Claim Missing Document
Check
Articles

Assistance Of Coaching Model Implementation On Posyandu Cadres In An Effort To Improve Health Services: Pendampingan Pelaksanaan Model Coaching Pada Kader Posyandu Dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Titik Suhartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1224

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan komponen yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pelayanan. Coaching merupakan cara seorang manajer atau kepala ruang dalam melakukan supervisi dan merupakan salah satu metode yang efektif dalam melakukan bimbingan. Tujuan pengabdian masyarakat ini memfasilitasi kader posyandu melaksanakan metode “coaching” dalam upaya meningkatkan kinerja kader dalam kegiatan posyandu. Metode menggunakan pelatihan  dengan ceramah, tanya jawab,dan simulasi. Sasarannya adalah kader di Desa Sidorejo. Materi kegiatan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada: kegiatan membangun dialog, bersikap open mine, materi tentang peran kader, materi coaching dan langkah-langkah coaching. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, membutuhkan kerjasama yang baik dengan tenaga kesehatan di wilayah Desa Sidorejo, yaitu dibawah tanggungjawab perawat dan bidan desa. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dihadiri oleh 60 lansia dan 20 kader. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendampingan kader melalui program coaching dalam pemberian pelayanan kesehatan posyandu dengan sasaran lansia. Hasil diperoleh menunjukkan bahwa program pelatihan coaching yang dilakukan kepada para kader menghasilkan peningkatan pelayanan kesehatan pada saat dilakukannya posyandu lansia. Antusias dan peran aktif para lansia juga terlihat pada saat kegiatan posyandu lansia. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa metode coaching sangat berperan dalam peningkatan pelayan posyandu lansia. Coaching merupakan cara seorang manajer dan kepala ruang  dan pemberian layanan kesehatan dalam melakukan penilaian kerja dan merupakan salah satu metode yang efektif dalam melakukan bimbingan. Coaching membantu supervisor untuk mengimplementasikan  hasil evidence base practice dalam praktik klinik keperawatan. Coaching dalam keperawatan merupakan salah satu kompetensi yang harus diterapkan dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan melalui penerapan Pengembangan Manajemen Kinerja - Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional
IN HOUSE TRAINING (IHT) MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP MERDEKA BELAJAR Titik Suhartini
JANACITTA Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1653.7 KB) | DOI: 10.35473/jnctt.v4i1.919

Abstract

Lesson plan or RPP is a form of learning planning that will be carried out by educators in learning activities. This fact shows that not all teachers have sufficient competence in making lesson plans (RPP). Effort In essence, increasing teacher competence can be done through various types of activities or by various methods and strategies. One way that can be done to improve teacher competence is the In House Training (IHT) activity. The goal to be achieved in this school action research activity is to find out how to improve the competence of SDN 5 Temulus teachers to prepare lesson plans for merdeka belajar through In House Training (IHT) activities. The research used in House Training RPP merdeka belajar. The results of data analysis showed an increase in teacher competence in making lesson plans (RPP), in the initial conditions 17% of competence was in the good category, 17% was in the sufficient category and 66% was still in the poor category. After being given action in the form of House Training activities, the teachers increased in the first cycle to 66% of teachers in the good category and 34% of the teachers in the sufficient category, and in the second cycle to 5 teachers (83%) who attended the in House Training in the good category, and 1 teacher ( 17%) in the sufficient category.
Pengaruh Penyuluhan Rujukan Terencana terhadap Sikap Kader dalam Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi Della Saqinnah Abadi; Titik Suhartini; Bagus Supriyadi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 3 (2023): Agustus 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i3.1760

Abstract

Kehamilan dengan resiko tinggi merupakan salah satu penyumbang Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Beberapa hal yang menyebabkan kematian ibu antara lain karena komplikasi.Kehamilan resiko tinggi adalah kehamilan yang dapat menyebabkan terjadinya bahaya dan juga komplikasi yang lebih besar terhadap ibu hamil maupun janin selama kehamilan, persalinan maupun nifas Salah satu cara untuk menurunkan AKI yaitu meningkatkan pengetahuan dan sikap aktif kader tentang tanda-tanda risiko tinggi pada ibu hamil agar kader dapat mendeteksi secara dini adanya risiko tinggi pada ibu hamil supaya ibu hamil mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat agar tidak terjadi komplikasi kehamilan yang dapat menyebabkan kematian ibu. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan rujukan terencana terhadap sikap kader dalam pendampingan ibu hamil resiko tinggi di Desa Wonokusumo Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso. Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan rancangan PreTest–PostTest. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kemudian data diuji menggunakan uji Willcoxon. Sebagian besar responden kategori negatif sebanyak 77,1%. Sikap kader setelah diberi penyuluhan rujukan terencana dalam pendampingan ibu hamil resiko tinggi menunjukan kategori baik sebanyak 51,4%. Ada pengaruh penyuluhan rujukan terencana terhadap sikap kader dalam pendampingan ibu hamil resiko tinggi dengan nilai p-value 0,000.
PENGARUH TEKNIK HIPNOTIS LIMA JARI DAN AROMA TERAPI MINT TERHADAP KECEMASAN PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RSUD DR. HARYOTO LUMAJANG Sri Wahyuni; Rizka Yunita; Titik Suhartini
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 2 (2023): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i2.1251

Abstract

Chronic kidney failure is progressive kidney damage characterized by uremia (urea and other wastes circulating in the blood and its complications if dialysis or kidney transplantation is not performed). The research design used a pre-experiment with a one group pretest-posttest design approach. The population taken was patients with CRF undergoing hemodialysis at Dr. Haryoto Hospital Lumajang. The sampling technique used total sampling. The number of research samples was 60 research respondents according to the inclusion and exclusion criteria. Data collection was carried out using a questionnaire with the analysis of the Depondent's T test data. The results of the correlative test show that there is a significant effect between the administration of the Five Finger Hypnotic Technique and the Aromatherapy of Mint on Anxiety at Haryoto Lumajang General Hospital which is indicated by a p value of 0.015 <0.05 so that there is a significant relationship. The value of the respondent's anxiety before being given therapy was an average value of 21.2 after being given anxiety therapy the respondent experienced a decrease with an average value of 17.8. Anxiety is a condition where a person feels afraid because of the situation he will experience. Giving five finger hypnosis and aromatherapy can reduce anxiety due to the relaxing effect that is given. The results of this study can be used as a basis for anxious nursing care as well as for subsequent research regarding the anxiety of hemodialysis patients
Implementasi Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Berdasarkan Aspek Motivasi Kerja, Beban Kerja, Supervisi, Model Kepemimpinan Dan Organisasi, Fasilitas Layananan Terhadap Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i2.18387

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah masih terdapat perawat yang tidak melakukan pendokumentasian proses keperawatan dengan lengkap. Ketidaklengkapan tersebut dapat berdampak pada nilai hukum, komunikasi, pendidikan maupun penelitian. Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan suatu kegiatan pencatatan, pelaporan atau merekam suatu kejadian, serta aktifitas yang dilakukan dalam bentuk pemberian pelayanan yang dianggap penting dan berharga (Dalami, 2011). Pendokumentasian dalam keperawatan mencakup informasi lengkap tentang status kesehatan pasien, kegiatan asuhan keperawatan serta respon pasien terhadap asuhan yang diterimanya (Nursalam, 2013). Asuhan keperawatan adalah suatu pendekatan untuk pemecahan masalah yang memampukan perawat untuk mengatur dan memberikan asuhan keperawatan. Standar asuhan yang tercantum dalam Standar Praktik Klinis Keperawatan (Proses Keperawatan/Nursing Process) terdiri dari lima fase asuhan keperawatan: 1) Pengkajian; 2) Diagnosa; 3) Perencanaan; 4) Implementasi;dan 5) Evaluasi. Salah satu manfaat dari penerapan asuhan keperawatan yang baik adalah meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan dalam bidang keperawatan (Kozier, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Berbasis Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Berdasarkan Aspek Motivasi, Beban Kerja, Supervisi, Model Kepemimpinan Dan Organisasi, Fasilitas Layanan.Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan cross secsional. Populasinya adalah perawat di Ruang Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan dengan dengan menggunakan accidental sampling yang berjumlah 93 perawat. Analisa data dengan Spearman rank untuk mengetahui hubungan variabel dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan beban kerja dengan pelaksanaan pendokumentasian dan tidak ada hubungan motivasi kerja, supervise, model kepemimpinan dan organisasi, fasilitas layanan dengan pelaksanaan pendokumentasian. Pelayanan asuhan keperawatan yang optimal akan terus menjadi tuntutan bagi organisasi pelayanan kesehatan. Saat ini terdapat suatu keinginan untuk mengubah sistem   pemberian   pelayanan   kesehatan   ke system desentralisasi. Peningkatan pendidikan bagi perawat diharapkan dapat memberikan arah terhadap pelayanan keperawatan yang sesuai dengan isu di masyarakat, model praktik keperawatan yang pantas diuji coba perlu dikembangkan.
Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Berbasis Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia bagi Motivasi, Beban Kerja, Supervisi, Model Kepemimpinan dan Organisasi, serta Fasilitas Layanan Titik Suhartini; Wardatul Washilah; Wahyu Nofiyan Hadi
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.5090

Abstract

This study aims to analyze the relationship between documentation of nursing care based on Indonesian nursing diagnosis standards with motivation, workload, supervision, leadership and organizational models, and service facilities. This research uses a cross-sectional correlational analytical research design. The research results showed that motivation was good, with good documentation for 42 respondents (60.9%) and a p-value of 0.105. Then, the workload was reasonable, with exemplary documentation implementation of 42 respondents (67.7%), and the p-value was 0.001. In good supervision with exemplary documentation implementation, there were 44 respondents (57.1%). And the p-value is 0.605. Furthermore, a good leadership and organizational model with exemplary documentation implementation was 42 respondents (61.8%) and a p-value of 0.062. Good service facilities with exemplary documentation implementation for 33 respondents (58.9%) and a p-value of 0.477. In conclusion, there is a relationship between workload and documentation implementation, and there is no relationship between work motivation, supervision, leadership, organizational models, service facilities, and documentation implementation. Optimal nursing care services will continue to be a demand for health service organizations. There is a desire to change the health service delivery system to a decentralized one. Keywords: Nursing Care, Motivation, Workload, Supervision, Leadership Model and Organization, Service Facilities
Upaya Peningkatan Pemahaman Keluarga Pasien Terhadap Peran Dan Fungsi Perawat Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan Titik Suhartini; Wardatul washilah; Wahyu Nofiyan Hadi
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Incomplete nursing documentation can have an impact on the value of law, communication, education and research. Nursing care documentation is an activity of recording, reporting or recording an incident, as well as activities carried out in the form of providing services that are considered important and valuable. The target of this community partnership program is the families of inpatients at Waluyo Jati Hospital, a total of 65 patient families. The implementing team in the PKM program activities consists of 3 (three) people consisting of 1 chief executive and 2 members. The implementation of this activity was also assisted by 5 Hafshawaty STIKes students. The method used in PKM is through counseling and question and answer. The implementation went smoothly and was carried out separately in each inpatient room. The role of room nurses and patient families is very good and cooperative. After counseling, the patient's family is able to understand the role and function of the nurse in providing nursing care and being identified with several patient families can explore, mention again the role and function of the nurse as experienced by the patient's family during the care of their sick family members. The implementation of this community partnership program requires good cooperation with the Waluyo Jati Kraksaan Hospital. The output of this PKM program is a report on the results of the implementation of community service and the development of materials for nursing management courses. Keywords: roles and functions of nurses, nursing care, counseling
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia < 5 Tahun Alifatin Rahmatul Fitria; Titik Suhartini; Bagus Supriyadi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i1.1977

Abstract

Berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi yang terlahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Berat badan lahir rendah sebagai faktor utama peningkatan mortalitas, morbiditas, serta disabilitas bayi dan juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupanya dimasa depan, salah satu efek jangka panjang pada bayi berat badan lahir redah yaitu gangguan perkembangan salah satunya adalah stunting. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di Posyandu Krajan Desa Wonosari Kecamatan Grujugan yaitu sejumlah 90 balita dan jumlah sampel sebanyak 74 Balita. Tehnik sampling Simple Random Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi kemudian data diolah dengan menggunakan uji spearman rank Hasil analisis riwayat berat badan lahir sebagian besar tidak BBLR yaitu 64 anak (86,5%) dan anak usia < 5 Tahun Sebagian besar tidak stunting yaitu sebanyak 53 anak (71,6%). Hasil analisis berat badan lahir rendah (BBLR) dengan stunting sebesar 0,001 (lebih kecil dari 0,05) maka terdapat hubungan linear secara signifikan antara variable berat badan lahir rendah dengan stunting pada anak < 5 tahun.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Mobilisasi Dini Pada Pasien Sectio Caesarea Di RSUD Besuki Subagio; Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i3.20165

Abstract

Mobilisasi adalah kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas mempertahankan kesehatannya. Sedangkan section caesarea upaya pembedahan dengan prosedur operasi guna melahirkan bayi dengan berat janin lebih dari 1000 gr atau umur kehamilan > 28 minggu. mobilisasi dini akan mempercepat penyembuhan pada pasien Sectio caesarea. Mobilisasi dini memerlukan dukungan keluarga  agar pasien section caesarea mempunyai motivasi untuk melakukannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan mobilisasi dini pada pasien sectio caesarea di RSUD Besuki.Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasien section caesarea di RSUD Besuki selama 7 bulan rata-rata sebanyak  30 responden dan sampel penelitian 30 responden dengan menggunakan accidental sampling. Penelitian dilaksanakan di RSUD Besuki pada tanggal 12 mei 2023 sampai 12 juni 2023. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan lembar observasi mobilisasi dini. Untuk mengukur koesioner telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Selanjutnya dianalisi menggunakan uji Sperman Rank.Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden mempunyai dukungan keluarga mayoritas baik sebanyak 16 responden (53,3%) dan mobilisasi dini  cukup baik sebesar 15 responden (50%). Berdasarkan hasil uji statistic Spearman Rank ada hubungan dukungan keluarga dengan mobilisasi dini dengan p-value = 0,001 dengan tingkat signifikan 0,005 (p ≤ 0,005).            Dukungan keluarga memberikan motivasi, produktivitas dan meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis sehingga meningkatkan kemampuan dalam melakukan mobilisasi. Saran yang diajukan yaitu diharapkan Rumah Sakit agar dapat meningkatkan manajemen nyeri dan mendorong keluarga untuk memberikan dukungan kepada pasien sectio caesarea untuk melakukan mobilisasi dini
Hubungan Motivasi Kerja Perawat Dengan Responsivitas Pelayanan Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dr. Haryoto Lumajang Dina Rakhmawati; Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 4 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i4.20235

Abstract

Motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Responsivitas atau ketanggapan adalah kemampuan dalam membantu dan memberikan pelayanan dengan cepat, tepat, dan waktu yang tepat kepada pengguna layanan, dengan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kebutuhan pelayanan yang jelas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan  Motivasi Kerja Perawat dengan Responsivitas Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit dr. Haryoto Lumajang.Responsiveness merupakan penilaian mutu yang paling dinamis. Hal ini dikarenakan penilaian setiap individu cenderung akan berbeda antara satu pasien dengan pasien lain terkait standar ketanggapan petugas Kesehatan dalam memberikan jasa pelayanan sesuai dengan prosedur. Daya tanggap merupakan persepsi pasien terhadap kemampuan dan kehandalan perawat untuk tanggap dan sigap terhadap berbagai hal termasuk keluhan maupun keperluan pasien (Supriyanto Ernawaty, 2010).Rumah Sakit dr Haryoto Lumajang adalah Rumah Sakit yang ada di kabupaten Lumajang dan dilengkapi dengan fasilitas pelayanan Instalasi Gawat darurat (IGD) dengan pelayanannya 24 jam untuk melayani masyarakat.  Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang pada tahun 2020 didapatkan hasil Indeks Kepuasan Masyarakat Lumajang terhadap pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Lumajang sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, yaitu 85,6%, sedangakan standarnya adalah 85%. Akan tetapi masih ada beberapa keluhan yang masuk terkait pelayanan di RSUD dr Haryoto Lumajang, diantaranya tentang keterlambatan pelayanan.