THE ROLE OF STAKEHOLDERS AND EXOGENOUS VARIABLES AFFECTING THE OUTCOME OF SOCIAL FORESTRY POLICIES IN CENTRAL SULAWESI, INDONESIA Massiri, Sudirman Daeng; Malik, Adam; Akhbar; Golar; Naharuddin; Pribadi, Hendra; Rahman, Abdul; Maiwa, Arman
Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 11 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Forestry Research
Publisher : Association of Indonesian Forestry and Environment Researchers and Technicians

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59465/ijfr.2024.11.2.211-227

Abstract

Social forestry (SF) is Indonesian policy that aims to provide legal access to the community in utilizing forest resources and seek sustainable forest management, contributing to the community's economic improvement. This study examines the action situation of implementing SF policies in Central Sulawesi Province and analyses the roles of stakeholders and exogenous variables determining SF policies' outcomes. The Institutional Analysis Development (IAD) framework was applied in the study by identifying and analyzing the action situation and its relation to the implementation of SF in Central Sulawesi. The research revealed that the implementation of social forestry in Central Sulawesi Province is not optimal. This is indicated by the fact that local institutions have not achieved self-governance, the sustainability of forest function has not been realized, and the social forestry programs have not significantly increased the income of the local community.. Implementing the SF policy depends on the facilitator's capacity at the site level and stakeholders' support. The action for strengthening social forestry at site levels requires strong collaboration among stakeholders by considering their interests and capacities. These findings suggested the urgency of future research to examine strategies for governing the role of stakeholders in boosting local institutional capacity and the outcomes of SF policies.
COLLABORATION OF STAKEHOLDERS IN THE DEVELOPMENT OF MICRO ENTERPRISES FOR SUSTAINABLE FOOD SECURITY IN TELUK BINTUNI REGENCY Sangadji, Muhd. Nur; Edy, Nur; Rahman, Abdul; Haryanti, Tuti; Latifah, Ayi; Krisnamurti, Reza Mahendra; Maiwa, Arman; Megasari, Desi; P, Karisma Kondo
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 11 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v11i2.2452

Abstract

The establishment of micro-enterprises for Independent Workers (TKM) aimed at enhancing sustainable food security in Teluk Bintuni Regency, West Papua, is a crucial initiative to bolster local food production sustainably. This study investigates the challenges of TKM and the cooperation among stakeholders in the regional employment expansion initiative. Qualitative research was employed, encompassing field observation, interviews with micro-entrepreneurs and stakeholders, and focus group discussions (FGDs) with local populations. The findings indicate that the Independent Workers (TKM) initiative significantly enhances local economic development by empowering micro-enterprises in food production and processing. Challenges faced by TKM, specifically restricted financial access, market entry, corporate governance, and digital marketing, continue to pose substantial barriers. Cooperation among government agencies, commercial firms, academic institutions, and non-governmental organizations is crucial for addressing these challenges. This study underscores the necessity for a unified strategy to enhance TKM development, fostering sustainable food systems and economic resilience. This collaborative methodology seeks to produce insights for attaining the sustainable development goals (SDGs) associated with poverty alleviation and hunger reduction in the region.
Kinerja kelembagaan hutan Desa Mesale di Desa Malitu Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso Tangkearung, Mersi; Golar, Golar; Maiwa, Arman; Rachman, Imran; Alam, Andi Sahri; Hamka, Hamka
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.18851

Abstract

Perhutanan sosial adalah mekanisme pengelolaan hutan yang memberi akses kepada masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya hutan dengan memperhatikan fungsi produksi dan lindung. Penerapannya dalam restorasi gambut diharapkan dapat meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus meminimalkan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kelembagaan Hutan Desa Mesale dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel 22 penerima manfaat langsung, serta pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kelembagaan Hutan Desa Mesale tergolong cukup baik, namun masyarakat hanya memahami pemanfaatan hutan dan perencanaan kerja. Kinerja kelembagaan dipengaruhi oleh faktor pendanaan yang terbatas, serta kebutuhan pembinaan terkait administrasi dan pemanfaatan hutan dari berbagai pihak.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Hapid Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rosyid Adam Malik Adam Malik Adam, Muh. Fandi Kurnia Adinda, Septiani Rima Adisyanto, Fhindi Afianti, Afifa Suci Afianti, Afifah Suci Akhbar Alexis, Mizero Amati Eltriman Hulu Andi Sahri Alam Angriyani, Silma Anwar Anwar Ariyanti Ariyanti Baharuddin, Rhamdhani Fitrah Baharuddin, Rhmadhani Fitrah Bakri, Wiranti R Bau Toknok Dhiaul, Asyraf Fajar Sidik Fitrah, Rhamdani Gerry Jardan Golar Golar Gracia, Vita Hamka Hamka Hamka Hamka, Hamka Hartanto, Dimas Hartini, Dewi Sri Hasan, Siti Nurhalizah Hasratin, Hasratin Hasriani Muis Hauris Hendra Pribadi Hendra Pribadi Hijria, Nur Hijriani, Hijriani Hulu, Amati Eltriman Ida Arianingsih Imran Rachman Istiqamah, Nurul Kartika Megawati Kotambunan, Jesica Krisnamurti, Reza Mahendra Ladiva, Ladiva Lamaniu, Moh Galang Lareke, Amir Lareke, Amir A Lareke, Amir A. Latifah, Ayi M. Kurniawan, M. Mangela, Debora Megasari, Desi Misrah Misrah Mochammad Imron Awalludin Muhammad Adam Suni Muthmainna, Muthmainna Muthmainnah Naharuddin Naharuddin Nur Edy Nur R, Nofa Safitri Nurhaya, Nurhaya Nurul Istiqamah Oktaviani oktaviani P, Karisma Kondo Palumpun, Kristianto Pramayanti, Diah Natasya Arif Putri, Avril R, Dandy Adriansyah Rabiatul Adawiah Ramadan, Fajar Rhamdani Fitrah Baharuddin Rhamdhani Fitrah Baharuddin Rizky Purnama Sahri, Andi Sangadji, Muhammad Nur Sari, Yudya Kurnia Simorangkir, Wahyu Syahputra Sirenden, Diana Sofyan Sofyan Sudirman Daeng Massiri Sudirman Dg Sulham, Sulham Syukur Umar Tangkearung, Mersi Tirtha Ayu Paramitha, Tirtha Ayu Tuti Haryanti, Tuti Zulham, Moh. Dian