Claim Missing Document
Check
Articles

"Yopilano" Method (Yoga, Pilates, And Hypnotherapy) exercise: Association of labour and childbirth Etty, Christina Roos; Anita, Surya; Siahaan, Julia; Enjelika, Rut
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 10 (2025): Volume 8 Number 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i10.1424

Abstract

Background: The normal labor process is often influenced by psychological and physical factors in pregnant women. The YOPILANO method (Yoga, Pilates, and Hypnotherapy) is believed to enhance relaxation, strengthen pelvic muscles, and improve mental readiness to support normal delivery. Purpose: To determine the effect of implementing the YOPILANO method on the likelihood of normal delivery among third-trimester pregnant women. Method: A descriptive quantitative with quasi-experimental specially focusing on case control group. The study took place from June to October 2025 in Deli Serdang, Medan. The independent variables studied were yoga, pilates, and hypnotherapy, while the dependent variable was labour and childbirth. Using purposive sampling and taro yamene formula 24 participants were selected divided into 2 group included case and control group, who meet specific inclusion and exclusion criteria. The analysis proceeded with a univariate test to determine the frequency distribution of respondent’s characteristics, followed by bivariate analysis using chi-square test. Results: The control group, most participants did not receive the yopilano intervention, namely 8 people (66.7%). The Chi-square test results show a p-value of 0.040, which means that there is a statistically significant relationship between the practice of Yopilano and the occurrence of normal delivery at a significance level of 5% (p < 0.05). Conclusion: Pregnant women who follow the yopilano practice have a greater chance of experiencing normal delivery compared to pregnant women who do not follow the practice. A value of 6.0 for the crude odds ratio (OR) indicates that pregnant women who practice yopilano are six times more likely to experience normal delivery than those who do not practice yopilano.
HUBUNGAN PILATES DAN HIPNOTERAPY DENGAN PROSES PERSALINAN PADA DI DESA PASAR VI KUALANAMU DELI SERDANG Sitorus, Friska; Anita, Surya; Fadillah, Yuni; Enjelika, Rut
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i2.6882

Abstract

Latar belakang: Terapi komplementer yang diberikan pada ibu hamil dalam penelitian ini yaitu gabungan dari Pilates dan Hipnoterapi, penggunaan terapi komplementer ini sebagai upaya untuk ibu -ibu hamil malaui proses persalinan normal Tujuan: Untuk mengetahui adakah hubungan pilates dan hipnoterapi dengan proses persalinan Metode: Penelitian ini penelitian dengan desain kasus kontrol dengan jumlah sampel penelitian 24 orang Data dianalisis dengan Univariat dan Bivariat, untuk Bivariat menggunakan uji Chi Square dan membaca Odd Ratio Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan metode Pilates, dan Hipnoterapi memiliki peluang 6 kali lebih besar untuk mengalami persalinan normal dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak melakukan metode tersebut (OR = 6, p < 0,05). Hal ini berarti intervensi Pilates dan Hipnoterapi efektif dalam meningkatkan kemungkinan persalinan normal. Odds Ratio yang tinggi mencerminkan adanya hubungan kuat antara penerapan Pilates dan Hipnoterapi dengan keberhasilan persalinan normal Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Pilates dan Hipnoterapi secara signifikan meningkatkan kemungkinan persalinan normal hingga enam kali lipat. Temuan ini sejalan dengan teori-teori yang ada dan penelitian sebelumnya, serta menawarkan intervensi non-farmakologis yang menjanjikan untuk mendukung persalinan normal
OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU CEGAH STUNTING DENGAN"VARIASI CAMILAN SEHAT BALITA" Anita, Surya; Dewi R Bancin; Ria Lestari; Rut Enjelika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6881

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman keluarga mengenai pemberian makanan bergizi, termasuk camilan sehat untuk balita Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam mencegah stunting melalui pelatihan pembuatan variasi camilan sehat balita berbasis bahan lokal Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan camilan sehat, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel kegiatan adalah 20 orang kader yang aktif di wilayah binaan Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta secara signifikan setelah pelatihan, dari rata-rata 54,2 menjadi 82,6. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa partisipasi peserta sangat baik dan antusias selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan materi kontekstual efektif dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan perilaku gizi di masyarakat Kesimpulan: Pemberdayaan kader melalui pelatihan camilan sehat dapat menjadi strategi preventif yang berdampak langsung terhadap penurunan angka stunting di tingkat keluarga.
PENCEHAN PENULARAN COVID19 DENGAN CARA PEMBAGIAN MASKER KEPADA PEDAGANG PASAR DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KECAMATAN MEDAN JOHOR KOTA MEDAN Surya Anita; Juneris Sritonang; Cut Masyithah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Coronavirus is a large family of viruses that cause diseases ranging from mild to severe symptoms. There are at least two types of coronavirus that are known to cause diseases that can cause severe symptoms such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new type of disease that has never been identified before in humans. The virus that causes COVID-19 is called Sars-CoV-2. Corona virus is zoonosis (transmitted between animals and humans). Research says that SARS is transmitted from civet cats to humans and MERS from camels to humans. Meanwhile, animals that are the source of transmission of COVID-19 are still unknown. (Ministry of Health, 2020). The use of masks is one of the preventative measures that can limit the spread of certain respiratory diseases caused by viruses, including COVID-19, masks must be used when leaving the house. (WHO, 2020).Crowded places are local transmission locations for COVID-19 transmission such as markets, the number of COVID-19 cases among market traders continues to increase with the increasing number of testing the Indonesian Traditional Market Traders Association (IKAPPI) recorded as many as 573 traders infected with COVID-19. (Tribune News, 2020). 90% of Johor market traders still continue to wear masks that have been distributed. Key Words : The Use, Mask, COVID-19,
Hubungan Kriteria CT-Value Terhadap Manifestasi Neurologi Pada Pasien COVID-19 Di RSUD Drs. H. Amri Tambunan Kabupaten Deli Serdang Ikbar, Luthfi; Surya, Anita; Arifin, Hasanul; Roslina, Ance
JURNAL PANDU HUSADA Vol 8, No 1 (2027)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v8i1.29712

Abstract

Abstrak : Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. COVID-19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang, atau berat. Gejala klinis utama meliputi demam (suhu 38°C), batuk, sesak napas memberat, fatigue, mialgia, dan gangguan sistem saraf. Metode standar baku emas untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 adalah amplifikasi asam nukleat dengan real-time polymerase chain reaction (RT-PCR) dan sequencing. RT-PCR memberikan gambaran nilai cycle threshold (CT), yang merupakan ukuran viral load pada sampel. CT value yang rendah menunjukkan viral load yang tinggi dan sebaliknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kriteria CT value terhadap manifestasi neurologis pada pasien COVID-19 di RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Kabupaten Deli Serdang, periode Januari – Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasionaladengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis penderita COVID-19 di RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Kabupaten Deli Serdang, periode Januari – Desember 2021, sebanyak 258 subjek. Data dianalis is menggunakan uji univariat dan uji statistik korelasi Spearman. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai 0,910 (P-value 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kriteria CT value terhadap manifestasi neurologis pada pasien COVID-19. Kekuatan korelasi antara kedua variabel menunjukka n nilai 0,007, yang mengindikasikan kekuatan korelasi yang sangat lemah. Tidak terdapat hubungan yangabermakna antara kriteria CT value terhadap manifestasi neurologis pada pasien COVID-19, dan kekuatan korelasi antara kedua variabel sangat lemah.