Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization Of Coconut Dregs As An Alternative Medium For The Growth Of Bacillus Subtilis And Escherchia Coli Nggua, Dewita; Mahtuti, Erni Yohani
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v11i1.331

Abstract

Coconut dregs are waste produced after processing coconuts into coconut oil. Coconut pulp has a high nutritional content which can be used for bacterial growth. The nutritional content of coconut dregs is 38.1% carbohydrates, 5.6% crude protein, 16.3% crude fat, 31.6% crude fiber, 2.6% ash content and 5.5% water content. The research used coconut dregs as an alternative medium for the growth of gram-negative and gram-positive bacteria. In the trials, B. subtilis and E. coli bacteria were used. The type of research used was a true experiment with a completely randomized design. The results of the research showed that the highest average number of colonies on the coconut dregs alternative media was in treatment A1, namely the average of B.subtilis colonies was 50.6 x 10² CFU/mL and E.coli 36 .6 x 10² CFU/mL while the control media averaged B.subtilis colonies 75 x 10² CFU/mL and E.coli 86.3 x 10² CFU/mL. The results of statistical tests using anova p<0.05 with a sig value of 0.001 show that there is an influence of differences in the concentration of coconut dregs and agar as an alternative medium for bacterial growth. The post hoc test compares the concentration between treatment A1 and control with a sig p value of >0.05 (0.250), namely There is no significant difference, while the concentration between treatments A2, A3 and A4 with control has a sig p value <0.05, namely 0.000, meaning there is a significant difference. So treatment A1 is the best treatment for the growth of B.subtilis and E.coli bacteria.
Description Of C-Reactive Protein (CRP) In Patients With Type 2 Diabetes Mellitus At Mulyorejo Health Center In Malang City Kapero, Febriyanti Wora; Mahtuti, Erni Yohani; Rahmawati, Previta Zeizar
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v10i2.320

Abstract

Diabetes Mellitus Type 2 is a metabolic disorder condition characterized by hyperglycemia, due to decreased insulin secretion. Many cytokines play a role in the acute phase response, so that markers such as CRP increase in patients with type 2 DM. The type of research used in this study is descriptive research, which describes the results of CRP examination in patients with type 2 diabetes. Examination of respondents' serum C-Reactive Protein (CRP) levels was carried out qualitatively using the Latex Agglutination method and followed by a semi-quantitative method, namely dilution to determine the level of inflammation. The results of CRP examination on 30 serum samples that have been carried out on patients with Type 2 Diabetes Mellitus found that 29 (96.7%) were positive and 1 (3.3%) of respondents were negative. The group of CRP levels for titer 12 was 5 samples (16.7%), titer 24 was 17 samples (56.7%), titer 48 was 5 samples (16.7%), and titer 96 was 2 samples (6.7). %). The results of the four groups with the highest CRP levels, namely a titer of 24 mg/L as many as 17 samples (56.7%) showed that some of the CRP levels were higher than normal. Conclusion Almost all respondents with type 2 Diabetes Mellitus had positive C-Reactive Protein examination results and a small proportion of type 2 Diabetes Mellitus patients had negative C-Reactive Protein examination results. 
Pemeriksaan Kadar C-Reactive Protein (CRP) Penderita Hipertensi Pada Ibu-Ibu PKK Dusun Semanding, Malang Amarani, Anggi Dwi; Husnah, Yeni Avidhatul; Mahtuti, Erni Yohani
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 11 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v11i1.629

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular “the silent killer” tanpa gejala, menyebabkan  komplikasi inflamasi kronis. C-Reactive Protein (CRP)  adalah penanda inflamasi, diproduksi hati saat terjadi inflamasi. Tujuan penelitian mengetahui kadar CRP penderita hipertensi ibu-ibu PKK Dusun Semanding, Malang. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan teknik purposive sampling. Sampel 30 responden, 20 teridentifikasi mengalami hipertensi. Hasil penelitian separuh responden 10 (50%) menderita hipertensi tingkat 1 (140-159 atau 90-99 mmHg). Sebagian besar responden berusia pertengahan (46-59 tahun) sebanyak 12(60%) responden. Hasil tes untuk kadar C-Reactive Protein (CRP) metode lateks aglutinasi menunjukkan bahwa hampir keseluruhan responden 17 (85%) memiliki kadar CRP normal (<6 mg/L) pada rentang usia dewasa akhir – usia pertengahan (36 -59 tahun). sementara sebagian kecil 3 (15%) responden  kadar CRP positif; 2 responden (10%) dengan titer 1/2 (12 mg/L), dan satu responden (5%) dengan titer 1/8 (48 mg/L) semuanya berusia lanjut (60-90 tahun). Hasil korelasi pearson tidak ada hubungan antara tingkat keparahan hipertensi dengan kadar C-Reactive Protein (CRP) pada ibu-ibu PKK (p=0,064). Hasil kuesioner sejalan dengan penelitian disebabkan sebagian besar penderita hipertensi melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki, jogging, bulu tangkis 11 (55%) responden dan rutin mengonsumsi obat antihipertensi 8 (40%) responden. Kedua faktor ini berperan penting dalam menstabilkan tekanan darah dan mengurangi resiko inflamasi.
Identifikasi Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif Pada Air Limbah Pabrik Tepung Tapioka Kabupaten Malang Rachmawati, Idelia Diny; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 11 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v11i1.630

Abstract

Air limbah pabrik tapioka mengandung air, pati terlarut, nitrogen, fosfor, lemak, protein, Ca, Mg, Fe, Cu, Pb, dan Zn, kandungan bahan-bahan organik yang cukup tinggi ini menyebabkan pencemaran lingkungan khususnya air sungai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bakteri gram positif dan gram negatif yang ada pada air limbah pabrik tepung tapioka Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini deskriptif, desain kualitatif menggunakan teknik random sampling. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel air limbah tepung tapioka, pembuatan isolasi koloni bakteri dengan media MCA dan MSA, pembuatan kultur murni, dan pewarnaan, dilanjutkan uji biokimia dan uji enzimatik (katalase dan koagulase). Hasil penelitian menemukan bakteri gram positif yaitu Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Ditemukan bakteri gram negatif, yakni Escherichia coli glukosa, laktosa, manitol, maltosa, dan sukrosa (+), H₂S (-), motilitas (-), indol (+), Mr (+), Vp (-), citrat (-). Pseudomonas aeruginosa glukosa (+), laktosa, mannitol, maltosa dan sukrosa (-), H₂S dan Motilitas (+), indol (-), Mr (+), Vp (-), citrat (+), dan Proteus vulgaris glukosa, maltosa, dan sukrosa (+), laktosa dan mannitol (-), H₂S (+), motilitas (+), indol (+), Mr (+), Vp (-), citrat (-). Saran melakukan pemeriksaan secara fisika dan kimiawi, serta menggunakan media agar lainnya untuk mendapatkan bakteri yang lebih beragam.
IDENTIFIKASI MIKROORGANISME PENYEBAB JERAWAT PADA BEDAK TABUR YANG DIGUNAKAN OLEH PENATA RIAS Wulandari, Dewi Permani Ayu; Mahtuti, Erni Yohani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46909

Abstract

Kontaminasi bakteri pada bedak tabur yang digunakan oleh penata rias dapat berkontribusi menyebabkan jerawat pada individu dengan kulit yang rentan. Tujuan penelitian untuk mengetahui berbagai jenis bakteri penyebab jerawat dan untuk mengetahui ada tidaknya bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis pada bedak tabur yang digunakan oleh penata rias. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh bedak tabur yang digunakan oleh penata rias. Sampel penelitian adalah 10 bedak tabur yang digunakan oleh penata rias. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel bedak tabur, isolasi bakteri pada media BAP, pembuatan kultur murni dengan media BAP , pewarnaan gram, dan uji biokimia. Hasil penelitian dari 10 sampel yang ditanam dan diinkubasi selama 2X24 jam menggunakan media BAP ditemukan Propionibacterium acne sampel A1 (10%), Staphylococcus epidermidis sampel A2 (10%), sampel Staphylococcus aureus A3 & A4 (20%). Hasil pewarnaan gram menunjukkan bakteri gram positif, berbentuk batang & bulat, menyebar, bergerombol, berwarna ungu. Hasil uji biokimia dari uji glukosa, laktosa, sukrosa, manitol, indol, sitrat ditemukan bakteri Propionibacterium acne. Hasil uji biokimia dari uji katalase dan koagulase ditemukan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Saran penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian tentang jamur pada bedak tabur, khususnya yang digunakan oleh penata rias.
Pemeriksaan Parasit Anisakis Sp pada sarden kadaluarsa dan belum kadaluarsa Prasetya, Arita Ajeng; Mahtuti, Erni Yohani; Masyhur, Muhammad
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12411

Abstract

 Anisakis sp is a parasite that lives in fish and marine mammals, including mackerel in canned food such as sardines. Anisakis sp can infect humans if ingested and cause allergic reactions. This study aims to determine the description and differences in the number of parasites from the results of Anisakis sp parasite examination on expired and unexpired sardines. An analytical descriptive study with samples of 3 different brands of sardines for each type of sardines expired and not yet expired, namely samples A, B and M. The sampling technique was random sampling using the sedimentation method using NaCI solution with a lower specific gravity than parasitic organisms. so that the parasites can settle to the bottom. The macroscopic results showed that in expired samples, the presence of odor (highest 80%), mucus (highest 40%), mushrooms (highest 60%) and parasites Anisakis sp (highest 100%). Meanwhile, in the non-expired samples, the presence of odors (0% highest), mucus (0% highest), mushrooms (0% highest) and Anisakis sp parasites (20% highest). So it could be concluded that the condition of expired sardines will have a greater impact on damage, especially on the odor indicators, the presence of mucus, the presence of fungi and the presence of Anisakis sp. parasites.Keywords: Anisakis sp.; sardines; expired ABSTRAK Anisakis sp adalah parasit yang hidup pada ikan dan mamalia laut, termasuk ikan makarel pada makanan kemasan kaleng seperti sarden. Anisakis sp dapat menginfeksi manusia jika termakan dan menyebabkan reaksi alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan perbedaan jumlah parasit dari hasil pemeriksaan   parasit Anisakis sp pada sarden kadaluwarsa dan belum kadaluwarsa. Penelitian deskriptif analitik dengan sampel berupa 3 merk sarden yang berbeda setiap jenis sarden kadaluwarsa dan belum kadaluwarsa, yaitu sampel A, B dan M. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling dengan menggunakan metode sedimentasi menggunakan larutan NaCI dengan berat jenis yang lebih rendah dari organisme parasit, sehingga parasit dapat mengendap di bawah. Hasil penelitian secara makroskopis menunjukkan bahwa pada sampel kadaluwarsa, keberadaan bau (tertinggi 80%), lendir (tertinggi 40%), jamur (tertinggi 60%) dan parasit Anisakis sp (tertinggi 100%). Sedangkan pada sampel tidak kadaluwarsa, keberadaan bau (tertinggi 0%), lendir (tertinggi 0%), jamur (tertinggi 0%) dan parasit Anisakis sp (tertinggi 20%). Maka bisa disimpulkan bahwa kondisi sarden yang kadaluwarsa akan lebih berdampak pada kerusakan, khususnya pada indikator bau, keberadaan lendir, keberadaan jamur dan keberadaan parasit Anisakis sp.Kata kunci: Anisakis sp.; sarden; kadaluwarsa
Gambaran Hasil Pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (Hbsag) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kendalsari Kota Malang Syamsyinova BS, Andini Aulia; Mahtuti, Erni Yohani; Rahmawati, Previta Zeisar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12403

Abstract

Hepatitis B can be acute or chronic. Hepatitis B can be identified using the Hepatitis B Surfage Antigen (HBsAg) test. This study aimed to describe the results of reactive HBsAg examination in pregnant women at the Kendalsari Health Center, Malang. This type of research was quantitative descriptive with samples in the form of all medical record data from reactive HBsAg examination results in 2019 to 2021 as many as 18 patients. The data was processed based on age group, gestational age and occupation. The results of the analysis showed that the most age was early adulthood (77.8%), the most gestational age was the second trimester (61.1%), while the most work was not working (71.42%). Prior to counseling, 50% of patients did not understand the importance of HbsAg testing, whereas after counseling, 72.2% of patients understood the importance of HBsAg testing. It was concluded that counseling could increase pregnant women's understanding of the importance of HBsAg testing.Keywords: hepatitis B; HBsAg; pregnant mother ABSTRAK Hepatitis B dapat berlangsung akut ataupun kronik. Penyakit hepatitis B bisa diketahui menggunakan pemeriksaan Hepatitis B Surfage Antigen (HBsAg). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan HBsAg reaktif pada ibu hamil di Puskesmas Kendalsari, Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel berupa seluruh data rekam medik hasil pemeriksaan HBsAg reaktif pada tahun 2019 sampai dengan 2021 sebanyak 18 pasien. Data tersebut diolah berdasarkan kelompok umur, usia kehamilan dan pekerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa usia terbanyak adalah dewasa awal (77,8%), usia kehamilan terbanyak adalah trimester II (61,1%), sedangkan pekerjaan paling banyak adalah tidak bekerja (71,42%). Sebelum dilakukan penyuluhan, 50% pasien belum memahami pentingnya pemeriksaan HbsAg, sedangkan setelah dilakukan penyuluhan, 72,2% pasien sudah memahami pentingnya pemeriksaan HBsAg. Disimpulkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pemehaman ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan HBsAg.Kata kunci: hepatitis B; HBsAg; ibu hamil
Identifikasi Mikroorganisme Rendaman Cairan Pembersih Lensa Kontak Larasati, Marsella; Mahtuti, Erni Yohani; Rahmawati, Previta Zeizar
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.588

Abstract

Satu diantara aspek risiko utama adanya kontaminasi mikroba pada lensa kontak yakni rendahnya kebersihan dan kepatuhan terhadap perawatan lensa yang apabila terkontaminasi akan menyebabkan infeksi pada mata. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi mikroorganisme pada cairan rendaman pembersih lensa kontak. Jenis penelitian berikut ialah studi deskriptif dengan analitik, menggunakan random sampling. Sampel berupa rendaman cairan lensa kontak setelah pakai sebanyak 10 sampel. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel rendaman cairan pembersih lensa kontak, pembuatan isolasi koloni bakteri dengan media MSA dan MCA, pembuatan biakan murni pada media supaya miring dan observasi mikroskopis koloni bakteri pada media MCA dan MSA, di lanjutkan uji biokimia serta uji enzimatik. Hasil penelitian menunjukkan koloni bakteri adalah bentuk batang, gram-negatif, berwarna merah, menyebar dan bakteri gram positif, bentuk bulat atau coccus, berkelompok, berwarna ungu. Pengujian biokimia memaparkan laktosa (-), glukosa (+),maltosa (-), mannitol (-), H2S (+), sukrosa (-), Mr (+), indol (+),citrate (+), Vp (-), mengarah pada spesies Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji enzimatik meliputi katalase didapatkan hasil positif dengan adanya gelembung udara yang menunjukkan bakteri tersebut adalah Staphylococcus aureus. Saran selanjutnya mengidentifikasi bakteri gram positif dengan uji koagulase agar lebih spesifik menentukan diferensiasi bakteri Staphylococcus aureus dari spesies Staphylococcus lainnya.
Perbandingan Penggunaan Pelarut Organik Xilene Dengan Toluena Pada Tahapan Clearing Terhadap Kualitas Preparat Aetan Aedes Albopictus (Stegomyia albopictus) Aisyah, Siti; Mahtuti, Erni Yohani; Masyhur, Muhammad; Faisal, Faisal
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.1167

Abstract

Pembuatan preparat awetan permanen meliputi proses fiksasi menggunakaan KOH 10%, dehidrasi, clearing dan mounting. Clearing bertujuan untuk menjadikan struktur morfologi sampel atau objek menjadi lebih jernih, transparan dan jelas.. Pada penelitian ini larutan yang digunakan yaitu larutan Xilene dan Toluena. Xilene merupakan larutan yang tidak ramah lingkungan, harga lebih mahal dan mudah terbakar,. Sedangkan Toluena merupakan larutan yang terbuat dari pohon tolu yang ramah lingkungan, digunakan sebagai minyak bumi mentah, harga terjangkau, Xilene dan Toluena bersifat menjernihkan karena memiliki kandungan karbon yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kualitas hasil preparat awetan permanen Aedes albopictus (Stegomyia albopictus) pada proses clearing dengan menggunakan larutan Xilene dan Toluena. Sampel penelitian ini adalah 32 nyamuk Aedes albopictus (Stegomyia albopictus) dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preparat awetan menggunakan Toluena didapatkan hasil 12 preparat baik, 4 preparat cukup baik. Sedangkan hasil preparat awetan menggunakan Xilene didapatkan hasil 5 preparat baik, 8 preparat cukup baik, 3 preparat buruk. Pada penelitian ini peneliti menggunakan uji statistik Mann-Whitney dan diperoleh hasil yang signifikan yaitu nilai 0,000 < 0,05. Simpulan, pembuatan preparat awetan permanen Aaedes albopictus (Steggomyia albopictus) lebih baik menggunakan Toluena dibandingkan dengan menggunakanXilene.Kata Kunci: Aaedes Albopictus, Clearing, Toluena, Xilene
Gambaran Bakteri Gram Negatif Pada Limbah Cair Laboratorium Klinik STIKes Maharani Malang Sanjaya, Zahra Weny; Mahtuti, Erni Yohani; Widhaningrum, Siska Nanda
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i2.1578

Abstract

Dengan semakin berkembangnya institusi pendidikan terutama bidang kesehatan membuat kondisi limbah cair meningkat dari sifat fisik, kimia dan biologi. Suatu laboratorium idealnya mempunyai unit pengelolaan limbah cair, sehingga buangan yang dihasilkan aman bagi lingkungan. Limbah cair yang tidak dikelola dengan baik akan menghasilkan adanya perombakan yaitu bakteri patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran bakteri gram negatif pada limbah cair Laboratorium Klinik STIKes Maharani. Jenis penelitian ini secara deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pengambilan limbah cair sebanyak 250 ml, pembuatan isolasi koloni bakteri dengan media MCA, pembuatan biakan murni media agar miring MCA, pengamatan mikroskopis dan uji biokimia sesuai dengan Bergey manual. Bakteri ditumbuhkan pada MCA 2x24 jam. Hasil penelitian dengan pewarnaan gram menunjukkan bakteri gram negatif, bentuk batang, menyebar, berwarna merah. Uji biokimia menunjukkan glukosa (+), laktosa (-), mannitol (-), maltosa (-), sukrosa (-), H2S (+),indol (+), Mr (+), Vp (-), citrat(+), ditemukan spesies bakteri Pseudomonas aeruginosa. Saran penelitian ini adalah mengidentifikasi bakteri temuan pada limbah menggunakan media agar lainnya untuk mendapatkan bakteri selain gram negatif.Kata kunci: Limbah cair laboratorium, Bakteri gram negatif