Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah B3 Rumah Tangga di Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak Ega Nurwanti; Suci Pramadita; Govira Christiadora Asbanu
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i1.61364

Abstract

Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) rumah tangga di Kecamatan Pontianak Kota masih dibuang secara tercampur bersama sampah non B3 dan hingga saat ini upaya penanganan terhadap sampah B3 rumah tangga belum terlaksana sesuai peraturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju timbulan dan karakteristik sampah B3 rumah tangga dan merencanakan sistem pengelolaan sampah B3 rumah tangga di Kecamatan Pontianak Kota. Pengukuran laju timbulan sampah B3 rumah tangga dilakukan dengan sampling selama 8 hari dengan metode SNI 19-3964-1995. Berdasarkan hasil sampling laju timbulan sampah B3 rumah tangga sebesar 0,009 kg/org/hari atau 0,101 liter/org/hari. Karakteristik sampah B3 rumah tangga di Kecamatan Pontianak kota terdiri dari karakteristik beracun, infeksius, mudah menyala, mudah meledak, dan korosif. Karakteristik sampah B3 rumah tangga yang paling banyak ditemukan adalah karakteristik beracun dan yang paling sedikit adalah karakteristik korosif. Pewadahan dengan sistem individu menggunakan wadah berukuran 20 liter. Kendaraan pengumpul yang digunakan adalah kendaraan roda tiga berupa motor box dengan bak yang telah dimodivikasi berukuran 4.800 liter. Pengumpulan sampah dilakukan setiap 7 hari. Sampah B3 disimpan pada TPS selama 7 hari dengan wadah berupa kontainer berkapasitas 8 m untuk karakteristik mudah menyala, mudah meledak dan beracun serta wadah drum plastik berukuran 200 liter untuk karakteristik infeksius.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Potong Ayam PD.X Indah Suciana; Kiki Prio Utomo; Suci Pramadita
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i1.37-48

Abstract

ABSTRAKKebutuhan daging, khususnya daging ayam setiap tahun terus meningkat. Tahun 2020 kebutuhan daging ayam sebesar 56.090 ton, tahun 2021 sebanyak 62.708 ton. Peningkatan tersebut menyebabkan semakin banyak rumah potong ayam (RPA) di Kota Pontianak. RPA PD.X merupakan satu diantara rumah potong ayam yang berada di Kota Pontianak dan belum memiliki IPAL untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan. Limbah cair RPA mengandung zat organik yang tergolong tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Sampel diambil dengan menerapkan metode grab sample pada pukul 11.00 WIB, selanjutnya sampel air limbah akan diuji di Laboratorium Baristand Kota Pontianak. Debit limbah cair RPA PD.X yang direncanakan sebesar 36 m3/hari. Karakteristik limbah cair RPA PD.X yaitu BOD 317 mg/l, COD 873 mg/l, TSS 160 mg/l, minyak dan lemak 6,9 mg/l, suhu 28,3oC, serta pH 6,23. Kadar BOD, COD, dan TSS melebihi standar baku yang sudah ditentukan yaitu Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 02 Tahun 2011. Hasil dari perencanaan ini dipilih unit pengolahan yang terdiri atas bar screen, bak ekualisasi, bak sedimentasi awal, bak biofilter aerob, serta bak sedimentasi akhir dengan total luas lahan yang diperlukan sebesar 10 m2. Total biaya yang diperlukan sebesar Rp. 26,304,507.51,-.Kata Kunci: Biofilter Aerob, Limbah Cair, Rumah Potong AyamABSTRACTThe consumption of meat, specifically chicken meat, is increasing regularly. A total of 56,090 tons of chicken meat will be required in 2020, and 62,708 tons in 2021. More chicken slaughterhouses (RPA) were built in Pontianak City as a result of this increase. One of the chicken slaughterhouses in Pontianak City, RPA PD.X, does not yet have a WWTP to handle the liquid waste it produces. RPA liquid waste contains a lot of organic stuff and could harm the environment. The grab sample method was used for sampling, and the wastewater samples were then analysed at the Baristand Laboratory in Pontianak City. RPA PD.X liquid waste will be discharged at a 36 m3/day rate. RPA PD.X wastewater's characteristics BOD 317 mg/l, COD 873 mg/l, TSS 160 mg/l, oil and grease 6.9 mg/l, temperature 28.3 C, pH 6.23. The levels of BOD, COD, and TSS are higher than the established norms,Regional Regulation of the Province of East Kalimantan Number 02 of 2011. The final processing unit, with a total necessary land area of 10 m2, was chosen based on the results of this plan. It consists of bar screens, equalization tanks, initial sedimentation tanks, aerobic biofilter tanks, and storage tanks for final sedimentation. Rp 26,304,507.51 is the total price.Keywords: Biofilter Aerob, Wastewater, Chicken Slaughterhouse
Analisis Higiene Dan Sanitasi Pada Industri Roti Berdasarkan Permenkes RI Nomor 1096 Tahun 2011 Nadya Nadhiroh; Dian Rahayu Jati; Suci Pramadita
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.239-251

Abstract

ABSTRAKPermasalahan higiene sanitasi yang buruk dalam dunia industri makanan di Indonesia merupakan salah satu bentuk kelemahan tenaga kerja dalam menangani pekerjaan, hal ini yang dapat menyebabkan masalah serta sebagai penyebab utama terjadinya kasus keracunan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis higiene dan sanitasi di industri roti X dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096 Tahun 2011 Tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini yaitu mengenai kondisi bangunan yang memenuhi 4 kriteria (halaman, lantai, pencahayaan, ventilasi dan kondisi sarana sanitasi yang memenuhi 3 kriteria (air bersih, toilet, pembuangan sampah) serta kondisi peralatan belum memenuhi karena belum ada perlindungan terhadap peralatan. Penjamah makanan masih banyak yang belum memenuhi syarat yaitu kurangnya alat pelindung diri dalam pengolahan makanan dan kurangnya perilaku hidup bersih saat bekerja. Kondisi air bersih yang diambil dari sampel air hujan untuk pengolahan roti sudah memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum sedangkan kualitas air limbah untuk parameter BOD, COD, TSS dan pH belum memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah yang ada pada lampiran VIII mengenai kegiatan industri pengolahan susu.Kata kunci: Higiene dan sanitasi, Industri roti, Jasa Boga ABSTRACTThe problem of poor hygiene and sanitation in the food industry in Indonesia is a form of labor weakness in handling work, this can cause problems and is the main cause of food poisoning cases. This study aims to analyze hygiene and sanitation in the X bakery industry with reference to the Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096 Tahun 2011 about Higiene Sanitasi Jasa Boga. This type of research is a descriptive survey conducted by means of observation, interviews, and questionnaires. The results of this study are regarding the condition of the building that meets 4 criteria (yard, floor, lighting, ventilation and the condition of sanitation facilities that meet 3 criteria (clean water, toilet, garbage disposal) and the condition of the equipment has not met because there is no protection of the equipment. Many food handlers still do not meet the requirements, namely the lack of personal protective equipment in food processing and the lack of clean living behavior while working. The condition of clean water taken from rainwater samples for bread processing has met the Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 about Persyaratan Kualitas Air Minum while the quality of wastewater for the parameters BOD, COD, TSS and pH not yet qualified standards based on the Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014 about Baku Mutu Air Limbah yang ada pada lampiran VIII mengenai kegiatan industri pengolahan susu.Keyword: Bakery industry, Hygiene and sanitation, Catering services
Analisis kualitas air di Sungai Itik Kabupaten Kubu Raya Ricka Aprillia; Suci Pramadita; Ochih Saziati
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v12i1.5712

Abstract

Sungai Itik merupakan sungai yang mengalir melewati 3 desa yaitu Desa Sungai Kupah, Desa Jeruju Besar dan Desa Sungai Itik. Sungai Itik juga menjadi badan air penerima limbah pencemar dari kegiatan aktivitas manusia seperti limbah rumah tangga, logam berat, pestisida dari kegiatan pertanian, detergen dan lain-lain. Lajunya pertumbuhan penduduk serta alih fungsi lahan menjadi permukiman di sekitar Sungai Itik menyebabkan bertambahnya jumlah pencemar yang dibuang dan mengalir ke perairan Sungai Itik. Perlu dilakukannya analisis kualitas air Sungai Itik agar mengetahui sumber air tersebut digunakan masyarakat sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan menurut PP No. 22 Tahun 2021. Parameter yang diuji sebanyak 39 parameter dengan 7 titik sampling yang berada di Sungai Itik. Berdasarkan hasil penelitian parameter komponen fisik yang melewati standar mutu yaitu TSS, TDS. Pada parameter komponen kimia yang melewati standar mutu yaitu BOD, COD, Cl, DO, Nitrit, Amonia, Total Nitrogen, Total Fosfat, Klorin Bebas dan Timbal. Sedangkan pada parameter komponen biologi masih memenuhi standar mutu perairan kelas II menurut PP 22 Tahun 2021.
Evaluasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedarso Nurbayti, Melly; Pramadita, Suci; Asbanu, Govira Christiadora
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i3.78625

Abstract

Solid waste management in hospitals is important because the waste produced has the potential to contain hazardous and toxic substances (B3). Management of B3 solid medical waste in hospitals is necessary because if solid B3 medical waste is not managed properly it can cause environmental pollution. This research aims to evaluate the management of B3 solid medical waste, comparing existing conditions with applicable regulations, namely Minister of Environment and Forestry Regulation No. 6 of 2021 and Minister of Health Regulation No. 7 of 2019, (scoring) using a Likert scale. This research uses observation, interviews and filling out an evaluation checklist form. B3 waste management planning is carried out based on evaluation results that are not in accordance with regulations. Types of B3 solid medical waste produced by RSUD dr. Soedarso includes infectious, sharps, pharmaceutical and pathological waste. The amount of B3 solid medical waste in January-October 2023 was 96,179.2 kg. The evaluation results show that the management of B3 solid medical waste at RSUD dr. Soedarso scored 76.24% in the Appropriate category.Keywords: Evaluation, B3 Solid Medical Waste, RSUD dr. Soedarso, Likert ScaleAbstrakPengelolaan limbah padat di rumah sakit merupakan hal penting karena limbah yang dihasilkan memiliki potensi mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Pengelolaan limbah medis padat B3 di rumah sakit diperlukan karena limbah B3 medis padat tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah medis padat B3, membandingkan kondisi eksisting dengan peraturan yang berlaku yaitu Permen LHK No.6 tahun 2021 dan Permenkes No.7 Tahun 2019, dilakukan penilaian (skoring) menggunakan skala Likert. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan pengisian formulir checklist evaluasi. Perencanakan pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang belum sesuai dengan peraturan. Jenis limbah medis padat B3 yang dihasilkan RSUD dr. Soedarso meliputi limbah infeksius, benda tajam, farmasi dan patologis. Jumlah limbah medis padat B3 pada Januari-Oktober tahun 2023 sebanyak 96.179,2 kg. Hasil evaluasi menunjukkan pengelolaan limbah medis padat B3 di RSUD dr. Soedarso skor 76,24% dengan kategori Sesuai.Kata Kunci: Evaluasi, Limbah Medis Padat B3, RSUD dr. Soedarso, Skala Likert          
Perencanaan Jaringan Pipa Distribusi Air Minum di Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat Baringbing, Jefri Alexander; Pramadita, Suci; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i3.78516

Abstract

Kecamatan Segedong yang terletak di Kabupaten Mempawah mengalami pertambahan penduduk seiring perkembangan waktu sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan air minum. Kecamatan Segedong sudah memiliki jaringan distribusi air, namun belum mampu melayani 100% penduduknya sehingga perlu dilakukan perencanaan jaringan distribusi air minum. Perencanaan ini dilakukan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan air minum dengan pelayanan 100% masyarakat Kecamatan Segedong hingga tahun 2035. Perencanaan dilakukan dengan mendapatkan data proyeksi penduduk lalu hasil proyeksi tersebut digunakan untuk menghitung total kebutuhan air menggunakan perbandingan 70% sambungan rumah dan 30% pada hidran umum untuk kebutuhan domestik. Hasil total kebutuhan air digunakan untuk mendesain jaringan pipa distribusi dengan simulasi di EPANET. Kebutuhan jam puncak pada tahun 2035 sebesar 76,05 l/s digunakan sebagai dasar perencanaan. Simulasi EPANET menghasilkan tekanan air yang berada pada rentang 5,17 m hingga 84,84 m pada 169 titik, dan kecepatan aliran air berada pada rentang 0,3 m/s hingga 2,07 m/s. Simulasi EPANET dilakukan dengan   menggunakan jenis pipa HDPE berdiameter 225 mm sepanjang 44 km dan 100 mm sepanjang 83 km. Terdapat dua stasiun booster dan 85 buah hidran umum yang tersebar pada 17 titik di Kecamatan Segedong. Perencanaan ini menghasilkan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 74.407.020.182.
Pemetaan Kondisi Sanitasi Lingkungan Dasar Pada Sekolah Dasar Di Kelurahan Sungai Jawi Luar Kota Pontianak Anpetri, Hilaria Meliana; Apriani, Isna; Pramadita, Suci
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.66332

Abstract

Informasi tentang kondisi dan penyakit sanitasi dasar di Sekolah Dasar sangat diperlukan untuk memastikan bahwa lingkungan di sekolah aman dan sehat bagi siswa dan staf. Informasi ini membantu dalam memantau kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekolah dan memperbaiki masalah sanitasi yang ada jika ditemukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memetakan kondisi baik atau kurang baiknya kondisi sanitasi lingkungan dasar menurut Kemendikbud tentang Pedoman Pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar pada SD di Kelurahan Sungai Jawi Luar Kota Pontianak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis spasial menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (GIS). Data akan disajikan dalam bentuk peta tematik. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa pemetaan ini merincikan beberapa informasi mengenai kriteria komponen sanitasi dasar, yang meliputi air bersih, jamban, CTPS, limbah cair, dan sampah. Informasi kondisi sanitasi ditandai dengan simbol warna, di mana hijau menunjukkan kondisi sangat baik, kuning menunjukkan kondisi baik, dan jingga (oranye) menunjukkan kondisi cukup. Kondisi sanitasi dasar di 6 (enam) SD Kelurahan Sungai Jawi luar dalam lima komponen sanitasi dasar secara rata-rata tergolong "Sangat Baik" untuk air bersih, "Sangat Baik" untuk jamban sekolah, "Sangat Baik" untuk CTPS, "Baik" untuk limbah cair, dan "Baik" untuk sampah.
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa Teluk Melano Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Susanti, Fitria; Utomo, Kiki Prio; Pramadita, Suci
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i2.76735

Abstract

The lack of access to clean water services had led a significant portion of the community in Teluk Melano Village to rely on river water and rainwater as their primary sources to meet their needs. Teluk Melano Village has the highest population in the Simpang Hilir District, Kayong Utara Regency. As of now, Teluk Melano Village does not have a Clean Water Supply System (BPAM). Therefore, a study was needed to meet the demand for clean water by conducting a Clean WaterTreatment Plant (IPA Bersih) Planning for Teluk Melano Village. This study aimed to design a clean water supply system with a planning period of the next 15 years (2023-2037). The method used involved primary data collection based on SNI 6989.57.2008 and SNI 8066:2015, and secondary data collection sourced from the Teluk Melano Village Monograph for the years 2020 and 2022. The total demand for clean water in Teluk Melano Village in 2037 would be 3.39 liters/second with a population of 1930 people. The results of the water quality test of the Melani River in this study showed that the parameters of E-coli, color, and pH, based on Government Regulation No. 22 of 2021, Class1, on the Implementation and Management of the Environment, did not meet the standard quality requirements for clean water. The planned Water Treatment Plant (WTP) included a complete conventional treatment process, including coagulation using hydraulic type rapid mixing utilizing gravity on the waterfall, flocculation using vertical baffled channels, sedimentation using plate settlers to reduce turbidity, filtration using rapid sand filters with filter media consisting of quartz sand and support media consisting of gravel, disinfection using chemical disinfectant in the form of chlorine solution, neutralization using a dosing pump for the addition of lime, and the type of reservoir used is a ground reservoir.Keywords: clean water, Water Treatment Plant, Teluk Melano Village
Motor Pompa DC Sebagai Mesin Alat Pengaduk Pada Proses Koagulasi Lelboi, Jefrianus; Kadaria, Ulli; Pramadita, Suci
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i3.78527

Abstract

Jalan Purnama II in South Pontianak District to meet the needs of MCK, peat groundwater is used as the source of water. The study area's peat water quality measures pH 6.04, turbidity 10.54 NTU, colour 500 TCU, and organic matter 322 mg/L. Water quality does not meet Permenkes No.32 Tahun 2017 and Permenkes No.2 Tahun 2023 quality standards. The study's goal is to determine the quality of raw water before and after processing, as well as the effect of time on coagulant mixing results. A mechanical stirring machine with a 12-volt DC pump motor spinning at 3000 rpm and a rod length of 60 cm speeds up the process of mixing raw water with 72 grams of alum coagulant and 216 grams of quicklime. The sedimentation process lasts one hour, followed by filtration with 40 cm of shell sand as media and a contact time of one minute.The jar test was used to determine the alum and quicklime doses. The stirring time was varied from T1 to T5 to T10. The test parameters are pH,turbidity,colour,and organic matter. The best pH,turbidity,and colour values were found at T1, with pH 10.78,turbidity 1.92 NTU and colour 230 TCU, and the best organic substance parameters at T5 298 mg/L. The turbidity parameter meets the Permenkes No.2 Tahun 2023 quality standard,meanwhile organic substances do not yet meet Permenkes No.32 Tahun 2017 quality standards,and pH and colour parameters do not meet Permenkes No.2 Tahun 2023 standards. Beside on the result,T1 has the best time variation.
Peatland Water Processing at State Islamic Senior High School (MAN) 1 Kubu Raya: An Exploration Kadaria, Ulli; Nugraheni, Putranty Widha; Pramadita, Suci; Aprillia, Ricka; Asbanu, Govira Christiadora
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.88-95

Abstract

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kubu Raya is an education facility in Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency. The soil type is peat soil, so the kind of soil also influences the quality of water in the surrounding area. The physical quality of peat water is brown and has sediment. Using peat water for bathing, washing, and toileting purposes will result in a brownish color of the kitchen eating utensils and the bathroom tub. Rasau Jaya District has no water supply from the Regional Public Drinking Water Company, so people use peat water for toilets and rainwater for drinking. The research shows that peat water quality exceeds the required standards, so it must be processed before use. Community Service Activities were conducted at MAN 1 Kubu Raya to educate students in processing peat water. The activities carried out were socialization and simulation of peat water processing with simple processing methods such as coagulation and filtration. Students are expected to apply peat water treatment in school and at home with this simple treatment