Claim Missing Document
Check
Articles

PEMERIKSAAN KADAR CHOLINESTERASE PADA KELOMPOK TANI SAYUR DUSUN NUSONTORO KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG Susilawati, Nasiro; Saragih, Lenni; Wulandari, Lenni Ratna Tri; Mahtuti, Erni Yohani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25154

Abstract

Pestisida adalah substansi kimia dan bahan yang digunakan untuk mengendalikan  atau membasmi dan membunuh organisme penggangu yang bersifat toksik. Cholinesterase  adalah suatu enzim yang terdapat pada cairan seluller, yang fungsinya menghentikan aksi AchE dengan jalan terhidrolisis menjadi cholin dan asam asetat yang terdapat diantara ujung-ujung syaraf dan otot, sebagai media kimia yang fungsinya meneruskan rangsangan syaraf atau impuls ke reseptor sel-sel otot dan kelenjar.Bila tubuh terpapar pestisida maka akan berdampak pada kadar cholinerterase, sehingga dapat menimbulkan keracuanan maupun terganggunya syaraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pemeriksaan kadar cholinesterase  pada darah petani sayur di Dusun Nusontoro kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini  deskriptif menggunakan teknik wawancara observasi serta  kuesioner, sedangkan pemeriksaan kadar cholinesterase  dengan menggunakan alat spekfotomerUV-Vis dengan ? 405 nm. Populasi penelitian petani sayur yang menggunakan pestisida sebanyak 10 orang, metode sampling yaitu total sampling variabel tunggal, data di tabulasi frekuensi, kemudian di analisa menggunakan rumus presentase. Penelitian menunjukan petani yang terpapar pestisida diperoleh hasil kadar cholinesterase  80% normal  yakni 5-11 U/L dan 20% tidak normal rata-rata 2-3 U/L, terjadinya penurunan kadar cholinesterase  petani rata-rata 3,88 U/L yang terjadi pada responden dengan usia 53-69 tahun. Dari penelitian ini adalah diharapakan memperkaya ilmu pengetahuan tentang penggunaan pestisida dengan baik dan benar dan dampak terjadi bagi kesehatan. terdapat (80%) responden yang mempunyai nilai kadar cholinesterase  normal dan (20%) responden yang mempunyai kadar cholinesterase  tidak normal.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PADA LIMBAH HANDSCOON PETUGAS LABORATORIUM DI RSUD X Novitasari , Lilis; Mahtuti, Erni Yohani; Basyarrudin, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26162

Abstract

Limbah handscoon merupakan jenis limbah medis padat termasuk jenis limbah bahan berbahaya racun (B3) dengan kategori limbah infeksius (limbah yang terkontaminasi organisme pathogen). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui macam macam bakteri pada limbah handscoon petugas laboratorium RSUD (X). Jenis penelitiaan deskriptif kualitatif, dilakukan pada bulan Juli-Agustus pemeriksaan di Laboratorium STIKes Maharani Malang. Populasi petugas laboratorium patologi klinik dan mikrobiologi. Sampel limbah handscoon sebanyak 10 sampel, masing masing laboratorium sebanyak 5 sampel. Teknik sampling yaitu purposive sampling. Pemeriksaan bakteri dilakukan dengan kultur sampel media Nutrient agar dan untuk identifikasi dengan pewarnaan gram, uji biokimia meliputi uji: uji Fermentasi karbohidrat, uji TSIA, uji Sc, Uji SIM, Uji Katalase dan uji antibotik dengan metisilin. Hasil Penelitian pada hasil uji pewarnaan Gram didapatkan Gran Positif dan uji biokimia: 7 isolat didapatkan bakteri Staphylococcus aureus dengan hasil uji gula -gula (glukosa dan mannitol) positif dan uji katalase positif. 1 isolat didapatkan bakteri Clostridium botulinum dengan hasil uji glukosa positif dan laktosa negative, sitrat (negative), gas (+/-). Serta 2 isolat bakteri Bacillus cereus dengan hasil uji glukosa, maltose, sukrosa (positif), mannitol dan laktosa (negative), sitrat (negatif), indol (negative). Hasil uji antibiotic dengan methisilin didapatkan Staphylococcus aureus resisten terhadap dengan tidak terbentuknya zona hambat pada media. Kesimpulan yang didapatkan adalah bakteri pathogen yaitu bakteri Staphylococcus aureus, Clostridium botulinum, Bacillinus cereus.
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA MASKER BEKAS PAKAI PETUGAS LABORATORIUM DI RSUD X Sofiah, Yayu; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29344

Abstract

Masker ialah alat pelindung diri yang digunakan dalam perawatan kesehatan bahkan masyarakat umum dengan tujuan untuk pencegahan penyebaran adanya penyakit menular apalagi selama adanya Wabah Covid-19. Dalam langkah pencegahan  adanya suatu bakteri maupun kuman dengan penggunaan masker maka manusia harus sesuai dalam menggunakan  standar masker medis maupun masker kain tidak lebih dari 4 jam pemakainannya harus diganti supaya tetap sehat. Tujuan dari penelitian deskriptif kualitatif ini adalah untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang ditemukan pada masker yang telah digunakan oleh petugas laboratorium di RSUD X. Penelitian ini dilakukan dari Februari hingga Maret 2024 di Laboratorium STIKes Maharani Malang, sebanyak 15 sampel masker bekas pakai. Purposive sampling adalah teknik sampling yang digunakan. Pemeriksaan identifikasi bakteri dilakukan dengan mengisolasi sampel dalam media biakan dengan metode Pewarnaan Gram dan Uji Biokimia pada pengunnan masker bekas pakai. Hasil penelitian identifikasi bakteri di temukan bakteri Staphylococcus aureus, Corynebacerium diphteriae dan Bacillus subtilis. Dari ke 3 bakteri tersebut 2 terglong bakteri patogen yaitu bakteri Staphylococcus aureus dan Corynebacerium diphteriae, sedangkan 1 bakteri Bacillus subtilis tergolong bakteri non patogen
GAMBARAN MIKROSKOPIS SITOLOGI EKSFOLIATIF MUKOSA MULUT PADA PEROKOK AKTIF BERDASARKAN LAMA WAKTU MEROKOK Pehan, Laurensia Rivoniarti Ese; Rahmawati, Previta Zeizar; Basyaruddin, Muhammad; Mahtuti, Erni Yohani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37221

Abstract

Merokok adalah salah satu faktor risiko untuk terjadinya kerusakan pada rongga mulut mulut. Paparan dari zat-zat kimia yang terkandung  dalam rokok mengakibatkan ketidakseimbangan antara enzim antioxidant dalam memetabolisme dan mendetoksifikasi zat karsinogen dalam rokok, sehingga dapat menyebabkan perubahan pada epitel rongga mulut yang akan berkembang menjadi lesi dan keadaan dysplasia, dimana sel-sel dapat mengalami perubahan abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker. Perubahan ini salah stunya dipengaruhi oleh lama waktu dalam mengkonsumsi rokok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran mikroskopis sitologi eksfoliatif mukosa mulut perokok aktif berdasarkan lama waktu merokok dan mengetahui ada tidaknya perubahan sel epitel mukosa mulut pada perokok aktif berdasarkan lama waktu merokok. Penelitian ini menggunakan Analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional,sebagai metode penelitian. Metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jenis pemilihan consecutive sampling. Data penelitian ini diperoleh dari data primer menggunakan kuisioner dan pemeriksaan sel epitel dibawah mikroskop. Analisis data menggunakan tabulasi silang. Pada hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh  antara kebiasaan merokok dengan terjadinya perubahan sel epitel rongga mulut lama waktu merokok dan frekuensi merokok perhari, dimana pada pengamatan dibahawah mikroskop terdapat 4 orang perokok yang mengalami perubahan sel epitel rongga mulut (20%) dengan 2 orang mengalami perubahan tingkat displasia ringan, 1 orang mengalami perubahan tingkat displasia sedang dan 1 orang mengalami perubahan sel tingkat displasia berat. Dapat disimpulkan bahwa lama waktu merokok dan frekuensi merokok perhari mempengaruhi perubahan sitologi pada rongga mulut.
Pendampingan Pemeriksaan Kadar Karboksihemoglobin Pada Pekerja Batu Bata Di Desa Trowulan Kabupaten Mojokerto Widiatmoko, Muhamad; Rahmawati, Previta Zeizar; Mahtuti, Erni Yohani
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i3.1867

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pencemaran udara akibat pembakaran batu bata masih sangat rendah, asap dari proses pembakaran merupakan salah satu pencemaran udara yang dominan dari limbah sampah. Asap dari pembakaran batu bata memiliki komponen berbahaya diantaranya gas CO (karbon monoksida), Metana (CH4), NOx (nitrogen oksida), gas CO2 (karbondioksida), serta kabut karbon. Karboksihemoglobin dapat menyebabkan terhambatnya pengikatan Hb dengan O2 yang menyebabkan orang sesak nafas, pusing, mual, sampai tidak sadarkan diri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Kadar Karboksihemoglobin (COHb) pada pekerja batu bata di Desa Trowulan Kabupaten Mojokerto. Pemeriksaan  menggunakan Spektrofotometer UV-Vis panjang gelombang 546 nm. Penelitian  dilakukan pada bulan September 2024, jumlah sampel 8 responden. Hasil analisa data dengan uji pearson correlations yakni hasil konsentrasi kadar COHb  melebihi batas normal <3,5 %, kadar karboksihemoglobin terendah 6,3% dan tertinggi 16%. Hasil korelasi diperoleh nilai p value usia (p=0,142), masa kerja dalam tahun (p = < 0,925), dan waktu bekerja dalam satu hari (p= < 0,642) terhadap kadar COHb dalam darah Pekerja batu bata. Kesimpulan kadar COHb Pekerja batu bata diatas nilai 3.5% dan hubungan yang tidak signifikan antara usia dan lama bekerja, dan waktu kerja terhadap kadar COHb dalam darah pekerja batu bata.
Hubungan Antara Trombositpoenia Dengan IgM, IgG Pada Pasien Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Polowijen: The Relationship Between Thrombocytopenia And IgM, IgG In Dengue Fever Patients At Polowijen Community Health Center Rodolof, Claudya Putri; Mahtuti, Erni Yohani; Rahmawati, Previta Zeizar
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.5649

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) caused by the dengue virus with general symptoms of fever, joint pain, rash and thrombocytopenia. One of the tests of the immune system in DHF is IgM and IgG. The purpose o determine the relationship between thrombocytopenia and (IgM) and (IgG) in patients with dengue hemorrhagic fever at the Polowijen Health Center in Malang City. The method is in the form of laboratory descriptive observational, carried out from May to June 2023. sampling by Accidental Sampling with a total of 25 patients. The results of the study of 25 patients with dengue hemorrhagic fever, 13 female patients (52%) and 12 male patients (48%). Based on the age category, there were 4 patients with dengue hemorrhagic fever under five (16%), children 10 patients (40%), adolescents 4 patients (16%) and early adults 7 patients (28%). The results of the infection category included primary 8 patients (32%), secondary infection 17 (68%). The results of data analysis with Pearson correlation showed a relationship between thrombocytopenia and IgM p = 0.029 r = 0.436 meaning that there is a strong and unidirectional relationship between thrombocytopenia and IgM. Thrombocytopenia with IgG p = 0.056 r = 0.387 means that there is a strong and unidirectional relationship between thrombocytopenia and IgG. The relationship between IgM and IgG is p = 0.093 r = -0.343. Which means that between IgM and IgG there is a strong inverse relationship, that is, if IgM is positive then IgG is negative, and vice versa
Pengaruh Ekstrak Akar Tuba (Derris Elliptica) Terhadap Mortalitas Larva Anopheles Sp: Effect Of Tubal Root Extract (Derris elliptica) On Larval Mortality Anopheles Sp Karismadani, Id'ha Lutfia; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.5838

Abstract

Menurut WHO malaria merupakan penyakit yang memiliki angka kematian tinggi pada populasi daerah tropis. Salah satu cara pengendalian malaria yang efektif adalah pengendalian larva dengan menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida secara terus menerus dapat mengakibatkan efek samping yang berbahaya pada lingkungan. Maka dari itu dibutuhkan insektisida alami dengan memanfaatkan bahan disekitar kita yang mengandung zat sebagai insektisida, salah satunya adalah akar tuba (Derris elliptica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas akar tuba (Derris elliptica) terhadap larva Anopheles sp dengan konsentrasi 5ml, 10ml, 15ml dan 20ml dengan waktu kontak tiap 2 jam dan 4 jam. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen dengan rancangan acak lengkap. Metode pembuatan ekstraksi dengan meserasi menggunakan etanol 96%. Sampel berupa larva Anopheles sp instar III dari B2P2VRP Salatiga. Hasil penelitian ini didapatkan mortalitas 86% pada konsentrasi 20ml dengan waktu kontak 2 jam dan mortalitas 100% pada konsentrasi 5ml, 10ml, 15ml, dan 20ml pada waktu 4 jam. Hasil analisis statistik dengan anova p=0,05 menunjukkan pengaruh signifikan dari interaksi konsentrasi dan waktu kontak (p=.831) terhadap mortalitas larva Anopheles sp. Penelitian ini membuktikan bahwa akar tuba (Derris elliptica) efektif sebagai larvasida
Gambaran Kadar Enzim Cholinesterase Dalam Darah Petani Bawang Merah Pengguna Organofosfat Di Desa Sumberbulu-Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Chusnul, Chotimah; Rahmawati, Previta Zeizar; Mahtuti, Erni Yohani
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10601

Abstract

Organofosfat merupakan golongan pestisida yang biasa digunakan dalam aktivitas pertanian. Pestisida ini diketahui memiliki pengaruh toksik terhadap sistem saraf melalui penghambatan enzim cholinesterase. Bahaya paparan organofosfat menyebabkan keracunan dengan gejala mual, muntah, sakit kepala, kejang-kejang, bahkan kematian. Sehingga keracunan organofosfat dapat dinilai dengan kadar enzim cholinesetrase dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar enzim cholineterase pada petani bawang merah di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan 17 serum darah dari 24 petani bawang merah yang dipilih secara purposive sampling . Aktivitas enzim cholinesetrase diukur dengan instrumen fotometer biolyzer 100 menggunakan sampel serum darah dan menunjukkan hasil 2 (11,8%) dari 17 (100%) serum darah mengalami penurunan enzim cholinesetrase sedangkan 15 (88,2%) lainnya normal. Hasil analisis statistik hubungan parameter usia (p=0,016) dan kelengkapan APD (p=0,032) menunjukan hubungan signifikan terhadap cholinesetrase. Sedangkan parameter masa kerja (p=0,517) , lama penyemprotan (p=0,233), dan posisi penyemprotan (p=0,668) diketahui tidak memiliki hubungan terhadap penurunan kadar enzim cholinesetrase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui penurunan enzim cholinesetrase terjadi pada petani yang memiliki usia 46-60 tahun dengan penggunaan APD tidak lengkap. Sehingga parameter usia dan APD diketahui memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian penurunan kadar enzim cholinesetrase.
IDENTIFIKASI MIKROBA PADA TOILET PASAR AMONG TANI DAN BATU TOWN SQUARE KOTA WISATA BATU Sari, Chantika Putri Indah; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6382

Abstract

Latar belakang: Toilet umum merupakan fasilitas yang rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme akibat tingginya frekuensi penggunaan serta variasi perilaku pengguna. Tujuan: untuk mengetahui keberadaan mikroba pada toilet umum di Pasar Among Tani dan Batu Town Square, Kota Wisata Batu. Metode: teknik swab pada permukaan kloset, kemudian sampel diperiksa secara mikroskopis untuk mengidentifikasi keberadaan mikroba. Sebanyak 11 sampel diambil dari masing-masing lokasi. Pemeriksaan laboratorium dilakukan di STIKes Maharani menggunakan pewarnaan giemsa dan mikroskop cahaya dengan perbesaran 40x. Hasil: pemeriksaan menunjukkan bahwa pada toilet Pasar Among Tani ditemukan cacing sebanyak 7, bakteri 3, dan kristal 1. Sementara pada toilet Batu Town Square ditemukan cacing 2, bakteri 6, dan kristal 3. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa toilet Pasar Among Tani lebih banyak terkontaminasi cacing, sedangkan Batu Town Square lebih tinggi jumlah bakteri dan kristalnya. Faktor sanitasi, kebersihan lingkungan, pengelolaan fasilitas, serta jenis dan frekuensi penggunaan toilet diduga berpengaruh terhadap tingkat kontaminasi. Toilet di area pasar memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan patogen karena padatnya pengguna serta rendahnya standar kebersihan. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan manajemen sanitasi dan edukasi kebersihan pada fasilitas toilet umum agar dapat meminimalkan risiko penyebaran penyakit pada lingkungan umum.
Effect of Water Clover Extract (Marsilea crenata Presl.) on the Diameter of the Staphylococcus epidermidis Inhibition Zone Lud Waluyo; Arsya Lingga Datu; Mohammad Mirza Nuryady; Erni Yohani Mahtuti
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 17 No 1 (2025): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v17i1.23

Abstract

The incidence of acne in Indonesia reaches 85% with an age range of around 15-24 years. The research aims to analyze the effect of water clover extract (Marsilea crenata Presl.) on the inhibition zone of Staphylococcus epidermidis. This type of research is a true experiment with a quantitative approach. The experimental design is The Post Test-Only Control Group Design. The research population was a pure culture of Staphylococcus epidermidis and the sample used was Staphylococcus epidermidis with a density of 1.5 x 10-8. The research method is the well diffusion method. Data were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA).  The results of the research were that the concentration of water clover extract (Marsilea crenata Presl.) 25% volume 30µl, 50µl, 75µl, and 100µl had an average diameter of the inhibition zone, namely 6.41 mm, 7.51mm, 8.36 mm, and 9.70 mm. The conclusion of this research is that there is an influence of water clover extract (Marsilea crenata Presl.) on the diameter of the inhibition zone of Staphylococcus epidermidis and the most effective concentration in inhibiting bacterial growth is 25% extract with a volume of 100 µl with an average diameter of the inhibition zone of 9.70 mm.