Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Regulasi Emosi Dengan Kepuasan Hidup Pasien Pasca Stroke Di Poli Saraf Rsud Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan R. Soedarsono Kota Pasuruan Yanti Afritah; Grido Handoko Sriyono; Titik Suhartini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke penyakit yang mengganggu fungsi kinerja otak, dampak yang timbul gangguan secara fisik, dan psikologis, pasien pasca stroke harus memiliki regulasi emosi yang baik agar mencapai kepuasan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Regulasi Emosi dengan Kepuasan Hidup Pasien Pasca Stroke di Poli Saraf RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan R. Soedarsono Kota Pasuruan.Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Seluruh Pasien Stroke di Poli Saraf RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan R. Soedarsono Kota Pasuruan sebanyak 37 pasien pada bulan Juni 2023, penentuan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling sebanyak 34 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner regulasi emosi dan kepuasan hidup. Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman Rank Test.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Regulasi Emosi pada Pasien Pasca Stroke yang terbanyak adalah Regulasi Emosi sedang yaitu sejumlah 15 responden (44,1%). Kepuasan Hidup pada Pasien Pasca Stroke yang terbanyak adalah Kepuasan Hidup sangat puas sebanyak 9 responden (26,5%). hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank Test Ada Hubungan Regulasi Emosi dengan Kepuasan Hidup Pasien Pasca Stroke di Poli Saraf RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan nilai yaitu p=0,000 dengan tingkat signifikan 0,05 (p=0,000 ≤α 0,05).Pada pasien pasca stroke dapa meningkatkan sikap positif terhadap keadaannya, dengan cara meningkatkan religiusitasnya akan berusaha untuk menampilkan emosi yang tidak berlebihan, dapat menerima perubahan fisik yang terjadi pada dirinya, dapat mengontrol diri dan memiliki harga diri yang tinggi dalam kepribadiannya, dapat bersosialisasi dan berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat, kuat dalam menerima keterbatasan yang dimilikinya, dapat menjaga pola makan, tetap bersemangat dalam melakukan kontrol secara rutin sesuai anjuran dokter
Pengaruh Terapi Guided Imagery Dan Terapi Murottal Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria Siti Rochma; Rizka Yunita; Titik Suhartini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio caesaria merupakan proses persalinan dengan melalui pembedahan pada daerah abdomen yang akan menimbulkan terputusnya kontinuitas jaringan dan saraf sehingga mengakibatkan timbulnya rasa nyeri pada daerah bekas sayatan post sectio caesaria. Nyeri pada pasien post op umumnya disertai respon emosional dan respon otonomik yang menimbulkan respon fisiologis yang dapat mengganggu proses penyembuhan pasien. Penatalaksanaan nyeri pada pasien post sectio caesaria dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan non farmakologis. Penatalaksanaan nyeri dengan farmakologis menggunakan obat-obat analgesik narkotik secara intravena, sedangkan penatalaksanaan nyeri non farmakologis beberapa diantaranya dapat menggunakan terapi guided imagery dan terapi murottal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi guided imagery dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesaria di ruang teratai RSUD dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan menggunakan rancangan one-group pre-test post-test design. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 83 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah jumlah sampel 69 pasien. Instrumen pengumpulan data untuk mengidentifikasi tingkat nyeri pasien yaitu menggunakan VAS (Verbal Analog Scale). Analisa data menggunakan uji parametrik yaitu dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan terapi guided imagery dan terapi murottal rata-rata skala nyeri pasien yaitu 4,55. Setelah dilakukan terapi guided imagery dan terapi murottal rata-rata skala nyeri pasien turun menjadi 2,37. Berdasarkan analisa data menggunakan paired T test didapatkan pengaruh terapi guided imagery dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesaria dengan p value = 0,000 (p < 0,005). Berdasarkan penelitian, secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi guided imagery dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesaria
Hubungan Regulasi Diri Dengan Stres Kerja Perawat IGD Di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Agung Supriyanto; Titik Suhartini; Sunanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat IGD memiliki risiko mengalami stres kerja, karena dituntut untuk selalu menjalankan perannya di berbagai situasi dan kondisi khususnya penanganan pada pasien gawat darurat.Perawat yang memiliki regulasi diri yang baik akan mampu mencegah erjadinya stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Regulasi Diri Dengan Stres Kerja Perawat IGD di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi Seluruh Perawat IGD RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Kota Pasuruan sebanyak 30 perawat, penentuan sampel menggunakan tekhnik Total sampling sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner regulasi diri dan stres kerja perawat. Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman Rank Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Regulasi Diri Perawat yang terbanyak adalah Regulasi Diri sedang yaitu sebanyak 12 responden (40,0%). Stres Kerja yang terbanyak adalah Stres Kerja sedang sebanyak 13 responden (43,3%). hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank Test Ada Hubungan Regulasi Diri Dengan Stres Kerja Perawat di IGD RSUD Soedarsono Kota Pasuruan Didapatkan hasil bahwa nilai p=0,000 dengan tingkat signifikansi α=0,05 (p<α=0,05).Menciptakan suasana harmonis antara tenaga kesehatan, terutama perawat, Melakukan edukasi untuk meningkatkan regulasi diri dan pengalihan stres kerja, Pendekatan dukungan sosial, dilakukan melalui aktivitas yang bertujuan memberikan kepuasan sosial kepada perawat, Menyusun program pengembangan dan pelatihan staf. Sehingga rumah sakit akan mempunyai tenaga yang cakap dan terampil untuk pengembangan pelayanan keperawatan dimasa depan
Pengaruh Modern Dressing Terhadap Proses Penyembuhan Luka Diabetic Foot Di RSUD Grati Pasuruan Dwi Novita Sari; Titik Suhartini; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah melebihi kadar normal sehingga menyebabkan ketoasidosis. komplikasi dari diabetes adalah luka pada ekstremitas bawah yang disebut luka diabetes (ulkus) atau diabetic foot sebagai akibat dari gangguan neuropati dan vaskuler. Kondisi luka pasien yang mengalami proses inflamasi yang panjang akan menyebabkan infeksi dan jaringan mati, sehingga menyebabkan kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh modern dressing terhadap proses penyembuhan luka diabetic foot di RSUD Grati Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperiment. Data diambil melaui pengukuran dengan kuesioner LUMT (Skala Leg Ulcer Measurement Tool). Sebelum diberikan intervensi, luka diabetic foot responden akan diukur menggunakan kuesioner LUMT. Intervensi modern dressing diberikan dua kali dalam seminggu. Setelah intervensi dilakukan luka diabetic foot responden akan diukur kembali menggunakan kuesioner LUMT. Pengambilan data dilakukan pada pada tanggal 31 Agustus sampai 5 September 2023. Besar sampel 36 responden yang dan diambil dengan cara Purposive sampling. Pengumpulan data meliputi editing, codding, processing,cleanin. Kemudian data dimasukkan pada Excel dan dianalisis menggunakan SPSS 25 dengan uji paired t-test. Hasil dari 36 responden yang diteliti, sebagian besar (52,8%) berjenis kelamin laki-laki, usia (41,7%) 66-70 tahun, lama pengobatan (77,8%) > 10 tahun, Pendidikan (36,1%) SD, pekerjaan (33,3%) wiraswasta dan konsumsi obat DM (91,7%). Sedangkan proses penyembuhan luka sebelum intervensi didapatkan skor rata-rata 29,06 dan sesudah intervensi 27,14, yang artinya ada proses penyembuhan luka yang terjadi. Analisis hasil penelitian menggunakan uji paired t-test, dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara modern dressing. Diharapkan perawat sebagai caregiver mampu melakukan perawatan luka dengan metode modern dressing sebagai upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang optimal untuk meningkatkan proses penyembuhan pasien.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Efikasi Diri Dan Tingkat Resiliensi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Hisbulloh Huda; Titik Suhartini; Grido Handoko Sriyono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat resistensi insulin atau kurangnya produksi insulin oleh tubuh. Salah satu tantangan utama dalam manajemen diabetes adalah kekambuhan berulang dimana pasien mengalami fluktuasi dalam pengendalian gula darah. Dukungan keluarga, efikasi diri dan tingkat resiliensi menjadi aspek penting yang dapat mempengaruhi tingkat kekambuhan pada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan efikasi diri dan tingkat resiliensi pada pasien diabetes mellitus tipe II. Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan one cross sectional. Populasi semua pasien diabetes mellitus sebanyak 57 responden, penentuan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 50 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji spearman’s rho. Hasil penelitian ini menunjukkan dukungan keluarga pada pasien diabetes mellitus yaitu positif sebanyak 36 responden (72%), efikasi diri pada pasien diabetes mellitus yaitu baik sebanyak 21 responden (42%) dan tingkat resiliensi pada pasien diabetes mellitus yaitu baik sebanyak 32 responden (64%). Hasil uji analisis menggunakan spearman’s rho ada hubungan dukungan keluarga dengan efikasi diri dan tingkat resiliensi pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan nilai p valeu= 0,000 < α =0,05. Dukungan keluarga sangat penting bagi penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan efikasi diri dan tingkat resiliensi pada pasien. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi baik kepada pasien dan keluarga dalam penatalaksanaan pasien diabetes mellitus untuk meningkatkan kulaitas hidup pasien dengan diabetes mellitus
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Koping Perawat Dengan Kelelahan Kerja Perawat Di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan Kimon Budi Laksana Putra; Titik Suhartini; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan sumber daya manusia terpenting di rumah sakit karena memberikan pelayanan yang konstan dan terus menerus, Kondisi inilah yang membuat Perawat lebih rentan mengalami kelelahan kerja. kecerdasan emosinal, dan koping perawat yang tinggi dapat memenuhi kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk Hubungan antara kecerdasan emosional dan koping perawat dengan kelelahan kerja perawat di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan. Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Seluruh Perawat di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan sebanyak 38 Perawat, penentuan sampel menggunakan tekhnik Total sampling sebanyak 38 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner kecerdasan emosional, koping perawat dengan kelelahan kerja perawat. Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman Rank Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kecerdasan emosional Perawat yang terbanyak adalah Kecerdasan emosional sedang yaitu sejumlah 19 responden (50,0%). Koping Perawat yang terbanyak adalah Koping perawat sedang sebanyak 17 responden (44,7%), hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank Test Ada Hubungan Kecerdasan emosional dengan kelelahan kerja di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan Didapatkan hasil bahwa nilai p=0,000 dengan tingkat signifikansi α=0,05 (p<α=0,05). dan Ada Hubungan koping perawat dengan kelelahan kerja di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan Didapatkan hasil bahwa nilai p=0,000 dengan tingkat signifikansi α=0,05 (p<α=0,05). Perawat yang tidak dapat mengelola emosinya akan mudah terpengaruh oleh situasi di luar dirinya, misalnya jika menghadapi pasien yang pemarah, perawat yang kurang dapat mengelola emosinya dengan mudah dapat terpancing emosinya dan menjadi kurang simpatik dalam pelayanannya kepada pasien dan pada akhirnya menjadi berpengaruh buruk. Perawat dituntut untuk sigap, cepat, terampil, dan memiliki kecakapan dalam memberikan asuhan keperawatan.
Efektivitas Terapi Kompres Hangat Jahe Merah Dan Jahe Putih Terhadap Penurunan Nyeri Pasien Osteoatritis Lutut Pada Lansia Di Desa Ngabar Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan Eric Hartono; Grido Handoko Sriyono; Titik Suhartini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoatritis lutut adalah penyakit inflamasi kronis sistemik yang ditandai dengan pembengkakan dan nyeri sendi lutut, serta destruksi membrane synovial persendian. Nyeri lutut dengan di berikan kompres hangat Jahe Merah dan jahe Putih dapat memberikan sensasi hangat dan melebarkan pembuluh darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui KeEfektivitasan Pemberian Kompres hangat antara Jahe Merah dan Jahe Putih Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lutut Pada lansia Penderita Osteoatritis Di Desa Ngabar Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan metode Pre - Eksperimen dengan Pendekatan Two group pre – post test Desaign. Populasi 42 penderita Osteoatritis Di Desa Ngabar Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Sedangkan untuk Osteoatritis khusus pada lutut di ambil Sampel 32 penderita. Yaitu 16 kelompok kompres hangat Jahe Merah dan 16 kelompok kompres hangat jahe Putih dengan tekhnik Purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi skala Numeric Rating Scale (NRS) yang dianalisis dengan uji Independen T- Test.Hasil penelitian dengan menggunakan uji independent t - test didapatkan nilai p- value kelompok perlakuan kompres hangat Jahe Merah 0,000 < α = 0,005 menunjukkan bahwa H0 di tolak dan H1 diterima sehingga ada pengaruh Pemberian Kompres Jahe Merah Terhadap Perubahan Nyeri Lutut Pada Penderita Di Desa Ngabar Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan.Pemberian kompres hangat Jahe Merah ternyata lebih Efektiv dapat menurunkan nyeri Lutut pada penderita Osteoatritis dan diharapkan bisa menjadi salah satu alternative intervensi untuk mengurangi nyeri sendi lutut pada penderita OsteoAtritis
HUBUNGAN PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT WIJAYA KUSUMA LUMAJANG Anisaul Mukodimah; Alwin Widhiyanto; Titik Suhartini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6604

Abstract

Tingkat kepuasan pasien yang akurat sangat dibutuhkan dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan. Karena layanan kesehatan menjadi pasar yang semakin kompetitif, mempelajari pengalaman pasien tentu dapat membantu praktisi untuk lebih baik mencakup perspektif pasien dalam pemberian layanan dan meningkatkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien berdampak baik bagi rumah sakit. Tujuan umum penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya Hubungan Pelayanan Keperawatan dan Komunikasi Terapeutik dengan Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Wijaya Kusuma Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif accidental sampling dengan metode cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu pasien ruang rawat inap di rumah sakit Wijaya Kusuma Lumajang. Pengumpulan data menggunakan quisioner pelayanan keperawatan, komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien. Hasil pengukuran pelayanan keperawatan 64 responden (63,4) berada dalam kategori sedang, penilaian komunikasi terapeutik sebanyak 75 responden (74,3) menyatakan dalam kategori cukup, penilaian kepuasan pasien sebanyak56 responden (55,4) berada dalam kategori cukup. Hasil Pengukuran pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien yaitu 62 responden (61,3%) dengan hasil sedang cukup dan hasil pengukuran komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien yaitu 61 responden (60,3%) dengan hasil komunikasi cukup. Hasil analis data menggunakan uji rank spearman dengan indikator pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,959 dengan tingkat signifikansi 0,0001 (p<0,05), begitu juga dengan hubungan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,277 dengan tingkat signifikasi 0,0005 (p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi pelayanan keperawatan dan komunikasi terapeutik, maka semakin tinggi kepuasan pasien yang dicapai. Hubungan yang erat ini mengindikasikan bahwa pelayanan keperawatan dan komunikasi terapeutik dapat menjadi salah satu hal penting dalam meningkatkan kepuasan pasien, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap kunjungan pasien.
ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR KELURAHAN TAMBAKREJO Suhartini, Titik
Jurnal Ekonomi dan Teknik Informatika (JNETI) Vol 11 No 2 (2023): JURNAL EKONOMI DAN TEKNIK INFORMATIKA
Publisher : Politeknik Sawunggalih Aji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37601/jneti.v11i2.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan Kantor Kelurahan Tambakrejo diukur berdasarkan kepuasan masyarakat menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis Indeks Kepuasan Masyarakat dengan hasil data dalam bentuk angka. Penelitian dilakukan di Kantor Kelurahan Kabupaten Purworejo pada bulan Februari hingga Mei 2023. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, kuesioner, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment Pearson dan uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk pelayanan Kantor Kelurahan Tambakrejo adalah 3,25 dengan angka konversi sebesar 81,14. Maka kinerja pelayanan publik berada dalam kategori mutu pelayanan baik.
Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Peyek Ma’pun Desa Sangubanyu Suhartini, Titik
Jurnal Ekonomi dan Teknik Informatika (JNETI) Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ekonomi dan Teknik Informatika
Publisher : Politeknik Sawunggalih Aji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37601/jneti.v12i1.249

Abstract

The Ma'Pun bean project business is a business that processes peanut raw materials into new products that have a higher value, can provide added value because costs are incurred so that new prices are formed which are higher and profits are greater than without going through the processing process. This study aims to find out whether the Ma'Pun project business is feasible to develop. This research used a case study method on the Ma'Pun peanut project in Sangubanyu Village, Grabag District, Purworejo Regency. Furthermore, this research was analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The data collection techniques of this research include observation, documentation, and interviews. The research results show that: (1). The peanut project business profile was established in 2021 until now, the peanut project business scale is the micro- medium scale, the source of capital comes from own capital. (2) Analysis of the non-financial feasibility of the peanut shell business, namely marketing aspects, technical aspects, environmental aspects and legal aspects, is feasible to run because it already has a complete licensing PIRT No 2053306010400-28, (3) Analysis of financial feasibility NPV of IDR 163,361, 98 NPV> 0, the IRR is 380% with an interest rate of 10%, the Net B/C value is 1.50> 1, and the payback period for investment is 3 months 9 days.